Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 78


__ADS_3

Fang Yin menyuruh laki-laki itu menjauh sejauh mungkin bahkan Fang Yin meminta Xi Chen menutup auranya lantaran calon anaknya yang dirahim tidak menyukai aura ayahnya.


"Masih di kandungan anak itu sudah mengajakku berperang." Xi Chen membatin. Dia yakin suatu saat anaknya pasti benar-benar menjauhkan dia dari istri tercintanya. " Aku tidak boleh kalah dengan anak itu." Xi Chen menyemangati dirinya dan kembali menghilang dari istana alam iblis. Xi Chen akan mengeluarkan rayuan mautnya untuk meluluhkan Fang Yin.


Lian dan Yuze tiba di istana Mereka. Yuze memasuki kamar putri tercintanya. Dilihatnya anak kecil yang memiliki samburat merah alami itu sedang tertidur pulas. Yuze mencium kening putrinya. Putrinya yang sangat dicintainya dan menjadi awal kerapuhannya. Yuze tidak menyangka akan menghadapi perasaan yang rumit seperti saat ini. Dulu Yuze menggebu-gebu akan melenyapkan alam iblis. Bahkan dia akan bersikeras untuk melenyapkan inti api iblis jika saja ada salah satu kerabatnya ada yang terjun ke dunia kegelapan. Tapi saat ini Yuze tidak memiliki keberanian yang menggebu seperti dulu. Bahkan alam kegelapan itu sudah bagian dari keluarganya. Yuze menatap wajah putih porselen milik putrinya. Akankah dia tega melihat wajah itu menangis? Yuze yakin suatu saat jika putrinya tumbuh menjadi sosok gadis maka putrinya akan mendambakan satu sosok laki-laki yang jauh dari segalanya. Untuk itu Yuze harus bertindak lebih dulu, dia tidak ingin putrinya mengakui laki-laki itu. Sebelum terlambat Yuze akan memisahkannya.


Yuze keluar dari kamar putrinya, wajahnya muram bukan karena kelelahan tapi karena pikirannya yang berkecamuk. Memikirkan takdir putri tercintanya.


Yuze melihat Lian berkutat di dapur. Istrinya sekarang sudah seperti istri di dunia fana, dimana seorang wanita harus terjun langsung ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya.


"Sayang kemarilah." Yuze menepuk paha kokohnya. Lian menunjukkan kedua tanganya yang sudah dipenuhi tepung yang mengkilap. Yuze tersenyum tipis. Yuze mengangkat tanganya, tangan Lian kembali bersih.


"Ada yang bisa aku bantu sayang?" Lian tersenyum menggoda. Duduk manis dipangkuan Yuze. Yuze mengecup bibir manis istrinya.


" Berhentilah bergerak, aku tidak ingin melahap mu di sini." Yuze menyingkirkan celemek yang masih menempel di tubuh istrinya.


"Aku berniat menjodohkan Annchi dengan Dewa Perang milik Kaisar Langit. Dia sosok laki-laki yang kuat dan berwibawa. Dia keturunan Dewa pengawal Naga Hitam terdahulu. Kaisar Langit menemukannya saat pembersihan alam Naga Hitam." Terang Yuze. Lian mengusap rahang kokoh suaminya. Walaupun hatinya sedikit menolak dia hanya bisa mengangguk dan menyetujui rencana suaminya. Suaminya saat ini berusaha memberikan yang terbaik untuk putrinya, Annchi.

__ADS_1


"Lakukanlah, jika menurut mu itu yang terbaik untuk putri kita." Lian mengecup bibir tegas suaminya. Sampai saat ini suaminya masih belum bisa menerima sepenuhnya alam iblis. Apalagi menerima paman Kai


Sosok laki-laki yang di juluki sampah dan tidak punya hati di seluruh alam semesta.


"Ayah dan paman Kai berbeda, jika ayah memasuki alam kegelapan demi putrinya, yaitu istri tercintaku, Chang Lian." Yuze mengecup pelipis Chang Lian.


"Tapi paman Kai berbeda, dia menghianati kerajaan langit dan memasuki alam iblis, dia laki-laki yang tidak pantas untuk putriku." Yuze berucap datar. Kata-katanya dingin sampai menusuk ketulang. Lian menautkan jari-jarinya ketangan besar milik Yuze. " Lakukanlah, tapi jangan sampai melukai putri kecil kita." Suara Lian sedikit bergetar. Dia pernah merasakan jatuh cinta. Jadi dia tau apa yang di rasakan putrinya. Mungkin percintaan putrinya tidak semanis percintaan kedua orang tuanya. Putrinya di berikan berkat yang luar biasa oleh langit. Lian yakin putrinya bisa segera melupakan paman Kai.


"Kamu bersedih?"


Lian menggeleng.


"Sayang." Yuze di penuhi hasrat yang tinggi.


Menikmati setiap sentuhan tangannya. Sesekali menyesap pada dua bukit kembar yang masih indah dan menantang pada tubuh istrinya.


"Maaf jika aku mengecewakan mu." Yuze mengerang. Mengeluarkan lahar panasnya kedalam rahim istrinya. Lian meringkuk di pelukan suaminya. " Berhentilah menyalahkan dirimu, aku tau pasti sangat sulit bagimu untuk membuat keputusan ini ." Nafas Lian terengah-engah setelah melakukan pergulatan dahsyat. Lian dan Yuze masih sama hangatnya. Jika ada yang mengganjal di hati mereka. Mereka akan berakhir melakukan pergulatan panas dan saling bermaaf-maafan. Lian sudah bagian dari hidup Heng Yuze begitu juga dengan Chang Lian. Laki-laki itu merupakan sandaran kokoh miliknya dan tidak akan tergantikan untuk selamanya.

__ADS_1


Memiliki dua putra yang tampan dan satu putri yang cantik membuat Yuze dan Lian menjadi orang tua yang sangat protektif.


Fang Yin menggeliat, merasakan sesuatu yang berat di atas perutnya. Fang Yin menggeram melihat suaminya sudah tertidur pulas sambil memeluk pinggangnya dengan posesif.


Rasa tidak nyaman diperutnya tiba-tiba muncul saat hidungnya mencium aroma yang sangat pekat.


"Hueekk." Fang Yin menekan lengan Xi Chen.


Netra Xi Chen terbuka lebar. Istrinya berulah lagi.


"Pergilah dari sini, aku tidak kuat menahannya." Fang Yin berucap lemas.


"Tidak ." Xi Chen menolak tegas, dia tidak ingin menjauh dari istrinya lagi. Xi Chen langsung mencium bibir candu istrinya sedikit brutal membuat Fang Yin kewalahan. Suaminya di suruh menyingkir malah menciumnya dengan ganas. Xi Chen menekan Fang Yin, memperdalam ciumannya dan merasakan setiap sentuhan di rongga mulutnya.


Xi Chen menggelap, ciuman itu semakin panas dan semakin menuntut. Xi Chen melepaskan semua yang menempel pada tubuh istrinya dan tubuhnya. Kedua tubuh itu sama-sama polos dan saling memercikkan hasrat yang membara.


"Satu minggu ini aku kesepian." Ucap Xi Chen serak menumpahkan segala keluh kesah nya pada sang istri. Fang Yin pasrah, apalagi rasa mual yang sempat dia rasakan hilang dalam sekejap. Xi Chen meminta lebih kepada istrinya. Menuntut kerugiannya selama satu minggu ini. Pagi yang masih berkabut di lapisi kabut gairah oleh kedua insan di istana dingin itu. Musim salju telah tiba. Sedikit demi sedikit salju mulai menutupi tanah. Pohon-pohon mulai berdaun salju, suasana di kamar itu tidak terasa dingin karena percintaan panas itu masih terus berlangsung. Fang Yin menyerah, dia dan calon anaknya bisa menjadi korban keganasan laki-laki itu.

__ADS_1


"Jangan pernah menghukum ku seperti itu lagi." Xi Chen berucap berat.


"Itu bukan keinginanku tapi keinginan anakmu."


__ADS_2