
Mantan Ratu Phoenix menelan salivanya dengan susah payah, dia mencoba bersikap tenang. "Siapa juga yang mau memiliki menantu seperti mantan muridmu itu, tidak bertanggung jawab dan selalu berbuat seenaknya," guman mantan Ratu Phoenix karena dulu putrinya itu juga dinikahi Xi Chen secara diam-diam.
Awalnya mantan Ratu Phoenix tidak merestuinya karena tidak terima putrinya diam-diam menjalin hubungan dengan Xi Chen terlebih Xi Chen murid kesayangan Dewa Agung dulu. Dimana hubungan mantan Ratu Phoenix dengan Dewa Agung sedang tidak baik-baik waktu itu bahkan sampai saat ini.
Tiba-tiba Xi Chen datang ke hadapannya dan mengancam Ratu Phoenix. Jika dirinya tidak merestui hubungan mereka maka Ratu Phoenix harus bersedia menikah dengan gurunya sang Dewa Agung. Ratu Phoenix langsung menolak permintaan Xi Chen dan akhirnya merestui pernikahan Xi Chen dengan putrinya, lagian Ratu Phoenix tidak ingin membuat putrinya bersedih mengingat rasa cinta putrinya yang begitu besar kepada laki-laki itu. Ratu Phoenix tidak ingin putrinya bernasib sama dengannya menikahi laki-laki yang tidak dicintai sekalipun laki-laki itu memperlakukannya dengan baik.
"Ckk, berhentilah bersikap egois, apa kamu tidak kasihan melihat Xi Chen. Dulu dia selalu saja membuat masalah di setiap alam hanya untuk mencari reinkarnasi putrimu, bahkan setiap hari kaisar langit harus menerima laporan dari Dewa setiap alam karena menantumu berbuat onar di luar sana, dia menggila sejak di tinggalkan putrimu Bao-yu. Tapi setelah Bao-yu berinkarnasi kini dia terlihat lebih manusiawi sekalipun dia dari alam kegelapan," jelas Dewa Agung sedikit menggebu-gebu, walaupun dia tidak menyukai cara Xi Chen yang menganggu ketenangan setiap alam tapi Dewa Agung paham betul dengan perasaan mantan muridnya itu karena dulu dia pernah dalam posisi itu, sekalipun tidak sampai segila Xi Chen, karena ratu Phoenix bukan menghilang di telan alam semesta melainkan menghilang ke pelukan laki-laki lain.
"Tetap saja aku tidak terima karena dia begitu mudahnya mendapatkan putriku," lirih mantan Ratu Phoenix walaupun dalam hatinya merasa bangga karena perjuangan Xi Chen selama ini dalam mencari putrinya. Apalagi saat menantunya itu harus memasuki alam kegelapan hanya demi memenuhi permintaan putrinya. Hanya saja Mantan Ratu Phoenix ingin menghabiskan hari-harinya lebih lama lagi dengan putri kecilnya itu. Apalagi saat ini alamnya sudah ada yang memimpin jadi mantan Ratu Phoenix sudah memiliki waktu luang dengan putrinya.
" Izinkanlah mereka bahagia karena mereka sudah lama terpisah," ucap Dewa Agung mencoba membujuk mantan Ratu Phoenix.
Kaisar langit sudah ingin tertawa melihat wajah putus asa sahabatnya itu. Kaisar langit mencoba menahan tawanya karena dirinya juga kesal lantaran tidak di undang ke pernikahan raja iblis. Kaisar langit ingin mengucapkan selamat untuk kedua kalinya kepada Xi Chen dan memberikan kata-kata mutiara yang sudah lama di hapalnya terkhusus untuk laki-laki itu karena sudah membuat hidupnya tidak tenang selama ini.
" Nenek," panggil Lian kepada mantan Ratu Phoenix.
" Akhirnya penyelamat ku datang juga, tidak sia-sia aku menyebutnya gadis manis dan setidaknya ada juga muridku yang masih waras," batin Dewa Agung bernafas lega.
"Apa," ucap mantan Ratu Phoenix sedikit ketus, dia melihat wajah cucunya itu yang sedang menahan rasa senangnya, dia yakin cucunya itu sangat bahagia saat ini lantaran kedua orangtuanya sudah rujuk kembali.
"Nenek jangan marah-marah, nanti nenek bertambah tua," rengek Lian dengan suara manjanya sambil menggelayut manja di lengan sang mantan Ratu Phoenix.
"Kenapa? Apa sekarang kamu sudah berani mengejek nenekmu sendiri? Nenekmu ini sedang kesal," ucap mantan ratu Phoenix itu sambil mencubit hidung kecil Lian dengan gemas.
__ADS_1
"Nenek, sakit !, Lian hanya ingin memeluk Nenek saja, dan Lian tidak berani mengejek nenekku yang cantik ini," Puji Lian tulus karena neneknya memang sangat cantik seperti ibunya. Lian memeluk pinggang neneknya sambil berusaha menyembunyikan raut wajah kebahagiaannya. Siapa yang tidak bahagia jika kedua orang tuanya bisa bersatu kembali, Lian sudah lama mendambakan hal itu.
"Mulutmu ini memang paling pintar berkata manis," ujar mantan Ratu Phoenix sambil membalas pelukan cucunya.
"Apa kau ingin memeluknya," bisik Kaisar langit kepada Dewa Agung dan Dewa Agung mengangguk penuh harap.
" Bisa saja, tapi siap-siaplah kau kena cambukan wanita ganas itu," ucap Kaisar langit bergidik ngeri, sontak Dewa Agung terkejut.
"Kau, dasar sahabat penghianat, aku sedang kewalahan menghadapinya bukanya kau bantu malah kau menertawakan ku dalam hati," gerutu Dewa Agung kesal. Sementara Kaisar langit langsung tertawa.
"Hahaha, aku bukannya tidak ingin membantumu, hanya saja aku tidak mau menjadi yang ketiga di dalam pertengkaran romantis kalian. Apalagi kau dan mantanmu itu sudah lama tidak merajut cinta," ucap Kaisar langit dengan kata-kata dramatisnya.
"Ckk, alasan," ujar Dewa Agung.
"Betul juga, ayok", Dewa Agung dan Kaisar langit langsung menghilang dari sana.
"Nenek ayok kita kembali," ajak Lian setelah melirik kepergian Dewa Agung dan Kaisar langit.
"Kalian saja duluan pergi, nenek masih-- ," ucapnya terputus saat Dewa Agung tidak ada lagi disana. Seketika Ratu Phoenix berteriak memanggil Dewa Agung yang sudah tiba di tempat persembunyiannya.
"DEWA AGUNG, awas saja." Mantan ratu phoenix geram karena merasa dirinya di permainkan Dewa Agung.
"Lihatlah kakekmu yang kau bangga-banggakan itu, meninggalkan nenek begitu saja," adu mantan Ratu Phoenix kepada cucu kesayangannya itu.
__ADS_1
" Sudahlah nenek, mungkin kakek Agung sedang istirahat sejenak," ucap Lian seenaknya membuat mantan ratu phoenix mengerutkan keningnya.
"Memangnya cuma dia yang butuh istirahat, aku juga butuh," timpalnya.
"Ayok nenek, nenek istirahat dulu biar Chang'er antar pulang. "
Akhirnya Lian membawa neneknya kembali ke alam Phoenix. Jika saja dirinya tidak datang mungkin neneknya itu tidak akan berhenti berdebat dengan Dewa Agung.
" kau juga berani sekali kau mengadukan kakek Dewa Agung kepada nenek," Lian menarik telinga Ba Xi'O setelah tiba di istana mereka.
"Ampun ibu," ringis Ba Xi'O sambil mengusap-usap telinganya yang terasa panas.
"Kau ulangi lagi? biar ibu cubit wajahmu yang gembul itu," ancam Lian.
"Tidak ibu, maaf ibu," ucap Ba Xi'O dengan wajah gemasnya.
" ya sudah sana masuk ke kamarmu, kau tidak bisa keluar kamar sampai besok, itu hukuman untukmu," titah Lian tegas.
"Baik ibu," Ba Xi'O segera pergi dari hadapan ibunya, dia tidak ingin pipih montoknya menjadi sasaran empuk jari-jari ibunya itu.
"Kamu sudah pulang sayang? Tanya Heng Yuze kepada istrinya.
"Kenapa wajahmu di tekuk begitu, hm?" Yuze mencubit gemas wajah putih istrinya.
__ADS_1