Raja Iblis Mencari Permaisuri

Raja Iblis Mencari Permaisuri
Episode. 33


__ADS_3

"Kenapa? Kau tidak suka ? Tanya Xi Chen dengan suara berat miliknya.


"Apa aku melakukan kesalahan? Tanyanya kembali saat wanita itu tidak menjawab pertanyaan.


"Aku ingin fokus menghadapi ujianku, untuk itu jangan pernah ganggu aku ataupun menemuiku" balas Fang Yin sambil mengalihkan penglihatannya kesembarang arah.


Xi Chen terkejut saat wanita itu memintanya menjauh.


"Apa maksudmu? Lagian apa pernah aku menghalangi niatmu? Tanya Xi Chen dengan tatapan tajamnya


Fang Yin menggeleng.


"Mulai sekarang aku tidak ingin dekat denganmu karena kau berasal dari alam iblis, bahkan kau pemimpin mereka. Aku tidak ingin melakukan kesalahan walau sekecil apapun." Terang Fang Yin sambil mengigit bibir dalamnya, perasaanya sesak saat dirinya mencoba menjauh dari Xi Chen. Fang Yin telah jatuh sedalam-dalamnya kedalam pesona laki-laki itu.


Xi Chen semakin menatap tajam Fang Yin saat wanita itu memberinya sebuah penjelasan yang tidak masuk akal baginya.


"Kau ingin menyuruhku menjauh dariku setelah apa yang sudah kita lewati bersama." Ucap Xi Chen menatap netra yang menjadi kesukaanya itu.


"Lupakan hal itu" Fang Yin mencoba berbicara dengan tenang.


"Fang Yin, katakan apa salahku" Xi Chen sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. Dia telah mengorbankan segalanya untuk wanita ini, apalagi akhir-akhir ini dia juga selalu memantau perkembangan wanitanya. Xi Chen tidak terima saat wanita itu menyuruhnya menjauh.


"Bukankah kau sudah memiliki ratu? Aku tidak ingin menjadi pihak ketiga di dalam rumah tangga mu" ucap Fang Yin sedikit bergetar.


Xi Chen memicingkan matanya saat Fang Yin mengetahui dirinya sudah memiliki seorang ratu lebih tepatnya ratu raja iblis terdahulu.

__ADS_1


"Dari mana kau tau aku sudah memiliki ratu?" Tanya Xi Chen dengan rahang yang sudah mengeras.


"Ratu mu datang menemuiku, kau mengatakan istrimu sedang lupa ingatan, kenapa kau berbohong?" Fang Yin menatap Xi Chen yang saat ini terkejut mendengar perkataannya. Xi Chen mengepalkan tangannya.


"Berani-beraninya wanita itu menemuimu". Ucap Xi Chen dengan amarahnya.


"Dia bukan ratuku, dia adalah istri dari raja iblis terdahulu" ucap Xi Chen sambil menggertakkan giginya.


Fang Yin mengerutkan keningnya saat wanita yang menemuinya adalah istri dari raja iblis terdahulu.


"Memangnya berapa raja iblis? " Ucapnya bertanya dalam hati.


Xi Chen melihat keterdiaman Fang Yin akhirnya menceritakan yang tersimpan di hatinya selama ini.


"Dulu aku adalah seorang dewa tinggi dari alam naga hitam, menikah dengan wanita cantik yang sangat aku cintai seorang dewi tinggi dari alam phoenix. Tidak lama setelah kami menikah dan menjalani kehidupan rumah tangga yang sangat bahagia. Suatu hari kami di serang oleh klanku sendiri. Istriku meninggal di dalam dekapanku, sebelum istriku meninggal dia bersusah payah mengeluarkan janin yang masih gumpalan kecil dari rahimnya, janin yang menjadi buah cinta kami berdua yang saat ini menjadi dewi tinggi phoenix. Demi menyelamatkan buah hati kami aku mentang hukum alam dan aturan surga, aku mengeluarkan darah murniku untuk mempertahankan jiwa anak kami yang masih lemah. Istriku meninggal dan akupun menyusul istriku. Tetapi setelah aku sadar jiwaku ternyata memasuki raga sang raja iblis yang sudah meregangkan nyawa saat peperangan itu. Dewa neraka yang membunuhnya karena tidak terima dengan kepergian istriku. Mulai saat itu aku mengantikan kedudukan raja iblis, aku tetap membiarkan ratunya hidup karena ratunya saat itu sedang mengandung. Aku mengasingkannya, tapi aku tidak menyangka dia nekat menemuimu." Jelas Xi Chen menahan air matanya yang sudah mengenang di kedua bola mata merahnya.


Xi Chen mengusap air mata istrinya.


"Jangan menangis" ucapnya serak.


"Lalu kenapa kau mendekatiku apa karena aku memiliki jiwa phoenix? Kenapa kau tidak mencari jiwa istrimu? Bukankah jiwa kita akan berinkarnasi kembali? Tanya Fang Yin menatap netra merah itu.


"Apa kamu percaya jika aku mengatakan bahwa kau adalah reinkarnasi istriku?" Tanya Xi Chen menatap lekat netra emas itu.


"Deg" Fang Yin terkejut batin. Tubuhnya bergetar hebat, dadanya semakin sesak dan nyeri.

__ADS_1


"Maksudmu? Tanya Fang Yin dengan linangan air matanya.


"kau adalah reinkarnasi istriku, mungkin kau tidak akan mengingatnya tapi percayalah padaku." Xi Chen memeluk tubuh Fang Yin yang semakin bergetar hebat.


"Apa mungkin" Ucap Fang Yin serak.


"Iya, chang'er adalah putri kita buah hati kita yang kita tinggalkan." Ucap Xi Chen dengan suara paraunya


"Kamu tidak akan mengingatnya lagi karena jiwamu telah jiwa yang baru" sambungnya.


Fang Yin tertekun, dia terdiam begitu lama. Fang Yin mencoba menyerap semua penjelasan laki-laki yang masih memeluknya dengan erat, dia memang merasakan perasaan yang berbeda saat menatap Chang Lian. Apalagi saat wanita muda itu tidak ingin di panggil dewi membuat Fang Yin bertanya-tanya dalam hati selama ini.


"Apa chang'er juga tau tentang ku?" Tanya Fang Yin.


"Hmm" Xi Chen mengangguk mencium aroma tubuh wanitanya kuat-kuat perasaanya lega setelah mengungkapkan kebenarannya kepada istrinya, rasa rindunya kepada wanitanya kini terbalas walaupun wanitanya belum sepenuhnya mempercayai ucapanya.


Fang Yin mengusap punggung kokoh Xi Chen, begitu banyak pertanyaan di benaknya, tapi Fang Yin tidak ingin buru-buru walaupun dia masih kurang percaya dengan perkataan Xi Chen tapi nyatanya hatinya berkata lain. Perasaannya saat ini entah kenapa merasa tenang dan damai.


Di luar paviliun Lian dan yang lainnya sedang cemas menunggu sang ibu. Lian yang mendengar ibunya pingsan langsung mendatangi alam petir bersama suaminya Heng Yuze. Lian yang hendak masuk keruangan itu mengurungkan niatnya karena tidak sengaja mendengar penjelasan sang ayah. Lian takut jika ibunya tidak mau menerima kenyataan dan malah menganggap ayahnya gila seperti sebelumnya-sebelumnya.


"Sayang berhentilah berjalan kesana-kemari, nanti kamu lelah." Ucap Heng Yuze yang sejak tadi melihat istrinya seperti setrikaan. Yuze menarik istrinya dan mendudukkannya di atas pahanya.


"Mulai lagi si dewa mesum ini." Ucap dewa bintang dalam hati.


"Lepas sayang, malu di lihat yang lain" bisik Lian, suaminya itu tidak pernah mengenal tempat, saat ini mereka berada di istana milik mertuanya, apalagi di samping mereka ada mertuanya dewi petir dan dewa musim serta dewa dewi yang lainnya.

__ADS_1


"Diamlah, mereka juga mengerti karena saat ini kamu sedang mengandung buah hati kita kembali, jadi sayang tidak boleh lelah." Ucap Yuze dengan nada posesifnya sambil mengendus-endus leher istrinya hal yang sangat disukai Yuze. Melihat kelakuan dari sosok sang Dewa tinggi putra Mahkota itu, membuat dewi petir geleng-geleng kepala seandainya menantunya tidak sedang hamil dewi petir pasti menyuruh putranya pulang. Sejak tadi putranya itu selalu merusak pemandangan.


__ADS_2