
"Tubuh mereka sangat indah dan seksi" Guman Yu Wang berpikir mesum.
Fang Yin mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan aneh sahabatnya Yu Wang.
"Apa katamu" tanya Fang Yin sambil memicingkan matanya.
"Lihat calon dewi-dewi di sana, mereka sangat cantik, mereka juga memiliki wajah bening aku yakin wajah itu sangat lembut bila di sentuh, adakah di antara mereka yang mau menjadi kekasihku" Ucap Yu Wang penuh harap.
"Jadi yang kau bilang barusan putih, bersih , harum, sampai Ahh.. Itu karena kau melihat para dewi-dewi itu dan berfikir kotor tentang tubuh mereka? " Tanya Fang Yin tajam sambil menunjukkan ke arah para wanita yang sedang bercanda gurau.
"Iya" ucap Yu Wang jujur dan langsung mendapatkan tamparan di punggung kokohnya.
"Plaaakkk..dasar laki-laki mesum, tidak bisa melihat wanita cantik sedikit saja" guman Fang Yin beranjak pergi dari depan sahabatnya itu dengan wajah kesal.
Sementara Yu Wang hanya nyengir sambil berusaha mengusap punggungnya yang terasa sakit. Laki-laki itu sungguh cepat melupakan wanita yang memukulnya. Semenjak dia mengetahui wanita itu milik laki-laki lain, Yu Wang langsung menyerah dan mengubah rasa cintanya menjadi rasa sayang seorang kakak kepada adiknya, dia tetap menyayangi Fang Yin layaknya seorang kakak dan tetap melindungi wanita itu sekalipun wanita itu memiliki keluarga yang berkuasa dan lebih kuat darinya.
"Nampaknya saja Yu Wang polos ternyata dia memiliki pikiran yang cukup kotor, dasar laki-laki," gerutu Fang Yin.
"Kamu kenapa? "Tanya Xi Chen kepada istrinya, dia melihat istrinya berjalan sambil mengomel.
"Hampir saja", guman Fang Yin sambil mengelus dadanya, dia sangat terkejut dengan kedatangan laki-laki itu yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Bisakah kamu muncul bilang-bilang dulu, sehingga aku tidak akan terkejut dengan kedatanganmu yang seperti hantu itu." Sentak Fang Yin.
Xi Chen mengerutkan keningnya, dia merasa heran melihat istrinya itu. " Ckk..tubuhnya aja yang masih muda, namun jantungnya sudah rapuh." Batin Xi Chen dalam hati.
"Maaf", ucap Xi Chen, bukankah perempuan suka dengan laki-laki yang mengakui kesalahan? sekalipun Xi Chen tidak tau di mana letak kesalahannya. Untuk itu Xi Chen minta maaf saja biar wanitanya tidak marah-marah lagi. Xi Chen dapat melihat istrinya sedang kesal.
"Kamu kenapa?" Tanyanya ulang.
"Kamu tau Yu Wang, dia sangat mesum" ucap Fang Yin dengan wajah jengkelnya.
"Mesum" beo Xi Chen.
"Dia melihat para Dewi-Dewi yang sedang bercanda, katanya mereka sangat putih wajahnya juga sangat cantik, bahkan Yu Wang sangat berharap ada salah satu di antara para Dewi itu yang mau denganya." Ucap Fang Yin menggebu-gebu. Xi Chen memicingkan matanya "kamu cemburu?" Tanya Xi Chen dengan sorot mata tajamnya, entah kenapa dia tidak menyukai istrinya yang cemburu kepada Yu Wang.
"Siapa yang cemburu, aku tidak cemburu, aku cuma kaget saja, kenapa Yu Wang sedikit berbeda dari yang biasanya, selama ini dia sosok pria yang sangat polos, bahkan dia tidak pernah menunjukkan ketertarikannya kepada wanita aku hanya terkejut kenapa dia tiba-tiba menjadi laki-laki yang sedikit mesum."Terang Fang Yin. Niatnya ingin curhat malah laki-laki itu menatapnya dengan tajam.
"Setiap orang itu pasti ada perubahan, apa kamu menyukai Yu Wang?" Tanya Xi Chen sambil menelisik wajah istrinya.
"Aku tidak menyukai Yu Wang, tapi aku menyayanginya seperti kakakku sendiri, karena hanya dia saudara yang kupunya, Yu Wang sosok sahabat sekaligus kakak yang selalu ada untukku dalam susah dan senang selama ini." Terang Fang Yin. Xi Chen yang mendengar itu sedikit lega dan juga sedih karena dirinya tidak ada saat istrinya membutuhkannya.
"Aku berjanji, aku akan menjagamu dan selalu ada untukmu, kamu juga harus tau Yu Wang akan mempunyai kehidupanya sendiri, suatu saat dia akan menikah dan mempunyai anak. " Ucap Xi Chen memberi penjelasan yang bisa di terima istrinya itu, Xi Chen menarik wanitanya kedalam pelukanya.
__ADS_1
"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, suatu saat Yu Wang akan bahagia dengan kehidupan barunya dan kamu pun akan seperti itu, kamu akan bahagia dengan kehidupanmu". Ucap Xi Chen dan di angguki oleh Fang Yin. Fang Yin tidak menyangka secepat itu mereka tumbuh dewasa.
Fang Yin telah siap dengan gaun terbarunya, gaun yang di khususkan untuk memasuki kuil suci yang ada di kerajaan langit. Disana Fang Yin akan menyucikan dirinya sebelum memasuki Akademi Teratai. Semua calon murid yang memasuki akademi teratai akan melakukan penyucian diri sebagai salah satu syarat memasuki Akademi itu. Saat Fang Yin menuju kuil dia tidak sengaja melihat anak kecil yang sedang berdiri di jembatan Teratai. Fang Yin mengenal anak kecil itu yaitu Lie Zhu.
"Kamu menyukainya" ucap Fang Yin saat menyadari arah mata Lie Zhu yang sedang memandangi seorang pelayan gadis kecil yang sedang membersihkan taman.
"Tidak nek" ucap Lie Zhu datar.
"Eheem" Fang Yin sedikit salah tingkah saat bibir kecil itu memanggilnya nenek. Walaupun hati Fang Yin terasa hangat saat mendengar panggilan nenek itu, Fang Yin tetap sedikit kaku karena dirinya belum terbiasa dengan panggilan baru itu.
"Terus kenapa kamu melihatnya seperti itu" Fang Yin menelisik wajah cucunya yang datar tanpa ekspresi, entah cucunya meniru sifat siapa, karena setahunya putrinya Lian sangat ceria.
"Aku hanya memantau pekerjaanya nenek" terang Lie Zhu tanpa mengalihkan tatapannya pada sosok gadis kecil itu. Bibir Fang Yin berkedut mendengar perkataan cucunya, dia bukanlah anak kecil yang bisa di bohongi, apalagi yang berbicara itu anak kecil juga.
"Ya sudahlah, pandangilah dia sepuasmu, nenek pergi dulu" Fang Yin mengusap surai hitam cucunya, dia tidak ingin lama-lama dekat cucunya itu karena Fang Yin tidak ingin wajahnya semakin ketat.
"Kau lama sekali Fang Yin" ucap Yu Wang kesal karena sudah menunggu sahabatnya itu sejak tadi.
"Kenapa kau tidak duluan saja". Ucap Fang Yin tak kalah kesal.
" Ckk..aku takut kau kesasar ataupun dilukai orang lain" ujar Yu Wang. " Dasar wanita, sudah ditunggu bukanya bilang terimakasi" gerutu Yu Wang dalam hati. Untung saja wanita itu sahabatnya, jika tidak Yu Wang akan menendang wanita itu. Fang Yin memutar bola matanya malas, tidak taukah sahabatnya itu bahwa mereka saat ini tinggal di kerajaan langit keamanan di kerajaan langit sangat terjamin, lagian jika dia kesasar Xi Chen akan membantunya terbukti dengan kedatangan laki-laki itu yang selalu tiba-tiba muncul di depanya.
__ADS_1