
Ars menatap tajam pada Anna yang masih menampilkan wajah tersakitinya.
Apalagi sejak kepergian Cristal tari, Tidak ada sedikit pun pembicaraan di antara mereka, Terhitung sejak 10 menit ini Ars masih menunggu penjelasan dari Anna tapi tidak ada penjelasan apa pun yang ingin di jelaskan wanita itu.
Anna menaikan wajahnya saat mendengar helaan nafas Ars yang begitu panjang dan terdengar seperti banyak menanggung beban berat.
Sebenarnya apa yang tengah di rasakan pria tercintanya ini ?
" Kamu kenapa honey ?" Anna berusaha membuat mood Ars kembali naik dengan duduk di pangkuannya dan memberikan pijatan di kepala Ars berharap pria itu merasa lebih baik tapi tidak.
" Berhenti menganggu Cristal An, Dia tidak bersalah di sini. Dia yang di pilih oleh ibu ku. Jadi jangan pernah menyakitinya atau mengganggunya. " Anna tak percaya dengan apa yang di katakan Ars padanya.
Apa Ars lebih membela Cristal dari pada dirinya ? Anna ini kekasihnya, Seharusnya Ars itu membelanya.
Bukan kah mereka saling mencintai ? lalu kenapa Ars tidak membelanya ?
Kenapa malah membela Cristal yang hanya berstatus istrinya tapi tidak di cintainya.
Lalu apa arti hubungan mereka selama ini ? kenapa rasanya Anna merasa marah sekali saat Ars tidak membelanya dan lebih membela Cristal ?
Ingin sekali Rasanya Anna berteriak dan memaki Cristal saat ini, Tapi dia tidak akan melakukannya.
Dia akan menghadapi Cristal dengan cara yang halus karena dia tau bahwa saat ini Ars tengah bimbang dengan hatinya.
" Kenapa kamu malah menyalahkan ku ? Memang aku yang memintanya untuk datang ke sini karena aku ingin bicara baik-baik dengannya. Aku ingin mengatakan bahwa aku dan kamu saling mencintai, Dan dia tidak bisa menghentikan perasaan kita ber-dua. Walau aku tau dia berstatus istri kamu, Tapi aku ini kekasih kamu. Seharusnya dia tidak menerima pernikahan ini. Seharusnya dia menolak karena kamu itu kekasih ku. Kita sudah menjalani hubungan ini sejak 3 tahun lalu Ars, Lalu kenapa dia menerima mu begitu saja ?" Ars menatap wajah Anna yang terlihat sendu.
Apa Anna begitu tersakiti oleh status mereka saat ini ? kenapa rasanya Ars begitu lemah jika melihat wajah kekasihnya yang seperti ini ? Tapi kenapa juga Ars teringat wajah damai Cristal ?
" Jangan menyalahkannya An, Satu-satunya orang yang harus di salah kan di sini itu aku. Aku yang juga menerima pernikahan ini begitu saja. Jika saya saat itu kamu mau berusaha lebih keras bersama ku, Aku rasa semua akan baik-baik saja. Dan kita sudah menikah saat ini dan hidup bahagia. " Anna terpaku mendengar apa yang di katakan Ars padanya.
Dia memang salah karena telah meninggalkan Ars waktu itu, Tapi jika pun dia bertahan di sini itu juga belum tentu ibunya Ars yang menyebalkan itu.
Ya, Anna memang tidak suka dengan ibunya Ars yang memiliki pemikiran kolot dan terkesan mengekang pada putranya.
__ADS_1
Maka Anna tidak suka jika menikah dnegan Ars akan di lelang seperti itu.
Anna tidak bisa bermain dengan orang jompo seperti ibu dan ayahnya Ars, Maka Anna lebih memilih mengejar kariernya di Amerika waktu itu dari pada harus menerima tawaran Ars yang mengajaknya menikah.
" Baik, Jika begitu ayo kita menikah sekarang. Lagi pula bagaimana jika aku hamil karena apa yang kita lakukan kemarin ? Apa kamu akan tega membiarkan anak kita tumbuh di antara orang tua yang tidak memiliki ikatan pernikahan ?" Ars semakin memijat kepalanya yang kembali pusing.
Ini yang menjadi beban pikirannya. Bagaimana jika memang Anna hamil ? lalu bagaimana dengan Cristal ? nama baiknya juga ?
Ars tidak ingin cacat di mata banyak orang. Katakan lah dia egois, Tapi dia memang pengusaha sukses, Jadi jika namanya sudah cacat, pasti tidak akan ada yang percaya padanya lagi.
" Aku bisa menikahi mu An, Tapi aku tidak bisa memberikan mu status yang sama seperti yang di miliki Cristal. Aku juga tidak akan pernah meninggalkannya An, Dia adalah janji terakhir ku pada ibu, Jadi aku--"
" Kenapa selalu memikirkan ibu mu ? Aku juga perlu kau perhatikan ! Lagi pula ibu mu sudah mati Ars ! ibu sudah mati !"
" Anna Simon !" Suara Ars terdengar begitu menggelegar di ruangan itu.
Dia tidak menyangka jika Anna bisa mengatakan hal seperti itu padanya. Apalagi mengatakan hal buruk tentang ibunya. Ars tidak terima itu.
Sadar akan kesalahannya, membuat Ars marah, Anna langsung ingin meminta maaf pada Ars.
Hampir saja Anna terjatuh jika dia tidak cepat berdiri dari pangkuan Ars.
" Sa-yang maafkan aku, Aku --"
"Cukup ! Jangan hubungi aku dulu untuk beberapa waktu ke depan ! Jangan pernah berani mencari ku jika tidak aku yang mencari mu. " Anna hendak bicara pada Ars, Namun pria itu langsung mengangkat sebelah tangannya karena dia tidak ingin mendengar penjelasan apa pun lagi Anna.
Karena saat ini dia cukup kecewa dengan wanita yang selalu di Belanya ternyata bisa mengatakan hal seperti itu tentang ibunya dan itu membuat Ars menyakini satu hal, Bahwa ibunya tidak salah saat mengatakan bahwa dia tidak menyukai Anna dan lebih memilih Cristal.
Tapi hatinya ? Hatinya masih berat pada Anna walau saat ini dia merasa kecewa pada wanita itu.
" Aku pergi ! Jaga kesehatan mu An. " Ars langsung pergi meninggalkan Anna yang terus sama memanggil namanya bahkan hendak menyentuh tangannya, Tapi Ars kembali menghempaskan tangannya karena dia tidak ingin kembali berlama-lama di hotel itu.
Dia memiliki pekerjaan lain, Dan dia juga ada janji makan siang bersama ayahnya.
__ADS_1
Apalagi Cristal juga mengatakan bahwa nanti merek akan bertemu dengan kolega bisnis ayahnya yang lama.
Tidak mungkin Ars membiarkan Cristal sendirian. Jika dia membiarkan Cristal sendirian itu akan menjadi buah bibir bagi mereka nantinya.
Entah kenapa juga moodnya sudah hancur saat ini. Dia lebih memilih untuk pulang saja dari pada kembali ke perusahaan nya.
Dia meminta pada Leo untuk mengirimkan pekerjaannya ke rumah lewat email atau supir kantor saja.
Ars lebih memilih untuk pulang ke rumahnya dan melihat bahwa ruangannya sudah di dekor dengan istrinya sendiri yang mengaturnya.
Dapar Ars lihat wajah Cristal yang begitu serius dengan kegiatannya saat ini yang mengatur semuanya agar terlihat baik.
" Tolong lihat kue yang ku buat tadi, Suami ku sangat menyukai kue jahe buatan ku. Sekalian tolong seduhkan teh hijau untuknya, Sebentar lagi dia akan pulang. " Cristal melihat jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya dan kembali melanjutkan kegiatannya.
" Pastikan air panasnya benar-benar seratus derajat, Daun tehnya hanya 3 lembar saja, Dan biarkan dia terendam selama 7 detik, Satu lagi, Gulanya tolong tambahkan satu sendok teh saja. Biar aku yang akan membawanya nanti. " Ars melihat Cristal yang terus memberikan perintah pada pelayan rumah mereka.
Mendengar apa yang di katakan Cristal tadi membuat hati Ars seperti tersayat pisau yang tak kasat mata.
Teh yang begitu enak, Teh yang selalu di nikmatnya itu ternyata di sajikan dengan penuh takaran hingga tersaji dengan baik.
Bahkan semua sudah di urutkan dengan sedemikian rupa.
" Selamat datang Tuan Muda. " Ars hanya mengangguk saja mendengar sapaan dari para pelayannya.
Cristal cukup kaget dengan apa yang di lihatnya saat ini, Ternyata suaminya sudah pulang padahal jamnya belum pas.
" Biarkan aku saja yang membuat teh untuk Suamiku. " Ars langsung menarik tangan Cristal yang hendak pergi membuatkan tehnya.
" Biarkan mereka yang membuatnya, Temani aku di kamar saja. " Cristal maju mendekat pada suaminya dan mengecek keadaan Ars.
" Aku tidak sakit. Aku hanya ingin istirahat saja. Aku lelah. " Cristal pun paham.
Pasti ada yang membuat suaminya semain memiliki beban berat. Apa yang terjadi pada mereka setelah kepergiannya ?
__ADS_1
...💐💐💐 ...