RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Terluka


__ADS_3

Mendapatkan kabar bahwa suaminya akan pulang Cristal pun langsung bersiap untuk menyambut suaminya.


Dia memang sudah bersiap karena memang suaminya akan pulang untuk makan siang bersama mereka di rumah.


Karena mulai saat ini dan seterusnya Ars akan makan di rumah dan akan pula setiap hari ya.


Tidak ada lagi acara Cristal yang keluar dari rumah untuk mengantarkan bekal makan siangnya, Karena dia tidak ingin Cristal keluar dari rumah dan di lirik banyak orang.


Entahlah, Tapi rasanya dia memang tidak terima saja saat orang-orang menatap kagum pada pesona istrinya.


Melihat mobil suaminya yang sudah masuk ke pekarangan rumah Cristal pun langsung bersiap dan menyambutnya di depan.


Melihat Cristal yang berjalan dengan begitu cepat membuat Ars merasa ngeri dengan keadaan istrinya yang tengah mengandung itu.


Dengan cepat pula dia menghampiri Cristal.


" Tidak bisakah untuk berjalan dengan pelan-pelan saja ? apa kau lupa bahwa kau sedang mengandung saat ini ? bagaimana jika anakku terguncang di dalam sana apa kau bisa tanggung jawab ?" Sabar Cristal sabar.


Kau harus bisa sabar menghadapi suamimu yang luar biasa itu.


Dia hanya mengerti bisnis tapi dia tidak mengerti medis. Jadi kamu yang waras berharap mengalah saja oke.


" Maaf tapi aku begitu merindukanmu. " Mendengar Cristal yang mengatakan merindukannya entah mengapa di sudut hatinya Ars merasa bahagia.


Cristal merindukannya ? bahkan rasanya dia ingin sekali menarik suruh bibirnya saat ini untuk membuat sebuah senyuman.


Tapi dasarnya Ars yang memang sulit tersenyum ya hanya bisa seperti itu saja menghadap Cristal dengan tatapan datar.


Tapi dia tetap melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh suami pada istrinya.


Dia menarik Cristal ke dalam pelukannya dan memberikan kecupan manis di kening wanita itu.


Ini adalah pertama kali harus melakukan hal itu pada Cristal. Lebih tepatnya dengan inisiatif dirinya sendiri bukan hanya kebutuhan dan untuk konsumsi publik saja.


Karena rasanya dia melakukan hal itu karena memang dia harus melakukan hal tersebut untuk istrinya.


Apalagi kini istrinya tengah mengandung calon anak mereka. itu bukan hal yang mudah bagi seorang wanita.


" Kenapa sudah pulang ?" Tanya Cristal sambil melepaskan pelukannya.


Dia menatap wajah suaminya. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat sudut bibir suaminya pecah dan ada luka lebam di sana.

__ADS_1


Sebenarnya apa yang terjadi ? Suaminya ini berkelahi dengan seseorang ?


" Ini kenapa suamiku ? Kenapa wajah kamu terluka seperti ini ?" Cristal menyentuh sudut bibir suaminya dan luka lebam tersebut.


Dia begitu khawatir, Tapi suaminya tidak bereaksi apapun saat dia menyentuhnya.


" Ayo duduk dulu biar aku akan membersihkan luka kamu. Jika dibiarkan lukanya bisa saja infeksi nantinya. " Ars pun menurut dan mengikuti Cristal ke sofa.


Saat Cristal pergi meninggalkannya untuk mengambil kotak P3K, Ars melepas jas serta dasi yang mengikat di lehernya.


Dia juga membuka kedua kancing teratas kemejanya.


Rasanya melelahkan sekali. Dia hanya bekerja sebentar saja tapi kenapa rasanya lelah sekali.


Dan saat melihat pelayan lewat dengan membawa keranjang buah yang baru saja datang, Ars tiba-tiba saja ingin muntah karena mencium sesuatu yang tidak enak.


Dia langsung berlari menuju wastafel untuk memuntahkan isi perutnya.


" Hueekkk...." Suara muntahan dari Ars membuat Cristal panik dan langsung menghampiri suaminya.


Dia membantu memijat tengkuk suaminya berharap apa yang dilakukannya bisa mengurangi rasa mual dan tengah mendera suaminya.


Bahkan suara muntahan tersebut terdengar sangat menyakitkan di telinga Cristal.


Ars sendiri dia masih sibuk membersihkan mulutnya karena bekas sisa muntahan tadi.


Dia juga tidak mengerti tiba-tiba dia bisa muntah seperti ini hanya karena mencium aroma yang tidak sedap.


Jangan bilang dia yang ngidam ? Dia sudah membaca hal itu sebelumnya karena istri yang tengah mengandung tersebut bisa saja mengalami mual dan muntah karena tidak bisa mencium aroma-aroma yang tidak sedap.


Dan apakah kini itu terjadi padanya ? Dia yang merasakan mual dan muntah itu.


Bukankah menurut sebuah artikel juga menjelaskan bahwa jika suaminya yang mengalami ngidam dan muntah yang disebut sindrom couvade atau orang lebih mengenal dengan kehamilan simpatik telah dialaminya saat ini karena istrinya yang tengah mengandung ?


Apa dia begitu mencintai Cristal hingga bisa merasakan ini semua ?


Dia menatap intens pada wajah istrinya yang kini menatap sendu padanya.


Di tatapnya wajah istrinya dengan seksama. Jika di ihat dari sudut pandang manapun istrinya ini tidak kekurangan satu hal apapun.


Dia cantik, Dia pintar, Dia baik, Dia juga seksi walau itu tidak terlalu menonjol. Bukankah itu sudah sebuah kesempurnaan ?

__ADS_1


Kenapa Ars baru menyadarinya saat ini jika istrinya begitu luar biasa dan begitu sempurna.


Apa selama ini dia sudah dibutakan dengan yang namanya cinta ?


Cinta yang bahkan dia tidak mengerti apa itu cinta yang sebenarnya.


Karena yang dia tahu dia saat bersama Anna hanya merasakan sebuah perasaan yang mungkin di rasakan banyak orang.


Dia merasa tidak bisa meninggalkan Anna tapi dia juga tidak bisa melepaskan Cristal begitu saja.


Jika dia bisa memilih dia akan memilih Cristal. tapi kenapa bayang-bayang Anna masih menghantuinya ?


Melihat suaminya yang melamun seperti itu membuat Cristal memanggil suaminya berharap suaminya akan sadar.


" Suamiku, Kamu kenapa diam saja? Apa ada yang sakit ? Jika iya kita akan pergi ke rumah sakit. " Cristal sudah menarik tangan suaminya untuk membawanya pergi ke rumah sakit.


Namun belum sempat dia berjalan Ars sudah kembali menarik Cristal dan dengan tidak sabaran langsung mencium bibir istrinya.


Dia memainkan bibir atas dan bawah Cristal berharap dia merasakan sesuatu yang telah dicarinya.


Awalnya Cristal masih diam saja membiarkan apa yang dilakukan suaminya. Tapi saat dia merasakan ciuman suaminya semakin menuntut Cristal pun membalasnya.


Dia juga mengalungkan kedua tangannya ke leher Ars berharap apa yang dirasakannya kini Ars juga merasakannya.


Cukup lama tahu dan bibir mereka menyatu hingga akhirnya ciuman itu terlepas saat Ars merasa bahwa kristal kehilangan banyak oksigen di dalam paru-parunya.


Di usapnya bibir Cristal yang masih meninggalkan bekas jejak berciuman mereka tadi.


Ars juga mengusap pipi istrinya dengan lembut, Karena dia seperti merasa sengatan yang begitu luar biasa hingga sampai ke jantungnya.


Dia membawa tangan Cristal untuk menyentuh dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang.


" Apakah yang kurasakan ini cinta ? Jika yang kurasakan ini adalah pertanda bahwa aku mencintaimu tolong ajarkan aku untuk semakin mengenalnya. Ajarkan aku agar aku semakin mengerti tentang hatiku sendiri. Karena apa yang kurasakan padamu dan apa yang kurasakan saat bersama Anna itu jauh berbeda. Maka aku mohon ajarkan aku untuk mengerti semua ini. Aku ingin menjadi ayah yang baik untuk anak ku dan aku juga ingin menjadi suami yang baik untukmu. Tolong ajarkan aku untuk belajar mencintaimu dengan tulus. Karena aku tidak tahu apa yang hatiku inginkan saat ini. " Bolehkah Cristal merasa bahagia saat ini ?


Apakah ini akhir dari penantian panjangnya ? sudah mencintainya aku sudah mengatakan semua itu padanya walaupun memang belum jelas apa yang diinginkan hatinya.


Itu sudah lebih baik. itu sebuah kemajuan yang sangat luar biasa untuknya dan untuk kehidupan rumah tangga mereka.


" Ya aku akan mengajarimu untuk mengenal hatimu. Setidaknya jika bukan untukku tolong berikan cintamu untuk anakku. Anak yang tengah hidup di dalam rahimku saat ini. " Ars mengangguk dan kembali membawa Cristal ke dalam pelukannya.


Entah mengapa dia selalu merasa nyaman setiap kali mendekap tubuh kristal seperti ini.

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2