RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Wajah Yang Memgingatkan


__ADS_3

Cristal dan Ars masih menatap wajah Alden, Dari segi postur wajah dan garis wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Ars.


Bahkan kulit Tan eksotisnya juga sangat mirip dengan Ars.


Memang hasil tes DNA menyatakan bahwa Alden memang bukan anaknya, Tapi, Semuanya mirip dengan Ars.


Apa mungkin karena Anna sangat mencintai Ars maka anaknya mirip dengan Ars ?


" Melihat Alden yang seperti ini apa kamu masih berpikir untuk membiarkan Alden di panti asuhan ? Bagaimana jika di luar sana mereka mengatakan bahwa Alden anak kamu dan kamu tidak ingin mengakuinya ?" Ars tidak menanggapi apa pun yang Cristal katakan padanya karena memang dia malas sekali membahas soal ini.


Sumpah demi apa pun dia tidak ingin membahas hal ini karena memang Ars tidak tertarik sama sekali dengan Alden.


" Terlepas dari dia anak ku atau bukan, Yang pasti tetap tidak bisa menerimanya. Dia sudah begitu tega pada ku dan mari kita tutup pembicaraan ini. Letakan bayi itu dan kita pulang. Biarkan mereka yang menjemput bayi itu besok. " Terpaksa Cristal harus menurut pada suaminya dan meninggalkan Alden di rumah sakit.


Bahkan saat pemakaman Anna saja pun Ars tidak membiarkan Cristal untuk ikut mengantarkan wanita itu ke peristirahatan terakhirnya.


" Tidak kah kamu merasa ini keterlaluan ?" Tanya Cristal pada suaminya karena mereka sudah berada di dalam mobil dan menuju rumah mereka.


" Tidak ada yang keterlaluan di sini Sayang. Takdir yang membuat semua seperti ini adan aku lah tersangka utama dalam kesalahan ini. Aku lah yang menyebabkan semua ini terjadi dan aku tidak ingin menyakiti kamu lagi. Walau Alden sudah terbukti bukan anak ku, Tapi aku tidak ingin wajahnya mengingatkan ku pada ibunya. Walau bagaimana pun aku dan ibunya pernah memiliki hubungan yang aku bisa mengatakannya indah pada saat itu. Aku tidak ingin jika suatu saat hubungan ku dan kamu serta ibunya membuat masa depan anak itu hancur. Aku tidak sejahat itu untuk membuangnya. Aku akan memastikan bahwa masa depannya akan cerah. Aku bahkan sudah berpikir untuk menyiapkan masa depan untuknya. Dia akan sukses di masa depan dengan kemampuannya sendiri. " Cristal menggenggam tangan suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.

__ADS_1


Dia tidak menyangka jika suaminya bisa sejauh ini memikirkan Alden. Cristal terharu dan merasa bangga dengan suaminya.


" Terima kasih karena telah memikirkan masa depan Alden. Tuhan tidak tidur, Karena Tuhan tau mana yang terbaik untuk kita. " Ars membalas ucapan istrinya dengan sebuah kecupan manis di keningnya.


Leo yang melihat sepasang suami istri yang berada di kursi penumpang seperti itu membuat hatinya ikut merasakan sakitnya.


Mereka berbahagia tapi dia merasakan bahagia yang di balut sakit. Dia bahagia karena melihat Cristal bahagia seperti itu sudah membuatnya ikut meras bahagia.


Biarlah dia yang merasakan semua perasaan ini sendiri tanpa siapa pun yang mengetahuinya. Tapi rasa sakitnya juga di rasakan Leo karena bagaimana pun perasaan itu juga membuatnya merasakan sakitnya mencintai dalam diam tanpa bisa menyentuh dan mengatakannya.


Biar lah, Biarkan dia yang merasakan semua ini sendiri. Setidaknya melihat Cristal bahagia sudah lebih dari cukup untuknya.


" Leo, Kita pergi ke toko kue sebentar ya, Aku ingin membawa kue-kue itu untuk anak-anak panti asuhan. Bisa tolong hubungi Sammy juga ?" Leo tersadar dari lamunannya dan mengangguk pada perintah wanita yang mungkin saja di cintainya.


Apalagi saat melihat Cristal yang tersenyum lembut itu bisa membuat degup jantungnya meledak meletup merasakan debaran yang luar biasa dahsyatnya.


" Baik Nyonya. " Ars bisa bernafas lega karena dia merasa bahwa Leo tidak memiliki perasaan apa pun terhadap istrinya karena memang Leo sama sekali tidak terlihat seperti memiliki perasaan apa pun terhadap istrinya.


Tanpa dia ketahui bahwa Leo adalah pemain yang handal. Dia begitu hebat menyembunyikan semua perasaannya dan hanya Anna saja lah yang mengetahui perasaannya terhadap Cristal waktu itu.

__ADS_1


" Cepat cari pasangan Leo agar kamu ada yang mengurus. "


" Saya bisa mengurus diri saya sendiri Nyonya. Ibu saya juga masih hidup jadi berdua dengannya pun saya sudah sangat bahagia. " Jawab Leo menanggapi saran dari wanita yang di cintainya.


" Apa kita nikahkan saja ayah dan ibunya Leo ? Apa kamu setuju Sayang ?"


" Hah ? " Tanya Ars yang merasa tidak menyangka jika saran yang di berikan istrinya itu tidak masuk akal.


" Iya kita nikahkan saya ibunya Leo dan ayah Frans. " Mengerti akan kekagetan Bosnya, Leo pun memilih menengahi ketegangan di belakang kursi kemudinya.


" Ibu saya tidak akan mau Nyonya. Beliau sangat mencintai mendiang ayah saya, Jadi percuma saja jika ingin menjodohkan mereka. "


" Apa kamu sudah pernah menanyakannya ? Belum kan ? Jadi jangan sok tau " Leo terdiam dan tidak bisa menjawabnya lagi karena memang sulit sekali bermain kata bersama Nyonya Cristal.


Begitu juga dengan Ars yang menimpali jawaban dari Leo. Dia juga tidak ingin ayahnya menikah lagi dan itu dengan ibunya Leo.


" Begitu juga dengan ayah Sayang. Ayah juga tidak akan mau menikah lagi. Ibu adalah segalanya bagi ayah. "


" Ya sudah lah. Katakan saja jika kalian yang tidak ingin orang tua kalian menikah lagi. Dan kalian akan menjadi saudara. "

__ADS_1


" Tanpa hak itu pun aku sudah seperti saudara dengannya. " Jawab Ars lagi.


...💐💐💐...


__ADS_2