
" Belle !" Suara Cristal menggema di ruangan itu karena anak gadisnya yang selalu seperti ini.
Entah lah, Belle sangat malas sekali bangun pagi dan hal itu membuat Cristal harus tegang urat setiap paginya.
" Bell, Ayo bangun Sayang. " Tidak ada lagi Cristal yang lemah lembut yang dulu.
Kini sudah berganti Cristal yang selalu saja tegang urat karena Belle.
" Sayang, Sudah biarkan Belle tidur sebentar lagi. "
" Kamu selalu mengatakan sebentar lagi dan biarkan Belle. Itu sebabnya dia menjadi manja begini. Saat aku seusia Belle aku tidak seperti ini. " Selalu seperti ini.
Setiap Pagi Ars dan Cristal akan ribut soal anak perempuan yang cantik itu.
Anak perempuan yang menjadi rebutan para pria di sekolahnya maupun di luar sekolahnya.
Pesona Belle tidak bisa di ragukan lagi. Dis tumbuh menjadi anak yang cantik dan juga pintar.
Hanya satu kelemahan Belle yaitu tidak bisa bangun pagi dan akan selalu kesiangan. Beruntung dia di bantu dengan prestasinya yang tidak pernah gagal sedikit pun.
" Bukan begitu maksud ku sayang. Tapi kasihan Belle. Mungkin dia masih mengantuk. "
__ADS_1
" Tidak ! Belle harus bangun dan segera berangkat sekolah. Aku lelah mendapatkan laporan bahwa setiap harinya putri kita selalu saja terlambat datang ke sekolahnya. Belle juga sering tidur di kelasnya. Beruntungnya Belle anak yang pintar. Kalau tidak, Aku tidak tau lagi harus seperti apa menyikapinya. " Mendengar suara keributan di dalam kamarnya membuat perempuan cantik itu bangun dengan rambutnya yang pirang dan berantakan.
" Kenapa pagi-pagi sudah ribut di kamar Belle Mom ?" Pertanyaan apa itu ?
Pertanyaan yang membuat Cristal semakin kesal dengan putrinya.
" Belle, ini sudah siang Sayang. Kamu jangan terlambat lagi. "
" Tapi Belle masih ngantuk Mom. " Rengek Gadis cantik itu dengan manja seperti biasanya.
" Mandi atau Mommy pangkas semua uang jajan kamu. Dan kamu akan di antar jemput oleh supir. Tidak lagi membawa mobil seperti biasanya. Atau ingin Mommy yang antar jemput kamu ?" Mendapatkan ancaman dari Mommy-nya membuat Belle langsung lompat dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Orang tuanya.
" Jangan lupa keramas. Kamu itu jorok sekali keramas dua hari sekali. "
Sementara Ars sendiri, Dia hanya bisa tersenyum saja melihat tingkah laku putrinya yang selalu menjawab pada Cristal dan itu menjadi hiburan tersendiri baginya.
" Tertawa lah terus sampai kamu puas. Semakin hari stok kesabaran ku semakin tipis di buat Belle. " Adunya pada Ars yang tidak bereaksi apa pun padanya selain tersenyum seperti itu.
" Hari-hari kita semakin indah karena hadirnya Belle Sayang. Andai saja kamu bisa hamil lagi. pasti akan semakin ramai rumah kita. "
" Entah lah. Mungkin Tuhan hanya menginginkan kita fokus pada satu anak saja. Lagi pula aku tidak KB. " Memang benar apa yang di katakan Cristal.
__ADS_1
Dia tidak pernah KB sejak melahirkan Belle. Tapi hingga kini mereka berdua belum di karuniai anak lagi.
Dan hanya Belle saja lah anak mereka saat ini.
" Entah lah. Ya sudah ayo bantu aku bersiap. Belle sudah mandi bukan ?" Akhirnya mereka pergi meninggalkan kamar Belle karena anak mereka memang sudah pergi ke kamar mandi untuk bersiap.
Cristal pun kembali menyiapkan mentalnya saat di meja makan nanti. Karena Pastinya Belle kembali berulah dengan meminta makan di suapi olehnya.
" Jangan terus cemberut seperti itu Sayang. " Ucap Ars mencoba mencairkan suasana mereka saat ini.
Cristal yang masih berusaha mengatur moodnya pagi ini karena ulah Belle lagi.
" Aku tidak cemberut, Hanya saja masih memikirkan cara lain lagi bagaimana agar Belle bisa berubah. Usianya sudah 17 tahun. Makan masih di suapi setiap pagi itu bagaimana ? Jika tidak seperti itu dia akan terus terlambat. Lagi pula aku heran kenapa Belle bisa seperti itu. Aku tidak pernah manja seperti itu dan kamu juga mungkin tidak seperti itu dulu. " Ars terdiam.
Dia tidak berani menjawab istrinya karena dia dulu selalu seperti itu saat sekolah.
Ars bisa berubah saat sudah memasuki universitas dan jauh dari orang tua.
" Sudah, Jangan membahas soal itu lagi. Aku yakin Belle akan bisa berubah nantinya. Dia pasti kan mengerti apa yang harus di lakukannya nanti. Tidak harus terus memarahinya seperti itu. "
" Ya sudah lah. Ayo turun lah lebih dulu. Aku harus merawat bayi kita. Jika tidak dia akan membiarkan rambutnya kering begitu saja tanpa merapikannya. Sudah seperti anak yang tidak di urus saja. "
__ADS_1
...💐💐💐...