
Sebenarnya Belle sangat malas ikut pergi bersama Mommy dan Daddy-nya ke acara bisnis seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, Karena perintah sang Daddy tidak bisa di bantah lagi.
Lagi pula Mommy-nya mengatakan bahwa Aisye dan Ailee juga ikut pergi, Maka dari itu Belle juga mau untuk ikut bersama mereka.
Namun tiba-tiba saja Belle mendapatkan ide cemerlang saat mereka hendak berangkat ke tempat cara berada.
Entah mengapa Belle bisa berpikir bahwa dia akan mencari jodoh di sana nanti.
Tidak, Buka jodoh. Tapi sekedar teman kencan ala anak remaja seusianya saat ini.
" Jangan bermimpi Kak Belle, Karena kami yakin bahwa Uncle Ars sudah menyiapkan jodoh untuk Kak Belle nantinya. " Bahu Belle langsung melamar seketika saat mendengar apa yang keluar dari bibir Ailee yang menyebalkan seperti Daddy-nya itu.
" Biarkan saja. Lagi pula aku yakin Daddy akan mengijinkan ku berkenalan dengan salah satu dari anak rekan bisnisnya. Itu pun jika ada yang menarik perhatian gadis secantik aku. " Belle sambil mengibaskan rambut indahnya di depan Aisye dan juga Ailee dan itu membuat mereka langsung berakting seakan mereka ingin muntah saat mendengar Belle mengatakan dirinya cantik.
Ya walau memang benar gadis itu cantik, Tapi rasanya menyebalkan saja saat mendengar kebenaran itu.
" Heuukkk. " Mereka berdua terlihat sangat kompak jika untuk mengejek Belle seperti ini.
Dan melihat wajah kesal Belle membuat mereka senang dan bahagia.
Puas saling mengejar dan menyudutkan, Mereka semua langsung menuju tempat di mana acara itu berlangsung.
Sebenarnya Belle tidak ingin bersama orang tuanya, Dia lebih memilik bersama Aisye dan Ailee saja.
Namun apa boleh buat jika sang pemimpin sudah mengharuskan seperti ini.
" Mom, Apa seperti ini kah lingkaran pertemanan Daddy ? Banyak sekali wanita yang berlomba-lomba menunjukan kekayaan mereka di sini. " Belle berbisik pada Mommy-nya tentang para tamu undangan di sekitar mereka saat ini.
" Dan memang seperti inilah dunia bisnis Sayang. Kamu adalah satu-satunya keturunan kami. Kamu lah yang akan mewarisi seluruh perusahaan Daddy dan juga rumah sakit milik Mommy. Jadi jangan malas untuk belajar. " Belle mengangguk.
" Tapi kan Mom, Mereka terlihat sombong. "
" Tidak baik menilai seseorang yang tidak kita kenal Sayang. Sekali pun kamu menganalnya, Kamu tidak berhak menilai baik buruknya seseorang. Jangan pernah menilai seseorang hanya satu sampulnya saja. Jadi berteman lah dengan siapa saja yang ingin berteman dengan kamu. " Nasihat yang di berikan Cristal memang sangat luar biasa dan Ars begitu kagum dengan pola asuh Cristal untuk Belle.
Tidak ada wanita yang sehebat Cristal menurutnya dan itu lah kenyataannya.
__ADS_1
Bagi Ars, Tidak ada yang lebih hebat lagi di dunia ini selain istrinya. Jika pun ada mungkin itu penilaian pria yang mencintai wanita itu tapi tidak dengan Ars sendiri. Dia sudah membutakan matanya untuk melihat wanita lain karena di hatinya hanya ada Cristal saja.
Maka apa pun yang di lakukan wanita di luar sana itu tidak berpengaruh apa pun lagi dengan Ars.
Karena satu-satunya wanita yang sangat di cintainya adalah Cristal Ayana Bridge.
Mereka mulai mengalami satu persatu orang di sana sampai mata jeli Belle menangkap sosok yang menarik perhatiannya.
" Itu terlihat seperti--" Tidak ingin kembali kehilangan jejaknya, Belle pun permisi pada orang tuanya untuk pergi ke toilet.
Awalnya Cristal menawarkan untuk menamai putrinya, Namun Belle langsung menolaknya begitu saja.
Dengan meyakinkan Mommy dan Daddy-nya, Belle pun langsung mencari keberadaan pria yang menarik perhatiannya tadi.
Namun saat Belle menemukannya, Dia melihat pria itu seperti tengah berbincang di ponsel dengan seseorang.
Setelah merasa pria itu selesai dengan ponselnya, Belle pun memberanikan diri untuk mendekati pria yang memakai setelan jas hitam lengkap itu.
" Hallo..." Pria tadi pun langsung berbalik arah dan menatap pada Belle.
Belle malah mendapatkan tatapan tidak menyenangkan dari pria itu.
" Kau masih di bawah umur tapi pakaian yang kau kenakan tidak sesuai dengan usia mu. " Belle pun menatap pakaiannya dari atas hingga bawah.
Menurutnya tidak ada yang salah dari gaun malam yang di kenakannya. Hanya saja memang bagian talinya sangat kecil dan hanya di tutupi oleh rambut blonde miliknya.
" Maksud kamu ? " Tanya Belle yang merasa omongan pria itu kurang menyenangkan menurutnya.
" Lupakan !" Pria itu langsung hendak pergi meninggalkan Belle.
Melihat mobil itu sudah datang di dekat mereka membuat Belle langsung mencegahnya.
Setidaknya Belle harus tau siapa nama pria itu agar dia tidak penasaran lagi.
" Hey, Tunggu. Aku ingin berkenalan dengan mu. " Pria itu menatap datar pada tangan Belle yang berani memegang lengannya.
__ADS_1
Sadar akan tatapan pria itu membuat Belle langsung melepaskannya begitu saja saat melihat tatapannya tidak senang.
" Maaf, Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja--"
" Permisi. " Pria itu langsung meninggalkan Belle setelah Belle melepaskan tangannya.
Belle yang tidak mendapatkan hasil dari apa yang di inginkan ya pun merasa kecewa.
Apa dia tidak menarik hingga pria itu tidak menatapnya sedikit pun.
Biasanya para pria ingin dekat dengannya walau hanya berteman saja.
Tapi kini bahkan pria itu langsung meninggalkannya tanpa pamit dan memberikan namanya.
" Dia begitu dingin, Tapi sayangnya aku suka. " Tersenyum bahagia.
Setidaknya dia bisa kembali bertemu dengan pria itu. Walau tidak mengetahui siapa namanya, Tapi Belle yakin bahwa suatu saat nanti mereka akan kembali bertemu dan siapa tau mereka akan berjodoh nantinya.
" Aku kan anak yang baik. Aku juga rajin beribadah pada Tuhan Berbagai dengan orang yang membutuhkan dana melihat mereka tersenyum adalah kebahagiaan untuk ku. Jadi aku yakin jika Tuhan tidak akan mungkin membuat ku sakit hati karena mendapatkan pria yang tidak sesuai dengan apa yang aku inginkan. " Masih tersenyum untuk menyemangati dirinya sendiri walau rasanya juga ada sedikit perasaan sesak di dadanya saat pria itu tidak meliriknya sedikit pun.
" Karena kata Mommy Cristal, Tuhan pasti tau apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita inginkan. Karena apa yang kita inginkan belum tentu menjadi yang kita butuhkan. Jadi aku percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah salah memberikan kebahagiaan untuk umatnya. " Berusaha baik-baik saja dan kembali ke tempat pesta.
Baru saja Belle kembali ke tempat pesta, Dia sudah bertemu dengan Mommy dan Daddy-nya yang terlihat panik. Mungkin karena mencarinya.
" Syukurlah kamu di sini nak. Mommy mencari kamu ke toilet tapi tidak ada. " Cristal langsung memeluk putrinya begitu juga dengan Ars.
Dia juga sudah ketakutan saat mendapatkan kabar dari istrinya bahwa Belle tidak ada di toilet, Maka mereka memutuskan untuk mencari putri cantik mereka.
" Hehehe...Belle keluar sebentar Mom, Dad. Di dalam berisik dan Belle tidak nyaman. Lagi pula Belle baru bertemu con jodoh Belle. Ya walau Belle juga tidak tau namanya, Tapi Belle akan berdoa pada Tuhan dengan rajin agar Tuhan kembali mempertemukan Belle dengan calon jodoh Belle nanti. " Ars dan Cristal saling menatap satu sama lain hingga membuat mereka bertanya-tanya apa yang di maksud Belle tentang jodoh.
" Jodoh apa Belle ? Jangan macam-macam Sayang. Kamu tidak boleh sembarangan memilih Jodoh. "
" Belle tidak sembarangan Dad. Insting Belle mengatakan bahwa dia adalah pria yang baik. Walau sikapnya terlalu dingin tapi Belle akan berusaha untuk menghangatkannya nanti. " Berseru dengan yakin seolah dia akan memenangkan hati pria itu.
Pria yang memiliki wajah datar dan dingin seperti musim salju.
__ADS_1
...💐💐💐...