RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Hitam Menggoda


__ADS_3

Setelah seharian bersama dan beristirahat, Akhirnya Cristal mandi dengan air hangat karena cuaca memang sangat dingin sekali.


" Jangan terlalu lama berendam, Ini sudah sore. "


" Iya--"


" Jangan memanggil ku dengan sebutan suami ku lagi. Itu menyebalkan. " Cristal tersenyum mendengar penolakan dari suaminya yang tidak ingin di panggil suami ku lagi.


Ars telah mengatakan pada Cristal untuk memanggilnya sayang seperti orang-orang di luar sana. Sebagaimana mestinya sepasang suami istri.


" Sayang ku..."


Blush...


Wajah Ars memerah malu mendengar suara Cristal yang manja seperti itu saat memanggilnya membuat wajahnya tersipu malu.


Tidak ingin Cristal melihat wajahnya yang tersipu malu Ars lebih memilih meninggalkan Cristal yang masih berada di dalam kamar mandi.


Saat dia berada di luar kamar mandi, Wajahnya semakin memerah malu.


Entah apa yang membuatnya seperti itu. Yang pasti rasanya mendengar suara Cristal yang manja rasanya jantung Ars berdebar tak menentu.


Dia langsung pergi ke ruangan ganti, Dan saat dia membuka koper milik Cristal dia mengambil pakaian yang sangat di tunggunya untuk di kenakan Cristal.


Dia sangat menantikan hal itu. Di mana Cristal memakai pakaian seksi itu untuknya dan menggodanya.


" Ahhh..Cristal..." Tanpa sadar Ars mendesah dan mencium pakaian itu seakan itu adalah Cristal.


" Sayang, Kamu sedang apa ?" Ars kaget saat melihat istrinya yang sudah masuk ke ruangan ganti untuk berpakaian.


Melihat Cristal yang sudah datang, Membuat Ars harus di paksa sadar oleh khayalannya tadi.


Tanpa berbicara apa pun lagi, Ars memberikan pakaian yang di pegangnya tadi pada Cristal.


Sementara Cristal yang melihat apa yang berada di tangannya hanya menatap aneh pada pakaian yang tidak pantas di sebut pakaian itu.


" Kenakan itu untuk ku malam ini. Kita akan melakukan bulan madu. Aku akan membuat malam ini benar-benar malam yang indah. Walau ini terlambat, Setidaknya aku telah berusaha menebus dosa ku pada mu. Jadi tolong tolong kenakan itu untuk ku malam ini. " Ars langsung pergi meninggalkan Cristal yang masih menatap aneh pada pakaian yang tengah di pegangnya.


Cristal pun merentangkan baju malam untuk para istri itu.


Melihat apa yang di pegangnya saat ini Cristal merasa malu sendiri.


Tapi mengingat suaminya mengatakan ingin menebus dosanya membuat Cristal merasa bersalah.


" Aku akan memakainya. " Ucapnya walau tidak yakin tapi dia tetap akan menggunakannya untuk Ars.


Saat Cristal keluar dari ruang ganti dengan pakaian itu serta jubah hitamnya, Dia melihat bahwa suaminya tengah menyiapkan makan malam untuk mereka.

__ADS_1


" Biar aku saja yang menyiapkannya sayang. " Sumpah demi apa pun Ars di buat gila oleh Cristal.


Istrinya benar-benar memakai itu untuknya. Aroma parfum yang di gunakan istrinya juga tercium sangat menggoda untuk Ars.


Tidak hanya itu saja, Cristal juga sedikit memoles wajahnya dengan make up sehingga terlihat sangat sempurna.


" Sayang, Ars suami ku..." Ars sampai memejamkan matanya saat mendapatkan sentuhan dari Cristal seperti itu.


" Ayo makan, Aku tidak bisa fokus jika terus melihat mu seperti ini. Aku sudah seperti predator yang menginginkan mangsanya. " Cristal tidak mengerti apa yang di katakan suaminya.


Dia pun ikut makan bersama Ars. Bahkan selama makan, Ars tidak fokus dengan makanannya karena dia dan Cristal duduk bersebrangan.


Dan saat Cristal menunduk ke-dua gunung kembar itu terlihat begitu jelas di mata Ars.


Terlihat begitu indah dan sangat putih bersih dan mulus.


Cristal memang benar-benar memiliki kulit seputih salju hingga membuat Ars menggila saat melihatnya.


" Sayang, Apa kamu sudah selesai ?"


" Aku sudah selesai, Kemari Lah. " Ars menepuk pahanya meminta agar Cristal datang mendekat padanya.


Mendapatkan perintah seperti itu dari Ars membuat Cristal merasa sedikit canggung.


Tapi dia juga tidak menolak apa yang di katakan suaminya.


" Are you happy ? "


" Aku bahagia jika itu bersama mu. " Ars tersenyum mendengar jawaban dari Cristal.


Dia tidak ingin terus di hantui oleh rasa bersalahnya.


" Apa anak ku baik-baik saja ? Apa dia juga bahagia melihat Daddy dan Mommy-nya bahagia ?"


" Anak kita..." Cristal merasa bahagia saat Ars mengatakan bahwa itu anaknya, Ars begitu bahagia mendapatkan anugrah seperti ini.


Tuhan menitipkan seorang malaikat kecil dalam rahim istrinya.


" Apa tidak masalah jika aku menginginkan mu lagi ?" Hembusan nafas Ars sudah terasa panas di kulit mulus Cristal.


Dia tau bahwa suaminya tengah menahan gairahnya yang membuncah.


" Lakukan dengan perlahan. Jangan terburu-buru. " Ars mengangguk.


Di awalnya dia menyatukan bibir mereka berdua. Di mana Ars mulai menyesap bibir istrinya atas dan bawah bergantian.


Tangannya bergerak kesana kemari menelusuri setiap jengkal tubuh istrinya.

__ADS_1


Peperangan lidah sudah tidak terhindari lagi. Ars dan Cristal saling bertaut bibir dan berperang lidah di dalamnya.


Tangan Ars menekan tengkuk Cristal dan sebelah tangannya lagi mulai berkelana sesuka hatinya.


Ciuman Ars sudah turun dari bibir kini berjalan ke batang leher istrinya.


Dia menjilati telinga Cristal dengan bibir yang terus menelusuri kulit leher jenjang milik istrinya.


Hap !


Ars membawa tubuh Cristal ke arah tempat tidur mereka. Di rebahkannya tubuh Cristal selembut mungkin seakan dia sedang meletakan kaca yang mudah pecah.


Ars kembali menautkan ke-dua bibir mereka dan kedua tangannya sibuk bermain di dada Cristal hingga membuat wanita itu mendesah dalam ciuman mereka.


Ciuman panas yang begitu memabukkan. Cristal kaget saat merasa bahwa apa yang di kenalannya saat ini di robek begitu saja oleh suaminya.


" Sayang..."


" Jangan cegah aku untuk menikmati ini semua Cristal, Karena aku sangat menginginkan mu malam ini. " Ars kembali beraksi dengan memainkan bibirnya di benda kenyal milik Cristal.


" Aahhh...Sayang..." Cristal mulai mendesah saat merasa puncak dadanya di hisap oleh Ars.


Di sedot layaknya bayi yang sedang menyusun pada ibunya. Apa yang di lakukan Ars benar-benar sangat luar biasa nikmatnya.


Dia melakukan itu bergantian hingga membuat Cristal terus mendesahh dengan apa yang di perbuat pria itu.


" Aahhh...Ars..."


" Mendesahh lah dengan hebat Sayang, Mendesahh dengan seksi. " Suara berat Ars semakin membuat gejolak di dalam diri Cristal yang seperti ingin di puaskan lebih jauh lagi.


Cristal menggeliat seperti cacing kepanasan saat jemari Ars menyentuh area pribadi miliknya yang masih di lapisi dengan kain segitiga yang sangat tipis yang memiliki tali lebih kecil lagi dari pada spaghetti.


" Ini sangat indah sayang, ini benar benar indah..." Ars menciumi area itu yang masih berlapis kain hingga membuat Cristal semakin gila di buat Ars.


Tidak sampai di situ saja, Ars bahkan membuka tali yang mengikat pita di saja dengan giginya hingga membuat Cristal merinding saat bibir pria itu menyentuh langsung pada kulitnya.


" Jangan di lihat seperti itu. " Cristal yang malu malah hendak menutupi area pribadinya.


Dia bahkan meminta untuk mematikan lampu utama tapi Ars menolaknya karena dia ingin melihat tubuh istrinya yang begitu indah di pandang matanya.


" Ini sangat indah Cristal, Ini benar-benar sangat indah..." Tengah Ars terulur untuk menyentuh area pribadi itu hingga membuat Cristal harus memejamkan matanya menikmati sensasi itu.


" Aahhh...sayang..." Cristal kaget saat kedua kakinya di tekuk dan di lebarkan begitu saja hingga melihat Ars yang tidak berkedip saat melihat miliknya.


" Aahhh...Ars...sayang..." Cristal kembali mengeluarkan suara seksinya saat merasakan bahwa bibir dan lidah Ars sudah bermain di sana.


Memporak-porandakan benteng pertahanan miliknya.

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2