
Pagi hari ini Cristal tengah membantu suaminya untuk bersiap seperti pada hari-hari sebelumnya. Karena memang itulah tugas Cristal di pagi hari.
Karena semenjak dia mengandung Ars melarangnya untuk memasak.
Cristal tidak diperbolehkan melakukan hal apapun di rumah selain mengurusnya.
Bahkan kini ayahnya pun diurus oleh perawat, walau masih dengan pantauannya. Hal itu dilakukan Ars karena dia tidak ingin istrinya kelelahan dan berpengaruh pada bayi mereka.
Maka Ars melarang Cristal untuk melakukan hal lain hanya diperbolehkan untuk membantunya bersiap seperti ini setiap harinya.
Seperti saat ini dia tengah memakaikan dasi suaminya yang selalu terlihat tampan di matanya.
Bukan hanya di matanya saja, Karena Ars juga terlihat tampan di mata banyak orang lain dan banyak orang pula yang menginginkan suaminya itu termasuk Anna.
" Hari ini ada meeting di di rumah sakit karena alat-alat terbaru dari Rusia sudah datang. jadi aku akan ke rumah sakit nanti. " Ars langsung menatap dingin pada Cristal yang mengatakan ingin ke rumah sakit untuk menghadiri meeting.
Bukankah dia sudah mengatakannya kemarin bahwa Cristal tidak boleh lagi ke rumah sakit jika tanpa dirinya ?
Lalu apa ini ? kenapa Cristal malah mengatakan ingin ke rumah sakit untuk menghadiri meeting.
" Apa kau sudah lupa ingatan ? " Tanya Ars pada istrinya dengan raut wajah datar seperti biasa.
Tidak ada ekspresi lain di wajah suaminya selain ekspresi datar yang selalu menghiasi wajah tampan pria keturunan timur tengah itu.
" Maksudnya ?" Cristal kembali bertanya pada suaminya karena dia benar-benar lupa apa yang dimaksud suaminya.
" Bukankah kemarin aku sudah mengatakannya bahwa kau tidak boleh pergi kemanapun selain denganku ? terutama ke rumah sakit. aku bahkan sudah mengatakannya padamu untuk tidak tersenyum pada pria lain selain aku dan ayah. Lalu kenapa bisa kau melupakan hal itu ?" Cristal ingat saat ini.
Bahwa kemarin suaminya itu memang mengatakan hal seperti itu padanya.
Tapi bukankah ini hanya ke rumah sakit saja. j Jika untuk tidak tersenyum pada pria lain mungkin Cristal akan melakukannya.
Tapi jika untuk tidak pergi ke rumah sakit itu tidak mungkin, karena Cristal harus mengecek langsung barang-barang yang datang dari Rusia.
Itu bukan barang yang murah. Harganya miliaran dan itu semua uang suaminya. Tidak mungkin Cristal membiarkan semua itu begitu saja.
" Stop ! Jangan mengatakan hal apapun lagi karena aku tidak ingin mendengarnya. " Ars langsung mengangkat sebelah tangannya dan berharap Cristal mengerti akan kode yang diberikannya.
__ADS_1
Cristal yang hendak berbicara kembali pun langsung terdiam saat melihat kode dari suaminya yang memintanya untuk berhenti dan tidak membicarakan hal apapun lagi.
Walau ya sebenarnya Cristal ingin mendebat suaminya.
" Tapi suamiku--"
" Aku bilang stop ! Jika kau mengkhawatirkan semua barang-barang dan alat-alat itu aku yang akan mengeceknya langsung. Kau hanya perlu di rumah saja dan tidak usah mengantarkan makan siang untukku. Karena aku yang akan pulang nantinya. bukan hari ini saja tapi seterusnya aku akan pulang untuk makan siang. "
" Tapi kenapa ?" Tanya Cristal lagi karena dia masih belum mengerti dengan suaminya.
Bukankah biasanya dia mengantarkan makan siang ke perusahaan ? lagi pula dia tidak memiliki kegiatan apapun lagi di rumah selain mengurus suaminya.
Dan sekarang memegang ayah mertuanya saja pun dia sudah tidak karena semua tugas-tugas itu sudah diambil alih oleh suster.
Lalu soal masak, itu semua juga sudah diambil oleh dua orang Chef yang bekerja di rumah mereka.
Jadi apa yang harus kita lakukan Cristal lagi di rumah selain mengantar makan siang suaminya. Tapi kini pun tidak lagi karena Ars sudah melarangnya.
" Jangan mendebat ku Cristal. aku melakukan ini semua demi kau dan demi anak yang ada di dalam kandungan mu. Jaga dia dengan baik dan jangan sampai terluka baik itu kau ataupun anakku. " Mendengar suara suaminya yang terdengar lebih dingin dari biasanya Cristal tidak berani menjawab lagi.
" Sekarang ayo turun dan makan. Aku akan menggendong mu. "
Hap !
Ars langsung membawa Cristal dalam gendongannya dan membuat Cristal kaget seketika.
Kenapa tiba-tiba suaminya menggendongnya seperti ini ?
Bukankah dia masih bisa berjalan dengan baik ? lalu kenapa harus digendong ?.
Dia sehat-sehat saja dan dia tidak merasakan sakit apapun. Dia masih bisa berjalan dengan baik kedua kakinya yang masih berfungsi dengan baik dan kenapa Ars menggendongnya ?
Sungguh luar biasa kali perubahan suaminya ini.
" Kenapa menggendong ku suamiku ?" Akhirnya Cristal memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya.
Dia masih tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Ars yang menggendongnya tiba-tiba seperti ini.
__ADS_1
Bukankah ini sebuah keanehan ?
" Aku hanya tidak ingin kau kelelahan. dan sebelum lift selesai dibangun kau tidak diperbolehkan untuk turun dari lantai 2 ini. jika sampai aku mengetahui dan mendapatkan informasi dari para pelayanan dan penjaga rumah bahwa kau turun dari tangga maka aku akan menghukum mu sendiri, " Cristal semakin menatap tak percaya pada suami.
Sebenarnya apa yang membuat Ars bisa bersikap seperti ini ?
Bukan hanya tidak boleh tersenyum pada orang lain saja, bahkan untuk turun dari tangga pun tidak diperbolehkan. jadi mau suaminya ini apa ?
" Aku sehat suamiku. lagi pula dokter sudah mengatakan bahwa aku dan kandungan ku sehat-sehat saja. aku bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. hanya saja terkadang kepalaku memang sedikit pusing. "
" Pusing itu juga termasuk dalam kategori sakit. Bagaimana jika kau tiba-tiba pusing ? Lalu terjatuh ? itu bisa berakibat fatal bagi calon anakku ? apa kau tidak berpikir sampai di sana?"
" Tapi suamiku--"
" Aku bilang cukup Cristal. apa sulitnya untuk menurut padaku. aku hanya ingin melindungi mu dan memastikan bahwa kau dan calon aku baik-baik saja. lalu di mana letak kesalahanku. " Suaminya itu semakin banyak bicara.
Dan ini adalah pembicaraan terpanjang di antara mereka selama 4 bulan usia pernikahan mereka.
Sudah tidak biasa, karena biasanya Ars akan berbicara satu dua atau tiga patah kata saja padanya.
Tapi ini ? Suaminya mengatakan banyak hal padanya dan itu menyangkut tentang kandungannya.
" Jangan membuatku marah padamu Cristal. sekarang diam dan makanlah. " Akhirnya Cristal tidak berani menjawab lagi.
Dia lebih memilih diam dan makan daripada mendapatkan amukan lagi dari suaminya.
Entah kenapa juga Cristal semakin merasakan bahwa suaminya ini semakin posesif saja padanya.
Memang semua itu Ars lakukan demi kandungannya dan demi anak yang tengah berada di dalam rahimnya.
Tidak hanya itu saja yang membuat Cristal merasa bangga pada suaminya. Cristal juga merasa bahagia saat Ars mengatakan bahwa dia juga mengkhawatirkan keadaannya dan juga anak yang dikandungnya.
Itu sudah lebih cukup bagi Cristal. karena apa yang diperjuangkannya selama ini membuahkan hasil.
Walau dia juga tidak yakin bahwa semua itu sudah terbalaskan dengan perasaan.
...💐💐💐...
__ADS_1