RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Perdebatan


__ADS_3

Libur sekolah telah tiba, Dan tiba juga saatnya untuk Belle pergi berlibur.


Tujuannya kali ini adalah Paris. Belle ingin memilih tempat di mana dia akan melanjutkan pendidikannya nanti.


Belle sudah benar-benar memantapkan hatinya untuk melanjutkan studi di bidang Fashion.


Dan kali ini, Belle masih membujuk Daddy-nya untuk mengijinkannya pergi berlibur ke Paris bersama Aisye dan juga Ailee.


" Daddy, Please...biarkan Belle pergi ke Paris. Belle ingin berlibur sekolah. Lagi pula Spanyol ke Paris itu tidak jauh Dad, Jadi bisa biarkan Belle pergi ke Paris ?" Ars tetap menggelengkan kepalanya karena dia mau pun Cristal tidak bisa menemani putrinya berlibur karena Ars juga akan pergi bersama Cristal untuk kunjungan bisnis.


Dia ingin mengajak putrinya tapi Belle menolaknya dengan alasan bahwa itu bukan destinasi tujuannya hingga membuat putri cantiknya itu menolak untuk ikut bersama mereka.


" Daddy..." Rengek Belle lagi berharap Daddy-nya memberikan izin.


Namun jika kali ini tetap menolak juga, Maka Belle sudah memutuskan untuk melakukan jurus andalannya.


Apa jurus andalan Belle kalian akan tau nantinya.


" No Sayang, Sekali Daddy bilang tidak tetap tidak. " Tolak Ars dengan tegas karena dia memang tidak ingin Belle pergi ke Paris sendirian tanpa dirinya mau pun Cristal.


Walau ada para penjaga, Tapi rasanya menjaga Belle dengan tangannya sendiri itu lebih tenang dari pada mempercayakan putrinya itu pada para pengawal.


Bukan dia tidak percaya dengan kemampuan pengawalnya, Tapi ya hatinya memang tidak tenang saat membiarkan Belle di luar sana tanpa dirinya.


Menjaga satu orang anak perempuan itu sangat sulit, Ibaratkan mereka memang telur di tangannya.


Jika menggenggamnya terlalu erat telur itu bisa pecah. Namun jika juga membiarkannya telur itu bisa jatuh dan berakhir dengan kehancuran.


Maka sebisa mungkin Ars menjaga Belle dengan sangat hati-hati. Dia tidak ingin menyakiti hati Belle hingga menyebabkan hubungan di antara mereka rusak nantinya.

__ADS_1


Belle adalah Berlian yang di milikinya bersama Cristal.


Hadirnya Belle dalam hidup Ars adalah sebuah cahaya indah di tengah kegelapan hatinya yang di penuhi dengan dosa.


Dosa yang di perbuatanya karena terlalu dalam menyakiti hati Cristal.


Bahkan jika dia bisa memutar waktu, Ars akan membahagiakan Cristal sejak awal.


Tapi jika dia bisa kembali ke masa lalu dan tidak berbuat kesalahan itu, Mungkin dia tidak akan mendapatkan kebahagiaan yang sempurna seperti saat ini.


Cristal dan Belle adalah hidupnya saat ini. Ars tidak tau bagaimana hidupnya jika kehilangan salah satu dari mereka. Ars benar-benar tidak bisa membayangkannya.


" Daddy jahat !" Belle langsung meninggalkan Daddy-nya dan masuk ke dalam kamarnya.


Dia benar-benar kesal dengan Ars yang tidak menginginkannya untuk berlibur.


Padahal hanya ke Paris saja pria itu tidak mengijinkannya. Lagi pula Belle ke Paris untuk melihat universitas tempatnya akan belajar nanti. Tapi tetap saja pria itu tidak mengijinkan Belle untuk pergi.


Dia tau pasti keinginan putrinya untuk pergi ke Paris di tolak suaminya.


Maka kini Cristal pun memilih untuk berbicara dengan Ars agar dia tidak terlalu mengekang putrinya.


" Kenapa ? Apakah pusing ?" Ars langsung mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah sang istri.


Fia menatap wajah cantik istrinya yang selalu terlihat cantik dan awet muda hingga saat ini.


Terkadang Ars merasa bahwa dia adalah pria tua yang menikahi gadis di bawah umur Karena dari dulu hingga kini wajah Cristal tidak berubah sedikitpun dan malah semakin terlihat cantik dan seksi di matanya.


Maka dari itu Ars tidak ingin Cristal keluar dari rumah tanpa dirinya.

__ADS_1


Dia tidak ingin Cristal di tatap banyak orang karena Cristal hanya miliknya seorang. Milik seorang Arsya Anthonie Gilbert.


" Apa kamu kembali berselisih paham dengan Belle ?" Terdengar helaan nafas kasar dari mulut suaminya dan itu sudah menjawab semua pertanyaan Cristal.


Karena dia tahu Ars dan Belle memiliki ketidakcocokan dalam berpendapat.


" Belle ingin ke Paris dan aku tidak bisa menemaninya. Kamu tahu bagaimana pekerjaanku dan kamu juga harus ikut bersamaku. Bukan berarti aku tidak membiarkan Belle untuk liburan. Hanya saja aku sangat mengkhawatirkan keadaan Putri kita. Aku tidak bisa melepaskannya begitu saja tanpa pengawasan dariku. " Cristal tersenyum mendengar apa yang di katakan suaminya.


Memang benar mereka tidak boleh membiarkan Putri mereka keluar begitu saja tanpa pengawasan.


Tapi jika pun terlalu mengekang Belle di rumah dengan segala peraturan yang sudah ditetapkan suaminya itu juga tidak akan baik bagi kesehatan mental Belle.


Gadis seusia Belle memang sedang gencar-gencarnya mencari jati diri mereka.


Dan yang di inginkan Belle saat ini adalah pergi ke Paris untuk mencari tempat melanjutkan studinya.


" Aku tahu kamu sangat mengkhawatirkan Belle dan sangat mencintai Putri kita. Tapi alangkah baiknya membiarkan dia dan mempercayakan padanya bahwa kita sebagai orang tua percaya sepenuhnya dengan apa yang dia lakukan. Kita hanya perlu memantaunya dari jauh sayang. Karena suatu saat Belle juga akan memiliki kehidupannya sendiri. Kita tidak bisa terus-terusan mengekang kehidupan Belle dengan semua peraturan dan ketentuan yang telah kamu buat. Belle memiliki kehidupan dan cita-citanya sendiri. Belle ingin menjadi seorang desainer hebat dan bisa membanggakan kamu tentunya. karena tujuan Belle untuk menjadi desainer hebat adalah agar kamu merasa bangga dengan dirinya. ingat sayang, Belle adalah Putri kita satu-satunya dan hanya dialah harapan kita. Jadi jangan membuatnya kecewa dengan kamu karena cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya. Kamu adalah ayah yang hebat untuk Belle. " Ars termenung mendengar setiap tutur kata yang keluar dari bibir istrinya.


Karena setiap tutur kata yang keluar dari bibir kristal mengandung banyak arti dan makna di dalamnya.


Benar apa yang dikatakan Cristal tapi kembali lagi pada hatinya bahwa dia belum siap kehilangan perhatian Belle seutuhnya. Tanpa terasa usia Belle sudah menginjak 17 tahun dan Belle juga sudah mulai bercerita tentang sosok pria yang menjadi tipe idamannya.


Seperti saat malam di mana mereka pergi ke pesta dansa, Saat Belle mengatakan bahwa dia memiliki seseorang yang di sukainya dan berbicara soal jodoh harus merasa sakit hati.


Entah kenapa rasanya dia tidak terima jika Belle bercerita tentang sosok pria lain di hadapannya.


Karena bagi Ars hanya dialah satu-satunya pria yang akan menjadi cinta sejati Belle. Tapi itu tidak mungkin karena bagaimana pun siap tidak siap Ars harus kehilangan Belle suatu saat nanti.


Karena Belle akan memiliki kehidupannya sendiri bersama keluarganya kelak. dan itulah ketakutan terbesar seorang Ayah.

__ADS_1


Ketakutan Ars sebagai Ayah adalah saat beliau memiliki kehidupannya sendiri.


...💐💐💐...


__ADS_2