RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Marah


__ADS_3

Setelah mendengar pengakuan perasaan Ars kemarin yang mengatakan untuk mengajari apa itu tentang cinta membuat Cristal semakin semangat untuk membuat suami yang jatuh cinta padanya.


Karena dia yakin Ars memang sudah jatuh cinta padanya. Hanya saja dia tidak mengerti apa itu namanya cinta.


Ya seperti yang dikatakan Ars kemarin bahwa apa yang di rasakannya saat bersama Cristal dan apa yang dirasakannya saat bersama Anna itu sangat berbeda.


Maka Cristal akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa membuat Ars benar-benar mengerti akan cintanya.


Pagi tadi saat berangkat ke kantor Ars sudah mengatakan bahwa dia tidak bisa pulang untuk makan siang hari ini karena dia ada pekerjaan di luar.


Karena tidak tahu ingin melakukan apa akhirnya Cristal memberanikan diri untuk menghubungi suaminya dan mengatakan bahwa dia bosan di rumah.


Dia mengatakan ingin meminta izin untuk pergi ke mall dengan beberapa pelayan untuk menemaninya.


Dia sangat berharap bahwa suaminya akan memberikan izin tapi nyatanya apa.


Ars melarangnya untuk pergi ke mall dengan alasan untuk menjaga kesehatan bayi mereka.


Posesif sekali suaminya ini sekarang. Sangat jauh berbeda dengan keadaan sebelumnya.


Tapi tidak apa, Cristal kembali berusaha membujuknya agar bisa memberikan izin kepadanya untuk pergi jalan-jalan ke mall.


" Aku bosan di rumah. Jadi aku hanya ingin keluar sebentar saja. Sebentar saja, Aku janji akan pulang sebelum kamu pulang ke rumah." Dia masih berusaha membujuk suaminya agar memberikan izin.


" Sekali aku katakan tidak tetap tidak. "


" Aku mohon. Bukankah jika ibu hamil itu tidak boleh stres ? Lalu bagaimana jika aku stres karena di rumah saja ? Kamu melarang ku untuk melakukan semua aktivitas yang ku senangi. Dan sekarang kamu juga ingin membatasi ku untuk keluar ? Hanya karena kamu tidak ingat aku tersenyum pada orang lain. Jika hanya karena itu saja aku tidak akan melakukannya. tapi biarkan aku pergi. "


" Aku hanya mengkhawatirkan keadaanmu dan bayi kita Cristal. Jadi tolong juga mengerti akan kekhawatiranku terhadapmu dan calon anak kita. Jika kau tadi tidak sedang mengandung aku tidak akan mengekang mu seperti ini. Keadaanmu saat ini berbeda. Kau tengah mengandung Cristal. bagaimana jika terjadi sesuatu di luar sana ?" Ars masih kukuh pada pendiriannya karena dia tidak ingin Cristal terluka di luar sana.


Apalagi dia tidak bisa menemani istrinya itu untuk pergi berjalan-jalan seperti itu.


Ini weekend day dan seharusnya dia di rumah bersama istrinya. Ars paling benci dengan pekerjaan mendadak yang mengharuskannya untuk bekerja di akhir pekan.


Hal itu membuat Cristal merasa sangat kesepian karena tidak bisa melakukan hal apapun lagi di rumah dan hanya berdiam diri saja.


" Baiklah jika kamu tidak memberikan izin.


Aku tutup teleponnya dan hati-hati. " Cristal langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa lagi mendengar jawaban dari Ars.


Sementara Ars yang tengah meninjau pabrik otomotifnya hanya bisa menghembuskan nafasnya kesal.


Kenapa juga dia harus bekerja di akhir pekan seperti ini ?

__ADS_1


Bagaimana jika dikatakan Cristal itu benar ? Bagaimana nanti jika Cristal stres dan berpengaruh pada bayi mereka ?


Tapi pekerjaan ini juga sangat penting. Jadi apa yang harus dilakukan saat ini ?


Untuk beberapa saat dia mencoba memfokuskan dirinya pada pekerjaan. Tapi bayang-bayang wajah Cristal yang sendu membuat konsentrasinya buyar begitu saja.


Dia harus kembali ke rumah dan mengajak istrinya pergi berjalan-jalan.


Dia tidak peduli lagi mau itu akan membuat perusahaannya rugi yang terpenting saat ini adalah mental Cristal yang tengah mengandung anaknya.


" Katakan pada mereka jika tidak ingin bekerja sama dengan ku terserah. Karena masih banyak lagi perusahaan di luar sana yang ingin bekerja sama denganku. Aku tidak akan rugi hanya karena kehilangan satu klien seperti mereka. Saat ini yang terpenting bagiku adalah istri dan calon anakku. Dan untuk mu Leo. " Ars menunjuk ke arah asisten pribadinya.


"Pastikan mulai saat ini tidak ada lagi pekerjaan di akhir pekan seperti ini. Sampai itu terjadi maka kau sendiri yang akan menanganinya. " Ars pun langsung meninggalkan Leo dengan beberapa karyawan di sana karena dia harus menemui istrinya.


Dia tidak lagi memikirkan pekerjaannya karena yang dipikirkannya saat ini hanyalah Cristal.


Bahkan sepanjang perjalanan menuju rumahnya dia terus saya memikirkan wajah Cristal dan terlihat sedih pastinya.


Dan benar memang bahwa saat ini Cristal tengah duduk di balkon kamarnya sendirian. dia sudah seperti Rapunzel yang di kurang dalam kastil seperti ini.


Dia memejamkan matanya dan berdiri di pinggiran balkon kamarnya sambil berpegangan pada teralis besi di sana.


Cristal membiarkan angin yang berhembus menerpa wajahnya dan menerbangkan rambutnya hingga bergerak-gerak karena terpaan angin.


Ars yang baru keluar dari mobil pun langsung menatap ke arah balkon kamar mereka karena di sana dia melihat Cristal yang membentangkan kedua tangannya menikmati angin yang berhembus kencang.


Dia berdiri sesaat di sana dan menikmati pemandangan itu.


Sungguh kristal benar-benar sangat cantik. d


Dan tanpa sadar juga harus menarik sudut bibirnya yang membentuk senyuman.


" Cantik. " Satu kata yang sudah mewakili hatinya saat melihat istrinya di atas sana.


Dia pun langsung melangkahkan kedua kakinya dan segera menuju kamarnya untuk bertemu dengan Cristal.


Karena semakin hari dia semakin merasa tidak betah saja bekerja dan ingin selalu berlama-lama bersama Cristal.


Seperti tadi malam tiba-tiba saja dia merasa ingin menyatu dengan Cristal tapi dia tidak berani melakukan itu karena memikirkan keadaan kandungan istrinya.


Grep...


" Suamiku. " Cristal kaget saat tiba di mana merasa sepasang tangan membelit pinggangnya.

__ADS_1


Dia tahu betul bahwa itu adalah suaminya.


" Kenapa sudah pulang ? Bukankah kamu sibuk ?" Sebenarnya Cristal tidak memiliki niatan apapun untuk bertanya seperti itu.


Tapi dasarnya Ars yang merasa bersalah pun langsung mengatakan maaf pada istrinya.


" Maaf karena telah meninggalkanmu di akhir pekan seperti ini. Seharusnya aku tidak bekerja di akhir pekan dan menemanimu di rumah. " Ars berucap begitu saja pada istrinya.


Bahkan dia juga menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Cristal dan memberi kecupan di sana.


Dan kecupan yang diberikan Ars di batang leher Cristal semakin memacu hormon kehamilannya.


" Aku merindukanmu. " Ucap Ars tepat di telinga sang istri.


Hembusan nafas yang hangat menerpa kulit leher jenjang Cristal yang semakin membuatnya menginginkan hal yang lebih dari itu.


Karena sebenarnya dia juga menginginkan penyatuan kembali di antara mereka. Tapi dia tidak berani kepada Ars karena takut aku akan berpikiran buruk tentangnya.


" I miss you Cristal. " Cristal memejamkan matanya saat mendapatkan bisikan kata rindu yang diberikan suami.


Benar kah suaminya merindukannya ? Rasanya dia tidak sedang bermimpi kan ?


" I miss you so much." Ucapnya lagi sambil membalik kan tubuh Cristal.


Tanpa menunggu lama Ars mulai menyatukan bibir mereka dan menikmati setiap Inci dari bibir seksi istrinya.


Awalnya hanya ciuman biasa tapi lama-kelamaan ciuman itu semakin menuntut hingga harus membawa Cristal ke dalam gendongannya.


Ars membawa Cristal ke atas tempat tidur mewah mereka dan merupakan Cristal di sana.


Ars menahan tubuhnya dengan kedua tangannya yang ditekuk agar tidak menindih tubuh istrinya.


Dia menatap cukup lama wajah istrinya sampai dia kembali menyatakan bibir mereka berdua.


Merasa suaminya telah diselimuti gairah Cristal mulai membalasnya dengan menyentuh bagian-bagian sensitif Ars.


Bahkan kini Cristal sudah mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami agar ciuman mereka semakin dalam dan menuntut.


" Aku menginginkanmu Cristal. " Ucap Ars dengan suara yang parau karena sudah di selimuti gairahnya.


Melihat suaminya yang semakin di selimuti api gairah membuat Cristal tidak tega menolaknya. Lagi pula dia juga menginginkan pentuan mereka bukan ?


" Lakukanlah jika itu yang kamu inginkan. karena aku pun sama menginginkannya dengan kamu." Mendapatkan lampu hijau dari istrinya Ars pun kembali menyatukan bibir mereka dan tangannya merayap untuk mencari resleting untuk membuka gaun sang istri.

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2