
Ars masih menunggu Cristal di luar ruangan tempat di mana istrinya tengah di tangani oleh para dokter.
Penampilan Ars memang benar-benar sangat berantakan karena dia tidak bisa berpikir apa pun lagi saat ini.
Tadi malam, Ars tidak pulang ke rumahnya bersama Cristal karena dia tengah menemani Anna yang juga di rawat di rumah sakit karena percobaan bunuh diri yang di lakukannya karena Ars tidak ingin bertanggung jawab atas dirinya dan juga anaknya.
Ars malah akan bertanggung jawab pada anaknya tapi tidak dengan dirinya.
Hal itu pula lah yang membuat Anna frustasi dan mencoba bunuh diri.
Beruntung saat itu Ars yang di hubungi oleh pembantu yang memang di tugas kannya saat itu si apartemen tempat Anna tinggal.
Dan saat dia sampai di sana, Anna sudah tergeletak tak berdaya dengan mulut yang berbuih.
Yang membuat Ars merasa bersalah juga dengan keadaan Anna adalah saat mengetahui kandungan Anna lemah akibat obat tidur yang di konsumsinya.
Beruntung kandungan Anna bisa di selamatkan hingga membuat Ars bisa bernafas lega.
Karena hal itu pula lah Ars ingin bertanggung jawab atas Anna.
Dan karena itu pula Ars juga menghancurkan hati Cristal. Wanita yang di cintainya.
Ars merasa menjadi pria yang paling bajingan saat ini.
Dia sangat frustasi dengan semua itu. Di mana Anna dan Cristal berada di rumah sakit yang sama saat ini.
Dan bahkan ruangan mereka juga bersebelahan.
Apa yang harus Ars lakukan saat ini ? Terlebih lagi saat ini setelah Cristal di pindahkan ke ruangan rawat dia belum juga sadar.
" Bangun lah Cristal, Bangun demi anak kita. Aku mohon .." Ars begitu terpukul dengan semua ini.
Dia sangat menyesal karena telah menjadi laki-laki bajingan hingga membuat keadaan seperti ini.
Baik Anna dan Cristal, Ke-duanya sedang mengandung darah dagingnya.
Mereka dengan mengandung anaknya, Lalu salah kah jika Ars melakukan semua ini demi anak-anak yang tak berdosa itu ?
" Aku mohon bangun Cristal, Ayo hukum aku, Hukum aku dengan semua ini Cristal, Tapi aku mohon buka mata kamu. Aku ingin melihat mata indah mu lagi. Aku mohon..." Ars menundukkan kepalanya di sisi ranjang tempat di mana Cristal tengah di rawat.
__ADS_1
Cristal sendiri sebenarnya sudah bangun sejak tadi, Tapi dia tidak ingin bangun dan membuka matanya karena hatinya terlalu sakit dengan semua ini.
Hatinya begitu sakit saat menerima kabar bahwa Ars akan menikahi Anna.
Kabar yang sanggup meruntuhkan segala impiannya. Kabar yang membuatnya hancur seketika saat mendengar kabar itu.
" Aku minta maaf Cristal, Aku minta maaf. " Ars semakin terpuruk melihat kondisi istrinya.
Beruntung Cristal mendengar suara orang amsuk ke ruangannya dan ternyata itu adalah Leo yang membawakan pakaian ganti untuk suaminya.
" Terima kasih, dan aku titip perusahaan. Kabari aku jika ada sesuatu yang urgent. " Leo mengangguk saat mendapatkan perintah dari Ars yang memang sudah di anggapnya sebagai kakak sendiri.
Karena Leo adalah anak dari sahabat ibunya Ars yang telah lama meninggal, Sementara ayahnya entah di mana.
Leo tumbuh dan besar bersama Ars dan tinggal bersama.
Bahkan kuliah pun mereka di tempat yang sama, Hanya saja Leo satu tahun lebih muda dari Ars maka dia menganggap Ars sebagai kakak kandungnya sendiri.
" Tolong jaga Cristal sebentar. "
" Baik Tuan..."
Ars meninggalkan Cristal sebentar karena ingin membersihkan dirinya.
Tak lama setelah Ars pergi ke kamar mandi, Cristal membuka ke-dua matanya dan menghembuskan nafasnya berat karena semua ini.
" Anda sudah sadar Nyonya ?" Cristal hanya tersenyum saja.
Dia enggan menanggapi apa yang di pertanyakan oleh Leo karena dia memang sangat malas menanggapi semua.
" Ansa baik-baik saja Nyonya ?"
" Aku baik-baik saja Leo, Jadi kau bisa pergi dari sini. "
" Tapi Nyonya, Tuan Ars memerintahkan untuk saya menunggu anda sebentar. " Cristal mengalihkan pandangannya dan menatap tajam pada Leo yang bersikeras ingin menunggunya.
" Aku tidak meminta mu untuk menunggu ku di sini. Jadi pergi lah. "
" Tapi saya tidak bisa meninggalkan anda karena ini perintah Tuan Ars Nyonya. " Jawaban dari Leo membuat emosi Cristal yang sedang buruk pun langsung membuatnya kembali marah.
__ADS_1
" Baik jika kau tidak ingin pergi, Biar aku yang pergi dari sini. " Cristal hendak turun dari ranjangnya namun Leo berusaha untuk menghentikannya agar Cristal tidak berbuat nekad.
Namun sekali lagi Cristal yang masih tidak stabil emosinya pun langsung mencabut Jatim infus yang menancap di punggung tangannya hingga membuat Leo memekik kaget dengan apa yang di lakukan istri bosnya.
" Nyonya, Tangan anda berdarah. " Ars yang berada di dalam kamar mandi juga langsung cepat-cepat menyelesaikan mandinya saat mendengar suara Leo yang berteriak seperti itu.
Dia langsung keluar begitu saja dari kamar mandi tanpa memikirkan lagi bagaimana rambutnya yang masih basah dan menghampiri Cristal yang terlibat percekcokan dengan Leo.
" Cristal, Tangan kamu Sayang..." Ars hendak mengambil tangan Cristal untuk menghentikan darah yang keluar dari punggung tangannya.
Melihat Ars yang sudah keluar pun membuat Leo langsung bergegas untuk memanggilkan dokter.
" Jangan menyentuh ku !" Ars menatap sendu pada Cristal yang tidak ingin di sentuh olehnya sedikit pun.
Tapi dia masih berusaha untuk membujuk istrinya karena Ars panik dengan tangan Cristal yang terus saja mengeluarkan darah seperti itu.
Sebenarnya apa yang di lakukan Cristal hingga tangannya bisa berdarah ? Apa Cristal mencabutnya begitu saja ?
" Aku hanya ingin melihat tangan mu saja Sayang, Tangan mu terluka, Itu berdarah Sayang. "
" Tapi hati ku lebih terluka dari ini, Jika kamu mengkhawatirkan luka di tangan ku, Biar aku mengatakannya bahwa luka ini tidak seberapa dengan luka hati ku. "
Deg !
Jantung Ars berdetak kencang saat mendengar apa yang di katakan Cristal tadi.
" Sayang, Maafkan aku..." Ars terlihat begitu frustasi dengan apa yang di katakan Cristal padanya.
Dia juga merasakan kesakitan yang di rasakan istrinya yang memang terlihat sangat tersakiti dengan semua ini.
" Memaafkan mu pun apa akan membuat kehidupan ku kembali ? Jadi apa bedanya memaafkan mu atau tidak ? Semua itu sama saja, Sia-sia dan percuma ! Hati ku sudah mati, Hati ku sudah mati sejak saat kamu mengatakan untuk menikahinya. Hati ku sudah mati saat mendengar dari bibir mu sendiri bahwa kamu akan menikahinya. Apa kamu tau apa yang ku rasakan ?" Air matanya kembali mengalir saat mengutarakan apa yang di rasakannya saat ini.
" Di sini, " Cristal menunjuk dadanya dengan perasaan hancur sambil menatap pada Ars.
" Di sini, Luka itu sangat dalam, Sangat Ars, Sangat dalam. Katakan pada ku dengan apa luka ini bisa sembuh ? Katakan pada ku dengan apa luka ku bisa hilang ? Katakan pad aku apa obat nya. Jika kamu tau obatnya, Maka aku akan memaafkan mu. " Ars tidak bisa menjawab Cristal karena dia tidak tau apa obat untuk luka di dalam dada Cristal.
Dia tidak tau apa obatnya. Dia sama sekali tidak tau apa obat untuk luka itu.
...💐💐💐...
__ADS_1