RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Katakutan


__ADS_3

" Cristal..." Ars langsung terbangun saat tidak mendapati istrinya berada di dekatnya.


Dia langsung ingin melepaskan jarum infus di tangannya saat tidak melihat istrinya di ruangan tempatnya di rawat.


Namun, Belum sempat dia turun dari tempat tidur, Kepalanya sudah berdenyut karena merasakan sakit yang luar biasa.


Ars memegangi kepalanya yang berdenyut karena dia baru mengingat bahwa mengalami kecelakaan saat di ruangan privat restoran tempatnya bertemu dengan Anna dan Arnold tadi.


" Cristal..." Panggilnya dengan lirih saat menyadari bahwa Cristal tidak ada di sana dan mungkin dia telah pergi meninggalkannya.


Karena tadi dia seperti mendengar ada suara istrinya yang mengatakan untuk meninggalkannya.


" Aku mohon jangan tinggalkan aku Cristal, Aku mohon..." Ucapnya lagi tanpa sadar meneteskan air matanya.


Dia meras sangat hancur saat ini. Anna yang membohonginya lalu Cristal yang akan meninggalkannya.


" Maafkan aku Cristal..." Dia menangis menyesali semua yang telah terjadi.


Inikah yang di namakan penyesalan ? Kenapa rasanya sakit sekali.


" Sayang..." Ars langsung melihat ke arah sumber suara dan ternyata itu istrinya.


Dia merasa lega sekali saat melihat Cristal yang datang menghampirinya.


Sementara Cristal yang melihat suaminya menangis pun langsung mendekat pada pria yang tengah berada di atas tempat tidur dengan kepalanya yang di perban.


" Kenapa ? Apa kepala kamu sakit ?" Tanya Cristal yang panik melihat suaminya.


" Aku tidak apa-apa. Tapi aku takut jika kamu akan meninggalkan ku. Anna membohongi ku dan kamu pun akan pergi meninggalkan ku. Lalu bagaimana aku kedepannya ?" Ars menatap wajah istrinya.

__ADS_1


Cristal pun tidak menyangka jika suaminya serapuh ini. Sekali pun Cristal belum pernah melihat Ars serapuh ini selama 7 tahun.


" Kenapa berpikirnya bahwa aku akan meninggalkan kamu ? Aku memang pernah berpikir bahwa aku akan pergi dan memilih untuk mengalah dari Anna jika memang itu anak kamu. " Ars menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang Cristal katakan.


Dia tidak habis pikir bagaimana bisa Cristal berpikir bahwa dia akan memilih untuk pergi dan mengalah.


" Kenapa berpikir seperti itu. Maaf sebelumnya jika memang aku salah. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku apa pun yang terjadi. Aku akan menceraikan Anna, Anak yang di kandungnya bukan anak ku. Itu anak pria bajingan itu. " Melihat suaminya yang terlihat putus asa seperti ini membuatnya tidak tega.


Beban yang di tanggung suaminya memang tidak mudah. Tapi siapa yang tahan jika hidup bersama suami yang di cintanya dan memiliki madu yang sama mengandung juga sepertinya.


Bahkan kemungkinan besar anak mereka akan lahir sama-sama dan apa yang akan di katakannya pada publik tentang anak itu ?


Cristal bisa saja menyayangi anak Anna, Tapi apa anak Anna bisa menyayanginya dengan tulus ?


" Aku hanya tidak ingin terus merasa sakit hati. Jadi aku lebih memilih pergi dari kamu. "


" Jangan, Aku mohon jangan..." Ucap Ars tidak ingin Cristal pergi meninggalkannya.


" Maaf, Aku hanya berpikir sesat saat itu. Tapi aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu. Aku berjanji. " Mata Ars tidak lagi bisa menahan rasa harunya


Dia benar-benar merasa terharu dengan apa yang di berikan istrinya. Semua yang telah di berikan Cristal tidak akan bisa Ars balas dengan apa pun lagi selain dengan kesetiaan yang akan di lakukan ya seumur hidupnya.


Karena mulai sekarang, Ars akan berjanji untuk terus membahagiakan istrinya apa pun yang terjadi.


" Coba sini. " Cristal mengambil tangan Ars dan meletakkannya di atas perut Cristal yang memang sudah mulai membuncit karena usia kandungannya saat ini sudah memasuki 5 bulan.


Ars yang awalnya biasa saja, Langsung berubah menjadi senyum bahagia saat merasa perut istrinya bergerak.


" Sayang..." Cristal mengangguk saat melihat wajah suaminya yang terkejut dengan apa yang di rasanya.

__ADS_1


Perut Cristal bergerak dan itu adalah anaknya yang mulai bergerak karena aktivitas di dalam perut sang istri.


" Dia bergerak Cristal, Anak kita bergerak apa dia ingin menyapa ayahnya ? Apa dia ingin menyapa ku ? Di-dia bergerak Cristal..." Air mata Ars kembali keluar saat merasa hidupnya sangat luar biasa karena jadinya Cristal yang manjadi istrinya.


" Dia bergerak. Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu dia bergerak. Tapi kamu berada di rumah Anna jadi aku tidak ingin menganggu kamu saat itu. Aku menyimpan ini sendiri. Dan saat ini dia ingin menunjukan pada Daddy-nya bahwa dia bergerak dan ingin di sapa oleh Daddy-nya. " Ars tidak tau lagi dia harus bersikap seperti apa karena perasaannya saat ini terlampau bahagia.


Cristal sudah begitu banyak memberikannya kebahagiaan yang luar biasa. Cinta, Kasih dan anak yang di kandungannya semua sudah memberikan segalanya untuk Ars.


" Apa aku boleh menyapanya ? A-aku ingin dia mengenalku karena aku adalah Daddy-nya. " Cristal mengangguk dan membiarkan artis melakukan apa yang ingin di lakukannya.


Ars pun mengambil posisinya untuk menunduk dan berusaha untuk mencium perut istrinya namun sulit karena kepalanya sangat pusing sekali.


Mengerti akan keadaan suaminya, Cristal memilih untuk berdiri agar memudahkan suaminya untuk melakukan hal itu.


Ars yang melihat Cristal berdiri pun langsung tersenyum bahagia karena bisa berinteraksi dengan calon anak mereka.


" Hello Boy, Sedang apa di dalam sana ?"


" Bagaimana bisa kamu yakin bahwa anak kita laki-laki ?" Tanya Cristal yang merasa heran karena Ars memanggil anak mereka dengan sebutan boy.


" Aku hanya yakin saja. Aku pernah bermimpi dan aku bermimpi bermain dengan anak laki-laki yang memiliki rambut ikal seperti ku. Apa kamu keberatan jika anak kita laki-laki ?" Jelas Cristal tidak keberatan karena apa pun jenis kelamin anak mereka, Cristal akan menerima semua itu dengan ikhlas.


Karena bagi Cristal mau itu anak laki-laki atau perempuan itu tetap sama saja baginya yang terpenting anaknya sehat dan lahir dengan selamat nantinya.


" Apa pun yang Tuhan berikan, Aku akan sangat bersyukur untuk itu karena Tuhan telah mempercayakan anugrah ini pada kita. Dan kita sebagai manusia, Tidak sepantasnya untuk menolak dan tidak bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan. Apa pun itu, Bersyukur adalah kunci agar hidup mu bahagia. Jika kamu tidak pernah bersyukur akan nikmat Tuhan, Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup. " Entah apa yang harus Ars katakan lagi karena dia sudah tidak bisa mengatakan apa pun lagi.


Istrinya ini terlalu sempurna untuk pria yang banyak kekurangan sepertinya.


Pria yang begitu banyak berbuat salah pada wanita berhati malaikat ini.

__ADS_1


Wanita yang bahkan tidak pernah meninggikan suaranya di depan Ars walau Ars sering menyakiti hatinya.


...💐💐💐 ...


__ADS_2