
Pulang dari pusat perbelanjaan tadi melihat dan Cristal lebih banyak diam. walau kedua tangan mereka saling menggenggam tapi istrinya itu lebih fokus pada jalanan yang dilihat dan saat ini.
Appa Cristal masih memikirkan perihal Clarista yang sama sekali sama sekali tidak di ingat oleh Ars jika bukan wanita itu yang mengenalkan dirinya tadi.
Memang Ars benar-benar tidak mengenalnya. Lebih tepatnya melupakan semua itu karena itu sudah lama berlalu.
Sangat-sangat lama. Kerena yang di ceritakan Clarista tadi adalah kehidupannya saat mereka sama-sama di Turki dulu.
Saat ini usia Ars sudah 36 tahun, Dan Clarista lebih muda lagi dari Cristal yang sudah berusia 27 tahun.
Jadi itu sudah sangat lama sekali, Jadi wajar saja jika Ars melupakannya dan tidak mengingat wanita itu.
Lagi pula untuk apa Ars mengingat wanita itu karena dia tidak menganggapnya sama sekali.
Bahkan Ars selalu merasa kesal di saat dia harus bermain dengan wanita. Dan gadis kecil yang harus di jaganya saat itu adalah Clarista, Gadis manja yang sangat menyebalkan baginya.
" Apa kau marah padaku ? " Cristal langsung mengalihkan pandangannya yang sejak tadi menatap keluar jendela dan kini beralih pada suaminya.
" Marah ? Untuk apa aku marah ? Aku tidak marah. " Jawabnya begitu saja.
Entah kenapa dia tiba-tiba saja memikirkan Clarista dan Anna. Kenapa kehidupan suaminya banyak di keliling wanita ?
Memikirkan Anna saja Cristal masih sedikit ragu, Apalagi saat ini di tambah dengan keadaannya yang tengah mengandung dan sedikit banyaknya hormon kehamilan mempengaruhi moodnya.
Ada rasa ragu dan ketakutan tersendiri dalam dirinya saat melihat suami di kelilingi oleh wanita cantik.
" Lalu jika kau tidak marah kenapa mengabaikan ku sejak tadi ? Kau juga tidak melihat ku sejak masuk dalam mobil. " terdengar helaan nafas dari Cristal yang membuat Ars semakin khawatir.
Apa yang tengah di pikirkan istrinya ini hingga membuatnya terlihat banyak berpikir seperti itu.
" Apa kau meragukan perasaanku padamu ?" Pertanyaan bodoh macam apa yang di denger Cristal ini ?
Kenapa pula suaminya terlihat sangat berbeda. Sangat jauh sekali perbedaannya.
" Ragu ? Kenapa aku harus ragu ? Jika pun aku ragu bukankah itu wajar ? Aku tidak ingin mengungkit apapun yang telah terjadi, Tapi aku hanya ingin kamu paham dengan apa yang pernah aku rasakan sebelumnya. " Cristal kembali menatap keluar jendela mobil yang tengah melaju.
Dia terus melihat jalanan yang tengah mereka lewati. Dan entah mengapa hal itu lebih membuatnya tenang daripada harus terlibat pembicaraan dengan Ars suaminya.
__ADS_1
" apa kau tidak lelah ? Sini mendekat lah padaku. " Ars mencoba menawarkan pelukan pada Cristal, Tapi istrinya itu langsung menolak.
Dan penolakan yang dilakukan Cristal membuat hati Ars sedikit sakit.
Tapi dia harus tahu diri, hanya penolakan kecil seperti ini dilakukan Cristal padanya saja sudah membuat hatinya sakit. Lalu apa kabar dirinya yang terdahulu ?
" Aku tidak lelah. Aku hanya ingin melihat jalanan saja. "
" Baiklah katakan para ku jika ada yang kau inginkan. " Ars hanya bisa mendesah pasrah saat Cristal menolaknya.
Walau tautan ke-dua tangan mereka tidak terlepas, Tapi Ars tidak merasakan kehangatan dari tangan itu.
Yang ada hanya tangan dingin yang di rasakannya.
Bahkan saat sampai di rumah pun Cristal lebih dulu keluar dari dalam mobilnya tanpa menunggu Ars.
Dan apa yang di lakukan Cristal itu semakin membuat Ars merasa bersalah.
" Kenapa tidak menungguku ? Bukan kah aku sudah mengatakannya untuk menungguku ? Lalu kenapa keluar begitu saja ?" Tanya Ars lagi, Tapi Cristal hanya menatap biasa saja padanya.
Entahlah, Cristal juga tidak mengerti kenapa dia bisa saya cuek itu pada suaminya. Ada perasaan yang mengganjal di dadanya dan itu muncul tiba-tiba saat melihat Clarista yang menatap penuh perasaan pada suaminya.
Dia ingin kuat seperti kemarin-kemarin saat menghadapi Anna. Tapi kenapa dia tidak bisa sekuat itu saat menghadapi Clarista tadi ?
" Aku lelah. Bisa aku pergi lebih dulu ?" Dengan terpaksa Ars melepaskan tangan Cristal.
Ars mengikuti istri dari belakang dan mengawasinya saat menaiki satu persatu anak tangga. Dia pun semakin kesal saat liftnya belum juga siap.
Lalu harus berapa lama dia membiarkan Cristal naik turun tangga seperti ini ?
Dia tidak ingin Cristal dan anaknya kelelahan.
" Hati-hati Cristal, Pelan-pelan saja aku takut terjadi sesuatu denganmu yang terburu-buru seperti itu. " Sayang sekali dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari istrinya.
Cristal langsung masuk ke dalam kamar dan menuju tempat tidur mereka.
Istrinya itu langsung naik ke tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya.
__ADS_1
Ars lun ikut menghampiri Cristal yang sudah menyelimuti tubuhnya dengan selimut berwarna baby blue. Dia juga sudah duduk di pinggir tempat tidur mereka dan melihat Cristal yang memejamkan matanya.
" Apa kamu benar-benar lelah ? Apa ingin aku panggilkan orang Spa untuk mu ? " Ars mencoba menawarkan sesuatu pada istrinya, Namun Cristal hanya menggelengkan kepalanya saja sebagai jawaban.
" Atau ingin minum sesuatu ? Bukankah kau tadi membeli Beberapa Cake ? mau aku membawakannya kemari ? Atau kau ingin apa biar aku akan membawanya untukmu. "
" Aku tidak ingin apapun saat ini. Aku hanya ingin tidur, Jadi tolong tinggalkan aku sendiri. " Ars menatap tak percaya dengan apa yang di dengarnya dari bibir Cristal.
Apa Cristal mengusirnya ? Apa istrinya itu tidak menginginkannya di sini ? Tidak kah ini keterlaluan baginya. Dia hanya ingin menawarkan sesuatu untuk istrinya tapi Cristal tetap menolaknya.
" Baik jika kau ingin tidur, Aku akan menemanimu di sini. " Ars sudah berdiri dan menuju ke sisi tempat tidur lainnya.
Baru saja dia ingin naik ke tempat tidur untuk menemani Cristal, Namun istrinya kembali menolak untuk di temani olehnya.
" Kenapa ? Kenapa kau berubah seperti ini ? Kata kan padaku di mana letak kesalahan ku dan aku akan berusaha memperbaikinya. Aku tahu aku banyak melakukan kesalahan pada mu, Tapi tolong jangan perlakukan aku seperti ini. Aku hanya ingin menemanimu tidur, Lalu kenapa kau mengusirku dari sini ? Apa kau benci ku dan ingin membalas semua apa yang telah aku perbuat pada mu ? " Ars semakin berbicara panjang lebar karena dia merasa sesak di dadanya saat mendapatkan penolakan dari Cristal seperti ini.
Dia hanya ingin menemani Cristal tidur dan mengusap perutnya. Yapi kenapa Cristal menolaknya lagi dan lagi ?
" Tolong kali ini saja mengerti tentang diriku. Aku tidak marah pada mu dan aku tidak membencimu, Aku hanya ingin sendiri dan aku hanya ingin tidur. "
" Ya sudah jika kau tidak membenciku dan ingin tidur, Biarkan aku menemanimu di sini. Aku berjanji tidak akan mengganggu mu. " Cristal tetap menolaknya karena dia tidak ingin Ars berada di dekatnya untuk saat.
Dia benar-benar ingin merasakan sendiri tanpa siapapun yang mengganggunya.
" Tolong mengerti aku. Aku mohon tolong tinggalkan aku sendirian. Aku hanya ingin sendiri. " Melihat mata Cristal yang berkaca-kaca seperti itu membuat hati Ars semakin sakit.
Selama ini tidak pernah melihat air mata Cristal, Bahkan saat mengetahui perselingkuhannya dengan Anna dan dia sudah bersetubuh dengan Anna pun dia tidak pernah menangis.
Tapi saat ini, Kenapa rasanya sakit sekali hati Ars saat melihat mata itu berkaca-kacang dan siap menumpahkan kristal beningnya ?
" Aku mohon..." Pintanya untuk yang terakhir kali.
Karena tidak ingin membiarkan istrinya tertekan Ars pun lebih memilih pergi dan meninggalkan Cristal.
Tapi sebelum itu dia memberikan kecupan di kening istrinya sebelum benar-benar meninggalkan Cristal sendirian di kamar mereka.
" Aku berada di ruangan kerja. Katakan apa pun yang kau inginkan padaku maka aku akan mencarikan untukmu. Aku pergi dulu dan tidurlah. " Dengan berat hati Ars meninggalkan Cristal. Walau sebenarnya dia ingin bicara menemani sang istri, Tapi Cristal sudah jelas-jelas menolaknya.
__ADS_1
Ars tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk tetap berada di dekat Cristal.
...💐💐💐...