
Huekkk...
Cristal memuntahkan seluruh isi perutnya, Tapi ternyata tidak ada yang di muntahannya karena hanya air berwarna kuning saja yang keluar dari perutnya.
Tidak hanya itu saja, Dia juga merasa seperti ada yang mengocok perutnya hingga membuatnya lemas tak berdaya seperti ini.
Bukan sekali dua kali Cristal muntah, Tapi sudah yang ke-empat kalinya dia masuk ke kamar mandi dan itu cukup membuat tidur suaminya terganggu.
Ars yang merasa terganggu dengan tidurnya yang mendengar suara orang yang seperti muntah di dalam kamar mandi pun langsung menyusul karena dia tau itu pasti Cristal.
Lalu siapa lagi jika bukan Cristal, Karena kamar ini sangat pribadi bahkan yang membereskan semuanya pun Cristal sendiri karena dia tidak ingin ruang pribadinya dengan sang suami di masuki banyak orang walau itu pelayan sekali pun.
Cristal selalu menolak jika para pelayan ingin membantunya membereskan kamar mereka. Dia benar-benar menolak dengan keras untuk di bantu.
Ars melihat bahwa Cristal terduduk lemas di kloset kamar mandi mereka dengan wajah yang pucat dan keringat dingin yang membasahi wajah istrinya.
" Apa kau baik-baik saja ?" Tanya Ars yang membawa tisu untuk menghapus keringat di wajah Cristal.
Tanpa banyak bicara Cristal langsung melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami karena saat ini dia memang membutuhkan Ars di sisinya.
Ars sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan istrinya karena Cristal tiba-tiba saja memeluknya seperti ini.
Bahkan Ars juga merasakan hembusan nafas istrinya yang panas, Apakah Cristal sakit ?
" Kita mau kemana ?" Tanya Cristal karena Ars membawanya begitu saja tanpa mengatakan apa pun lagi.
Ars membawa Cristal menuju ranjang dan membaringkannya di sana.
Ars juga menyelimuti tubuhnya dan terlihat hendak menghubungi seseorang di ponselnya.
" Kamu mau apa ?" Pertanyaan Cristal tidak di jawab Ars karena suaminya itu hanya memberikan tatapan tajam padanya tanpa berbicara apa pun lagi.
" Panggilkan dokter ke rumah ku sekarang ! Istri ku sedang sakit dan satu hal lagi, Aku tidak ingin dokter laki-laki. " Ucapnya begitu saja dan langsung mematikan sambungan telepon tanpa ingin mendengarkan jawaban dari Leo di sebrang sana.
__ADS_1
Ya, Yang di hubungi Ars adalah Leo, Dan tanpa menunggu jawaban dari Leo Ars sudah mematikan sambungan teleponnya begitu saja.
" Kenapa menghubungi dokter suami ku ? aku baik-baik saja. " Ars kembali menatap tajam pada Cristal yang terus saja berbicara seperti itu.
Apa istrinya itu tidak merasa sakit karena sejak tadi dia terus saja memuntahkan cairan kuning dari perutnya.
Cairan yang Ars tau itu pasti rasanya sangat pahit karena cairan seperti itu langsung keluar dari lambung mereka.
Dan Ars pernah merasakan hal itu juga. Rasanya sungguh luar biasa menyiksa.
Bahkan dia juga sampai tidak bernafsu untuk makan selama hampir dua Minggu.
" Suami ku.."
" Berhenti berbicara Cristal. Kau itu sedang sakit, Jadi jangan membuat ku marah pada mu. Sudah ku katakan jangan melakukan banyak hal. Jika karena mengurus ku, Ayah dan juga memasak tidak perlu melakukan semua itu. Bahkan kamar saja pun kau membereskannya sendiri dengan alasan ini ruangan pribadi kita. Jika aku dan ayah yang sakit kau bisa mengurus kami, tapi jika kau yang sakit apa kami bisa mengurus mu ? aku bisa saja bekerja di rumah, Tapi apa aku tau obat apa yang cocok untuk mu ?" Cristal terdiam dia tidak berani menjawab suaminya lagi.
Tapi dia memang baik-baik saja dan tidak masalah untuk mengurus mereka semua.
Mungkin dia hanya kelelahan saja. Bukan sakit seperti yang di pikirkan Ars padanya.
" Berhenti mengatakan bahwa kau baik-baik saja. Jia kau baik-baik saja tidak mungkin kau sampai muntah-muntah seperti itu. "
" Tapi aku harus---"
"Berhenti bicara Cristal ! Tidur lah lagi aku akan menemani mu di sini sebelum dokter datang. " Ars pun kembali naik ke tempat tidur mereka dan langsung membawanya ke dalam pelukan hangat miliknya.
Cristal pun menurut dan diam saja saat Ars memeluknya seperti itu.
Ars memeluk Cristal dan mengusap punggung wanita itu, Berharap apa yang di lakukannya bisa menghilangkan efek mual yang tadi di rasakan istrinya.
" Apa kepala mu sakit ?"
" Tidak, Aku hanya mual saja. Rasanya seperti ada yang mendorong perut ku dari dalam hingga membuat ku mual dan ingin muntah. Tapi tidak ada yang ku muntahkan selain air yang berwarna kuning itu. Apa asam lambung ku naik hingga aku mual seperti ini ?" Tanya Cristal pada suaminya.
__ADS_1
Tapi percuma saja bertanya pada Ars karena Ars tidak akan tau jawabannya.
" Tapi tunggu dulu, Kapan pertama kali kita berhubungan ?" Ars semakin tidak mengerti dengan apa yang di katakan Cristal.
Bahkan Ars juga menautkan kedua alisnya saat melihat istrinya mengambil ponsel miliknya dan menghitung tanggal di ponsel suaminya.
" Apa yang kau hitung ? Sebenarnya ada apa ini ?" Cristal terlihat menghela nafasnya dengan kasar saat menyadari sesuatu bahwa kemungkinan besar dia tengah mengandung benih milik suaminya.
Bukan dia tidak senang dengan kabar ini jika memang benar, Tapi apa Ars akan menerima anak mereka ?
" Cristal jawab pertanyaan ku sebenarnya apa yang kau pikirkan ? Jangan membuat ku marah pada mu karena hal seperti ini. "
" Apa jika aku mengandung anak kamu, Kamu akan percaya ? apa kamu akan menerima anak ini jika memang dia telah hadir di rahim ku ?" Ars menatap tajam pada Cristal yang bertanya hal seperti ini padanya.
" Apa maksud mu mengetakan hal seperti ini pada ku ? " Tanya Ars masih dengan raut wajah datar dan tatapan tajam miliknya yang di tujukan untuk Cristal.
" Tidak, Bukan begitu maksud ku, Hanya saja--"
" Apa kau menganggap ku sebajingan itu ? Apa kau kira aku penjahat yang dengan tega tidak menerima anak ku sendiri ? Kenapa kau bertanya seperti itu pada ku ? Aku yang pertama menyentuh mu, Lalu apa maksud mu bertanya pada ku bahwa aku bisa menerima anak itu atau tidak ! Apa aku seburuk itu hingga kau bertanya hal tersebut pada ku ? " Ars telah salah paham padanya.
Cristal bertanya hal seperti itu bukan bermaksud untuk menganggap Ars bajingan seperti yang di katakan suaminya tadi, Hanya saja rasanya Cristal belum siap mengandung jika suaminya belum mencintainya.
Terbukti ini sudah sebulan sejak mereka menyatu malam itu, Mereka juga kerap melakukannya beberapa waktu lalu. Lagi pula mereka melakukannya waktu pertama kali saat Cristal berada di dalam masa suburnya.
Maka kemungkinan besar saat ini dia positif hamil dan mengandung anak dari Ars.
" Bukan seperti itu suami ku, Aku--"
" Sudah lah ! Aku ingin mandi. Tunggu saja dokter yang datang dan dia akan memeriksa keadaan mu. Aku orang bodoh yang tidak mengerti apa pun. Jadi katakan saja apa keluhan mu pada dokter nanti ! " Ars langsung meninggalkan istrinya begitu saja.
Sementara Cristal yang menatap lesu pada pria itu pun hanya bisa terus berusaha sabar untuk menghadapi sikap suaminya yang memang seperti itu.
" Semoga kamu sehat di dalam rahim Mommy nak. Dan bantu Mommy untuk meluluhkan hati Daddy kamu. " Ucap Cristal sambil mengelus perutnya dengan senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.
__ADS_1
...💐💐💐...