
Sepanjang perjalanan menuju pusat perbelanjaan baik Ars maupun Cristal keduanya saling menggenggam dan bergandengan tangan.
Karena setelah pernyataan cinta yang di dengar Cristal dari suaminya, Dia benar-benar merasakan kebahagiaan.
Kebahagiaan yang teramat luar biasa di rasakan.
Ars mengatakan mencintainya, Dan itu adalah hal yang terindah untuk Cristal.
Cuma keduanya sudah sampai di pusat perbelanjaan dan Cristal untuk ke luar negeri dulu.
Ars benar-benar memperlakukan Cristal lainnya seorang istri yang sesungguhnya.
Bukan istri yang hanya akan di pamerkan di depan publik seperti yang sering mereka lakukan sebelumnya.
" Jika sampai aku melihatmu tersenyum pada orang lain aku akan mengurung mu di rumah seterusnya. " Cristal tersenyum mendengar apa yang di katakan suaminya.
Dia tidak menyangka jika ars akan seposesif ini padanya.
Apalagi saat ini Ars benar-benar mengkhawatirkan tentang kandungannya.
Dia begitu mencintai anak ini dan Cristal harap cinta Ars tidak berkurang untuknya setelah anak ini lahir.
" Tolong carikan pakaian untuk aku bekerja. Pilihkan untukku yang terbaik. "
" Bagaimana jika memakai setelan pink ? Kamu pasti akan terlihat sangat tampan. " Langkah Ars terhenti.
Dia menatap Cristal dengan tajam, Dia tidak salah dengar bukan ? Bahwa Cristal mengatakan untuk membelikannya setelan warna pink.
" Itu pasti akan sangat menggemaskan suamiku. " Cristal terus berusaha menggoda suaminya karena Cristal sangat menyukai wajah suaminya yang seperti ini.
Sementara Ars, Dia sudah membayangkan bagaimana penampilannya dengan setelan warna pink. Itu pasti akan sangat memalukan baginya.
" Kau saja tidak memiliki baju warna pink lalu kau menyuruhku untuk memakai setelan berwarna pink. Apa aku benar-benar harus membawa mu ke rumah sakit untuk mengecek semua keadaanmu ? Aku rasa kepala mu terbentur sesuatu hingga membuatmu melantur seperti ini. Atau karena percintaan panas kita tadi ? karena guncangan yang kuat ?"
Blush...
Wajah Cristal tersipu malu. Dia tidak menyangka bahwa suaminya akan mengatakan hal itu padanya.
Cristal jujur belum terbiasa dengan pembicaraan vulgar di antara mereka seperti ini.
Karena sebelumnya pembicaraan mereka hanya akan di isi dengan kepentingan tentang bisnis saja.
__ADS_1
Dan pembicaraan apa pun tentang hubungan badan mereka tadi baru kali ini mereka membicarakannya.
Melihat Cristal yang tersipu malu seperti itu tanpa sadar Ars menarik sudut bibirnya hingga melengkung sempurna.
Sungguh, Ini adalah pertama kalinya Cristal melihat senyuman seindah itu. Senyuman yang bisa membuat hati wanita manapun luluh lantah karenanya.
" Aku menyukai senyuman itu. Bagaimana jika aku meminta bahwa senyuman itu hanya untukku ?" Tanpa Ragu Ars mengangguk.
" Aku akan berusaha menjadi suami yang terbaik untukmu. Dan senyumanku, akan aku pastikan bahwa hanya kau dan anak kita yang memilikinya. " Ars meyakinkan Cristal dengan apa yang dikatakannya.
Mereka kembali melanjutkan langkahnya sampai mereka tiba di sebuah butik ternama.
Butik yang memang menjual pakaian khusus pria. Lebih tepatnya pria kantoran seperti suaminya.
Cristal mulai memilih apa yang cocok untuk suaminya sampai dia melihat sebuah jepitan dasi yang indah.
Cristal memegang jepitan indah tersebut namun baru beberapa detik dia memegangnya benda tersebut sudah dirampas oleh seseorang.
Cristal langsung melihat ke arah orang tersebut dan dengan berani mengambil apa yang telah dipegangnya.
" Saya rasa Anda bukan dari kalangan bawah. " Cristal menatap wanita itu dari atas sampai bawah karena dia tahu apa yang dipakai wanita itu tidak ada yang murah sama sekali.
Bahkan mungkin orang kalangan bawah saja tahu etika berbelanja dan tidak akan merebut apa yang sudah dipegang orang lain.
" Siapa kau berani menghardik ku seperti itu. Apakah tahu siapa aku ?" Ucap wanita itu dengan kesombongan.
Sementara Cristal hanya tersenyum miris mendengar apa yang dikatakan wanita itu. Apa wanita ini membawa harta dan kasta kedudukannya di sini.
" Aku rasa kita sedang tidak membicarakan kasta di sini. Aku hanya mengatakan tentang etika berbelanja. Lalu di mana letak kesalahannya ?" Wanita itu hendak maju menghampiri Cristal, Namun Cristal dengan sigap langsung mundur sebelum wanita itu mendorongnya.
" Kau berani padaku ? Apa kau tidak tahu siapa aku ? Aku adalah Clarista Bianca. Aku adalah Putri satu-satunya dari Georgio Franklin. Aku adalah anak dari salah satu pemegang saham terbesar di mall ini. Dan ayahku berteman baik dengan pemilik tempat yang kau pijak saat ini. " Cristal hanya tersenyum saat mendengar apa yang di katakan wanita yang bernama Clarista tersebut.
Dia hanya anak seorang pemegang saham terbesar dan itu juga salah satunya.
Lalu apa kabar dengan Cristal ? Dia adalah istri dari pemilik tempat ini.
" Aku ingin menghadiahkan ini untuk kak Arsya anaknya Om Frans. Kami sudah bermain sejak kecil jadi kau akan kalah denganku. " Oh Cristal tahu saat ini.
Ternyata wanita ini dan suaminya adalah teman masa kecil. Dan Cristal juga menangkap gelagat berbeda dari wanita di depannya.
" Apa anda tidak tahu nona Clarista ? Bahwa Tuan Arsya Anthonie Gilbert sudah menikah ? Tidakkah anda tahu tentang semua itu ? "
__ADS_1
" Hanya pernikahan paksa. Dan aku yakin bahwa kak Ars tidak mencintai wanita itu. " Miris sekali hidupmu Cristal.
kau baru saja terlepas dari Anna dan ini sudah ada lagi sainganmu ?
Kuatkan hatimu untuk menghadapi semua ini Cristal.
Saat Cristal hendak menjawab ucapan dari wanita tersebut dari belakang Ars sudah datang menghampirinya dan memeluk pinggangnya.
Ars sudah tidak melihat sekitarnya lagi karena dia sudah membiarkan Cristal sendirian cukup lama.
" Suamiku ?"
" Maaf karena meninggalkanmu cukup lama. Aku baru saja bertemu dengan manajer pusat perbelanjaan ini dan dia mengatakan bahwa ada hal urgent yang harus dia sampaikan. Apakah sudah selesai ? Aku harus melihat email yang ada di laptop ?" Ars tidak lagi menganggap siapa pun di sekitarnya karena dia hanya fokus pada Cristal saja. Bahkan dia juga mengusap perut istrinya yang tengah mengandung calon anak mereka.
Sementara wanita bernama Clarista yang ada di depannya malah tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
Ternyata wanita yang berdebat dengannya adalah istri dari pria yang di sukainya sejak kecil dulu.
" Kak Ars, kau kah ini? Apa kabar Kak ?" Clarista mencoba mengalihkan perhatian Ars dari wanita yang tidak di sukainya itu yang ternyata adalah istri dari Ars.
Wanita yang menurutnya sombong dan telah berani padanya.
hello Mak Lampir, belum pernah tinggal di Indonesia ya ? kalau belum pernah tinggal di Indonesia main sesekali ke Indonesia. Biar kamu tahu bagaimana mengerikannya ibu-ibu di sana. Max suaminya Irene saja hampir di cangkul mereka. Lalu apa kabar dirimu ? Bukan hanya di cangkul saja, Bahkan mungkin mereka bisa mencabik mu hidup-hidup dan mengubur mu dengan hidup-hidup pula.
Mereka semua rela meninggalkan pakaian kotor yang akan di cuci demi menunggu Cristal bahagia. Lalu kau dengan mudahnya datang dalam kehidupan Cristal dan mencari perhatian pria yang baru on the way bucin ?
Aku yakin mereka tidak akan membiarkanmu dengan mudah merebut perhatian dari pria yang mulai di perhatikan oleh ibu-ibu yang menyayangi Cristal di sini.
Jadi jangan terlalu bermimpi bisa bersaing dengan Cristal.
" Kau siapa ? Aku tidak mengenalmu ! "
Deg !
Jantung Clarista seperti di hantam batu besar. Dia sudah begitu percaya diri untuk merebut perhatian Ars, namun nyatanya pria itu tidak mengenalnya sama sekali.
Dan apa kamu tahu Clarista ? bahwa saat ini ibu-ibu kompleks Mak Entin sedang mentertawakan mu. Mereka menertawakan nasibmu yang tidak dikenal sama sekali oleh Ars.
sungguh kasihan....
...💐💐💐...
__ADS_1