RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Malu


__ADS_3

Cristal sudah berdiri di depan pintu rumah yang katanya itu adalah rumah sih kembar yang akan menikah dengan Ke-dua asisten yang membuatnya kesal beberapa hari ini.


Dia juga sudah memutuskan bahwa dia akan berteman dengan dua wanita itu dan akan menjadikannya teman.


Dia sudah memikirkan rencana ini sejak keluar dari rumah tadi.


Biarlah dia keluar bersenang-senang hari ini bersama mereka berdua untuk berbelanja perlengkapan mereka.


" Jika kalian tidak membuka pintu ini, Aku kan mengusir rumah kalian karena bisa saja aku membawa pengacara ke sini untuk menggusur rumah kalian yang di gadaikan ke bank. Aku bisa melunasi semua hutang kalian dan menjadikan rumah ini milik ku dan aku akan menggusur kalian !" Cristal mengancam kakak beradik yang di tau berada di dalam rumah ini.


Karena mereka memang berada di dalam dan tidak berani keluar untuk menemuinya.


Dan yang lebih membuat Cristal tidak habis pikir lagi bagaimana bisa mereka mengabaikannya seperti ini.


" Aku hitung sampai tiga. Jika kalian tidak membukanya maka aku akan--"


Ceklek...


Pintu terbuka dan berdiri lah Danisha di depannya saat ini dna Delisha yang berada di balik punggung kakaknya.


Melihat Delisha yang ketakutan padanya membuat Cristal tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah mereka.


" Aku rasa kalian memang sudah siap. Jadi sekarang ayo kita pergi. " Cristal langsung menarik tangan kakak beradik itu dan membawanya untuk masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan perkataan mereka yang meminta untuk di lepaskan darinya.


" Nyonya, Tolong lepaskan kami. Kami tidak akan menikah dengan mereka. Jika mereka ingin membantu cukup bayarkan saja hutang kami di bank dan pada orang-orang yang mengejar kami. Anggap saja kami menjual diri kami pada mereka. " Cristal langsung berbalik arah dan menatap tak percaya dengan apa yang di katakan Danisha.


Jika biasanya wajah Cristal akan di hiasi dengan senyuman indah tapi tidak dengan hari ini karena dia menatap penuh amarah pada mereka berdua.

__ADS_1


" Oke kalau mereka membayar hutang kalian itu adalah hal segampang membalik telapak tangan bagi mereka. " Cristal menunjukan dua kartu milik Leo dan Sammy yang jumlahnya Cristal tidak tau berapa tapi yang pastinya banyak.


" Dua kartu ini adalah milik pria yang telah tidur dengan kalian. Terlepas karena ketidaksengajaan dan karena mereka mabuk, Tapi itu tidak di benarkan. Bagaimana jika ada anak yang hadir di antara kalian. Apa kalian bisa menjamin kehidupannya kelak ? " Danisha dan Delisha terdiam tidak bisa menjawab Cristal.


Lebih tepatnya tidak berani menjawab karena mereka takut dengan aura kemarahan di wajah mereka berdua.


" Mungkin kalian bisa merawatnya saat masih bayi. Tapi apa kalian bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka? Bukan hanya makan, Tapi mereka membutuhkan sekolah dan biaya hidup lainnya. Jama semakin berkembang dan kehidupan pokok semakin meningkat bahkan melonjak setiap harinya. Apa kalian bisa ? Aku tidak ingin merendahkan kalian, Tapi pikirkan lagi itu baik-baik. Tidak hanya itu saja, Bagaimana jika suatu saat mereka bertanya di mana ayah mereka ? Kenapa ibu dan ayah mereka tidak bersama ? Apa kalian bisa menjawabnya ?" Semakin terdiam Danisha.


Sementara Delisha sudah kembali menangis di balik punggung kakaknya karena dia sudah memikirkan hal sejauh itu hingga membuatnya takut jika ada anak yang tumbuh di dalam rahimnya dan takut tidak bisa mencukupi kebutuhannya.


" Kak, Aku takut anak ku hidup susah. Bagaimana jika anak ku membenci ku karena aku tidak membawanya pada ayahnya ?" Delisha bertanya pada kakaknya karena merasa takut anaknya kekurangan nantinya.


" Maka menikah lah solusinya. " Baik Danisha dan Delisha masih diam belum menjawab Cristal dan itu menjadi sebuah jawaban bagi Cristal untuk membawa mereka masuk ke dalam mobil.


" Nyonya -- "


" Tapi Nyonya-- "


" Sudah diam saja. Pilih saja barang mana yang kalian suka. Jangan takutkan apa pun lagi. Sekarang kalian tidak akan hidup susah lagi. Jangan takut tidak bisa membayar barang apa yang kalian inginkan. Karena mall itu milik suami ku jadi ayo habiskan yang mereka walau aku yakin kalian tidak bisa menghabiskannya. " Danisha dan Delisha tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menurut dengan Nyonya Cristal.


Mereka sudah sampai di mall milik Ars setelah menempuh perjalanan selama 25 menit dan langsung memulai atraksi hari ini.


Mereka terus saja berbelanja dengan Cristal yang mengajarkan mereka untuk membeli ini dan itu.


Sementara para pria di rumah besar itu hanya bisa diam sambil menatap Baby Belle yang sudah terlelap setalah di berikan ASI yang sudah di panas kan oleh pelayan untuk Bayi cantik itu.


Baik Ars mau pun Leo dan Sammy, Mereka menatap ponsel mereka yang terus saja berbunyi menandakan notifikasi masuk sebuah pesan tentang pengeluaran dari kartu mereka.

__ADS_1


" Nyonya Cristal benar-benar akan membuat ku jatuh miskin. " Sammy menatap sendu pada ponselnya yang terus saja berbunyi sejak tadi menandakan bahwa kartunya sudah banyak di gunakan.


" My black tidak perawann lagi, My black sudah ternodai. " Leo hanya menatap malas pada Sammy yang terlihat sedih sambil menatap ponselnya.


Bukan berarti Leo tidak melihat ponselnya, Tapi dia tidak sesedih Sammy yang meratapi nasib kartunya yang di gunakan Cristal untuk calon istri mereka.


" Aku bahkan tidak pernah memakainya, Tapi Nyonya Cristal telah melukai kekasih hati ku. "


Bugh !


" Tuan..." Sammy menatap sedih pada Ars yang memukul wajahnya dengan bantal sofa yang ada di dekat mereka.


" Kau menyalahkan istri ku. Lagi pula seberapa rupanya isi kartu mu itu ? Baru memiliki satu black card saja sudah sombong. "


" Dia bukan sombong Tuan, Tapi takut miskin padahal itu tidak seberapa di banding harga diri wanita yang sudah di rusak oleh Timun suri milikinya. "


" Hey, Mana ada timun suri. Ini tuh namanya pusaka sakti abad ke 2. " Sammy tidak terima di katakan miliknya adalah timun suri yang warnanya kuning dan hijau bercorak itu.


Timun suri ? Kenapa Ars merasa bahwa pembahasan mereka saat ini sudah tidak benar ya ?


" Sebenarnya apa ya g kalian bicarakan ? Kenapa timun suri dan pusaka sakti ? Lagi pula kenapa pikiran mu kotor sekali Sammy ? Kau bari sekali merasakannya ya ? jadi kau terus terngiang dengan kenikmatan itu. " Sammy menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak tau bagaimana rasanya malam itu karena dia mabuk dan tidak sadar.


" Apa rasanya enak Tuan ? " Pertanyaan bodoh macan apa itu Sammy ?


Kau bisa saja di tenggelamkan Ars di samudra Hindia nantinya dengan pertanyaan mu itu.


...💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2