
Pernikahan Danisha dan Delisha semakin dekat. Baik Leo maupun Sammy mereka berdua harus terlibat pertemuan karena para calon istri mereka yang menginginkan pernikahan mereka di selenggarakan bersamaan.
Seperti saat ini, Leo dan Sammy tengah menemani calon istri mereka yang tengah berada di butik untuk fitting baju pengantin.
Hal ini adalah hal yang menyebalkan menurut Leo tapi dia harus melakukan itu demi Delisha yang mulai berani bicara degannya.
Seperti saat ini, Delisha sudah keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun pilihannya.
" Kak Leo..." Panggil Delisha pada calon suaminya.
Leo yang di panggil namanya langsung melihat pada sosok yang tengah berdiri di hadapannya dengan gaun yang indah.
Tapi sayang, Gaun itu memiliki belahan dada yang cukup rendah membuat Leo sedikit tidak nyaman dengan pemandangan itu.
Saat Leo menghampirinya, jantung Delisha berdegup kencang saat tatapan Leo begitu dalam padanya.
Dia kembali hendak menundukkan wajahnya namun Leo kembali mencegahnya untuk melakukan hal itu lagi.
" Jangan menunduk Del, Kamu itu cantik. " Delisha menggelengkan kepalanya karena dia merasa malu saat Leo mengatakannya cantik.
Pipinya bersemu dan kerja jantungnya dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.
Tatapan Leo yang begitu dalam membuat Delisha merasa serba salah dengan semua itu.
" Apa kamu menyukainya Del ?" Tanya Leo pada Delisha yang terlihat sangat cantik dengan gaun yang tengah di kenalannya saat ini.
Delisha mengangguk pada Leo. " Suka, Hanya saja belahan dadanya terlalu rendah. " Leo bisa bernafas lega saat Delisha juga tidak nyaman dengan apa yang di kenalannya saat ini.
Itu artinya Leo bisa meminta pada staff butik ini untuk menambahkan kain di bagian dadanya.
" Mau ganti atau di tambah kain saja di sini ?" Delisha memberanikan menatap Leo yang masih menatapnya sejak tadi.
" Di tambah kain Tolle saja bisa ?" Leo tersenyum pada Delisha.
" Bisa, Kita akan minta pada mereka untuk menambahkan permintaan kamu. " Senyuman tulus yang di berikan Delisha membuat Leo juga merasa bahagia saat melihat senyuman indah milik Delisha.
__ADS_1
Setidaknya, Jika tidak bisa memiliki Cristal Leo bisa memiliki Delisha yang juga begitu tulus perasaannya dan semoga saja hadirnya Delisha bisa membuat Leo benar-benar bisa melupakan perasaannya terhadap Cristal dan mencintai Delisha.
" Terima kasih Kak..." Leo tersenyum sambil membelai pipi Delisha.
Dia merasa bangga dan begitu di hargai oleh Delisha. Karena apa pun yang di berikannya pada Delisha, Wanita itu selalu mengucapkan terima kasih.
Bahkan hanya sekedar merapikan anak rambutnya saja pun Delisha berterima kasih padanya.
Lain Delisha dan Leo, Lain pula dengan Danisha dan juga Sammy yang kembali terlibat percekcokan kecil.
Di mana Sammy menyukai bagian punggung Danisha yang terlihat jelas karena katanya sangat seksi lain pula dengan Danisha yang mengatakan nanti dia bisa masuk angin.
Ke-dua pasangan itu bagai dua kutub yang sangat berbeda.
Di mana Leo dan Delisha adalah kutub yang sejuk maka Sammy dan Danisha adalah kutub yang panas.
" Tidak ! Aku tidak ingin memakai gaun ini. Punggung ku terlihat semua. Apalagi aku memiliki tanda lahir di punggung ku. Mereka akan melihatnya nanti. Lagi pula aku bisa masuk angin karena punggung ku yang terekspos seperti ini. " Danisha hendak kembali ke ruang ganti tapi Sammy kembali mencegahnya pergi.
" Ini saja, Kau terlihat cantik Danish. " Bukannya mendapatkan ucapan lembut seperti yang di dapatkan Leo, Danisha malah menuduhnya membual.
" Hey ! Mana ada. Aku serius mengatakan kau itu cantik. Lagi pula tidak sopan memanggil ku dengan kata Kau. Walau bagaimana pun aku tetap lebih tua dari mu walau aku tidak setua kak Leo. " Danisha menatap Sammy yang terlihat benar-benar mengatakan itu dengan tulus.
Tapi rasanya Danisha takut, Karena Sammy tampan dan kaya .
Ketakutan itu masih ada walau Sammy sudah melamarnya dan mereka ingin menikah beberapa hari lagi, Tapi perasaan takut itu masih ada.
" Percaya pada ku Danish, Kau itu cantik. Tapi jika kau tidak nyaman dengan gaun ini ya sudah ganti lah. " Melihat Sammy yang kembali mengalah untuknya membuat Danisha merasa sangat jahat sekali jika terus bersikap egois pada pria yang telah banyak mengalah padanya ini.
Ya walau masih sering berdebat dengannya tapi pada akhirnya Sammy lah yang mengalah padanya.
" Baik lah. Tapi aku ingi kain Veil yang panjang yang bisa menutupi punggung ku. " Sammy tersenyum senang karena Danisha menurut padanya.
" Baik, Terima kasih karena telah mengalah pada ku. Aku akan membelikan mu popcorn nanti. "
" CK, Dasar pria kikir. " Cibir Danisha yang langsung pergi meninggalkan Sammy dan menyeret gaun yang di pakainya ke ruang ganti.
__ADS_1
Melihat wajah kesal Danisha membuat imun tubuh Sammy seperti meningkat. Wajah kesal Danisha bagai penyemangat bagi Sammy yang terlihat sangat bahagia dengan apa yang di lakukannya.
" Ahh...Semoga saja bayang-bayang Nyonya Cristal cepat hilang dan berganti dengan Danisha. Aku jadi membayangkan panasnya Danisha saat malam pertama kami. "
Plak !
Sammy memukul wajahnya sendiri untuk menyadarkannya dari pikiran mesum yang mulai menghantuinya. Satu-satunya yang di sesali Sammy waktu malam itu adalah dia yang tidak sadar.
" Bukan yang pertama Sammy, Tapi kau akan melakukan yang ke-dua. Bukan kah katanya jika pertama itu sakit tapi enak maka yang ke-dua dan seterusnya akan enak,enak dan enak ? aku jadi penasaran bagaimana rasanya. Apa akan sesempit itu miliknya ?" Sammy membuat lubang dari jari telunjuk dan ibu jarinya dan berusaha mencocokan lubang tersebut dengan miliknya yang gagah perkasa seperti palu sakti berpetir milik Thor Avengers.
" Itu pasti akan sangat sempit Thor, Kau pasti akan menyukainya. " Sammy tersenyum sendiri membayangkan malam panasnya dengan Danisha nanti.
Bahkan dia juga sudah merencanakan akan membeli banyak lingerie keluaran Victoria Secret yang paling terkenal itu.
Dia ingin melihat bagaimana seksinya Danisha nanti saat memakai itu.
Apalagi Jika Danisha bergerak liar di atasnya.
" Sial ! Tenang Thor, calm down oke. Kau akan segera mendapatkan gua kehangatan mu. Tapi tidak sekarang Brother, Kau harus sabar untuk beberapa hari lagi. " Dia terus berbicara sendiri sampai Danish sudah keluar dari ruangan gantinya.
Sammy melihat Danisha dan langsung menghampirinya.
" Kau seksi Danish, Apalagi Bojong mu ini. "
Plak !
" Dasar pria mesum. Kenapa memukul bokong ku ?" Sammy hanya mengendikkan bahunya saja karena dia merasa tidak salah sama sekali.
Danisha calon istrinya, Jadi Sammy sudah boleh lah ya menyentuh Danisha tipis-tipis seperti ini.
" Mesum apa Danisha ? Kita bahkan sudah--"
" Jangan membahasnya. Aku malu. " Sammy semakin mengembangkan senyumnya saat melihat wajah menggemaskan Danisha seperti itu.
" Oke, Tapi jika sudah menikah aku ingin kau memakai pakaian seksi setiap malamnya oke. "
__ADS_1
...💐💐💐...