RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Leo


__ADS_3

Cukup lama Leo dan Delisha saling diam tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan, Sampai di mana Leo memberanikan diri untuk berbicara dengan Delisha setelah merasa wanita itu sudah cukup tenang dan menerimanya.


" Sebelumnya aku ingin meminta maaf pada mu tentang malam itu. Andai saja aku tidak mabuk dan melupakan semuanya, Mungkin aku tidak akan merusak masa depan mu dengan berakhir di ranjang bersama ku. Seberapa pun uang yang ku miliki tidak akan mampu dan sanggup membayar apa yang telah hilang dari mu. Aku memang tidak mencintai mu saat ini karena aku masih mencintai seseorang. Seseorang yang tidak akan pernah bisa ku miliki. " Terdengar hembusan nafas panjang dari pria di sampingnya dan Delisha memberanikan diri menatapnya.


Namun saat Delisha menatapnya, Leo malah mengarahkan wajahnya menghadap ke atas membiarkan wajahnya di terpa cahaya sore.


Membiarkan rambutnya bergerak mengikuti hembusan angin dan entah mengapa melihat pria itu dalam keadaan seperti ini membuat Delisha merasa nyaman bersamanya.


" Aku belum mencintai mu bukan berarti aku tidak bisa mencintai mu. Aku hanya masih terjebak dengan hati ku yang terlalu naif dengan semua ini. Berharap jika kamu bisa menerima ku aku bisa melupakan perasaan yang bahkan tidak akan pernah sampai pada wanita itu. "


" Boleh aku bertanya siapa wanita itu ?" Tanya Delisha dengan ragu.


Dia bukan bermaksud ingin tau atau bagaimana. Tapi agar rasa penasarannya hilang.


" Dia wanita yang telah bersuami. Kamu tidak perlu tau siapa orangnya. Aku tidak ingin hidup mu selalu berada di bawah bayang-bayang sosok tersebut. Kamu adalah kamu dan dia adalah dia. Kamu tidak akan bisa menjadi dia. Begitu juga dengan dia yang tidak akan pernah bisa menjadi kamu. Kamu memiliki keistimewaan mu tersendiri walau aku belum tau apa keistimewaan itu saat ini, Tapi aku ingin mengetahui keistimewaan itu suatu saat nanti seiring berjalannya waktu. " Leo membuka matanya dan menatap mata Delisha yang langsung menundukkan wajahnya saat Leo menatapnya.


Entah Delisha yang terlalu murahan atau memang dia telah jatuh cinta pada pria itu, Tapi Delisha berharap pria ini benar-benar bisa menepati kata-katanya.


" Delisha, Coba lihat aku dan mata ku. " Delisha menggelengkan kepalanya.


Dia tidak berani menatap wajah Leo apalagi mata Leo yang berwarna hazel.


Delisha benar-benar tidak berani. Entah mengapa melihat mata hazel itu membuat Delisha kenakan di tarik masuk ke dalamnya.


Lagi pula Delisha tidak PD dengan bola mata hitam legam miliknya yang selalu di katakan mata iblis oleh teman-teman sekolahnya dulu.


Berbeda dengan Danisha kakaknya yang memiliki bola mata coklat muda yang sangat indah.


Jika ingin membedakan mereka sangat mudah. Danisha memiliki rambut hitam dan mata Coklat dan dirinya memiliki rambut pirang dengan mata yang hitam legam.


Bahkan bola mata miliknya lebih hitam dari milik Cristal.

__ADS_1


" Del...Aku ingin melihat mata hitam milik mu. Aku ingin meyakini hati ku bahwa mata milik mu lebih indah dari mata miliknya. Aku ingin meyakinkan diri ku bahwa kamu memang jodoh yang telah Tuhan siapkan untuk ku di tengah cinta ku yang tidak berujung Del. " perlahan Delisha mengangkat wajahnya dan menatap Leo yang masih setia menatapnya.


Deg !


Jantung Delisha berdegup kencang saat melihat mata hazel milik Leo dan senyuman itu.


Sumpah demi Tuhan rasanya Delisha seperti kekurangan oksigen saat ini. Dia benar-benar butuh oksigen tambahan saat ini.


Melihat waja Delisha yang memerah dan tangannya yang terasa sangat dingin membuat Leo memberanikan diri untuk menyapa Delisha dan menyentuh pipinya.


" Ja-jangan..." Delisha menurunkan tangan Leo yang berada di pipinya yang semakin membuat jantung Delisha tidak aman dan seperti ingin meledak saat itu juga.


Belum lagi tangannya yang semakin berkeringat dingin dan juga keningnya yang berkeringat.


" Kenapa ?" Tanya Leo kecewa saat Delisha menurunkan tangannya.


Leo hanya khawatir pada wanita itu yang terlihat tidak baik-baik saja. Wajahnya memerah, Pipinya panas dan tangannya yang berkeringat dingin.


" Kamu demam Del ? Apa butuh ke rumah sakit ? Kita pergi ke rumah sakit sekarang Del ?" Delisha semakin resah dan khawatir saat Leo kembali menyentuh keningnya yang berkeringat.


Bahkan pria itu juga mengusapnya dengan tangan tanpa alas apa pun.


" Tangan Tuan Jorok. " Leo kembali tersenyum dan entah mengapa senyuman Leo menyejukkan hati Delisha yang resah dan gelisah karena pesona pria dewasa itu.


" Biar kan saja dan tolong jangan panggil aku Tuan lagi. Kamu bisa memanggil ku Leo atau apa terserah kamu. Yang penting itu tidak aneh di dengar orang lain. Termasuk sayang juga boleh. "


Uhuk !


Baik Leo mau pun Delisha, Mereka langsung melihat ke belakang saat mendengar suara seseorang terbatuk dan ternyata itu adalah Ars yang batuk.


Dia menggendong Baby Belle bersama Cristal yang terlihat sudah segar.

__ADS_1


Merasa mereka terganggu dengan kehadirannya bersama anak dan suaminya Cristal langsung meminta maaf pada Leo dan juga Delisha.


Apalagi suaminya yang tidak bisa mengontrol diri seperti tadi membuat suasana yang tadinya aman terkendali kini malah berubah buyar dan kembali canggung lagi.


" Maaf, Kami hanya ingin membawa Baby Belle jalan-jalan di taman. Jadi kalian bisa melanjutkan pembicaraan kalian--"


" Sayang...." Lanjut Ars yang malah semakin membuat Delisha tertunduk malu dan tidak berani melihat pada mereka semua.


Dia sangat malu sekali. Apalagi Ars yang seperti tengah mengejeknya dan Leo saat ini.


" Jangan seperti itu. " Tegur Cristal karena dia tau bahwa saat ini Delisha merasa sangat malu karena ulah suaminya.


" Terserah lah. " Ars kembali melanjutkan langkahnya bersama Cristal saat melihat wanita itu memang merasa malu karena ulahnya.


Sementara Leo, Dia membawa Delisha ke dalam pelukannya karena mengetahui bahwa Tuan Ars menggodanya.


" Biasakan diri mu Del. Bukan hanya dengan Tuan Ars dan Nyonya Cristal, Tapi juga dengan laki-laki yang mulutnya sangat luar biasa milik Sammy. Dia juga calon kakak ipar mu. Sekarang aku tanya ke kamu, Kau menginginkan pernikahan seperti apa ? Ingin bersama dengan kakak mu atau kita memiliki pernikahan sendiri ? Dan pernikahan seperti apa yang kamu inginkan ? Tolong katakan pada ku agar aku bisa mewujudkan pernikahan impian mu. " Delisha melirik Leo sekilas dan kembali menunduk.


Namun lagi dan lagi Leo menaikan dagunya dan mencegahnya untuk menunduk lagi.


" Biasakan diri mu Del. Mata mu itu indah, Dan aku menyukainya. "


" Tapi aku malu. Mereka mengatakan mata ku seperti mata iblis. " Leo langsung melepaskan pelukannya pada tubuh Delisha dan menatapnya dalam.


Dia tidak menyangka jika ada yang mengatakan mata milik Eliza itu seperti mata iblis.


" Siapa yang mengatakan itu pada mu Del ? Katakan siapa orangnya biar aku yang akan memberikan merek pelajaran karena telah menghina mu. " Delisha tetap menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin bertemu merek lagi.


Dia sudah bahagia dan hidup tenang bersama kakaknya, Jadi Delisha tidak ingin mereka hadir lagi dalam hidupnya.


...💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2