
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa hari, akhirnya Aaron dan Alexa tiba di Axios. Keduanya disambut oleh Viona yang menyambut kedatangan mereka dengan ramah.
“Selamat datang kembali di Axios yang mulia,” ujar Viona.
“Senang kalian bisa kembali dengan selamat.”
Aaron hanya mengangguk, tidak banyak bicara, dan memilih masuk bersama Alexa, meninggalkan Viona di depan gerbang istana. Penolakan yang ia terima membuat Viona kesal.
Agar tak tersulut amarah, Viona memilih untuk mengalihkan pikirannya pada anaknya. Ia mulai mengelus perutnya yang semakin membesar.
“Jadilah anak yang baik, anakku. Semua orang akan menyayangimu,” ucapnya.
Setelah itu, Viona kembali ke istana Selir. Saat itu, ia mendengar bahwa ayahnya telah datang untuk mengunjunginya. Tanpa didampingi pelayan, Viona berjalan seorang diri menuju istana.
Saat ia ingin membuka pintu kamarnya, Viona mendengar sayup-sayup suara dari dalam kamarnya. Ia mengurungkan niatnya dan mencoba mendengarkan pembicaraan tersebut.
“Terima kasih atas bantuanmu, Anastasia. Aku akan menantikan putriku menjadi permaisuri,” ucap sang ayah.
“Ini hal yang mudah, Tuan. Lagipula, wanita itu tidak pantas menjadi permaisuri. Dia tak cocok untuk melahirkan penerus Axios,” jawab Anastasia.
Viona merasa terkejut mendengar percakapan itu.
Apa yang sedang mereka bicarakan? Viona.
“Ingatlah, ini akan menjadi rahasia kita. Jangan sampai orang-orang tahu bahwa kita berada di balik keguguran wanita itu,” ucap sang ayah.
Viona semakin terkejut mendengar kata-kata sang ayah. Ia tak percaya bahwa ayahnya yang selama ini menjadi pria tegas dan jujur dalam pekerjaannya melakukan hal tersebut.
Jadi, selama ini, Freya? Viona.
“Tidak, ayah. Kenapa kau melakukan ini?” protes Viona.
Tanpa berpikir panjang, saat itu, ia membuka pintu kamarnya dengan keras, membuat sang ayah dan Anastasia terkejut.
__ADS_1
Viona menatap ayahnya dengan amarah dan kekecewaan. Wanita itu menghampiri keduanya. “Ayah, kenapa kau melakukan ini?”
“Katakan padaku kenapa kau sejahat itu?” sambung Viona.
Viona menatap Anastasia, yang menunduk malu. “Kau, kau pergi dari sini. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi di depanku!”
“Maafkan aku--”
“Tidak! Selama ini aku menganggapmu wanita baik. Aku pikir Freya lah yang salah mengira kebaikanmu itu sebagai keburukan. Tapi ternyata dia benar, kau seorang iblis! Pergilah!”
Anastasia menunduk memberi hormat, lalu segera pergi meninggalkan kamar tersebut.
“Ayah, kenapa kau diam saja? Kenapa kau melakukan ini?” Viona merasa semakin kesal.
“Ya, aku melakukan ini karena dirimu. Aku melakukan ini agar keinginanmu untuk menjadi permaisuri terwujud, Viona,” akhirnya sang ayah mengungkapkan alasannya.
“Aku memang menginginkan posisi permaisuri, tapi aku tidak akan pernah melakukan hal sejahat itu,” jawab Viona tegas.
“Jika aku tidak melakukan ini, jangankan duduk di posisi permaisuri, duduk di posisi selir saja kau tidak akan pernah, Viona,” ucap sang Ayah.
“Ya, itu lebih baik bagiku daripada harus menghancurkan masa depan orang lain," balas Viona lagi.
“Aku akan mengatakannya pada kaisar.”
“Praak!” tiba-tiba, sang ayah menampar Viona.
“Kau sadar apa yang kau katakan? Jika kaisar tahu, bukan hanya aku, tapi kau juga akan berada di tiang pancung, Viona. Jangan pernah mengatakan ini pada siapa pun jika kau tidak ingin melihat ayah mati.”
Sang ayah langsung meninggalkan kamar putrinya begitu saja, meninggalkan Viona seorang diri di sana. Viona terduduk di lantai. “Aku memang menginginkan posisi permaisuri, tapi tidak begini caranya," katanya sambil menangis.
“Bahkan jika aku menjadi seorang permaisuri, aku tetap tak akan pernah bisa menggantikan Freya di hati kaisar maupun rakyat Axios. Aku memang membencinya, tapi dia benar-benar tulus akan cintanya pada kaisar dan Axios. Tidak sepertiku yang hanya menginginkan ketenaran dan kehormatan,” imbuhnya.
...****************...
__ADS_1
Dua hari kemudian, Freya dan Violet tiba di pelabuhan Axios. Saat itu, hari sudah larut, dan Violet membawa Freya dan dua putranya ke rumah miliknya.
Di sana, Violet sudah sangat khawatir akan kondisi sang adik, sehingga ia tak berani membuka pintu. Tapi kemudian adik ketiga Violet membuka pintu dan mengatakan bahwa kakak kedua Violet sudah pulih dan tengah tertidur di kamarnya.
Di tempat lain, seorang wanita tua baru saja selesai membaca isi surat singkat dari Elena. Ia begitu senang memandangi surat dan botol racun yang dikirimkan Elena.
“Pedang saja tidak akan cukup mematikan kalian, tapi racun ini?” ujarnya dengan seringai miring.
“Sudah waktunya bagi kita membalas dendam.”
Wanita itu menatap ke cermin, menyadari bahwa ia siap membalas dendam. Ia berpesan pada dirinya sendiri bahwa ia, Anastasia, akan membalas dendam untuk Elena.
Hal yang tidak banyak diketahui orang-orang tentang Anastasia adalah bahwa ia adalah bibi dari Elena dan Selene. Ia adik dari ayah Elena, dan keduanya adalah anak haram dari kaisar Trodeim terdahulu.
Tapi sejak lahir, Anastasia tinggal di tempat tinggal yang berbeda dengan saudaranya. Ia dan ibunya tinggal di kawasan kumuh Axios, banyak hal yang telah ia lalui sendiri, sampai takdir mempertemukannya dengan seorang bangsawan.
Kehidupannya berubah setelah ia menjadi istri coun dan pengasuh pangeran selama puluhan tahun. Namun semua berubah kala ia mendengar kehancuran sang kakak, dan penderitaan Elena.
Dendam memenuhi dirinya, dan ia bersumpah akan menghabisi orang-orang yang bekerja sama menaklukkan Trodeim dan membunuh sang kakak.
Anastasia mengingat kembali saat ayah Viona keluar dari kamar putrinya dengan penuh amarah. Ia yang sebenarnya sengaja mengajak Duke bekerja sama dan sengaja memancing Duke untuk berbicara di kamar putrinya.
“Hubungan mereka sudah merenggang,” pikir Anastasia.
“Jika sudah begitu, bagaimana mungkin ia akan membantu putrinya?”
“Ha ha, sebentar lagi Axios akan hancur,” ujarnya dengan senyuman miring.
Sebenarnya, Anastasia tidak terlalu membenci Freya. Latar belakang mereka yang sama justru membuat Anastasia merasa simpati padanya. Namun, kebenciannya terhadap Axios lebih besar dari itu.
"Sayang sekali aku harus membuatmu menderita demi rencanaku," kata Anastasia.
"Kita akan lihat bagaimana kalian akan dihancurkan," tambahnya.
__ADS_1