
" Sudah jangan panik Sayang, Aku baik-baik saja. " Cristal terus berusaha untuk meyakinkan suaminya bahwa dia baik-baik karena ini memang sudah waktunya anak mereka lahir.
Dan Cristal yang merasakan kontraksi berusaha untuk tetap tenang tapi Ars yang sama sekali tidak tenang karena dia terus saja melihat wajah istrinya yang pucat dan berkeringat saat gelombang dahsyat itu datang menghampirinya.
" Apanya yang baik-baik saja Cristal ? Apa ? Tolong jangan menyuruhku untuk tidak panik karena melihat mu kesakitan seperti ini aku merasa aku tidak berguna sedikit pun. Tong, Tolong bagi apa pun rasa itu dengan ku Cristal. " Ars terlihat sangat panik dan Cristal mengerti akan ketakutan dan kepanikan suaminya.
Tapi dia berusaha untuk terus menenangkan suaminya agar lebih tenang lagi dalam menyikapi proses kelahiran anak mereka saat ini.
" Coba tarik nafas kamu dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Dan coba usap perut ku katakan pada anak kita untuk tidak terlalu aktif di dalam sini. " Cristal membawa telapak tangan besar milik suaminya untuk mengusap perutnya yang membuncit dan sebentar lagi anak mereka akan lahir.
Sebenarnya sudah sejak saat pertama kali Cristal merasakan kontraksi palsu Ars menyarankan pada istrinya untuk melakukan operasi Caesar saja, Tapi Cristal yang bersikeras untuk melahirkan anak mereka dengan normal.
Maka Ars tidak bisa melakukan apa pun lagi selain hanya bisa mengikuti apa yang di inginkan istrinya.
Dan saat ini mereka sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka yang baik Ars mau pun Cristal tidak ingin mengetahui jenis kelaminnya.
Mau itu laki-laki atau perempuan Ars akan menerimanya dengan bangga. Yang terpenting baginya anak dan istrinya selamat itu sudah menjadi anugrah terbesar dalam hidupnya dan menjadi seorang ayah adalah impian besarnya selama ini.
Apalagi dia memiliki anak dari wanita yang luar biasa seperti Cristal yang sangat hebat.
" Hallo Baby, Sudah tidak sabar kah ingin bertemu Daddy dan Mommy ?" Ars mulai berbicara dengan calon anak mereka yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.
Dugh...
" Ssshhh..." Cristal mendesis menahan rasa sakit di bawah perutnya saat kembali merasakan kontraksi seperti yang tadi lagi dan bahkan ini lebih sakit lagi.
" Hey, Jangan seperti itu Baby, Jika ingin bertemu Daddy tolong jangan sakiti Mommy oke ? Ayo berjuang bersama Mommy kamu. Daddy yakin kamu anak yang hebat Baby. Ayo semangat Baby, Daddy menunggu kamu. " Ars terus melakukan usapan lembut di perut istrinya dan memberikan banyak kecupan di perutnya.
__ADS_1
" Sayang, Are you oke Cristal ?" Tanya Ars yang memastikan bahwa istrinya baik-baik saja karena dia merasakan bahwa cengkraman tangan Cristal di bahunya semakin kuat dan wajah istrinya semakin pucat dan keringat dingin mulai keluar lagi dari kening istrinya.
Melihat Cristal yang kembali merasakan kesakitan seperti itu membuat Ars langsung menekan tombol darurat dan tak lama tim dokter dan perawat sudah datang kembali ke ruang persalinan dan memeriksa Cristal lagi.
Dan setelah mengecek semuanya, Dokter mengatakan bahwa pembukaan sudah lengkap dan sebentar lagi anak mereka akan lahir.
" Hey, Cristal are you oke Sayang ?" Cristal berusaha tersenyum untuk suaminya agar tidak semakin membuat suaminya panik karena sebentar lagi anak mereka akan lahir.
" Aku di sini oke, Tenang Cristal tenang. " Walau Ars bisa mengatakan tenang pada istrinya tapi tidak bagi dirinya sendiri.
Ars sangat takut untuk menghadapi persalinan istrinya yang semakin mendekati detik-detik kelahiran anak mereka ke dunia ini.
Dia terus mengatakan kata cinta untuk istrinya dan menggenggam tangan Cristal yang terus saja berusaha untuk melahirkan anak mereka ke dunia ini.
Walau Ars merasa bahwa kuku indah Cristal yang ada yang menancap di kulitnya Ars tidak memperdulikan itu lagi karena yang terpenting baginya adalah Cristal dan calon anak mereka.
" Sedikit lagi Nyonya, Kepala bayinya sudah terlihat. Ayo dorong sekali lagi. Dalam hitungan ketiga ikuti aba-aba dari saya dan dorong. " Cristal hanya bisa mengangguk saja.
Begitu juga dengan Ars yang semakin tidak kuat dengan perjuangan istrinya ini.
" Ya, Bagus saya hitung Nyonya. Satu, Dua,tiga dorong. "
" Eeggghhh...." Cristal mengetatkan rahangnya hingga giginya saling mengetat saat merasakan ini adalah titik terakhir perjuangannya dan sebentar lagi dia akan bertemu dengan anaknya.
" Aahhh..." Tubuh Cristal tergolek lemas di atas tempat tidur pasien saat mendengar suara tangisan yang membuatnya lega bercampur bangga.
Apalagi saat dokter mengatakan bahwa anak mereka adalah perempuan dan lahir dengan selamat tanpa kekurangan satu apa pun.
__ADS_1
Ars yang mendengar suara tangisan anaknya pria itu langsung luruh begitu saja di lantai seolah ke-dua kakinya tidak bertulang dan berubah menjadi jelly seketika.
Ars menangis haru bercampur lega melihat perjuangan istrinya yang sungguh di luar batas pemikirannya sendiri.
" Terima kasih Tuhan. Terima kasih atas anugrah yang engkau berikan pada ku. Terima kasih karena telah memberikan ku seorang putri yang sangat luar biasa. " Ars mengucap syukur dengan apa yang sudah di laluinya bersama sang istri hingga mereka bisa melihat anak mereka.
Buah cinta yang hadir di kala kegundahan hatinya Ars dan hubungan pelik mereka berdua.
Cristal yang melihat dan mendengar tangis suaminya yang seperti itu membuatnya juga ikut merasa tersentuh hatinya.
" Sayang, Ayo bersihkan diri kamu. Putri kita sudah menunggu kamu di sana. " Ars pun tersadar dan menghapus air matanya DNS mengikuti perawat yang akan membawanya untuk melakukan skin to skin dengan putri cantiknya
Air matanya kembali mengalir dengan deras saat melihat bahwa putrinya sangat cantik luar biasa seperti Cristal.
Dan yang membuat Ars semakin terharu adalah saat melihat mata anaknya yang berwarna abu-abu seperti miliknya sungguh ini menjadi akan terindah untuk Ars sendiri.
" Hey Princess, Selamat datang di dunia ini baby. Im your Dad Baby. " Air matanya terus saja mengalir tanpa bisa di tahannya lagi.
" Jadilah anak yang bisa membanggakan ke-dua orang tua kamu nak. Tumbuh lah dengan baik putri Daddy. Beauty Daserina Antonie Gilbert. Daddy harap kamu membawa keindahan di mana pun kamu berada dengan kecantikan yang kamu miliki. Daddy mencintai kamu Belle. " Cristal tersenyum saat mendengar nama yang diberikan ars untuk putri mereka.
" Belle ? Kamu sudah kan Nak dengan nama yang Daddy berikan ?" Tanya Ars lagi pada putrinya yang masih berada di dalam dekapan hangatnya.
" Belle suka Dad. Thanks you Daddy. " Ars mengangguk saat mendengar istrinya yang menjawab pertanyaan yang di rujukannya untuk putri mereka.
" I Love you Cristal..." Ucap Ars dengan sangat tulus pada istrinya yang telah melengkapi kehidupannya dengan hadirnya Belle dalam hidup mereka.
" I Love You So Much my lovely husband. "
__ADS_1
...💐💐💐...