RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Alden Giosan


__ADS_3

Kehidupan Ars dan Cristal menjadi lebih baik setelah Ars menceraikan Anna yang ternyata memang tidak mengandung anaknya sama sekali.


Hasil tes DNA mengatakan dan menjelaskan bahwa anak yang di kandung Anna bukanlah anaknya.


Hingga wanita itu tidak bisa menerima semua itu dan kini wanita itu tengah di rawat sebuah rumah sakit jiwa yang masih berada di dalam naungan anak cabang rumah sakit milik Cristal dan Cristal juga menempatkan dokter terbaik untuk wanita itu karena dia meras tidak tega dengan Anna yang terus saja tertawa dan menangis di saat bersamaan karena keadaannya yang mengenaskan.


Sementara Arnold masih mendekam di penjara karena memang Cristal yang melakukan itu di dukung dengan kekuasaan Ars pula lah yang membuat Arnold di penjara dan di pecat secara tidak terhormat oleh organisasi kedokteran.


Seperti saat ini, Cristal dan Ars langsung menuju rumah sakit saat mendapatkan kabar bahwa Anna akan segera melahirkan.


Sebenarnya Ars tidak ingin ikut bersama istrinya, Tapi karena tidak bisa menolak permintaan istrinya Ars terpaksa ikut bersama Cristal karena takut terjadi sesuatu terhadap istrinya karena kandungannya saat ini maka dia harus terpaksa ikut.


Dan kini mereka sudah berada di rumah sakit tempat di mana Anna di rawat.


Saat dokter keluar membawa seorang bayi mungil Cristal bisa menebaknya bahwa Anna sudah melahirkan.


" Apa itu anak pasien dok ?" Dokter tersebut mengangguk karena memang bayi yang di bawanya saat ini adalah anaknya pasiennya.


" Ini memang anak pasien Nyonya, Tapi pasien sendiri--" Cristal menutup mulutnya tak percaya dengan berita yang di sampaikan oleh dokter tersebut.


Dia tau pasti apa yang di maksud dokter ini, Gelengan kepala yang di lakukan dokter sudah pertanda bagi Cristal yang memang mengerti kode yang di berikan dokter.


" Pasien hanya mengatakan bahwa nama bayi ini Alden Giosan. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya juga pasien menyebut nama anda dan sekarang anak ini saya serahkan pada anda Nyonya. " Dokter yang menggendong baby Alden itu hendak memberikan baby Alden kepada Cristal, Namun Ars langsung menolaknya mentah-mentah.

__ADS_1


" Tidak ! Bayi itu tidak ada hubungannya dengan kami. "


" Tolong bawa dulu baby ini ke ruangan bayi dan tolong berikan yang terbaik untuknya dok. Saya akan berbicara dengan suami saya lebih dulu. " Cristal pun membawa Ars ke ruangannya.


Saat sampai di ruangannya, Ars dan Cristal langsung berdebat soal bayi yang baru saja lahir tadi.


" Stop Sayang, Aku tidak ingin bayi itu ikut bersama kita. Aku dan kamu, Kehidupan kita sudah jauh lebih baik tanpa bayang-bayang mereka. Jadi aku tidak ingin anak itu atau siapa pun masuk kembali ke dalam kehidupan kita. "


" Tapi Sayang--" Ars mengangkat tangannya berharap Cristal mengerti akan penolakannya namun istrinya sama sekali tidak mau mengerti soal itu semua.


" Yang salah di sini adalah orang tuanya. Bayi itu tidak bersalah sedikit pun Sayang. Jika pun memang sudah terbukti itu bukan anak kamu, Setidaknya kamu juga pernah bercinta dengannya sekali !" Ars terdiam tidak bisa menjawab istrinya lagi.


Entah mengapa setiap kali Cristal mengungkit soal ini Ars akan selalu kalah karena memang dia yang salah di sini.


Tapi kini dia sudah berubah. Tidak bisa kah untuk tidak mengungkit masalah itu lagi ?


Bukankah mereka sudah sepakat untuk tidak membahas soal ini lagi ? tapi kenapa Cristal kembali membahasnya saat ini ?


" Bukan maksud ku untuk kembali mengungkit hal ini Sayang. Tapi tolong pertimbangkan lagi. Aku yakin jika Anna telah menitipkan anaknya pada kita. Setidaknya tolong, Jika kamu tidak bisa menerima Alden di rumah kita, Biarkan dia hidup di rumah ku bersama para pelayan ku yang akan bisa menemani mereka. Lagi pula aku sudah pernah berjanji dulu bahwa aku akan menerima anak itu sebagai anak ku di mana dunia. Walau saat itu aku berpikir bahwa itu anak kamu. Dan sekarang tolong biarkan aku mengurusnya. " Cristal sampai memohon pada suaminya untuk tetap mengurus anaknya Anna dengan Arnold itu.


" Tapi bukan kah ayahnya masih ada ? Berikan saja anak ini pada keluarga pria itu. " Cristal menolak karena dia seperti berpikir sesuatu bahwa Anna pasti tidak ingin jika anaknya di rawat dan di besarkan oleh keluarga pria yang menghamilinya.


" Jika memang Anna menginginkan anaknya di rawat oleh pria yang menghamilinya pasti dia akan menyebut pria itu. Tapi Anna menyebut nama ku Sayang. Kita bisa membesarkannya di rumah ku. Tidak harus ikut bersama kita di rumah tempat kita tinggal. Tapi tolong, Jangan bawa anak itu ke panti asuhan. Setidaknya jika dia berada di rumah ku, Dia tidak akan kesepian dan aku yakin bahwa para pelayan ku akan bisa membesarkannya dengan baik. " Ars masih tidak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya.

__ADS_1


Sebenarnya terbuat dari apa hati Cristal ini ? Apa memang benar bahwa Cristal ini adalah turunan malaikat ?


Kenapa hatinya bisa setulus itu padahal ibu dari anak yang bersikeras untuk di bawanya adalah wanita yang juga banyak menyakitinya.


Tapi istrinya ini masih saja bisa memaafkannya tanpa mengingat apa yang telah di perbuat wanita itu dulu.


" Sayang..."


" Terserah. Tapi aku tidak ingin jika suatu saat dia akan memanggil ku ayah Datau panggilan apa pun itu. Jika kamu ingin membesarkannya bawa dia ke rumah kamu seperti yang kamu katakan tadi. Kamu boleh menjenguknya sesekali dan aku tidak akan melarangnya sama sekali. Tapi ingat, Jangan pernah berharap lebih padanya. Karena buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya dan juga darah lebih kental dari pada air. " Ars menyudahi pembicaraan mereka siang ini soal anak yang akan di bawa Cristal.


Alden, Nama yang indah menurut Ars dan dia juga berharap semoga anak itu tidak akan menjadi racun dalam hubungan rumah tangganya dan Cristal.


Jika sampai suatu saat anak anak itu menjadi Boomerang bagi hubungan rumah tangga Ars dan Cristal, Maka jangan salahkan dia jika Ars sendiri yang nantinya akan membuang anak itu.


" Sudah jangan terus marah-marah. Aku tidak ingin kamu terlihat lebih tua lagi. Lihat kerutan ini. " Cristal membelai kening suaminya yang berkerut dan menciumnya berharap suaminya akan luluh.


Tapi dasarnya Cristal yang tidak setinggi Ars dan kondisi perutnya yang sudah memasuki bulan ke 8 membuatnya susah bergerak.


Melihat istrinya yang kesusahan seperti itu membuat Ars lebih peka dan dia yang mencium kening istrinya lebih dulu dan memeluk tubuh yang semakin berisi setiap harinya dan Ars sangat menyukai itu.


" Sudah, Aku tidak akan marah-marah lagi. Aku hanya tidak ingin membahayakan anak kita nantinya jika anak itu tidak sesuai dengan ekspektasi kamu. "


" Mari kita berdoa pada Tuhan. Aku yakin jika Tuhan lah yang menentukan jalan yang harus kita lalui saat ini. " Jika sudah membawa nama Tuhan seperti ini mana Ars bisa menolaknya lagi.

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2