
Rakyat Lezarde gempar ketika kematian Kedrick di umumkan, banyak yang tak menyangka bahwa pria itu akan pergi, apa lagi para bangsawan, mereka terkejut kala melihat Calista dan Theodore ada di pemakaman.
Apalagi melihat Leonardo hadir dengan seorang wanita muda, membuat banyak orang membicarakan ketiganya di tengah proses pemakaman
‘Astaga mereka benar-benar aneh, bisa-bisanya dengan tidak tahu malu kaisar membawa seorang wanita di proses pemakaman ayah mertuanya sendiri.’
‘Permaisuri juga untuk apa dia menyembunyikan dirinya, jika aku jadi dirinya aku tidak akan mau kalah dari seorang selir’
‘Keluarga kerajaan benar-benar aneh, ya.’
‘Tidak tahu malu, itulah mereka.’
‘Sst, diamlah, ini sedang dalam suasana berduka, jika kaisar mendengar pembicaraan ini habislah kita.’
‘Ya, jangan kalian lupakan seperti apa kejamnya permaisuri, dulu,’
Para nyonya bangsawan itu pun terdiam sampai pemakaman itu selesai, tak lupa mereka mengucapkan bela sungkawa pada Calista dan Theodore.
Satu-persatu orang yang menghadiri pemakaman tersebut pergi, menyisakan Calista, Theodore, dan Leonardo, juga Isabela.
Leonardo mengajak Isabela untuk mendekat ke Calista. Isabela senang mengetahui sang permaisuri masih hidup, tapi ia ragu untuk menyapa Calista, selain sedang masa berduka juga ia hannyalah rakyat biasa.
Calista menoleh ke arah Isabela, meski tatapannya sendu dan raut wajahnya sedih, Calista tetap melemparkan senyum pada wanita itu.
“Sekarang kau sudah dewasa Isabela.”
Isabela tertegun, mendapati sang permaisuri masih mengenalnya, ia pikir Calista akan lupa padanya yang hanya rakyat biasa.
“Kebetulan aku bertemu Isabela di gerbang istana, itulah sebabnya aku mengajaknya bersamaku.”
“Calista dialah yang menceritakan tentang Lizel dan dirimu padaku, dia benar-benar gadis yang baik.”
Isabela menunduk, benar yang dikatakan kaisar tentangnya, saat dirinya tengah menjual bunga seperti biasa, tak sengaja ia berhenti di depan gerbang, lama ia memandangi istana yang luas dan megah itu, hal yang mengingatkannya akan Calista dan kematian Kedrick hari ini, hingga ia tak menyadari jika Leonardo tiba-tiba ada di sampingnya.
“Sejak awal kau memang gadis yang baik,” ucap Calista.
Wanita itu kembali menunduk memberi hormat.
“Maaf Yang Mulia, tapi saya tidak sebaik itu, saya hannyalah seorang rakyat biasa.”
“Yang Mulia, saya sungguh berterima kasih pada Anda atas apa yang Anda berikan pada Lizel, kini Lizel menjadi tempat yang jauh lebih baik dari sebelumnya.”
“Saya sangat senang dapat mengetahui bahwa Anda dan pangeran masih hidup, semoga kebahagiaan selalu datang pada Anda.
...****************...
Sepulangnya dari pemakaman Calista dan Theodore kembali ke Mansion, keduanya berniat kembali ke Rodelis setelah upacara doa sang ayah.
“Calista aku kembali ke istana, katakan padaku jika nanti kau membutuhkanku.”
__ADS_1
Calista mengangguk, “ Terima kasih atas semua bantuan Anda yang mulia, terima kasih juga selama ini telah merawat ayah.”
“Bukan masalah, dia juga ayahku.”
“Dan untuk Isabela, apa dia yang menceritakan Lizel untuk Anda?” tanya Calista.
“Ya, anak itu yang memberitahuku semuanya. Saat aku tidak punya alasan untuk hidup dan menganggap semuanya berakhir, Isabela datang dan menceritakan bagaimana dirimu membangun Lizel kembali.”
“Aku tahu aku memang orang yang egois, dulu aku tidak peduli tentangmu, bahkan saat kau mengeluhkan beberapa bangsawan atau wilayah aku hanya diam, maaf jika dulu aku menjadi suami yang buruk untukmu.”
Calista kembali mengangguk, “Saya terima permintaan maaf Anda, Yang Mulia, setiap orang punya kesempatan kedua, dan Anda juga berhak mendapatkannya.”
“Sungguh?”
“Ya. Ayah bisa memaafkan Anda, lantas kenapa saya tidak bisa."
Leonardo tersenyum, “Terima kasih Calista.” Pria itu kemudian pamit pergi dan kembali ke istana.
...****************...
Aaron dan Alexa akhirnya sampai di ibukota Lezarde. Sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Axios keduanya ingin berpamitan pergi dengan Leonardo.
“Maaf, tapi baginda sedang pergi ke upacara doa Duke Kedrick.”
“Apa, duke Kedrick? Duke meninggal?” tanya Aaron memastikan
“Lalu, ehm, apa Calista datang?”
“Itu yang saya dengar dari orang-orang, permaisuri Calista dan putra mahkota kembali ke Lezarde karna Duke yang sakit saat itu.”
“Paman, siapa permaisuri Calista?” tanya Alexa dengan suara kecil
“Dia istri dari paman yang kemarin menyambutmu.”
“Oh, sungguh, aku kira paman itu tidak punya istri anak.”
“Jadi Alexa apa kau ingin ikut menemui permaisuri Calista?”
Alexa mengangguk.
Aaron memutuskan untuk pergi ke Mansion Duke, selain untuk mengucap bela sungkawa pada Calista, ia juga ingin berpamitan pada Leonardo.
Saat keduanya sampai di sana, acara doa telah selesai, orang-orang sudah pergi hanya tersisa Calista dan Leonardo, juga Trishan dan Selene.
Melihat kedatangan Aaron, membuat Calista dan Leonardo menghampirinya.
“Aku turut berduka untuk kematian ayahmu Calista.”
Calista mengangguk.
__ADS_1
“Apa kau ingin kembali ke Axios, Aaron?” tanya Leonardo
“Ya, lagi pula mereka baik-baik saja di sini, aku titip Freya dan putra-putraku padamu, Leonardo.”
“Anda bertemu dengan Freya?”
“Ya, aku bertemu dengannya Calista, aku tahu bahwa aku sudah salah selama ini, bahkan ketika kau menegurku aku masih merasa benar.”
“Sejak awal ini kesalahanku, akulah yang merenggut semua kebahagiaannya.”
Calista tak membalas, ia sudah terlanjur benci akan sikap Aaron.
“Baiklah, aku dan Alexa tidak bisa berlama-lama di sini, kami akan melanjutkan perjalanan ke Axios.”
“Ya, semoga perjalananmu lancar Aaron,” balas Leonardo.
“Kaisar dan Permaisuri Lezarde, terima kasih sudah menerima kami di Lezarde, sekarang kami pamit untuk kembali ke Axios,” ucap Alexa.
Calista yang melihat ini mengusap rambut Alexa, “ Ya, jadilah anak yang baik dan dengarkan kata-kata pamanmu.”
Alexa menangguk, “Anda persis seperti kaisar Leonardo, walaupun Anda sedih masih bisa berbicara dengan tenang seperti itu.”
Leonardo dan Calista saling pandang, wanita itu kemudian kembali menatap Alexa.
“Pantas saja jika Anda berdua menjadi sepasang suami istri, baik cara bicara dan bersikap, hampir mir—“
Menyadari kecanggungan antara Calista dan Leonardo membuat Aaron langsung memotong pembicaraan Alexa
“Sudah Alexa ayo kita pergi,” ucap Aaron.
“Paman aku belum selesai bicara.”
“Walaupun pertemuan saya dan permaisuri cukup singkat, tapi saya senang bertemu Anda, Anda begitu cantik.”
*
*
*
*
*
*
Besok Kleo up bab selanjutnya sampai tamat + ekstra bab, kalo gak antara siang atau malam.
Sorry ya, Kleo lama gak up, soalnya sibuk rl + mempertimbangkan ending novel ini gimana.
__ADS_1