RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Teman Lama


__ADS_3

Hari ini, Seperti hari-hari sebelumnya. Cristal mengantarkan bekal makan siang untuk suami tercintanya.


Ars, Pria itu tengah sibuk dengan pekerjaan dan tinggal menunggu istrinya untuk mengantarkan makan siang untuknya.


Walau Ars sudah mengatakan pada Cristal untuk tidak terlalu lelah dan tidak perlu lagi memasak makan siang untuknya karena dia bisa makan siang di luar.


Tapi Cristal tetap mengatakan bahwa dia baik-baik saja karena hanya memasak saja.


Jadi mau tidak mau Ars membiarkan istrinya melakukan hal itu, Lagi pula mereka akan memeriksakan kandungan Cristal untuk pertama kalinya setelah jam makan siang.


Terdengar suara ketukan pintu di luar saja dan itu pasti Cristal.


Mendengar suara jawaban dari suaminya Cristal langsung masuk sambil membawa kotak bekal untuk suaminya.


Melihat Cristal yang datang dengan memakai heels yang cukup tinggi membuat Ars menghembuskan nafasnya dengan berat.


Dia pun langsung bangkit dari posisinya untung menghampiri istrinya dan membawanya ke meja makan mereka.


Bahkan Ars juga menekan pelan bahu istrinya agar duduk di kursi makan mereka.


Lalu setelah memastikan istrinya duduk Ars langsung berlutut di depan Cristal dan melepas sepatu di kaki istrinya.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya membuat Cristal langsung menarik kakinya dari tangan Ars.


Dia tidak ingin di anggap kurang ajar oleh orang lain jika melihat ini semua.


Karena derajat suami itu lebih tinggi dari derajat seorang istri dan Cristal ingin mencari keberkahan dalam hidup karena berbakti pada suami walau semua emak-emak membenci suaminya.


Tapi sedikit pun tidak ada kebencian di hatinya karena Cristal memang sangat tulus mencintai suaminya.


" Kenapa ?" Tanya Ars yang menatap Cristal yang menarik kakinya dari tangan Ars.


Apa wanita itu tidak suka di sentuh olehnya ? Ars sudah berpikirnya buruk tentang Cristal. Tapi saat dia mendengar apa jawaban istrinya membuat hati Ars seperti di hantam batu besar.


" Aku tidak ingin membuat derajat suami ku rendah di depan banyak orang. Tidak sepantasnya pula suami ku melakukan hal itu. "

__ADS_1


" Aku paling tidak suka dengan stigma tentang pemikiran mu itu. Apa salahnya jika suami memegang kaki istrinya ? Tidak pernah ada undang-undang yang mengatakan bahwa suami tidak boleh menyentuh kaki istrinya. Aku melakukan hal ini karena melihat mu memakai sepatu tinggi itu. Apa kau tau bahwa ibu hamil tidak di anjurkan untuk memakai sepatu sialan itu ? Jika itu tidak benar aku akan membakar buku itu. Dan aku akan menutup laman internet tentang ulasan mereka tentang seputar kehamilan. " Cristal tersenyum mendengar jawaban suaminya.


Ternyata apa yang menjadi ketakutannya tidak benar, Ars melepaskan sepatu yang di kenakannya karena memikirkan keadaannya yang tengah mengandung.


Apalagi Ars juga mengatakannya sendiri tadi bahwa dia membaca buku dan laman internet yang menampilkan ulasan tentang ibu hamil.


Melihat istrinya yang tersenyum seperti itu membuat Ars merasa kesal.


Dia sudah tertangkap basah karena mengkhawatirkan keadaan Cristal. Dan Tapi yang utama Ars menerima kehamilannya saat ini, Itu sudah lebih baik baginya.


" Sekarang siapkan makanannya. Jangan lagi mengatakan aku yang harus lebih dulu makan baru kau. Aku tidak ingin anak ku kelaparan di dalam sana. Dan satu lagi, Katakan apa pun yang kau inginkan pada ku. Jika aku bisa aku akan mengabulkannya, Jika tidak bisa dan permintaan mu di luar nalar logika manusia normal, Maka aku tidak akan melakukannya. Kau mengerti ?" Cristal hanya tersenyum saja menanggapi suaminya.


Dia juga menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perintah yang di titahkan suaminya.


" Lalu tunggu apa lagi ? Cepat makan. Jangan sampai anak ku kekurangan gizi di dalam perut mu. Kau dokter jadi kau tau apa yang terbaik untuk anak ku. Walau kau itu dokter bedah, Setidaknya kau tau mana yang baik dan mana yang buruk. Aku akan belajar untuk memahami ibu hamil. "


" Apa kamu tau suami ku ? Yang di butuhkan ibu hamil bukan hanya gizi yang baik saja, Tapi juga dengan situasi dan keadaan hati serta pikiran yang tenang. Bukannya kamu sudah membaca buku panduannya ? Dan tolong temani aku mengikuti kelas hamil nantinya. " Ars terlihat seperti salah tingkah.


Di satu sisi dia bahagia dengan kehadiran anak di dalam rahim Cristal. Tapi dia juga merasa bersalah dengan jawaban istrinya yang mengatakan soal ketenangan hati dan pikiran ibu hamil.


Apa itu sangat membahayakan ?


Sadar akan ketakutan suaminya Cristal pun menganggap tangan suaminya.


" Tenang lah, Kita akan menjadi orang tua yang baik untuk anak kita. Jadi jangan takut kan apa pun itu. Anak kita akan bangga memiliki ayah yang hebat seperti kamu. " Ars mengangguk.


Benarkah dia ayah yang hebat seperti yang di katakan Cristal padanya ?


Jika iya dia akan mulai belajar untuk semua itu. Dia akan belajar untuk memahami keadaan Cristal yang tengah mengandung anak mereka.


" Dan satu hal lagi, Dia bukan hanya anak kamu saja, Tapi dia juga anak ku. Dia akan menjadi anak kita. Maka belajar lah untuk menjadi ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak. Karena buku yang pernah ku baca, Anak-anak hebat berasal dari orang tua yang hebat pula. Dan aku yakin kamu akan menjadi ayah yang hebat untuk anak kita. Jadi mari sama-sama belajar untuk semua ini. " Hati Ars merasa tenang dan damai saat mendengar setiap kata yang keluar dari bibir mungil istrinya.


Setelah pembicaraan yang sejuk hingga menyiram rohaninya, Ars dan Cristal melanjutkan makan siang mereka lalu bergegas pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Cristal untuk yang pertama kalinya.


Ars menggandeng tangan Cristal dengan lembut dan penuh kehangatan. Cristal bisa merasakan semua perbedaannya.

__ADS_1


Jika biasanya Ars melakukan hal ini karena untuk kepentingan publik, Tapi tidak untuk kali ini karena Ars memang melakukannya karena keinginan nya sendiri.


Bahkan tadi juga mereka menunggu Leo yang pergi ke sebuah butik untuk membelikan sendal untuknya.


Dan kini mereka sudah berada di rumah sakit, Mereka terus saja tersenyum dan membalas sapaan dari orang-orang yang menyapa mereka.


Tiba di ruangan dokter kandungan Ars menatap nama itu dengan gelas lengkapnya.


" Kenapa suami ku ?" Ara langsung menatap pada istrinya yang bertanya padanya.


" Tidak ada. Sudah ayo masuk. " Ars kembali menggandeng tangan Cristal dan membawanya masuk ke dalam.


" Ars, Kau kah itu teman ?" Benar dugaan Ars ternyata pria itu adalah temannya saat menempuh pendidikannya di salah satu universitas ternama di London.


Pria yang selalu bergonta-ganti pasangan karena dia seorang playboy.


" Ya. Ini aku. " Jawabnya singkat karena Ars tidak suka saat melihat tatapan memuja Arnold pada istrinya.


Sementara Cristal juga kenapa harus menentukan senyuman pada pria menyebalkan itu ?


" Dia istri ku. Aku kesini untuk memeriksakan kandungan istri ku. Jadi aku kesini tidak untuk membuat mu menatap pada istri ku. Lagi pula ini rumah sakit milik istri ku, Jadi kau harus menghormatinya. "


" Sayang..."


" Apa ? Kau ingin membelanya ?" Cristal menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin ras salah paham seperti ini.


Lagi pula Cristal juga hanya tersenyum saja pada temannya bukan ?


Cristal juga tidak mengenal dokter itu siapa. Jadi kenapa Ars terlihat seperti marah padanya ?


" Ayo ke ruangan mu ! Aku tidak ingin kau si periksa atau di sentuh laki-laki lain selain aku. Kita akan memakai dokter perempuan untuk menangani mu. "


" Tapi sayang--"


" Tidak ada tapi-tapian. Keputusan ku sudah bulat dan jangan menentangnya lagi !"

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2