
Ars langsung menerobos masuk untuk mengetahui apa yang di bicarakan oleh Anna di dalam sana dan siapa yang di temuinya hingga tidak ingin di ketahui banyak orang.
Ars berharap di dalam sana dia tidak menemukan hal yang akan membuat hati ya sakit atau semacamnya lagi.
Dia benar-benar berharap tidak menemukan apa pun di dalam sana yang akan membuatnya marah atau merasa kecewa.
Tapi, Saat dia meminta untuk masuk pelayan tersebut tidak mengizinkannya namun Ars tidak kehilangan akan dan dia menerobos masuk begitu saja.
Brak !
" Ars..." Anna kaget saat melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan privat tempatnya berada.
Melihat wajah Anna yang panik membuat Ars tersenyum miring melihatnya.
Sementara Anna yang melihat kedatangan Ars ke dalam ruangan ini sudah ketakutan sekali.
Dia tidak menyangka jika Ars bisa sampai di sini juga.
Bukan kah seharusnya Ars di rumahnya ? Ini hari libur. Jadi jatah pria itu untuk menikmati harinya.
" Kenapa ? Kau kaget ?" Tanya Ars dengan raut wajah yang sudah tidak biasa.
Dia menatap Anna dengan tatapan tajam dan pria yang berada di depannya yang dia ketahui adalah dokter kandungan yang pernah di hajatnya habis-habisan waktu itu.
Arnold, Pria itu adalah teman kuliahnya dulu yang pernah terlibat jug dengan hubungannya dengan Anna dan kini dia kembali menemui pria itu kembali terlibat sesuatu dengan Anna.
Walau belum jelas semuanya, Tapi dari apa yang di lihat Ars semua sudah menjalankan segalanya bahwa Anna dan Arnold memiliki sesuatu yang tidak ingin di ketahui oleh siapa pun saat mereka bertemu kembali seperti ini.
" Sayang, Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. " Ars tersenyum mendengar jawaban dari Anna.
Tidak seperti yang Ars pikirkan apa yang di maksud Anna padanya.
" Apa aku salah jika aku berpikir yang tidak-tidak pada kalian berdua ? Karena ini bukan pertama kalinya kita bertiga terlibat dalam hal seperti ini. " Anna terdiam.
Karena apa yang di katakan Ars memang benar. Bukan hanya sekali mereka dalam keadaan bertiga seperti ini.
Dulu juga Anna dan Ars terlibat dalam hal seperti ini juga dengan riang yang sama pula.
Arnold, Pria itu terlihat biasa saja. Dia tidak tertarik untuk terlihat apa pun dengan sepasang suami istri yang tengah bersitegang saat ini.
__ADS_1
" Kau, Apa aku tidak salah melihat mu lagi di sini ? " Arnold yang di tanya seperti itu hanya bisa mengendikan bahunya saja karena dia sudah tau pasti Ars sudah menduga semua ini.
" Apa ini sebuah konspirasi seperti beberapa tahun yang lalu ? Apa ini seperti pengulangan masa lalu ?" Tanya Ars semakin menyudutkan Anna dan Arnold di sana.
" Apa anak yang kamu kandung anak dia An ?" Tanya Ars langsung menembak pada Anna yang terlihat gugup dan semakin ketakutan.
" A-apa maksud kamu Ars ? Ini anak kamu Sayang..." Anna hendak menyentuh lengan Ars namun pria itu langsung menghempaskannya begitu saja.
Dia tidak ingin di sentuh Anna lagi. Dia benar-benar muak dan merasa bodoh selama ini.
Ars sudah percaya bahwa anak yang di kandung Anna adalah anaknya. Lalu bagaimana bisa jika kini Ars berpikir bahwa itu bukan anaknya.
Tapi itu tidak salah karena menurut Ars apa yang di pikirannya itu memang benar.
Apalagi mengingat masa lalu mereka yang pernah terjadi tidak menutup kemungkinan jika memang anak itu bukan anaknya.
" Sayang..."
" Pria seperti ini yang kamu inginkan untuk menjadi ayah dari anak mu An ? Apa aku tidak berhak menjadi ayah dari anak yang ada di kandungan mu ?"
" Berhenti mengatakan omong kosong Arnold !" Anna membentak Arnold karena dia tidak ingin apa yang dikatakannya bisa mempengaruhi pikiran Ars.
Dia sudah tidak bisa lagi menahan semua ini. Kenapa rasanya sesak sekali.
Dia sudah berusaha untuk menerima anak itu dan menikahi Anna.
Lalu bagaimana bisa Arnold mengatakan bahwa sosok dirinya yang ingin di jadikan Anna sebagai ayah dari anak yang tengah di kandungnya.
" Apa yang aku katakan sudah jelas ! Bahwa Anna lebih menginginkan sosok ayah seperti mu untuk anak yang tengah di kandungnya dari pada aku sendiri--"
"Cukup Arnold !" Anna tidak siap jika apa yang di sembunyikannya selama ini berakhir begitu saja.
Dia tidak siap jika kehilangan Ars lagi. Sudah berusaha payah dia melakukan semua ini.
Jadi dia tidak akan membiarkan itu hilang begitu saja.
Anna tidak boleh kehilangan itu semua. Namun sepertinya nyawanya tengah merasa dirinya berada si ujung tanduk saat ini.
" Lanjutkan !" Titah Ars pada Arnold.
__ADS_1
Tapi Anna menggelengkan kepalanya di belakang Ars berharap Arnold tidak mengatakan yang sejujurnya tentang semua ini.
" Lanjutkan kata ku !" Suara Ars menggelegar di ruangan itu hingga membuat Anna yang kaget langsung memejamkan matanya karena takut.
Apalagi dia melihat wajah Ars yang semakin tidak bersahabat.
" Aku tidak bisa menjamin anak yang di kandungan Anna anak mu atau bukan. Bisa jadi memang anak mu tapi bisa jadi juga tidak . " Ara maju ke depan dan langsung menarik kemeja yang tengah di kenakan Arnold saat ini.
Raut wajahnya sudah benar-benar tidak bersahabat. Dia sudah berada di ambang batas kesabarannya saat ini. Dia sudah tidak bisa mengontrol lagi emosinya.
Tanpa menunggu lama lagi, Ars melepaskan sebuah pukulan keras hingga membuat Arnold terhuyung ke belakang dan menabrak meja hingga berhamburan semuanya.
Pyar...
" Ars..."
" Katakan yang sebenarnya !" Ucap Ars dengan penuh penekanan.
Dia mengarahkan botol wine yang telah di pecahkannya tadi ke arah leher Anna yang sudah ketakutan hingga meneteskan air matanya.
" Simpan air mata palsu mu ! Aku tidak akan tertipu lagi dengan semua kebohongan mu An. Apa salah ku hingga kau bisa melakukan semua ini pada ku Anna ? Apa ?" Ars kembali membentak Anna hingga membuat wanita itu semakin ketakutan.
Pyar !
" Ars..." Cristal langsung menghampiri suaminya yang baru saja di hantam oleh botol wine oleh Arnold hingga membuat suaminya terjatuh sambil memegang kepalanya yang langsung berdarah.
" Ars, Sayang..."
" Menyingkir dari suamiku !" Sentak Cristal karena dia tidak akan membiarkan Anna kembali menyentuh suaminya.
Sudah cukup selama ini Cristal membiarkan Anna hidup mewah dan bahkan rela berbagi suami.
Tapi kini tidak lagi ! Ana sudah sangat keterlaluan dan Cristal tidak akan mengampuni Anna kali ini.
" Sammy, Sam..." Cristal berteriak memanggil nama asisten nya yang masuk dengan beberapa orang pelayan di sana.
" Siapkan mobil dan kita akan membawa suami ku ke rumah sakit. Dan satu lagi, Aku ingin kamu memastikan bahwa mereka berdua akan mendekam di penjara dengan waktu yang lama ! "
...💐💐💐...
__ADS_1