
Setelah melalui perbincangan alot di kamar mereka tadi, Kini Cristal dan Ars sudah turun bersama untuk makan malam sudah karena ayah Frans sudah menunggu mereka di bawah.
Keduanya terlihat sama-sama diam dengan pemikiran mereka masing-masing.
Ars terus melihat ke arah istrinya dan tidak melihat jalan yang mereka lewati. Sampai tiba-tiba Cristal tak menghentikan langkahnya dan itu membuat Ars heran.
" Kenapa Cristal, kenapa kau ?" Tatapan matanya masih tertuju ke arah depan.
Apa yang di lihatnya saat ini ?
" Cristal sayang, Sini nak kenalkan ini teman ayah namanya Georgio Franklin. Beliau teman baik ayah dan ini putrinya Clarista. "
Deg !
Jantung Cristal berdetak kencang saat kembali mendengar nama yang membuat hatinya gundah itu.
Ars yang merasakan genggaman tangan istrinya semakin mengerat di tangannya pun mulai mengerti apa yang terjadi saat ini.
Ars baru mengetahui bahwa Cristal tidak nyaman dengan adanya keberadaan Clarista di dekatnya.
" Cristal sini nak. Teman ayah baru datang dari Turki. Kami sudah lama tidak bertemu dan hanya sesekali menjalin komunikasi lewat ponsel saja. " Dengan berat hati Cristal melangkahkan kedua kakinya menuju ruang makan tempat di mana ayahnya berada.
" Jangan di paksa jika kau tidak bisa melakukan itu Cristal. " Ars mengerti apa yang di rasakan istrinya maka dia tidak ingin Cristal ke sana dan semakin membuat moodnya semakin memburuk.
" Aku baik-baik saja. " Ars tidak tahu harus mengatakan apa lagi karena dia tidak bisa mendebat Cristal.
Jika dia kembali mendapati istrinya maka itu semua akan semakin panjang.
" Kenalkan ini menantuku Gio. Dia menantu yang paling hebat di dunia ini untuk menemani putraku Ars. Dan saat ini aku tengah menantikan kehadiran cucu pertamaku. " Melihat kebahagiaan di wajah ayah mertuanya Cristal harus menahan egonya agar tidak membuat meraka malu.
Dia mencoba tersenyum dan menekan perasaannya sebisa mungkin agar dia terlihat baik-baik saja.
Walau pada kenyataannya perasaannya memang sedang tidak baik-baik saja saat ini.
" Selamat datang Tuan Gio, Saya Cristal Ayana Bridge. "
__ADS_1
" Tolong tambahkan Gilbert di belakang namamu Cristal. Karena itu nama belakang suamimu. " Ars menekan kata suami di akhir kalimatnya untuk memperjelas status Cristal.
Dia ingin menunjukkan pada semua orang bahwa Cristal adalah istrinya dan dia tidak akan berpaling pada siapapun lagi.
Cukup sekali dia melakukan kesalahan bodoh dan itu sangat fatal.
Ars benar-benar menyesali perbuatannya yang terdahulu. Perbuatan yang telah begitu tega menyakiti hati istrinya yang begitu tulus dan suci mencintainya dan rela merawat ayahnya dengan baik.
Ars sudah bersumpah pada dirinya sendiri agar dia tidak lagi membuat istrinya kecewa padanya.
" Selamat atas kehamilan menantumu Frans. Ars memang pria hebat, Jadi tidak heran jika dia memiliki istri yang begitu luar biasa seperti dokter Cristal ini. "
" Kak Ars memang hebat, Jika soal dokter aku juga dokter. Aku dokter kandungan. Ya kalau baru lulus 2 tahun tapi setidaknya karirku bagus. " Entah mengapa Clarista dengan berani mempromosikan dirinya sendiri.
Ayah Frans tersenyum saja karena dia tidak mengerti apa yang dimaksud anak dari sahabatnya itu.
Tapi tidak bagi Tuan Gio karena dia mengerti perasaan putrinya. Bahkan yang mengajaknya untuk datang ke Mansion ini untuk bertemu Ars adalah clarista.
Jadi mau tidak mau dia mengikuti keinginan putrinya.
Tapi tidak dengan ke-tiga anak muda di sana.
Cristal yang memiliki perasaan takut akan kehilangan suaminya. Lalu Ars yang merasa tidak nyaman karena memikirkan perasaan istrinya.
Lalu lain lagi dengan Clarista yang begitu berambisi ingin memiliki dirinya.
Cinta segitiga yang membuat rumit.
" Terima kasih Paman, Nanti akan aku pikirkan apa yang aku inginkan. Apa jika aku menginginkan menjadi menantu Paman juga Paman akan mengabulkannya ?"
" Hahaha..." Ayah Frans tertawa di sana.
Dia tidak menyangka jika Clarista bisa berucap seperti itu.
Dia melihat ke arah menantunya yang terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya tidak sama sekali.
__ADS_1
" Bisakah kita akhiri semua ini ? Istri Ars sedang mengandung dan dia membutuhkan banyak asupan gizi untuk calon anak kami. Jika kalian masih ingin mengobrol biarkan Ars membawa Cristal pergi dari sini. " Akhirnya mereka semua mengakhiri pembicaraan itu dan mulai makan.
Tapi ada yang aneh di sini, Saat Cristal hendak menyiapkan makan malam untuk suaminya, Tba-tiba saja di piring makan suaminya sudah terletak paha ayam kecap yang katanya kesukaan suaminya.
" Aku masih ingat bahwa Kak Ars sangat menyukai paha ayam kecap. Jadi aku mengambilkannya untuk kakak. " Clarista berkata dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Sementara Cristal yang hendak menuangkan nasi ke piring suaminya tidak jadi melakukan hal itu dan dia ingin pergi dari.
Perasaannya semakin sensitif dan tidak bisa menerima semua itu.
Namun baru saja Cristal hendak melangkah pergi meninggalkan meja makan, Ars sudah mencegahnya lebih dulu.
" Maaf sebelumnya. Aku memang menyukai paha ayam kecap, Tapi satu yang harus kau tahu di sini. Aku tidak biasa makan dari tangan orang lain selain istriku. Jadi maaf aku tidak bisa menerima paha ayam pemberian mu. " Ars mendorong piringnya yang sudah berisikan paha ayam di sana dan mengambil piring milik istrinya.
Dia mengambil nasi serta sayur dan lauk pauknya dan meletakkannya di piring milik sang istri.
Yang membuat semua orang kaget juga adalah saat Ars yang berinisiatif untuk menyuapi istrinya makan.
Ini adalah pertama kalinya Ars melakukan hal itu pada Cristal dan ayah Frans juga heran dengan semua yang di lakukan putranya.
Sadar akan tatapan orang-orang yang tertuju padanya hal itu membuat Ars semakin kesal.
" Jangan membuat nafsu makan ku hilang. Lagi pula apa salahnya jika aku membantu istriku ? Dia sudah mengurusku dengan sangat baik selama ini. jadi apa salahnya jika aku melakukan hal yang sama dengan yang di lakukannya ? Jika kalian tidak menyukai kehadiranku dan istriku di sini, Kami bisa pergi atau kalian yang pergi. " Cristal menggenggam tangan suami dan menggelengkan kepalanya.
Dia tidak ingin suaminya itu di cap buruk oleh orang lain dan itu yang di lakukan ya selama ini.
" Maaf atas ketidaknyamanan ini. Maafkan karena suamiku--"
" Berhenti minta maaf karena kau tidak salah Cristal. Kau tidak salah sama sekali jadi jangan pernah meminta maaf pada orang karena kesalahan yang tidak pernah kau perbuat. Sekarang ayo makan aku akan menyuapi mu. " Akhirnya Cristal diam tidak bisa melawan lagi.
Dia benar-benar makan di suapi suaminya hingga makanan tersebut habis tak bersisa di piring.
Bahkan Ars juga makan satu sendok yang sama dengannya. dan itu sungguh sangat luar biasa membakar hati Clarista yang melihat semua itu.
...💐💐💐...
__ADS_1