RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Berbeda


__ADS_3

Ars benar-benar tidak ingin Cristal di periksa oleh dokter pria itu tadi.


Dia tau bagaimana saat Arnold menatap Cristal tadi dan itu membuat Ars kesal jika mengingat hal itu.


Setelah pulang dari rumah sakit tari, Wajah Ars terlihat sangat berbeda dan terkesan lebih dingin dari pada saat mereka pergi tadi.


" Apa kamu marah ?" Tanya Cristal pada suaminya yang terlihat menatap datar pada jalanan di sampingnya.


Dia tidak menjawab pertanyaan Cristal karena dia masih meras kesal. Kenapa harus bertemu Arnold karena dulu Ars dan Arnold pernah berebut soal wanita dan wanita itu adalah Anna.


Itu sebabnya mengapa Ars terlihat sangat malas bertemu dengan pria itu.


Terlebih lagi dia tau seberapa gilanya dulu Arnold saat mengejar Anna.


Entah mengapa juga Ars merasa takut jika Cristal berpaling darinya dan memilih Arnold.


Ketakutan itu semakin muncul saat melihat Cristal yang tersenyum saat bertemu Arnold tadi dan itu seperti membakar hati Ars.


Dia merasa marah dan merasa dadanya panas saat melihat Cristal yang tersenyum pada para dokter dan perawat laki-laki membuat Ars seperti ingin mencekik leher mereka hingga kehabisan nafas.


Tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu. Karena itu bisa saja melukai perasaan istrinya nanti.


Maka jadilah dia yang diam seperti ini tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya.


" Suami ku..." Panggil Cristal lagi pada suaminya dan berharap Ars akan membalas panggilan darinya.


Arts hanya melirik sekilas saja pada Cristal dan kembali fokus pada jalanan yang tengah mereka lewati.


Hal itu membuat Cristal menghela nafasnya perlahan karena dia tau pasti ada yang di sembunyikan suaminya saat ini.

__ADS_1


" Maaf jika aku melakukan kesalahan. Aku tidak akan melakukannya lagi tapi tolong beritahu kan apa kesalahan ku. Agar aku tau di mana letak kesalahannya dan aku akan memperbaikinya. " Kini Ars benar-benar menatap pada Cristal saat ini dan tatapan itu sangat tajam hingga membuat Cristal seakan beku dengan tatapan dingin yang menusuk hingga ke dalam jantungnya itu.


" Saat ini kau tengah mengandung anak ku. Aku tidak perduli apakah anak itu nanti akan laki-laki atau perempuan tapi yang pasti dia adalah anak ku. Sampai kapan pun kau istri ku jadi mulai sekarang aku tidak akan mengijinkan mu untuk menyapa orang lain apalagi tersenyum pada mereka yang berlawan jenis dengan mu. Aku melarang mu untuk tersenyum pada pria mana pun selain aku dan ayah. Aku benar-benar melarangnya. " Cristal tersenyum saat mendengar apa yang menjadi kegelisahan dari suaminya.


Apakah Ars merasa cemburu ? apakah Ars sudah mulai memiliki perasaan padanya ?


Bolehkah Cristal berharap banyak untuk itu ? boleh lah Cristal merasa bangga saat ini bahwa dia adalah istri Ars dan artis mengatakannya sendiri bahwa sampai kapan pun Cristal akan menjadi istrinya yang artinya Ars tidak akan pernah meninggalkannya.


Dan semoga saja semua itu memang benar-benar terjadi dan semua doa Cristal selama ini di jawab oleh tuhan.


" Kenapa kau tersenyum ?" Tanya Ars merasa kesal karena Cristal terus saja tersenyum seperti itu.


Dan entah mengapa juga jantungnya berdetak tak karuan saat melihat senyum Cristal yang begitu manis dan luar biasa itu.


Rasanya jantungnya ingin meledak saat ini juga. Tapi Ars berusaha mengusir perasaan itu. Karena dia belum yakin dengan hatinya sendiri saat ini


Apakah dia benar sudah mencintai Cristal dan akan meninggalkan Anna ?


Cristal mengambil tangan suaminya dan menggenggamnya dengan erat guna menyalurkan ketenangan untuk suaminya.


Cristal dengan berani menyandarkan kepalanya di bahu Ars dan menikmati aroma tubuh suaminya yang sangat khas membuat Cristal merasa sangat nyaman berada di dekat pria itu.


Apalagi kini sebelah tangan Ars juga tengah mengusap kepalanya membuat Cristal semakin merasa nyaman saat bersama suaminya seperti ini.


" Pelajari lagi apa yang kamu rasakan dan aku akan siap untuk menunggunya. Jika kamu tadi mengatakan bahwa aku akan selalu menjadi istrimu, Maka aku akan sangat bersyukur untuk itu. Tapi hati istri tidak akan pernah tenang jika suaminya terus mencurigainya. Apa kamu tau aku tidak pernah mencurigai kamu sedikit pun walau aku sudah mengetahui semuanya yang kamu lakukan di belakang ku. Aku bukan wanita yang gampang terhasut oleh sebuah rayuan dari pria-pria di luar sana. Jadi bisa berhenti untuk tidak mencurigai ku lagi ?"


" Aku tidak mencurigai mu. Tidak sama sekali. Aku bukan tidak percaya pada mu, Aku hanya tidak percaya pada mereka yang berada di luar sana. Jadi jangan membantah lagi. Jika aku mengatakan kau tidak boleh tersenyum dan menyapa pria lain ya sudah jangan membantah. " Cristal hanya mengangguk saja.


Dia merasa sangat mengantuk, Dan baginya Omelan Ars itu seperti dongeng pengantar tidur baginya hingga membuat matanya terasa berat dan tanpa bisa di tahan lagi Cristal tertidur di bahu suaminya.

__ADS_1


Melihat Cristal yang tertidur seperti itu membuat Ars merasa kasihan dan membawanya ke dalam dekapan hangatnya.


Ars juga mengusap perut Cristal yang di dalamnya ada anak mereka yang sedang tumbuh dan berbagi kehidupan bersama ibunya.


Ars berharap kandungan Cristal akan baik-baik saja dan selalu sehat. Ars akan belajar menjadi ayah yang baik untuk anaknya kelak.


Ars akan menjadi ayah yang hebat seperti yang di katakan istrinya tadi. Dia merasakan sebuah gelombang hebat yang menghantam dirinya jantungnya saat menyentuh perut Cristal seperti ini


Dia merasa seakan anak di dalam kandungan Cristal tengah menampar wajahnya saat ini. Ars kembali mengingat bagaimana perlakuannya selama ini pada Cristal dan sekali pun wanita itu tidak pernah membalasnya.


Malah yang ada Cristal mengurusnya dengan begitu baik dan sempurna.


" Maafkan Daddy nak, Jangan pernah membenci Daddy dengan apa yang pernah Daddy lakukan pada Mommy kamu nak. Maafkan Daddy sayang. " Ars terus mengusap perut istrinya.


Di dalam tidurnya Cristal seperti mendengar untaian kata maaf yang terdengar begitu tulus dari suaminya.


Cristal sangat mengenal suara ini, Tapi untuk membuka matanya saja dia tidak bisa di buka karena dia sangat mengantuk.


Tapi setelah mendengar kata-kata indah itu Cristal semakin nyenyak dalam tidurnya dan terus menampilkan senyum bahagianya.


Ars pun demikian, Dia memberikan ciuman di kening istrinya yang tertidur dengan begitu lelapnya.


Dalam harinya, Ars mulai berdoa untuk di berikan kesehatan bagi Cristal dan juga calon anak mereka. Ars juga meminta pada Tuhan untuk membukakan jalan untuk ya agar bisa mencintai Cristal.


Ars mulai bisa dan berani beroda juga meminta pada Tuhan setelah Cristal yang mengajarkannya akan hadirnya tuhan dalam hidup mereka.


Karena junjungan besar mereka adalah Tuhan, Dan karena Tuhan pula lah mereka bisa menikmati semua ini.


Maka Ars juga mulai belajar semakin mendekatkan dirinya pada Tuhan dan itu berkat Cristal istrinya.

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2