
Pagi harinya Ars Cristal dan juga Belle sudah siap pergi ke Paris.
Tidak hanya mereka bertiga yang pergi ke Paris melainkan hanya Belle saja.
Karena Ars dan Cristal akan pergi melakukan perjalanan bisnis ke Istanbul Turki kota kelahiran Ars.
Dan pagi ini mereka berada di bandara untuk mengantarkan sang putri yang hendak pergi ke Paris bersama Aisye dan Ailee.
" Ingat apa yang Daddy katakan ?" Belle mengangguk dengan manja.
Dia begitu bahagia dan antusias sekali ingin pergi ke Paris. Bukan karena dia tidak pernah pergi ke Paris tapi karena sang Daddy memberikannya izin untuk pergi ke Paris sendirian bersama Aisye dan juga Ailee untuk mencari dan melihat universitas mana yang akan di pilihnya nanti.
" Ingat. Belle tidak boleh keluar sembarangan dan tidak boleh pergi ke klub malam. Ponsel harus selalu aktif dan tidak boleh mereject telepon apapun dari Daddy. Tidak boleh berpakaian seksi seperti banyak orang di sana. Tidak boleh telat makan dan keluar malam. "
" Bagus itu baru anak Daddy " Belle pun tersenyum pada Daddy-nya.
" Ya sudah masuk sana. Dan ingat jangan nakal di sana. " Belle, Aisye dan Ailee langsung meninggalkan Ars dan juga Cristal.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Belle sudah sampai di Paris.
Mereka langsung menuju hotel tempat di mana mereka akan menginap nantinya.
Belle istirahat sejenak dan langsung mengeksekusi Kota besar tersebut.
Kota romantis. Bell jadi membayangkan bagaimana jika dia di lamar di dekat menara Eiffel, Pasti rasanya akan sangat menyenangkan.
Membayangkan hal seperti itu sudah membuat Belle tersenyum dan tertawa sendiri.
Dia merasa konyol membayangkan hal seperti itu.
Kenapa bisa dia membayangkan hal seperti itu bahkan saat tidak ada satu pria pun yang berada di dekatnya.
Satu-satunya pria yang pernah menarik perhatiannya adalah pria yang dua kali di temuinya dengan wajah dingin dan tidak memiliki ekspresi apapun selain ekspresi datar di wajahnya.
Tapi sayangnya pria itu telah mencuri hatinya. Dan Belle berharap bahwa dia akan bisa kembali bertemu dengan pria itu.
Belle bersumpah jika sampai dia bertemu untuk yang ketiga kalinya Belle tidak akan membiarkan pria itu pergi meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
Setidaknya Belle harus mengetahui siapa nama pria itu agar dia tidak mati penasaran.
" akak kita mau ke mana ?" Tanya Ailee yang tidak mengerti sama sekali mereka ingin pergi ke mana karena mereka hanya mengikuti kemanapun beliau akan pergi.
" Lita akan makan siang di menara Eiffel. Kita akan melihat seluruh kota dari atas ketinggian sambil menikmati sajian yang spektakuler. " Jawabnya dengan penuh senyuman.
Aisye dan Ailee hanya bisa mengangguk mengikuti apa yang di katakan kakak mereka. Mereka pergi ke menara Eiffel untuk makan siang.
Saat mereka sudah sampai di sana dan memesan menu makan siang, Belle kembali melihat pria yang pernah di temuinya dua kali waktu itu.
Apakah ini yang di namakan jodoh on the road. Bukankah Belle sudah mengatakan dan bersumpah jika sampai mereka bertemu untuk yang ketiga kalinya Belle tidak akan melepaskan pria itu.
Kali ini saatnya untuk dia beraksi. " Tunggu di sini dan jangan pergi kemanapun. " Titahnya pada kedua adiknya.
Belle Menghampiri pria yang terlihat sibuk dengan rekannya di sana.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya rekan-rekannya pergi meninggalkan pria itu sendirian.
Dan saat pria itu hendak pergi meninggalkan meja tempatnya makan tadi Belle langsung mencegahnya.
Apalagi tubuhnya yang cukup tinggi itu dengan berani menghalangi jalannya saat ini.
Tidak tahukah wanita ini bahwa dia adalah penguasa Eropa ? Berani sekali wanita ini menghalangi langkahnya.
" Minggir. " Satu kata yang keluar dari bibir pria itu.
Bukannya takut Belle malah semakin berani dan menantang pria itu. adia menggelengkan kepalanya dan semakin berkacak pinggang di depan pria yang terlihat sangat dingin dan tak tersentuh itu.
" Jika aku tidak mau bagaimana ?" Tidak ada reaksi apapun dari pria di depannya saat ini.
Belle sudah berpikir bahwa dia akan menang melawan pria ini tapi kenyataannya tidak sama sekali.
Karena pria itu tidak memiliki perasaan apapun terhadap lawan jenis sepertinya.
" Kamu mau minggir atau aku yang membuatmu minggir dengan sendirinya. " Belle semakin menatap tak percaya pada pria itu.
Kenapa pria ini terlihat sangat dingin sekali ? Tidak bisakah berani bersikap manis sedikit saja padanya.
__ADS_1
Walau bagaimanapun Belle harus tetap pada pendiriannya agar bisa mengetahui siapa nama pria ini.
Sebuah nama yang kalau bisa mengubah hidupnya.
" Beritahu aku siapa nama mu maka aku akan memberi kamu jalan untuk keluar dari sini. " Tidak ada reaksi apapun yang ditunjukkan pria itu selain reaksi datar saat mendengar apa yang dikatakan Belle padanya.
" Aku tidak mengenalmu. Jadi jangan pernah menghalangi langkahku dan minggir. " Saat pria itu hendak melewatinya, Belle kembali mencegah langkah pria itu hingga membuat pria itu benar-benar kesal padanya.
" Pernah membuat dirimu susah karena apa yang kau lakukan akan berakibat buruk pada dirimu. Siapa pun kau, aku tidak akan pernah terlibat apapun dengan. Baik itu kau atau siapapun. Aku tidak mengenalmu jadi jangan pernah berharap bahwa aku bisa menjawab semua pertanyaan. "
Brugh...
" Auhh..." Belle meringis kesakitan saat tangannya terhantam meja di sampingnya saat pria itu mendorongnya begitu saja.
Bukannya membantu Belle yang merasa kesakitan pria itu malah pergi meninggalkannya begitu saja.
Namun rasa sakit yang di rasakan Belle langsung hilang seketika saat dia mendengar seseorang mengetahui nama pria tersebut.
" Tuan muda Rigel. " Ucap Belle dengan wajah yang berbinar.
Tidak dari pria itu tapi dia mendengar dari pria lain yang memanggil pria tersebut dengan panggilan tuanmu dari.
Ya pria itu adalah Rigel. Ingatkah kalian dengan seseorang bernama Rigel ?
Jika kalian mengingatnya kalian adalah readers sejatiku.
" Tutup mulut mu dan jangan pernah memanggil ku seperti itu. Aku katakan berulang kali padamu bahwa aku tidak mengenalmu jadi aku tidak akan terlibat hubungan apapun bersamamu. Jadi sudahi kekonyolanmu itu dan jangan pernah berani mencari tahu apa yang tidak seharusnya kau cari tahu. Karena aku Axelo Rigel Sky Alexander tidak akan membiarkan siapapun mengusik ketenangan hidupku. Termasuk wanita seperti. " Apa Belle sakit hati ?
Apa itu sakit hati Belle tidak mengerti apa itu yang namanya sakit hati karena di tolak seorang pria.
Bukannya sakit hati Belle semakin meyakinkan dirinya bahwa suatu saat dia akan membuat pria itu jatuh cinta padanya dan berlutut di hadapannya.
" Dan aku adalah Beauty Daserina Antonie Gilbert akan membuat mu jatuh cinta pada ku suatu saat nanti Tuan Muda Axelo Rigel Sky Alexander !" Luar biasa sekali kau Belle.
Kau bahkan bisa mengingat nama panjang pria itu hanya dengan sekali mendengarnya saja.
...💐💐💐...
__ADS_1