
Belle benar-benar gila, Dia benar-benar menggilai pria itu.
Pria yang memiliki wajah datar dan dingin namun sayangnya pria itu sangat tampan.
Dia bahkan mengabaikan setiap kata-kata kasar yang keluar dari bibir pria itu karena menurutnya dia akan bisa merubah pria itu seperti saat Mommy Cristal yang bisa merubah Daddy-nya.
Mommy-nya mengatakan bahwa dulunya pernikahan mereka tidak harmonis seperti ini. Apalagi pernikahan Mommy dan Daddy-nya tidak di dasari oleh cinta.
Tapi seiring berjalannya waktu Daddy-nya berangsur-angsur mencintai Mommy Cristal hingga saat ini.
Ran itu pula lah yang menjadi semangat terbesar bagi Belle untuk mewujudkan cita-citanya.
Dia akan melanjutkan studinya di Paris dan akan menjadi wanita yang hebat. Karena dia tahu bahwa pria itu bukanlah pria sembarangan.
" Axelo Rigel Sky Alexander. " Belle terus aja menggumamkan nama pria tersebut walau dia tahu siapa pria yang di sebutnya tadi.
Nama pria yang di sebutnya tadi adalah salah satu dari ke-enam bersaudara pemilik nama belakang Sky Alexander itu adalah para penguasa daratan Eropa.
Takdir macam apa ini ? Dia di pertemukan dengan pria yang tampan walau dengan mulut yang sangat pedas.
Tapi tidak apa, Cinta yang di miliki Belle adalah cinta yang sangat tulus.
Belle yakin bahwa dia akan bisa merubah pria itu suatu saat nanti. Ya memang suatu saat karena saat ini tidak mungkin.
Iya juga masih harus melanjutkan studinya dan juga cita-citanya yang masih belum tercapai.
Tapi Belle meyakinkan dirinya bahwa dia adalah pasangan yang paling cocok dan tepat untuk pria itu.
" Aku tahu Tuhan itu sayang padaku. Jadi Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk. " Belle tersenyum berdandan dan tersenyum di depan meja.
Sumpah yang di ucapkan Belle memang benar-benar terjadi.
Karena pertemuannya yang ke-tiga dia benar-benar mendapatkan siapa nama pria tersebut.
Malam ini Belle akan keluar dari hotel. Dia hanya akan berjalan dan berkeliling di sekitar hotelnya saja untuk menikmati malam di kota romantis tersebut.
Entah mengapa langkah membawanya ke sebuah taman yang terlihat sangat indah dengan cahaya lampu-lampu di sekelilingnya.
__ADS_1
Dari kejauhan Belle melihat sosok yang sangat di kenalinya walau hanya tiga kali pertemuan.
Belle yakin seyakin-yakinnya bahwa itu adalah pria tersebut.
Tapi apa yang sedang di lakukannya di sini ? Pria itu terlihat tengah menyendiri tanpa siapapun di sekitarnya.
Dengan berani Belle menghampiri pria tersebut tanpa rasa takut sedikitpun.
" Sendiri itu tidak enak karena aku sudah merasakan bagaimana rasanya sendiri. Itu benar-benar sangat tidak enak. "
" Pergi !" Sebuah kata yang bisa menghancurkan hati wanita siapapun tapi tidak dengan Belle.
" Anda adalah keturunan klan Alexander. Anda memiliki banyak saudara maka anda tidak akan pernah merasakan bagaimana rasanya itu sendirian. Anda banyak memiliki saudara di sertai sepupu sementara aku, Aku tidak memiliki satu pun saudara karena aku hanya anak tunggal. " Kembali berbicara dan bercerita berharap pria di sampingnya mulai tertarik dengan pembicaraan mereka menganggap kehadirannya.
Namun sayang sekali, Apa yang di harapkan Belle bisa diartikan dengan jauh panggang dari api.
Belle berharap pria itu akan menganggap keberadaannya tapi kenyataannya tidak sama sekali.
" Tahu apa kau datang ke sendirian ? Bahkan usiamu baru 17 tahun. Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya sendiri yang ku maksud. "
Pria itu kembali hendak meninggalkannya namun dengan sigap Belle menghentikan langkahnya.
Dia tidak akan membiarkan pria ini pergi meninggalkannya begitu saja seperti dua kali pertemuan mereka sebelumnya.
" Jangan pernah menilai seseorang dari luarnya saja. Itu yang selalu kudengar dari Mommy. Rigel adalah salah satu bintang yang paling bersinar di galaksi. Dan aku rasa itu memang cocok dengan kamu karena kamu memiliki sinar yang tidak di miliki semua orang. "
" Pergi sebelum aku yang akan membuatmu pergi dari dunia ini. "
" Apa kamu seperti mafia atau sejenisnya ? Apa mafia itu ada dan benar-benar mengerikan seperti di film-film. Membunuh dan memutilasi lawannya dengan keji ?" Pertanyaan macam apa itu Belle.
Kau salah orang jika bertanya hal seperti itu pada pria yang berstatus mafia yang sesungguhnya.
Tidak tahukah bagaimana menyeramkannya seorang Rigel sekali Alexander.
Bahkan dia bisa mencabut mata lawannya dengan tangannya sendiri tanpa rasa jijik dan takut sedikitpun.
Lihatlah saat ini, Bahkan tatapan matanya sudah menusuk jantung mu bukan ?
__ADS_1
Belle di tatap begitu tajam oleh Rigel merasa aneh. Kenapa tatapan pria ini sangat menyeramkan ?
Apa ada yang salah dengan apa yang dikatakannya tadi ? Mafia, Belle tidak mengerti apa itu mafia sama sekali maka dia bertanya pada pria itu.
Apakah benar mafia itu ada dan mereka rela membunuh dengan gaji lawan mereka ?
" Ke-kenapa menatapku seperti itu ? " Tanya Belle dengan perasaan takut.
Dia mulai was-was dengan pria di sampingnya ini. Apalagi saat pria ini yang berjalan semakin mendekat ke arahnya.
Grep...
" Hey ! Lepaskan aku. " Belle mulai memberontak saat pinggangnya di tarik oleh tangan pria tersebut hingga tubuh mereka menempel sempurna.
Tatapan pria itu masih sangat menyeramkan hingga menusuk ke jantung.
Perasaan Belle mulai tidak tenang apalagi saat dia merasakan hembusan nafas hangat dari pria tersebut menerpa wajahnya.
" Aku sudah mengatakan berulang kali padamu bahwa aku tidak mengenalmu. Jadi jangan pernah mencampuri urusanku. Terlepas aku mafia atau bukan itu bukan urusanmu. Urus aja urusan dirimu sendiri dan jangan pernah mencampuri urusanku. Soal obsesimu yang ingin membuatku jatuh cinta padamu maka aku akan mengatakannya itu adalah keinginan konyol. Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa mencintai wanita sepertimu. Wanita yang banyak bicara yang selalu ingin tahu apa yang bukan menjadi hakmu. Dan aku harap ini adalah pertemuan terakhir di antara aku dan kau. "
" Aaahhh...'" Tubuh Belle di hempaskan begitu saja.
Beruntung Belle tidak terjatuh ke tanah hingga membuat dirinya terluka. Fisiknya memang tidak terluka tapi hatinya.
Belle benar-benar terluka dengan apa yang dikatakan Rigel.
Tidak kah pria itu memiliki belas kasih sedikitpun ? Kenapa bisa sekasar itu pada wanita ?
" Lari lah sejauh yang kamu bisa. Karena pada dasarnya tidak satu manusia pun yang bisa menentang takdir Tuhan. Baik aku atau pun kamu kita sama-sama tidak bisa mengerti apa yang telah Tuhan rencanakan untuk kita kedepannya. Tapi aku harap jika suatu saat Tuhan menakdirkan dirimu untukku, Aku harap saat itu perasaanku belum hilang padamu. " Belle berucap lirih pada dirinya sendiri untuk menyemangati dirinya.
Dia tidak ingin sakit hati dengan apa yang di katakan Rigel padanya tadi.
Walau pada kenyataannya hatinya benar-benar sakit saat mendengar kata-kata kasar pria itu terhadapnya.
" Kuatkan aku untuk menjalani semua ini Tuhan. Aku harap engkau memiliki takdir indah untuk ku di masa depan. "
...💐💐💐...
__ADS_1