
Merasa tubuh Ars sudah membaik dan tidak panas lagi, Cristal memilih turun dari tempat tidur suaminya karena tidak ingin mengangguk tidur sang suami.
Namun saat Cristal hendak turun, Tubuhnya semakin di dekap erat oleh Ars.
Ternyata Ars sudah bangun sejak tadi tapi dia sengaja melakukan ini semua karena dia memang merindukan istrinya.
" Jangan pergi, Tetap lah di sini dan temani aku. "
" Tapi aku tidak ingin menganggu mu. Kamu harus istirahat total. " Ars menggelengkan kepalanya karena dia enggan di tinggal lagi oleh Cristal.
" Biar kan aku turun sebentar. " Ars tetap menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak ingin di tinggal Cristal lagi.
Sudah cukup seminggu ini dia hidup sendirian seperti itu.
Saat dia pulang ke rumah Anna pun dia hanya pulang untuk mandi dan beristirahat. Tidak ada lagi yang di lakukan Ars selama di rumah Anna.
Bahkan meliriknya saja pun Ars tidak sama sekali.
Dia hanya terus memikirkan Cristal istrinya.
" Aku harus mengecek keadaan kamu. Mau melepaskan ku atau aku tidak akan pernah lagi menemui mu. " Terpaksa Ars melepaskan pelukannya di tubuh Cristal.
Cristal yang sudah terlepas dari dekapan sang suami memilih untuk mengecek keadaan pria yang terlihat sangat berantakan dan tubuh yang kurus.
Apa Ars juga kehilangan berat badannya ?
__ADS_1
" Semua sudah baik-baik saja. "
" Tapi hati ku belum. " Jawab Ars yang menatap sendu pada istrinya yang sama sekali tidak menatap padanya.
Cristal malah sibuk dengan selang infus dan juga memeriksa tangannya.
" Lalu hati ku ? Mungkin hati ku yang lebih tidak baik lagi. Kamu menikahi wanita itu, Dan menjadikannya madu ku. Lalu belum hilang sakit hati ku, Kamu sudah masuk rumah sakit karena lambung mu bermasalah dan di tambah kelelahan, Lalu apa lagi ini radang usus ? Sebenarnya apa yang kamu lakukan di luar sana ?" Ars tertunduk lesu.
Dia tidak berani mengatakan hal itu karena sejak Cristal tidak berada di dekatnya dia selalu tersiksa dengan semua ini.
Dia memang tau Cristal sakit hati padanya bahkan mungkin sangat sakit hati.
Tapi dia juga sakit. Dia juga terus saja mual dan muntah. Tidak bisa makan apa pun hingga menyebabkan lambungnya kembali bermasalah bahkan sampai ususnya juga terkena imbasnya.
Jika soal kelelahan, Mungkin benar karena banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikannya dan beban terberatnya adalah berpisah oleh Cristal.
Jika memang seperti itu bukankah itu sangat tidak adil baginya ?
" Tolong temani aku di sini, Setidaknya satu malam ini saja. Aku juga tidak bisa tidur selama tidak ada kau. " Terdengar helaan nafas dari Cristal yang menandakan bahwa dia merasa berat dengan semua ini.
" Sayang mau apa ?" Tanya Ars saat Cristal mengambil ponselnya entah untuk menghubungi siapa.
Namun saat mengetahui yang di hubungi istrinya adalah Samy pria yang sangat di cemburuinya membuat hati Ars semakin panas.
" Tolong bawakan bubur ke sini Sam, Pastikan juga pelayan rumah memasaknya hingga benar-benar *****. Bawakan juga susu steril untuk suami ku. " Ars menarik sudut bibirnya saat Cristal memperhatikannya seperti itu.
__ADS_1
Cristal memperhatikannya seperti itu membuatnya seperti tengah mendapatkan amunisi lagi hingga membuat tubuhnya seperti mendapatkan transfer kekuatan lagi.
" Sini..." Ars menepuk sisi tempat tidurnya namun Cristal menolaknya dan memilih untuk duduk di kursi yang berada di sisinya saja.
" Kenapa bisa sampai seperti ini ? Jika hanya soal pekerjaan maka aku akan menambah asisten lagi untuk kamu jika Leo tidak bisa menghandle pekerjaan kamu. Atau jika tidak bisa makan aku bisa mengirim makanan dari rumah jika itu yang menjadi kendala kamu. "
" Aku membutuhkan kamu di sisi ku. Bukan karena aku tidak bisa makan tanpa kamu. Bukan karena itu saja. Tapi aku memang merindukan kamu. Cinta mu dan semua yang kamu lakukan untuk ku. Tidak bisa kah berada di dekat ku walau aku tau kamu belum memaafkan ku. " Cristal kembali menghela nafasnya mendengar permintaan dari suaminya.
Dia sebenarnya juga tidak tega dengan keadaan Ars yang seperti ini.
" Waktu ku hanya tiga hari dalam seminggu bersama mu sama seperti waktu mu bersama Anna. Satu hatinya habiskan untuk diri mu sendiri. Jangan membuat ku di cap sebagai istri pertama yang ingin memiliki hak banyak bersama suaminya walau aku bisa saja melakukan itu semua. "
" Tapi aku tidak bisa melakukan itu. Hati ku sangat bertentangan dengan apa yang aku lakukan. Walau aku bersama Anna, Bahkan tidak sedetik pun pikiran mu teralihkan dari mu. Tidak sedikit pun Cristal. " Jawab Ars dengan wajah sendu.
Dia belum memiliki banyak kekuatan. Bahkan hanya untuk duduk saja dia harus merasakan perih di bagian perutnya dan juga kepalanya yang pusing.
" Ini pilihan mu untuk menikahinya. Jadi siap tidak siap kamu harus menjalani semua ini. Satu hal yang ingin aku katakan pada mu, Kamu boleh menyakiti hati ku di dalam rumah kita tapi tidak untuk di luar rumah. Jika sampai kamu berani melakukannya demi Tuhan amu tidak akan bisa memaafkan mu apa pun itu yang terjadi nantinya. Kamu yang menikahinya maka kamu juga yang harus siap dengan semua konsekuensinya. ". Betapa tegasnya kamu Cristal.
Di mana lagi bisa mendapatkan istri seperti kamu ? Tidak ada wanita seperti mu di luar sana yang sanggup berdiri di atas ke-dua kaki mu sendiri saat menghadapi badai yang luar biasa ini.
" Maafkan aku. Tapi aku tidak memiliki perasaan apa pun lagi terhadap Anna. "
" Tapi anak yang di kandungannya ? Dia juga anak kamu. Aku bisa mencintainya kelak dengan sama besarnya dengan anak ku sendiri. Tapi apa kamu bisa menjaminnya bahwa anak itu bisa menerima ku ? Jika kamu bisa memastikan itu semua aku bersumpah bahwa aku tidak akan membedakannya dengan anak ku sendiri karena bagaimana pun nanti, Anak yang di kandung Anna akan menjadi anak ku juga di mata dunia. Mereka tidak mengenal Anna Simon karena dunia hanya mengerti dan mengenal bahwa istri dari seorang Arsya Antonie Gilbert adalah Cristal Ayana Bridge. " Ars tertegun dengan setiap kata-kata yang keluar dari bibir istrinya.
Cristal benar-benar sangat tulus dan luar biasa. Wanita mana yang bisa menerima anak suaminya juga yang berasal dari wanita lain ?
__ADS_1
Tapi Cristal ? Dia bahkan bisa menerima itu semua dengan lapang dada tanpa merasa terganggu sedikit pun.
...💐💐💐...