
Setelah menempuh perjalanan udara selama hampir 7 jam lamanya, Akhirnya Ars dan Cristal sampai di tempat tujuan mereka.
Lebih tepatnya tempat tujuan Ars karena memang dia yang ingin membawa Cristal ke sini.
" Istanbul ?" Ars mengangguk membenarkan apa yang di pertanyakan istrinya karena memang mereka berada di Istanbul Turki.
Tempat kelahiran seorang Arsya Antonie Gilbert.
" Kita ingin apa kesini ? Bukan kah kamu banyak pekerjaan ?"
" Jangan membahas pekerjaan untuk saat ini aku mohon. Aku sudah bekerja keras untuk lembur selama seminggu ini i rumah hanya untuk bisa menyelesaikan semua pekerjaan ku agar Leo bisa menanganinya untuk beberapa saat. Jadi jangan membuat ku kesal karena harus terus memikirkan pekerjaan. " Ars merasa kesal dengan istrinya yang masih saja memikirkan pekerjaannya di saat Ars ingin membahagiakannya.
Tidak bisakah wanita itu menurut saja padanya ?
" Bukan begitu suami ku, Tapi aku--"
" please jangan membuat mood ku rusak karena hal ini Cristal. Aku ingin berlibur bersama istri dan calon anak ku. Lalu di mana letak kesalahannya ?"
" Bukan salah, Tapi aku hanya memikirkan pekerjaan kamu. "
" Maka jangan memikirkannya lagi karena aku pun tidak ingin memikirkannya untuk saat ini. Jadi sudahi pembicaraan soal pekerjaan dan nikmati lah liburan kita di sini. " akhirnya Cristal diam tidak berani menjawab suaminya lagi karena Ars sudah mengultimatum dirinya dengan alasan yang cukup masuk akal dan bahkan sangat-sangat masuk akal.
" Sekarang kenakan mantel mu kita akan langsung pergi ke Villa. " Ars membawa Cristal ke mobil yang telah menunggu mereka di luar sana.
Cristal menurut saja saat Ars menggenggam tangannya erat hingga dia benar-benar merasakan kehangatan dari tangan suaminya
Mobil sudah membawa mereka menuju villa yang di katakan suaminya.
Sepanjang perjalanan menuju Villa, Kedua mata indah Cristal di manjakan dengan pohon Pinus yang di selimuti salju.
Tanpa sadar Cristal tersenyum menikmati perjalanan mereka.
__ADS_1
Dan Ars yang melihat itu merasa bangga karena bisa membuat senyum indah istrinya keluar begitu saja menghiasi wajah cantiknya.
Cristal langsung mengalihkan atensinya saat merasa punggung tangannya di kecup oleh pria yang telah menyatakan cinta padanya.
Terlihat sangat manis di mata Cristal karena apa yang di lakukan Ars cukup sederhana tapi mampu membuat hati Cristal ingin meledak mendapatkan perlakuan manis seperti itu.
" Apa kau bahagia ?" Cristal mengangguk dan kembali memfokuskan dirinya pada jalanan yang masih terus mereka lewati hingga saat dia melihat gerbang kayu yang terbuat dari kayu dengan ukiran khas membuat matanya semakin menatap kagum pada apa yang berada di depannya saat ini.
Sebuah Villa yang terbuat dari kayu telah berada di depan matanya.
Bangunan mewah ini di dominasi dengan aksen kayu yang membuat Cristal sangat menyukainya karena memang dia begitu menyukai hal-hal klasik seperti ini.
" Kau menyukainya ?" Cristal kembali mengangguk karena memang dia sangat menyukainya.
" Dulu aku pernah bermimpi ingin tinggal di tempat yang jauh dari keramaian kota dan hidup dengan sehat. Berkebun di sekitar rumah untuk apa yang ingin aku makan aku akan mengambilnya dari kebun. Ada halaman yang luas agar kelak aku memiliki anak aku dan anak ku bisa bermain di halaman tersebut saat suami ku sedang bekerja. Aku juga memimpikan sebuah taman bermain untuk anak-anak ku. Tidak harus besar tapi bisa membuat anak-anak ku bahagia dengan apa yang mereka miliki. " Ars sudah membaca semua dairy milik istrinya dan saat ini dia tengah mempersiapkan semua impian istrinya.
Berharap dia bisa mewujudkan semua itu untuk istrinya.
" Baik. Aku akan berusaha mewujudkan impian mu. Untuk saat ini mari kita nikmati semua ini dulu. Setelah pulang dari sini kita akan membicarakan lagi tentang hal ini dan katakan pada ku seperti apa yang kau inginkan. "
Uang mereka banyak, Jadi apa yang di takutkan Cristal ?
" Sudah lah. Mulai besok kau yang akan mengatur seluruh uang-uang milik ku agar kau tau bahwa aku itu Kaya. Aku tidak akan jatuh miskin hanya karena mewujudkan impian mu. Jika pun aku jatuh miskin istri ku itu kara raya. Dia pewaris tunggal dari ratusan rumah sakit internasional yang tersebar di seluruh Eropa. Jadi apa yang harus aku takutkan ?" Ars pun mengakhiri pembicaraan yang tidak memiliki ujung bersama istrinya.
Karena memang setiap kali mereka membahas soal uang Cristal akan sangat teliti sekali.
" Aku bisa jalan sendiri suami ku, Jadi biarkan aku berjalan. "
" Bisa kah merubah panggilan mu itu ? Suami ku, Aku merasa sedikit janggal dengan panggilan itu. " Cristal menghadap pada suaminya.
Memangnya kenapa dengan panggilannya ? Suami ku, Bukan kah Ars memang suaminya ?
__ADS_1
Lalu jika tidak ingin di panggil suami ku lantas Ars ingin di panggil apa ?"
Ars kembali menghembuskan nafasnya yang mengeluarkan asap itu membuat Cristal mengerti bahwa saat ini tengah menahan kekesalannya.
" Apa aku harus memanggil kamu sayang ? Seperti suami istri di luar sana ?" Tanpa ragu Ars mengangguk dan menarik sudut bibirnya saat Cristal mengatakan hal tersebut.
" Ya, Mulai sekarang panggil aku dengan panggil seperti itu. Sekarang ayo panggil aku sayang. " Wajah Cristal tersenyum malu saat suaminya mengatakan hal seperti itu padanya.
Usianya tidak muda lagi, Dia sudah berusia 27 tahun, Lalu kenapa hanya mendengar apa yang di katakan suaminya saja kenapa wajahnya bisa tersipu malu seperti itu ?
Bahkan dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.
Sewaktu sekolah dulu bukan tidak ada pria yang menyatakan cinta padanya, Hanya saja saat itu Cristal hanya fokus pada cita-citanya untuk menjadi dokter.
Maka dia terus saja belajar dan tidak memiliki waktu untuk bersenang-senang layaknya anak remaja seusianya.
Bisa di bilang Ars adalah cinta pertamanya. Jadi saat Ars memperlakukannya seperti ini jantungnya serasa ingin meledak.
Terlampau bahagia sekali Cristal di perlakukan Ars seperti ini. Walau terlambat, Tapi setidaknya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Perjuangannya selama 4 bulan kemarin itu membuahkan hasil yang sangat sempurna.
Dia mengandung anak dari pria yang sangat di cintanya, Lalu mendapatkan pernyataan cinta yang sejak lama di tunggunya dan kini dia juga di manjakan dan di buat bahagia oleh pria itu.
Jadi apa lagi yang tidak kau miliki di dunia ini Cristal ? Sayang kedua orang tua mu dan ibu mertua mu saja yang sudah berpulang ke pangkuannya.
" Ayo lakukan itu. Panggil aku dengan panggilan Sa-yang. " Cristal masih menundukkan wajahnya karena dia memang sangat malu sekali saat ini.
" Ayo katakan sayang...Panggil aku sayang, Aku ingin mendengarnya. "
" Sa-yang....ahhhh...." Cristal kaget saat Ars membawa tubuhnya untuk berputar-putar setelah berhasil memanggilnya dengan panggilan sayang seperti yang di inginkan ya.
__ADS_1
Memang Ars bisa menjadi dirinya sendiri dengan sangat sederhana jika bersama Cristal seperti ini.
...💐💐💐...