RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Membuang Waktu


__ADS_3

Ars sudah banyak menghabiskan waktunya di ruangan kerja sampai tanpa terasa hari sudah mulai gelap dan hampir malam.


Dia segera keluar dari ruangan kerjanya dan bergegas untuk membersihkan dirinya karena mungkin istrinya sudah menunggu di meja makan.


Namun saat bertemu para pelayan Ars mempertanyakan keberadaan istrinya tidak satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan istrinya yang mungkin saja masih berada di dalam kamar.


" Di mana Nyonya kalian ?" Mendapatkan pertanyaan dari Ars, Para pelayan tersebut langsung berhenti dan menjawab pertanyaan Tuan mereka.


" Nyonya belum keluar sejak pulang bersama Tuan tadi. Jadi kami bingung harus menyiapkan apa untuk makan malam. " Terlihat Ars menghela nafas yang berat.


Apakah istrinya masih marah dan membutuhkan waktu sendiri ?


Apakah begini rasanya di abaikan dan tidak di perhatikan ?


Baru beberapa jam saja Cristal mengabaikannya Ars sudah begitu merasakan sakit di hatinya.


Lalu bagaimana dia yang kemarin-kemarin berbulan-bulan menyakiti hati Cristal ?


Bukan hanya itu saja bahkan dia terang-terangan menyakiti wanita itu dan mengatakan bahwa dia tidak akan pernah mencintainya.


Mungkin jika Ars yang berada di posisi Cristal, Dia sudah pergi saat itu juga. Tapi istrinya itu malah bertahan dan terus bersabar sampai dia mendapatkan karmanya sendiri.


Ya, Ars merasa bahwa ini adalah karma untuknya. Karma karena telah banyak menyakiti hati wanita yang begitu tulus mencintainya.


Wanita yang tidak pernah mengeluh dan tidak pernah meneteskan air matanya saat dia menyakitinya begitu dalam.


Terlebih lagi setiap kata-kata kasar yang dikeluarkan arus dari mulutnya. Hal itu menjadi sebuah tamparan keras sebagainya.


Dia tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya jika Cristal benar-benar pergi meninggalkannya saat itu.


Apakah dia bisa bahagia bersama Anna atau tidak sama sekali.


" Baiklah persiapan saja makan malamnya dan aku akan segera menyusul istriku. " Ars langsung meninggalkan para pelayan tersebut dan kembali ke kamarnya.


Saat masuk ke kamarnya, Semua masih tampak gelap karena belum ada lampu yang di hidupkan.

__ADS_1


Ars mencari saklar lampu dan menghidupkannya. Dia masih melihat bahwa istrinya yang masih tertidur di atas tempat tidur mereka.


Ars menghampirinya dan membelai lembut pipi wanita yang dicintainya itu. Lebih tepatnya baru menyadari cinta yang begitu luar biasa.


Entah mengapa setiap kali Ars melakukan hal ini, Rasanya dia di bayang-bayangi dengan kesalahannya yang begitu tega menyakiti hati Cristal.


Cup...


Ara memberikan kecupan di kening Cristal sebagai tanda kasih sayang darinya.


Sementara Cristal yang mendapatkan kecupan manis dari harus perlahan membuka kedua matanya.



Cristal menatap suaminya cukup dalam dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun yang di tunjukkannya pada Ars yang juga menatap ke arahnya.


Sadar akan tatapan Cristal yang berbeda padanya, Ars pun langsung mencoba membuatnya kembali baik seperti semula.


" Sudah hampir malam, Kau belum bersiap sebentar lagi juga akan tiba waktunya makan malam. Jadi ayo bersiap aku akan membantumu. " Cristal masih dalam posisinya menatap sang suami.


Bahkan saat suaminya begitu tega menyakiti hatinya pun Cristal tidak pernah membalas perbuatan suaminya itu.


kKni dia merasa hatinya sedang tidak baik-baik saja. Cristal tidak menyukai dirinya yang saat ini.


Dia juga bingung kenapa dia bisa bersikap lemah seperti ini. Cristal ingin kuat seperti kemarin-kemarin itu. Tapi hatinya tidak bisa melakukan itu.


" Apa kau masih lelah ? Jika kau lelah aku bisa meminta pelayan untuk membawa makan malam mu ke sini. Kita akan makan bersama di sini. Atau kau ingin makan di luar ? Apa kau ingin dinner ? bukan kah kita belum pernah melakukan dinner sebelumnya ? Ayo kita keluar dan dinner berdua. " Cristal menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin apapun saat ini.


Dia hanya ingin tidur dan tidur. Karena rasanya lelah sekali dengan semua ini.


Bukankah seharusnya dia sudah bersyukur bahwa Ars sudah mencintainya ? Tapi kenapa dia malah bersikap seperti ini ?


" Katakan padaku apa yang kau inginkan ? Jangan mendiamkan ku seperti ini. Jujur aku tidak tahu harus melakukan apa melihat sikapmu yang seperti ini padaku. Jadi aku mohon katakan sesuatu agar aku mengerti. " Ars menggenggam tangan istrinya dan mengucupnya dengan lembut.


Karena jujur dia merindukan istrinya yang hilang beberapa jam ini.

__ADS_1


" Aku ingin pulang ke rumah ayah dan ibuku. Biarkan aku mencari ketenangan di sana. "


" Tidak !" Ars langsung menolak permintaan istrinya.


Rumah kedua mertuanya itu berada jauh dari kantornya. Jika Ars pergi bekerja dari sana itu akan memakan banyak waktu.


" Kenapa harus ke rumah lama ? Kenapa tidak di sini saja ?"


" Aku merindukan ayah dan ibu. Aku benar-benar merindukan mereka berdua. " Ars merasa tidak tega melihat kesedihan di wajah istrinya.


Tapi dia juga tidak mungkin membiarkan Cristal tinggal di sana. Akhirnya mau tidak mau dia yang harus mengalah demi istrinya yang tengah mengandung buah cinta mereka.


" Baik jika itu yang kau inginkan. Kita akan tinggal di sana seberapa lama yang kau inginkan. " Cristal kembali menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin Ars ikut bersamanya.


adia ingin memiliki ketenangan di sana. Sepertinya dia juga butuh teman untuk bercerita dan dia akan menghubungi salah satu temannya yang bekerja di bidang medis juga.


" Kenapa lagi Cristal ? Kau mengatakan ingin tinggal di rumah ayah dan ibu dan aku menyetujuinya. Oke kita akan tinggal di sana walau aku harus membuang banyak waktu untuk pergi ke kantor. "


" Aku tidak meminta kamu untuk ikut bersamaku. Aku mohon biarkan aku tinggal di sana untuk beberapa saat sampai pikiranku benar-benar tenang. " Ars makin di buat gila dengan perasaan bersalah ini pada Cristal.


Istrinya meminta untuk tinggal sendiri tanpanya.Walau hanya untuk beberapa saat tapi tidak kah itu keterlaluan ?


" Apalagi ini Cristal apalagi ini ? Jika kau marah padaku oke aku mengerti. Aku mengerti akan semua kesalahan dan aku minta maaf oke. Tapi tolong jangan buat aku terus-terusan merasa bersalah dan di hantui oleh rasa bersalah ku saat ini. Aku memang jahat dan aku memang bersalah padamu maka untuk itu hukumlah aku dengan cara apapun. Tapi tolong jangan memintaku untuk pergi meninggalkanmu dan membiarkanmu sendiri. Aku tidak bisa melakukan itu Cristal aku tidak bisa melakukan hal itu. " Ars sudah berdiri dari posisinya yang sejak tadi duduk di dekat istrinya.


Dia berdiri di depan Cristal yang masih duduk di atas tempat tidur mereka.


Ars bahkan sampai menjambak rambutnya sendiri merasa sangat frustasi dengan semua ini.


Ini adalah pertengkaran pertama bagi mereka berdua dan Ars tidak mengerti apa yang di inginkan Cristal saat ini.


" Jika kau ingin menghukum ku karena kesalahan yang telah ku perbuat pada mu oke fine, hukum aku. Kau mau menghukum ku dengan apa ? Apa dengan memukul ku memaki ku atau mengumpat ku ? Terserah, Lakukan itu semua padaku. Tapi jangan buat aku berpisah dengan calon anak kita Cristal aku tidak bisa. Aku mencintaimu dan aku mengakui semua itu. Aku juga bersalah padamu karena telah menyakiti hatimu. Tapi bisakah kita membicarakan hal ini baik-baik ? Tolong pikirkan lagi semua itu. " Cristal juga menatap sendu pada suaminya yang terlihat begitu frustasi dengan hubungan mereka saat ini.


Tapi Cristal hanya ingin membutuhkan waktu dan ruang untuk sendiri. Rasanya selama 4 bulan terakhir ini bebannya sangat berat.


Dan baru sekarang lah dia menyadari bahwa perjuangannya memang begitu sangat-sangat berat untuk dilaluinya.

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2