RATU YANG TERBUANG

RATU YANG TERBUANG
Kisah Bermula


__ADS_3

Terhitung sejak beberapa bulan Belle telah tinggal di Paris untuk melanjutkan pendidikannya. Sejak beberapa bulan itu pula lah dia harus berjauhan dengan orang tuanya.


Bukan karena ke-dua orang tuanya yang sibuk, Tapi memang Belle sendiri yang ingin hidup mandiri dan menolak kehadiran ke-dua orang tuanya.


Ars sudah sangat putus asa dengan apa yang di lakukan putrinya karena itu sangat membuatnya di belenggu oleh rasa rindu yang luar biasa besarnya.


" Sudah berapa kali Belle katakan bahwa dia baik-baik saja. Mommy dan Daddy tidak perlu khawatir Belle hidup dengan baik di sini. " Mereka berbicara di sambungan telepon dan selalu seperti ini karena Belle yang menolak di ajak bertemu oleh keluarganya.


" Tapi Daddy merindukan kamu Nak. "


" Daddy please, i'm oke jadi jadi tidak perlu khawatir dengan keadaan Belle. Belle akan selalu baik-baik saja di sini. Ya sudah, Belle berangkat ke kampus dulu Mom, Dad. See you. "


Tut !


Belle mematikan sambungan teleponnya begitu saja dan bersiap berangkat ke kampusnya.


Seperti biasa Belle akan mengendarai mobil mewahnya untuk pergi ke kampus. Namun saat di perjalanan tiba-tiba bannya bocor dan dia harus menyingkir dari jalan.


Dia mencoba menghubungi bengkel namun mereka akan datang beberapa menit lagi dan itu membuat Belle tidak bisa menunggu lagi.


Waktunya sangat sempit sekali karena dia harus menghadiri sebuah acara di mana ada pembicara seorang pembicara muda yang akan datang ke kampusnya.


Pebisnis muda yang sukses di beberapa negara. Karena lama menunggu pihak bengkel akhirnya Belle lebih memilih meninggalkan mobilnya begitu saja di pinggir jalan dan memesan taksi.


Dia harus segera sampai ke kampusnya untuk mengejar seminar yang akan di ikuti. a

__ADS_1


Apalagi yang katanya pembicara tersebut adalah pembicara yang sangat dingin dan berpengaruh di Eropa.


Sampai dia tidak boleh ketinggalan seminar. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit dari tempat yang meninggalkan mobil tadi akhirnya Belle sampai di kampusnya.


Dia sudah telat 2 menit dan itu sangat menyebalkan. Belle terus saja berlari menuju ruangan tempat seminar di adakan dan saat dia sampai di sana ternyata seminar baru saja dimulai karena pembicaranya baru saja hendak membuka acara mereka.


Deg !


Jantung Belle berdetak kencang saat melihat siapa pembicaranya. Baru saja dia memulai hidupnya beberapa bulan ini dengan tenang di universitas dia kembali bertemu dengan pria yang pertama kali mencuri hatinya.


Rigel Sky Alexander, Kenapa harus dia yang menjadi pembicaranya ? Kenapa harus Rigel ?


Sejenak pandangan mereka saling mengunci satu sama lain hingga Rigel memutuskan pandangan mereka dengan sebuah usiran lagi pada Belle.


" Kamu terlambat 2 menit dari jam yang sudah saya tentukan. Silakan keluar. " Bukannya menurut, Belle semakin menantang pria itu.


Sementara Belle yang melihat aura permusuhan yang kental dari wajah Rigel membuatnya semakin berani menantang pria itu.


" Sekali lagi saya permisi Mister dan terima kasih. " Belle hendak meninggalkan Aula tersebut namun saat dia hendak pergi meninggalkan aula tersebut suara berat pria itu kembali menghentikannya.


" Masuk !" Hanya satu kata yang di dengar Belle dan itu membuat senyumnya mengembang sempurna.


Seminar di mulai dengan Rigel yang memberikan pembahasan tentang seputar dunia bisnis. Dia adalah salah satu pengusaha hebat negara Eropa berkat ketampanan dan kepintarannya.


Serta nama belakang yang bisa menunjang karirnya begitu pesat. Tapi Belle tidak memandang itu semua karena dia tertarik pada pria itu karena memang pria itulah yang pertama kali mencuri hatinya.

__ADS_1


Namun tiba saat sesi tanya jawab Belle kembali berulah menguji kesabaran pria itu.


" Anda bertanya apakah ada pertanyaan bukan ? Maka izinkan saya bertanya kepada Anda. "


" Apa yang ingin kamu tanyakan ?" Rigel tetap pada raut wajah datarnya tapi tidak dengan Belle.


Dia kenapa pria itu dengan penuh senyuman dengan mata indahnya berharap Rigel akan terpesona padanya.


" Dalam dunia bisnis semua halal, Termasuk melakukan hal kotor sekalipun demi mempertahankan posisi kita. Lalu apakah dalam cinta di halalkan untuk melakukan segala hal demi tujuan kita ? Daddy saya selalu mengatakan jangan pernah membawa perasaan dalam bisnis. Tapi bagaimana jika kita berbisnis tidak dengan perasaan ? Bagaimana perasaan karyawan-karyawan di bawah kita ? Pertanyaan saya hanya satu untuk Anda Mister. " Jeda sejenak dan itu membuat Rigel menatap datar pada Belle.


" Seberapa pentingkah wanita dalam dunia bisnis ? Dan bagaimana posisi seorang wanita dalam kehidupan Anda ?"


" Pertanyaan yang tidak bermutu, Ganti !" Rigel langsung menolak pertanyaan dari Belle yang menurutnya pertanyaan dari Belle adalah pertanyaan yang tidak penting sama sekali.


" Wanita dan bisnis itu saling keterkaitan. Di mana Anda membutuhkan seorang wanita dalam hidup anda untuk menjadikan pendamping. Anda tidak bisa menganggap remeh soal ini karena bagaimanapun seorang pria tidak akan bisa sukses tanpa dampingan seorang wanita. Kita ambil contoh dasar saja, Anda bisa sukses ini karena wanita bukan ? Sosok Ibu, Bukankah itu juga yang paling penting dalam hidup kita ? Cinta kasihnya tidak pernah putus. Bagaimana tanggapan Anda dengan sosok wanita dalam hidup anda. Pertanyaan yang sangat simpel bukan ?" Semua menatap heran pada Belle yang berani bertanya hal pribadi seperti itu pada keturunan klan Alexander.


siapa yang tidak mengenal keturunan Alexander. dan Belle berani mencari gara-gara dengan pria itu ?


" Aku tidak memiliki pandangan khusus terhadap wanita kecuali Ibu ku. Ibu ku adalah bintang paling bersinar dalam hidup ku. Dia adalah wanita yang hebat dan yang paling ku cintai di Dunia. Aku tidak akan menolak wanita manapun di dunia ini jika mereka bisa mencuri hati Ibu ku dan ke-lima saudara ku. Jika kamu berpikir bahwa kamu pantas bersanding denganku, Aku tidak yakin kamu sekuat itu menghadapi kehidupan saudaraku. " Senyum devil muncul di wajah Rigel dan itu membuat semua orang menatap ngeri padanya


Sementara Belle sendiri dia telah berhasil menjebak Rigel dalam pertanyaan.


" Saya tidak pernah berpikir bahwa saya bisa menjadi pendamping untuk hidup Anda. Tapi jika Anda menginginkan saya untuk menjadi pendamping Anda maka saya tidak akan menolaknya. Saya siap menghadapi ke-lima saudara Anda dan mencuri hati Ibu Anda. Siapkan saja tanggal dan waktunya kapan saya akan bertemu dengan keluarga besar Anda. Saya akan menyiapkan diri dengan senang hati jika itu memang keinginan Anda. " Belle benar-benar berhasil menjebak Rigel dengan pertanyaannya.


Dan itu membuat Rigel kehilangan wajahnya di depan puluhan mahasiswa dan mahasiswi yang tengah mengikuti seminarnya kali ini.

__ADS_1


...💐💐💐...


__ADS_2