
Di sebuah bangunan tua dekat hutan pinggir kota Algrand.
Claudia dan Helena, keduanya dibawa dan sekap di sana. Sementara orang-orang berjubah hitam itu menjaga mereka. Sebagian juga ada yang diluar untuk memantau situasi.
"Siapa kalian? Kenapa kalian melakukan ini? Apa salah kami?".
"Berisik kalian!!! Diam saja kalian".
"HELENA!!".
Helena yang panik berusaha menanyakan alasan kenapa dia dan Claudia disekap seperti ini. Tapi, salah satu pria berjubah hitam segera membentak nya dan menamparnya sampai Helena tersungkur ke lantai dan pingsan.
Sementara itu diluar.
Tampak sebuah kereta kuda muncul menembus gelapnya hutan. Kereta itu berjalan dan berhenti tepat di depan bangunan tua tempat dimana Helena dan Claudia di sandera.
Ketika pintu terbuka dan orang yang ada di dalamnya keluar para orang-orang berjubah itu langsung memberikan penghormatan.
Mengabaikan penghormatan dari para bawahan pria itu tetap berjalan memasuki bangunan. Sama halnya dengan mereka yang ada di luar, para pria berjubah hitam yang melihat sosok itu segera memberikan hormat.
Kejadian, ini membuat Claudia sempat kebingungan sekaligus penasaran dengan siapa sosok yang tampaknya adalah bos mereka.
"Lama tidak berjumpa ya, Claudia? Kau makin cantik dan mengairahkan seperti saat pertama kali kita bertemu".
Claudia kebingungan dengan perkataan dari sosok itu. Tapi, disaat yang bersamaan dia merasa sangat familiar dengan suara sosok itu.
Dan benar saja.
Ketika sosok itu berjalan mendekat diikuti dengan dirinya yang perlahan-lahan disinari cahaya bulan, seketika Claudia terkejut saat tahu siapa sosok itu dan tanpa sadar dia menyebutkan nama dari sosok itu.
"Tuan Dirk fou Watson".
Benar sosok itu adalah Dirk fou Watson. Kalau kalian tidak ingat, Dirk adalah orang yang dihajar habis-habisan oleh Dylan saat tes Sihir.
Dirk menatap Claudia dengan tatapan mesum dan lidah yang menjilati bibirnya seperti, hewan yang menemukan mangsa yang lezat. Lalu, Dirk melangkah mendekat kemudian menyentuh wajah Claudia dengan tangan kanannya.
Claudia semakin ketakutan karena dia bisa melihat mata Dirk yang dipenuhi oleh kegilaan di dalamnya.
"Claudia, Claudia, Claudia..... Gadis ku yang paling manis dan paling cantik.... Apa kau tahu betapa besarnya aku mencintaimu?..... Kau sangat berharga buatku.... Hartaku yang paling berharga di dunia ini..... Tapi..... Kenapa kau terus-menerus menghindari ku?..... Kenapa kau terus mengabaikan ku?..... Padahal aku selalu, selalu, dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu..... Namun, kau terus saja menyakitiku......... Belum lagi, ayah sialan mu itu yang menolak proposal pertunangan kita secara sebelah pihak..... Dan kurang ajarnya, dia malah membuatku bertunangan dengan adik perempuan mu yang berisik itu".
Dirk mengungkapkan rasa cintanya kepada Claudia yang di penuhi oleh nafsu dan kegilaan yang menjijikkan. Bahkan sampai Claudia sendiri merinding dan sangat ketakutan dibuatnya.
"Karena itu, Claudia...... Aku terpaksa melakukan ini dengan tujuan membuatmu menjadi milikku seutuhnya".
Kemudian, tangan nya mulai menyentuh baju yang dikenakan Claudia dan dengan sekuat tenaga Dirk merobek baju Claudia hingga menunjukkan pakaian dalamnya.
"KYAAAAAAA".
Claudia yang terikat dan tidak bisa melawan hanya bisa menangis dan berteriak tak berdaya.
"Oh, tenang tenang. Claudia sayang..... Aku tidak bermaksud buruk kok!!! Aku hanya sudah tidak bisa menahan perasaan ini.... Kau pasti mengerti kan? Iya kan?".
"Hentikan.... Aku mohon hentikan....".
Claudia memohon sambil menangis agar Dirk tidak menyakitinya.
"Tidak apa-apa, Claudia sayang...... Ini tidak akan lama kok".
Sayangnya, permohonan Claudia diabaikan oleh Dirk dan bawahannya. Dan Claudia semakin dibuat ketakutan.
"Nah, sekarang mari kita mulai.... RITUAL PEGABUNGAN KITA!!!!".
"KUMOHON!!!! SESEORANG SELAMATKAN AKU!!!!".
Dirk bersiap melancarkan aksi bejat nya dan Claudia berteriak sekeras-kerasnya dengan harapan ada seseorang yang mendengar nya meminta bantuan di luar sana. Walaupun itu mustahil.
"Phantom Blade. Blade Impact".
Doa dan harapan Claudia terkabulkan.
Sebelum bisa melancarkan aksi bejatnya, Dirk dan bawahannya di buat terkejut oleh sebuah ledakan yang berasal dari pintu masuk.
"Woi.... Apa?".
Dirk segera mengalihkan pandangannya dan para bawahannya segera bersiap untuk bertarung. Lalu, dari arah debu melesat beberapa bayangan yang terjatuh tepat di depan para bawahan Dirk.
__ADS_1
Seketika itu juga mereka terkejut, bahwa bayangan yang terjatuh didepan mereka adalah kepala dari rekan-rekan mereka yang berjaga di luar.
Langkah kaki seorang terdengar, sehingga mereka mengambil kesimpulan bahwa orang itu adalah pelakunya. Semuanya termasuk Claudia sendiri penasaran dengan sosok itu.
Dan tak berselang lama, sosok itu muncul dari balik debu menunjukkan dirinya. Seketika itu juga, Dirk tidak bisa menyembunyikan kebenciannya dan bahkan sampai mendecitkan gigi belakangnya ketika tahu siapa sosok itu.
"Keparat!!!! Berani-beraninya kau ikut campur kedalam urusanku!!! Dylan!!!".
"Eh?".
Sosok yang menghentikan aksi bejat Dirk kepada Claudia adalah Dylan sekaligus orang yang tanpa ampun membantai para bawahan Dirk tanpa ragu. Itu terbukti dengan adanya darah yang menetes dari pedang katana yang dia bawa.
"Haaaa.... Itu pertanyaan yang tidak perlu sebuah jawaban..... Jujur saja sebenarnya aku ogah terlibat dalam masalah ini".
"Kalau kau memang tidak mau terlibat...... Terus kenapa kau ada disini?".
"Huh? Kau ini ngomong apa? Jika kau ingin menyalahkan seseorang salahkan bawahan mu yang melancarkan aksi penculikan di tempat umum..... Gara-gara itu, aku terseret untuk jadi "saksi" penculikan...... Jadi, aku datang kesini untuk mengajukan komplain ke kalian".
Dengan nada jengkel dan penuh kemalasan, Dylan mengungkapkan alasan absrud nya kenapa dia datang kesini.
Mendengar alasan itu, baik Dirk dan bawahannya hanya bisa menaikan salah satu alis mereka karena tidak paham apa yang Dylan keluhkan. Begitupun dengan Claudia yang juga tidak paham dengan apa yang Dylan katakan.
"Kalian semua tunggu apa lagi!!! Cepat habisi dia!!!!".
Mendengar perintah atasannya para bawahan yang tersisa segera mengepung Dylan dan bersiap menyerang nya.
"Buset.... Aku datang jauh-jauh hanya untuk komplain... Eh? Malah mau dibunuh.".
Kemudian Dylan memejamkan matanya untuk sesaat kemudian metapa orang-orang disekitarnya dan berbicara seperti dia sudah mengambil sebuah keputusan.
"Karena terlanjur terlibat.... Ya tuntasin aja sekalian..... Baiklah.... Kubunuh kalian".
Bersamaan dengan itu, orang-orang itu segera menyerang Dylan dalam waktu yang bersamaan. Tapi, sebelum bisa mendaratkan serangan. Sosok Dylan langsung menghilang dari pandangan mereka.
Saat mereka kebingungan, salah satu rekan mereka langsung terbelah menjadi 2. Belum paham apa yang terjadi, Dylan dengan sangat cepat dan lincah menebas satu persatu bawahan Dirk.
Setiap tebasan yang dilancarkan oleh Dylan, semuanya langsung mengarah tepat ke titik vital mereka dengan sangat dalam sehingga mereka langsung tewas terbunuh di tempat.
Selesai dengan para bawahan itu, Dylan segera melesat kearah Dirk dan langsung mendaratkan sebuah tendangan tepat di wajahnya. Sekaligus membuatnya terpental menjauh dari Claudia.
(---------------)
Mendapatkan kesadaran lagi, Claudia segera menoleh kearah Dylan hanya untuk dikejutkan oleh sebuah jaket dan 2 botol Exilir.
Menerima kedua hal itu membuat Claudia kebingungan, tapi dia segera mendapatkan jawaban cepat dari Dylan.
"Malam ini sangat dingin gunakan saja jaket ku..... Dan minumkan Exilir itu ke pelayanmu yang terkapar disana".
"Eh? Eh?".
"Lha kok Ha, eh ha, eh..... Cepet lakuin".
"Ba-baiklah".
Tanpa menoleh kebelakang, Dylan segera memberikan instruksi kepada Claudia. Tak punya pilihan lain, Claudia segera menutupi badannya dengan jaket Dylan dan segera meminumkan Exilir kepada Helena yang pingsan.
"Sialan, sialan, sialan, SIALAN!!!! KENAPA KAU SELALU SAJA MENGHALANGI KU!!!! KU BUNUH KAU, KU BUNUH KAU, KU BUNUH KAU!!!! KU BUNUH KAU, DYLAN!!!".
"Hei, kau...... Segeralah menghindar".
Dirk tiba-tiba memakan sebuah pil aneh yang secara ajaib meningkatkan kekuatannya, dan tanpa basa basi langsung menerjang Dylan. Bentrokan 2 kekuatan itu menghasilkan ledakan yang besar sampai menghancurkan atap bangunan itu.
Untungnya, Dylan berhasil melompat mundur sambil membopong Claudia dan Helena di kedua tangannya.
"Kalian berdua tunggu disini dan jangan mendekat..... Biar aku habisi bajingan gila itu".
"Eh? Eh? Eh?".
"Bisa berhenti yang bilang Ha Eh, Ha Eh, nya".
Selang beberapa saat sosok Dirk keluar dari kobaran api itu sambil menunjukkan ekspresi gila dan niat membunuh yang luar biasa.
Dan dimulai pertarungan sengit diantara keduanya.
(-----------------)
__ADS_1
Adu pedang dengan kecepatan tinggi terjadi diantara keduanya. Tampak dengan jelas Dirk membombardir Dylan dengan tebasan pedang yang brutal dan gila.
Dylan sendiri berusaha untuk terus menghindar dan menangkis setiap serangan yang datang sambil terus mengamati kondisi aneh Dirk setelah memakan semacam pil aneh tadi.
(Dia benar-benar lepas kendali atas dirinya...... Di satu sisi dia benar-benar ingin membunuhku.... Level haus darah yang tidak alami ini....... Sebuah efek stimulisasi.... Augmentasi sirkuit sihir....... Penguatan otot..... Dan di atas semua itu..... Dapat membuat penggunanya mengamuk tak kendali...... Seperti efek dari gejala-gela akibat konsumsi obat narkotika).
Dylan terus menghindar dan menangkis setiap serangan brutal dan gila yang dilakukan Dirk. Sementara, Dirk sendiri merasa puas saat mengira Dylan tidak bisa membalas serangannya. Tapi, untuk beberapa saat mata Dylan sempat melirik kearah lain.
(Situasinya.... Menjadi semakin rumit dan lebih parah dari dugaan ku).
Dirk langsung melancarkan tebasan sihir yang melesat tepat ke arah Dylan. Untungnya, dia bisa menghindar tapi Dirk kembali menyerangnya dengan tujuan untuk tidak memberi Dylan kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Dylan sendiri masih tetap tenang dan mencoba menganalisa semuanya.
(Membunuh Dirk adalah perkara mudah untukku..... Tapi, kalau dugaan ku benar.... Seharusnya ada satu orang lagi yang bersembunyi di sekitar sini).
Di satu sisi.
Dylan menduga bahwa ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari jarak jauh. Karena tidak ingin membuang waktu lagi, Dylan segera melayangkan sebuah ayunan pedang yang sangat keras sehingga tidak bisa di tahan oleh Dirk.
"A-apa?".
Dirk yang serangannya di gagalkan dan terpental hanya bisa kebingungan, dan dalam sekejap mata Dylan sudah ada di depannya sambil berucap.
"Maaf Dirk... Tapi, aku ingin kau tidur secepatnya".
Dalam sekejap mata Dylan menghujani Dirk dengan banyaknya tebasan pedang yang sangat cepat. Seketika membuat Dirk langsung terkapar di tanah.
Tak mau membuang waktu lagi, Dylan mulai merapalkan mantra yang saat ini dia fokuskan untuk pengelihatan dan mendeteksi lingkungan sekitarnya.
"Visual Activision. Thermal Vision".
Thermal Vision adalah cabang dari sihir Visual Activision sihir non atribut Dylan yang mampu membantu untuk melihat dan mendeteksi keberadaan musuh yang bisa berkamuflase dengan sekitarnya.
Ini adalah sihir orisinil dari Dylan sendiri yang dia ciptakan untuk bisa melawan monster atau orang-orang yang punya kemampuan berkamuflase dengan sekitar dan menyembunyikan hawa keberadaannya.
Dan benar saja, ada seseorang dalam radius 100 meter dari lokasinya berada yang sedang mengawasi. Tanpa basa-basi Dylan segera mengarahkan tangan kirinya kearah orang itu dan merapalkan mantra sihir.
"Impact".
Sebuah tembakan sihir non atribut langsung melesat mengenai pria itu sehingga membuatnya terluka dan terjatuh tanpa bisa melarikan diri.
"Ugh..... Keparat...... Dia cuma bocah biasa..... Bagaimana dia bisa melihat ku?".
Ketika orang itu mengeluh dan menahan rasa sakit. Dylan berjalan mendekat ke arah orang itu.
"Jadi, apa tujuan mu? Dan kenapa kau ada disini?".
Bukannya menjawab pria itu malah tertawa.
"Hehehe...... Maaf saja, tapi aku tidak bisa membocorkan nya".
Pria itu tiba-tiba mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke leher, reflek Dylan berusaha mendekat.
"Tanya aku lagi, saat kita bertemu di Neraka".
Tanpa ragu orang itu langsung menggorok lehernya sendiri dan tewas di tempat. Dylan sempat terkejut dengan aksi diluar perkiraan nya itu.
Setelah sekali menghembuskan nafas panjang Dylan berjalan mendekati mayat pria itu.
(Takut akan diinterogasi, huh?..... Berbicara soal kesetiaan...... Awalnya, aku berpikir bahwa dia Butler pribadi dari Dirk.... Tapi, tampaknya dia kesini hanya untuk mengecek efek samping dari obat yang digunakan Dirk tadi....Hm?).
Kemudian pandangan Dylan teralihkan dengan sebuah logo yang terukir di pisau yang digunakan pria itu.
Seketika itu juga, Dylan terkejut bukan main. Dia tidak menyangka saat tahu dari mana pria yang bunuh diri ini berasal.
Kemudian Dylan memegang kepalanya seperti menahan rasa pusing yang luar biasa.
"Sialan..... Belum selesai dengan masalah Kerajaan Rachael sekarang muncul lagi yang tak kalah merepotkannya".
Kemudian Dylan segera menurunkan tangannya dan kembali berbicara.
"Aku tidak menyangka mereka akan memanfaatkan celah antara renggangnya hubungan Kerajaan Ingrid dengan Kerajaan Rachael dengan mengirim mata-mata kesini..... Sialan kalian, Kerajaan Strost".
Secara mengejutkan orang yang melakukan bunuh diri itu adalah mata-mata yang dikirim oleh Kerajaan Strost.
__ADS_1
Entah apa tujuannya, tapi Dylan tahu bahwa itu bukanlah hal yang baik.