Reborn As Villain

Reborn As Villain
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 1.


__ADS_3

Sekarang kita beralih ke pertarungan antara Arnold dengan Hendry.


Setelah menerima serangan balik dari Arnold barusan, Hendry sempat terkapar sebentar sebelum akhirnya kembali bangkit dengan kepala dan mulutnya yang mengeluarkan darah.


(Apa-apaan tadi itu?..... Padahal dia cuma mendorong ujung pedangnya kearah ku..... Tapi, kenapa aku bisa terpental?..... Apa yang bocah ini barusan lakukan?).


Sambil melihat Arnold yang ada di depannya, Hendry berusaha keras untuk mencerna apa yang terjadi padanya barusan.


Yang sebenarnya terjadi adalah.


Sebenarnya, saat Hendry mengerahkan serangan kepada Dylan dan yang lain. Serangan itu bukan hanya sekedar di tangkis oleh Arnold melainkan dia menangkap, menahan, lalu membalikan serangan itu ke Hendry sendiri menggunakan pedangnya sebagai media.


Singkatnya, alasan kenapa Hendry bisa terpental dan terluka itu semua karena serangan yang dia lancarkan sendiri.


Melihat Hendry yang berhasil bangkit kembali sempat membuat Arnold terkejut dan mulai bergumam dalam hatinya.


(Padahal aku sudah membalikkan serangan itu kepadanya tapi dia masih bisa berdiri kembali..... Begitu ya.... Rupanya dia punya ketahanan fisik yang luar biasa).


Setelah itu, Hendry menatap lurus kearah Arnold yang ada didepannya dan kemudian berbicara.


"Panggilan mu Al, kan?....... Harus aku akui kau luar biasa..... Baru kali ini ada yang bisa membuatku terluka hanya dengan satu serangan saja..... Tapi....".


Kemudian dia mulai tangan kirinya menggenggam jubah hitam yang dia kenakan dan kembali berbicara.


"..... ITU SEMUA BELUM CUKUP UNTUK MENUMBANGKAN KU!!!!".


Bersamaan dengan itu, Hendry menarik dan melempar jubah hitamnya ke arah Arnold sehingga pandangan tertutupi.


Menyadari pandangan tertutupi dan merasa ada bahaya yang akan datang, Arnold memperbaiki posisinya dan bersiap menghadapi serangan kejutan yang akan datang.


"Bloody Spear : Cloud Lighting Blood".


Tusukan tombak yang kuat di lapisi oleh sihir petir berwarna merah darah menerobos di balik gelapnya jubah hitam.


Secara mengejutkan, setelah serangan itu di darat kan. Hendry dibuat terkejut, karena sosok Arnold tidak ada di sana.


Tiba-tiba Hendry merasakan ada aura membunuh yang kuat berasal dari belakang nya. Menoleh kearah belakang rupanya sumber dari aura itu adalah Arnold yang sekarang ada di belakangnya dan bersiap melakukan serangan kepadanya.


"Palax Bloody Spear : Secret Volt Tail".


Dengan memanfaatkan ujung belakang tombaknya yang tajam, Hendry menyerang Arnold dengan banyak tusukan sebelum ia sempat menyerang.


"Ugh".


Arnold yang tidak punya kesempatan untuk menghindar mau tidak mau harus terkena serangan itu yang beberapa kali menghujam tubuhnya.


Tak mau terus menerus menerima serangan itu, Arnold memutuskan untuk mundur dan menjaga jarak sambil merasakan rasa sakitnya.


"Itu sakit sekali".


(Sialan, serangan ku tidak ada satupun yang mengenai titik vitalnya).


Di saat Arnold menahan rasa sakit yang dia rasakan, di sisi lain Hendry bergumam di dalam hati karena serangannya tidak berhasil mengenai titik vital Arnold.


"Hmmm.... Harus aku akui kau punya respon yang baik terhadap serangan, Al.... Aku benar-benar terkejut saat tahu, kau bisa menghindari teknik ku barusan".


Sambil berbalik badan, Hendry memberikan pujian kepada Arnold yang bisa merespon cepat dan menghindari serangannya.


"Terimakasih atas pujiannya..... Aku juga terkesan dengan teknik mu juga, Hendry-san..... Aku baru tahu, kalau pengguna tombak bisa melakukan serangan kejutan seperti itu".


Sama halnya Hendry, Arnold juga memberikan pujian dengan apa yang dilakukan Hendry.


"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan pertarungan ini... Al!!!".


Dengan mencengkram keras tombaknya, Hendry segera melesat kearah Arnold yang ada di depannya.


Bersamaan dengan itu, Arnold merasa bahwa akan ada bahaya yang datang dan dia mulai bersiap dengan pedangnya.


Dan benar saja.

__ADS_1


Saat jarak keduanya hampir berdekatan, Hendry segera menusukkan tombaknya yang sudah diperkuat dengan sihir bereelemen petir kearahnya.


Yang berbeda dengan 2 serangan sebelumnya adalah serangan yang kali ini semakin di perkuat dengan niat membunuh yang gila.


Dan sangking gilanya, bahkan satu tusukan saja dapat langsung membunuh lawannya.


Untungnya, Arnold berhasil menghindar. Tapi, tak berselang lama serangan yang sama segera di lancarkan Hendry dengan membabi-buta.


"Palax Bloody Spear : Wave Lighting Of Kallichoron".


Hendry mengeluarkan hujaman tusukan tombak petir yang berjumlah banyak. Dan sangking banyaknya, hujaman itu mirip seperti gelombang air laut yang hendak menyambar Arnold.


Meski sempat terkejut oleh serangan yang akan datang, Arnold berusaha sekuat tenaga untuk menghindari setiap serangan yang datang.


Mengelak, Menunduk, Berkelit hanya 3 hal itu yang bisa dilakukan Arnold untuk terhindar dari hujaman serangan bertubi-tubi dari Hendry.


Sadar tidak ada satupun serangan nya yang berhasil mengenai Arnold, Hendry kembali melesat mendekat.


Kemudian, sambil memutarkan badannya diikuti dengan tombak yang dia bawa. Hendry berusaha menebas Arnold dengan tekniknya.


"Palax Bloody Spear : Lighting Slash Wing!!!".


Tebasan tombak yang sangat kuat melesat ke arah, untungnya Arnold bisa berkelit dari serangan itu dan melompat mundur untuk menjaga jarak.


Namun, yang membuat semua Arnold terkejut adalah, ayunan tebasan meninggalkan bekas tebasan yang besar di dinding beton.


Setelah itu Hendry melompat tinggi dan dia melesat turun dengan sangat cepat kearah Arnold dengan mengarahkan tombaknya.


"Palax Bloody Spear : Hammer Of The Netherworld".


Arnold melompat mundur untuk menghindar dari serangan itu. Dan saat tombak Hendry tertancap di lantai, seketika seluruh lantai beton yang menjadi pijakan mereka hancur lebur. Bukan hanya menghancurkan lantai, bahkan getaran dari serangan itu sampai menghancurkan bagian atas.


Akibatnya, Arnold yang kehilangan pijakannya harus terjun semakin masuk kedalam bawah tanah bersamaan dengan bebatuan yang ikut berjatuhan.


Di saat Arnold sedang sibuk mencerna apa yang terjadi, Hendry tiba-tiba muncul di depannya, sambil mengayunkan tombaknya dengan sangat kuat.


Tidak punya pilihan, Arnold berusaha menahan ayunan vertikal tombak itu dengan pedangnya.


"Ugh".


Dan dia baru berhenti setelah badannya terjebur kedalam air yang ada di dasar. Menyadari dirinya tenggelam, Arnold dengan sekuat tenaga mencoba untuk berenang ke tepian sambil menahan rasa sakit.


Setelah mencapai ke tepian, Arnold segera naik dan berusaha untuk mengatur nafasnya.


"Ha..... Ha.... Ha.... Sialan..... Serangan apa itu?..... Dan..... Dimana ini?".


Sambil mengatur nafasnya, Arnold dibuat terkejut dengan lingkungan sekitar nya yang aneh. Karena apa yang dia lihat adalah sebuah pemandangan seperti sebuah goa kelelawar yang di dalamnya terdapat air terjun yang besar.


(Bagiamana ada tempat semacam ini di bahwa tanah?).


Arnold bergumam di dalam hatinya karena rasa kebingungan yang dirasakan soal tempat yang baru saja dia lihat sekarang.


"Woi, fokuslah pada lawan mu..... Jangan cuma diam mematung".


Arnold kembali tersadar dan segera menoleh kebelakang hanya untuk menemukan Hendry bersiap kembali menyerang nya dengan hujaman tombak yang sangat banyak.


Dan Arnold mau tidak mau harus kembali menghindari semua serangan bertubi-tubi yang datang kepadanya sambil menahan rasa sakit yang dia rasakan.


Lalu salah satu serangan Hendry berhasil melukai pinggang sebelah kiri Arnold, tentu saja darah terciprat keluar dari luka itu.


Arnold memutuskan untuk kembali melompat mundur. Namun, Hendry yang tidak ingin kehilangan mangsanya kembali menerjang dari depan.


"Mati kau!!!".


Sambil berkata begitu, Hendry segera melesat tusukan tombak yang sangat kuat kearah Arnold. Tapi, hal yang mengejutkan terjadi.


Dalam sekejap mata, sosok Arnold tiba-tiba menghilang dari hadapannya. Hal itu, membuat Hendry terkejut bukan main.


Dan bersamaan dengan itu, dia segera menoleh kebelakang untuk menemukan sosok Arnold yang sudah ada di belakangnya dengan ekspresi yang gelap.

__ADS_1


Tak cukup sampai disitu saja, Hendry tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak beras. Dalam benaknya, tergambar dirinya yang entah bagaimana tubuhnya terbelah menjadi 2 bagian.


Kemudian, Arnold melancarkan sebuah tebasan pedang yang sangat kuat kearah Hendry yang ada di depannya. Menyadari hal itu, Hendry melompat mundur.


"Drawing Siden Sword : Bewintched Sword Attack!!!".


Sebuah serangan ayunan tebasan yang sangat kuat sampai menciptakan sebuah gelombang serangan yang brutal melesat kearah Hendry.


Meski berhasil melompat mundur dan menghindar dari serangan yang melesat dan meninggalkan bekas tebasan besar di tanah dan bebatuan.


Secara mengejutkan, darah keluar dan terciprat dari badannya. Ternyata tanpa di sadari Hendry bahwa dia terkena tebasan dari Arnold barusan.


Sambil, menyentuh luka yang dia dapat dan menahan rasa sakit, Hendry menatap Arnold yang ada di depannya.


(Bukan hanya mampu membelah bebatuan saja.... Sangking tajamnya hembusan angin dari tebasan itu mampu melukaiku yang sudah susah payah menghindar..... Selain cepat, itu adalah tebasan pedang yang kuat, kasar dan tidak normal).


Sambil bergumam di dalam hati kecilnya, Hendry benar-benar di buat kebingungan dengan apa yang barusan di lakukan oleh Arnold kepadanya.


"Maaf ya, Hendry-san..... Tapi, aku tidak akan membiarkan mu lari".


Setelah mengatakan itu, Arnold kembali menyerang Hendry dengan serangan yang sama bertubi-tubi. Dan sekarang, giliran Hendry yang harus berusaha menghindar dari setiap serangan Arnold yang berdatangan.


Bagi mereka yang melihat dari sisi penonton, tebasan pedang yang dilakukan Arnold barusan seperti sebuah cambuk yang terus-menerus dia ayun-ayunkan.


Karena sifatnya sangat acak seperti cambuk, Hendry sendiri mengalami kesusahan untuk membaca arah datangnya serangan dan cara menghindarinya.


Akibatnya, setiap kali Hendry menghindar dia pasti akan terkena serangan itu walau sangat tipis.


(Sialan.... Padahal dia hanya menggunakan pedang biasa.... Bagaimana di bisa menganyunkan pedangnya seperti cambuk?.... Jika ini terus terjadi..... Aku tidak bisa membalikkan keadaan seperti sebelumnya).


Di dalam hatinya, Hendry merasa jengkel karena situasi yang dia hadapi sekarang. Dimana dia sedang di buat terpojok oleh Arnold yang terus-menerus menyerangnya tanpa jeda.


Lalu, sebuah ide muncul di kepalanya.


Sambil menghindar, salah satu tangan Hendry mengambil sesuatu dari dalam sakunya lalu melemparkannya kearah Arnold. Ternyata, yang dia lemparkan barusan adalah 4 buah mata pisau yang melesat kearah Arnold.


(Aku akan lemparkan 4 pisau kearahnya secara berturut-turut... Dengan begitu, aku bisa menghentikan momentum nya.... Dan memanfaatkan itu, untuk mengembalikan keadaan).


Tapi, harapan Hendry seketika sirna begitu saja.


"Seperti yang aku duga..... Maaf ya, Hendry-san.... Kau tidak bisa menghentikan ku".


Menyadari hal itu, Arnold menangkis keempat pisau itu dengan tebasan pedangnya. Dan hal itu kembali membuat Hendry terkejut.


(Dia dengan mudahnya menangkis keempat pisau itu hanya dengan satu kali ayunan!!!).


"Kena kau, Hendry-san!!!".


Di saat itu, Arnold kembali melancarkan serangan ke arah Hendry yang terdiam karena terkejut.


Tapi entah kenapa, tiba-tiba saja Hendry tersenyum.


"Tidak... Kau tidak akan bisa menangkap ku".


Bersamaan dengan itu Hendry melemparkan semacam bola kearah Arnold dan seketika bola itu meledak dan menciptakan gas asap.


Arnold berusaha menghalau asap itu dengan menggunakan kedua tangannya.


(Sialan, asap ini menutupi pandanganku).


Arnold mengumpat dalam hati, karena pandangannya terhalang oleh asap itu sehingga dia tidak bisa melihat di mana sosok Hendry berada.


"Jangan terkejut, itu cuma kumpulan api dan asap kecil yang tidak sanggup menerbangkan sebuah pedang".


Arnold segera tersentak setelah mendengar suara Hendry yang tiba-tiba saja terdengar dari arah atas samping kanannya.


Dan benar saja.


Saat Arnold menoleh ke atas kanan, di sana sudah ada Hendry yang bersiap mengarahkan tombak hendak melancarkan tekniknya.

__ADS_1


"Palax Bloody Spear : Lighting Explosive Escape".


__ADS_2