
Desa Hage.
Adalah desa yang terletak di Utara belakang bukit hutan Elbrand. Desa cukup besar, meski jumlah penduduk sebanyak 500 jiwa. Sebagian besar penduduk nya berprofesi sebagi petani dan juga ada yang berternak.
Meski berada di belakang bukit hutan Elbrand, jauh dari ibukota dan fasilitas desa yang kurang memadai warga di sana hidup dengan penuh kedamaian.
Namun, kedamaian itu hampir sirna. Karena saat ini segerombolan binatang serigala bertanduk segera menyerbu desa yang damai itu. Meski disebut serigala bertanduk, nyatanya ukuran mereka jauh lebih besar dari serigala pada umumnya. Ukurannya bahkan setinggi pira dewasa pada umumnya.
Melihat segerombolan serigala tanduk itu, seorang pria yang berdiri di atas menara pengawas segera memberikan peringatan dengan sebuah suara bel lonceng sebagai tanda bahaya.
"SEMUANYA!!!! LARI!!! ADA SERBUAN SERIGALA TANDUK!!!".
Mendengar hal itu, para warga Desa Hage mulai panik dan berlarian ke sana kemari berusaha mencari perlindungan
"PARA WANITA DAN ANAK-ANAK SEGERA BERKUMPUL DAN BERLINDUNG DI AULA DESA!!! PARA PRIA SEGERA BAWA SENJATA DAN BERSIAP UNTUK BERTARUNG!!!".
Dan menyuruh para pria membawa senjata untuk melawan segerombolan serigala tanduk yang berjumlah ratusan.
"Berapa jarak mereka sebelum mencapai desa ini?".
"Mereka akan segera tiba!!! Jumlah mereka.... kira-kira berjumlah ratusan".
"Apa!!! Ratusan!!!".
Menyadari bahwa ada ratusan serigala tanduk yang akan segera mendekat. Para pria desa Hage mulai menunjukkan ekspresi suram.
Meski serigala tanduk tidak dianggap sebagai binatang yang kuat dibandingkan Troll atau Cyclop. Jumlah mereka terlalu tinggi di banding jumlah penduduk pria yang saat ini bersiap untuk melawan. Mereka bukan para makhluk yang bisa terluka oleh hewan biasa.
"Kepala desa, bagaimana ini?".
Seorang penduduk segera bertanya kepada kepala desa yang tampak sudah cukup berumur itu. Setelah berpikir sejenak, kepala desa itu segera memberikan perintah.
"Meskipun situasi kita tidak menguntungkan.... Kita tidak bisa binatang-binatang itu mendekat.... Dan situasi nya menjadi buruk.... Kita terpaksa harus melarikan diri dan meninggalkan desa".
Mendengar titah dari sang Kepala Desa. Mereka segera bersiap untuk menahan serbuan serigala tanduk itu.
Tak butuh waktu lama bagi para serigala itu untuk mendekat dan akhirnya, pertarungan tidak bisa dihindarkan lagi.
Para penduduk desa yang jumlahnya tidak seberapa perlahan-lahan mulai membantai para serigala tanduk itu satu persatu. Namun, jumlah musuh baru dari terus berdatangan. Dan terlihat jelas bahwa penduduk desa biasa tidak akan bisa menahan lebih lama.
Dan itu benar-benar terjadi.
Karena tidak kuat dan kelelahan akibat menahan serbuan serigala tanduk itu pertahanan desa berhasil menembus barikade pertahanan desa.
Dan para serigala itu mulai menyerang dan menerkam para pria yang mencoba untuk menahan serbuan itu.
Kejadian itu sungguh kacau balau banyak warga yang tewas terbunuh dalam waktu yang sangat singkat. Melihat situasi yang sangat mencekam hal itu, sebagian orang sudah mulai putus asa dan bersiap menerima kematian mereka.
Di saat yang bersamaan, Kepala Desa melihat 2 sosok bayangan yang tiba-tiba dan terjun di depannya.
Lalu.
"Phantom Blade. Cyrcle Blade".
"Mistery Cleaver. Black Burial".
Dua sosok itu segera melesatkan serangan kearah gerombolan serigala tanduk dan langsung membunuh beberapa dari mereka.
"Anda pasti kepala desa, kan?.... Tolong suruh mereka yang selamat untuk mundur".
"Para Serigala tanduk ini.... Serahkan saja kepada kami".
Di saat kepala desa itu bertanya-tanya. Kedua sosok bayangan itu segera menyuruh kepala desa itu untuk segera mundur.
Kedua sosok yang muncul menolong dan memberikan perintah kepada kepala desa itu tidak lain adalah Dylan dan Awin yang berhasil datang lebih dahulu.
Di susul dengan Ornest, Arnold, Ritzia, Garcia, Filaret, Sylvia, Emilia, Olivia, Claudia dan Lafia.
(----------------)
"Fia, Claudia dan Sylvia kalian obati para penduduk yang terluka segera evaluasi mereka ketempat aman..... Fira, Emilia, Olivia tolong lindungi mereka..... Sementara sisanya ikut bantu aku untuk mengurangi jumlah serigala tanduk yang datang".
"Laksanakan, Kapten!!!!".
Setelah melihat situasi yang kacau, Dylan segera memberikan instruksi kepada anggota Kelas 1-S. Dan tanpa banyak bertanya lagi, mereka langsung melakukan perintah Dylan.
__ADS_1
Dylan di bantu Awin, Ornest, Arnold, Garcia dan Ritzia segera menerjang dan menerobos gerombolan serigala tanduk itu.
Bukan tanpa alasan.
Tujuan Dylan dan yang lainnya melakukan hal itu adalah untuk mengalihkan perhatian para Serigala itu yang tadinya kearah penduduk desa, beralih ke mereka.
"Light Magic : Holy Sanitatem".
Sebuah sihir cahaya yang sangat terang dipancarkan oleh Sylvia dan menyembuhkan para warga yang terluka.
Lafia dan Claudia yang tidak bisa bertarung hanya bisa membantu membopong warga yang sudah tidak bisa berjalan.
Sementara itu.
"Phantom Blade : The Smooth Combinations Blade".
Dylan menggunakan teknik yang pernah dia gunakan saat melawan Charles. Dengan teknik itu, Dylan berhasil membunuh banyak Serigala bertanduk dalam satu kali serangan.
"Knuckle Blade : Explotion Fist".
Sebuah tinjuan yang disusul dengan ledakan yang menghempaskan dan membakar serigala tanduk berasal dari Ritzia.
"Blade-tonfas : Tripple Shine Spining".
Ornest juga melakukan serangan berputar dengan Blade-tonfas milik dan berhasil membunuh cukup banyak serigala tanduk.
"Siden Sword : Absolute Siden Hard Swing".
Arnold yang hendak diterkam berhasil menahan serangan itu dengan lengan kirinya yang tampak mengeluarkan semacam perisai tak kasat mata. Memanfaatkan momen itu, Arnold segera menyerang dengan sebuah ayunan pedang yang sangat kuat sehingga sanggup membunuh beberapa dari mereka sekaligus.
"Matilda-blade : One Hundred Bullet Deaths".
Garcia menembakkan banyak peluru sihir dari pistolnya yang langsung menghujani para serigala tanduk itu. Setiap peluru sihir yang dilesatkan akan terpecah menjadi sepuluh.
"Mistery Cleaver : Black Fury Burial".
Awin pun juga tidak mau ketinggian dan melakukan serangan dengan senjata miliknya berhasil menghempas dan membelah beberapa serigala tanduk.
Mereka terus menyerang para serigala tanduk itu dengan sekuat tenaga. Walau sedang sibuk dengan lawan yang ada di depan, mereka terkadang-kadang saling mencoba untuk melindungi satu sama lain.
Namun, untungnya ada Filaret, Olivia dan Emilia yang dengan sigap langsung menghajar para serigala yang berhasil lolos itu.
Dan Sylvia masih fokus untuk menyembuhkan para penduduk yang terluka.
Setelah menghabiskan waktu selama lebih dari 4 jam lamanya. Serbuan serigala bertanduk itu akhirnya berhenti.
Menyadari hal itu, para penduduk desa Hage langsung bersorak gembira bahwa desa mereka berhasil terselamatkan.
Dylan dan yang lainnya segera terduduk ke tanah. Nampak rasa lelah terlihat jelas dari wajahnya. Meski begitu, mereka tampak senang karena berhasil menahan serbuan serigala tanduk itu.
Namun, itu semua tidak berlangsung lama.
(-----------------)
Dari arah hutan.
Tiba-tiba Dylan merasa aura yang sangat kuat, seketika membuat dia kembali berdiri dan mengambil sikap bertarung.
Sosok itu muncul dari kedalaman hutan, seketika melihat sosok itu semua orang di buat terkejut bukan main.
Karena sosok yang ada di hadapan mereka sekarang adalah gabungan dari manusia berkepala banteng yang sangat besar sambil membawa sebuah kapak besar di tangan kanannya. Siapapun yang melihat sosok itu, pasti tahu.
Iya nama makhluk yang muncul itu adalah Minotaur.
"I-itu Minotaur!!!".
"Bagaimana makhluk itu bisa ada disini?".
Warga desa yang melihat Minotaur muncul langsung panik dan kebingungan. Sementara itu, Dylan mendecitkan lidahnya sebagai tanda dia sedang jengkel.
Melihat sosok Dylan, Ritzia, Awin, Ornest dan Garcia. Tanpa basa-basi Minotaur itu langsung melayangkan Kapak besarnya kearah mereka yang seketika menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar.
Untung nya mereka berhasil melompat menghindari serangan Minotaur itu.
"Sialan, aku kira cuma serigala tanduk saja..... Sekarang malah muncul satu lagi yang jauh lebih merepotkan".
__ADS_1
"Dylan, apa perintah mu?".
Saat Arnold sedang mengeluh, Awin bertanya tindakan apa yang harus mereka ambil di situasi ini kepada Dylan.
"..... Kalian mundur saja, Minotaur ini biara aku yang lawan".
"Hati-hati".
Dylan melangkahkan maju seorang diri melawan hendak melawan Minotaur itu sendiri. Bukan tanpa alasan, itu karena dia melihat selain Awin dan Filaret. Ritzia dan yang lain terlihat sangat kelelahan.
Awin sendiri juga memahami keputusan Dylan jadi dia pribadi tidak banyak komentar.
Melihat Dylan mendekat, untuk kedua kalinya Minotaur itu mengayunkan Kapak besar kearah Dylan dan menciptakan ledakan yang sangat keras.
Dylan berhasil menghindar dan memanfaatkan momen itu untuk menebas Minotaur. Namun sayang, karena saat Dylan menganyunkan pedangnya. Pedangnya terhenti dan tidak bisa menebas kulit keras Minotaur.
Menyadari hal itu, Dylan segera melompat mundur untuk menghindari serangan balik dari Minotaur.
(Serangan itu, melebihi perkiraan ku.... Kulit punggungnya terlalu keras.... Jadi, aku tidak bisa membunuhnya lewat sana.... Kalau begitu...).
Berhasil mendarat, Dylan segera melesat kearah kaki Minotaur itu dan berencana untuk menebasnya. Tapi, Minotaur yang sadar akan hal itu langsung melompat keatas. Hal itu tentu saja membuat Dylan terkejut.
"Cih, dia sangat cepat".
Terjadi hembusan angin saat Minotaur itu berhasil mendaratkan badannya ke tanah, dan tanpa menunggu waktu lagi. Minotaur segera menganyunkan Kapak nya secara membabi buta.
Untuk bisa menangkis setiap serangan yang ada, Dylan memutuskan menarik lagi satu pedang katana nya dan mulai menangkis setiap serangan yang datang.
Adegan saling serang yang terjadi antara Dylan dan Minotaur yang melebihi kecepatan suara itu, membuat para penduduk desa itu berharap-harap cemas dengan apa yang akan terjadi.
"Luar bisa".
"Aku bahkan tidak bisa melihat gerakan mereka".
"Tapi, apa ini baik-baik saja?".
"Untuk mengalahkan makhluk seperti itu seorang diri itu agak...".
"Kalian semua tidak usah khawatir".
Perkataan dan kekhawatiran penduduk desa segera di jawab oleh Filaret. Suara lantangnya berhasil menarik perhatian para penduduk itu.
"Aku tahu seberapa kuat Dylan-niisan.... Dia tidak akan kalah hanya karena seekor Minotaur saja.... Dan ini akan segera berakhir".
Perkataan penuh keyakinan Filaret berhasil membuat para penduduk kembali terdiam dan berharap untuk kemenangan Dylan.
(Gerakannya semakin lama jadi semakin membabi buta..... Kesabarannya habis karena tidak bisa menang, meski ada perbedaan kekuatan.... Btw ini akan segera berakhir).
Akhirnya, celah yang di tunggu datang, dengan segera Dylan memanfaatkan celah itu. Celah antara saat Minotaur itu kembali menganyunkan Kapaknya.
Dylan memanfaatkan momentum itu untuk menghindar dan melompat ke arah leher Minotaur itu dengan sangat cepat.
"Ini.....".
Dengan satu ayunan pedang yang sangat tipis dan tajam, Dylan langsung memenggal kepala Minotaur itu sekaligus menyumbangkan nya.
"...... Sudah berakhir".
Dylan melanjutkan kata-katanya yang terpotong tadi sambil menyarangkan kedua pedang katana nya kembali.
Melihat Dylan yang berhasil mengalahkan Minotaur membuat penduduk desa Hage sangat senang dan kembali bersorak-sorai, dan itu di dukung dengan rekan sekelasnya yang tersenyum karena mereka berhasil menyelamatkan penduduk Desa Hage.
Di saat semua orang merayakan kemenangan, pandangan Dylan teralihkan ke mayat Minotaur tadi yang tiba-tiba menghilang dan berubah menjadi semacam batu kristal yang besarnya telapak tangan manusia.
(Sudah kuduga, makhluk ini adalah kiriman seseorang.... Lagian, tidak mungkin Minotaur yang notabenenya adalah binatang sihir bisa bersama sekawanan Serigala Tanduk yang binatang biasa....... Aku yakin, sosok yang aku rasakan kehadirannya saat itu..... Adalah orang yang mengirim makhluk ini........ Tapi, apa tujuannya?........Apapun itu, orang itu pasti punya niat tertentu).
Sambil memegang kristal sihir itu, Dylan menduga ada seseorang diluar sana yang mengirim Minotaur untuk menyerang mereka.
Sementara itu, di jarak yang cukup jauh.
Reiz sudah memperhatikan pertarungan Dylan sejak melawan segerombolan Serigala tanduk dan Minotaur.
"Woi, woi..... Apa-apaan bocah itu?.... Dia bahkan melebihi ekspektasi terliar ku..... Walau aku sudah menguatkan Minotaur dan menyelipkan nya diantara para Serigala tanduk itu..... Dia mampu mengalahkannya dengan sangat mudah..... Yah, untuk saat ini aku mundur dulu.... Dan aku harus juga melaporkan ini pada Yang Mulia Ritcher.... Semuanya, demi kejayaan Kerajaan Strost".
Reiz pergi dan menghilang di balik bayangan hutan. Meninggalkan Dylan dan yang lainnya bersama para penduduk desa Hage dengan senyuman yang menakutkan.
__ADS_1