Reborn As Villain

Reborn As Villain
Chapter 47 : Ritzia vs Mereleona part 4.


__ADS_3

Melihat Ritzia yang terkapar dan tidak bangun Mereleona mulai menyatakan kemenangan.


"Maaf, ya..... Tapi, ini kemenangan ku..... Ritzia-chan".


Kemudian dia memperbaiki posisinya, sambil terus menatap Ritzia yang terkapar di depannya dengan tatapan sedikit prihatin.


"Sayang sekali, gadis muda dan punya potensi besar sepertimu harus berakhir disini..... Tapi, aku ucapkan terimakasih dari lubuk hatiku yang paling dalam...... Karena kau, aku bisa merasakan kesenangan seperti ini".


Setelah mengatakan itu dan memberikan penghormatan pada Ritzia. Mereleona segera berbalik dan hendak melangkah pergi meninggalkan Ritzia yang terkapar di sana.


"Woi...... Jangan berkata seolah-olah aku sudah mati, huh".


Seketika Mereleona dibuat terkejut, karena baru melangkah beberapa meter, dia mendengar suara Ritzia yang berbicara.


Saat dia menoleh dan benar saja.


Ritzia yang dia kira sudah mati, tiba-tiba bangun sambil badannya yang tampak sempoyongan dan mulutnya mengeluarkan darah menatap kearahnya.


(Yang benar saja..... Padahal serangan ku barusan bisa menghancurkan kepala Minotaur.... Tapi, kenapa dia masih bisa berdiri?).


Mereleona yang melihat Ritzia kembali bangun hanya bisa tersenyum sambil ujung bibirnya terus bergerak naik turun.


(Sialan.... Yang tadi itu sakit banget..... Aku hampir tidak kuat berdiri).


Setelah itu pandangan Ritzia, melirik kearah liontin nya yang terjatuh dan terbuka di depannya dan ada foto di dalamnya.


Perlahan-lahan dia mengambil liontin seketika tatapannya yang tegang menjadi sangat hangat dan dia tersenyum dengan sendirinya setelah melihat foto di dalam liontin itu.


Kemudian dia memasukkan Liontin itu kedalam sakunya, dan kembali menatap lurus kearah Mereleona.


"Leona-san..... Aku tidak tahu apakah orang sepertimu memiliki sebuah beban yang harus kau tanggung atau tidak....... Tapi yang jelas..... Aku punya beban yang harus aku tanggung".


Ritzia kemudian memperbaiki posisi bertarungnya.


"Beban yang aku maksud itu..... Adalah mereka yang sangat percaya kepada Putri bodoh dan berandalan seperti ku ini..... Dan demi mereka semua.... Aku tidak boleh kalah disini...... Karena bagaimanapun...... Akulah harapan mereka".


Bersamaan dengan itu, wajah dari orang-orang yang percaya kepadanya termasuk, Frey dan seluruh rekan kelas 1-S tergambar dipikiran Ritzia.


Kemudian energi sihir nya yang berwarna emas tiba-tiba mulai meningkat bahkan sampai menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.


"Sudah saatnya aku membawa ini sampai keluar batas kemampuanku".


Ritzia terus mengeluarkan energi sihir emasnya yang semakin liar dan menggila. Dan Mereleona yang melihat hal itu hanya bisa terkesan.


"Unique Skill aktifkan...... Valkyrie Armor Dress!!!!".


Sebuah ledakan energi sihir bereelemen api berwarna emas terjadi. Mereleona dibuat terkejut dan sempat terhempas mundur setelah menerima tekanan udara yang di hasilkan oleh ledakan itu.


"Ugh..... Apa-apaan ini?..... Ini energi sihir yang sungguh gila!!!".


Ternyata bukan hanya Mereleona saja, sangking kuatnya ledakan energi sihir itu sampai Frey, Filaret, Arnold bahkan Dylan dan Awin dapat merasakan nya.


"Aniki.... Energi ini.....".


"Yah..... Ini Ritzia".


Setelah ledakan energi sihir itu mulai mereda. Mereleona di buat terkejut setelah melihat penampilan Ritzia yang sudah berubah drastis.


Dimana sekarang, matanya menjadi berwarna emas, rambutnya berubah menjadi putih terang dengan dilapisi warna emas. Dan yang lebih mengejutkannya lagi.


Adalah dia yang sekarang menggunakan zirah perang bersayap yang terbuat dari kobaran api berwarna emas yang menutupi tubuhnya. Dan sekarang Ritzia menatap lurus kearah Mereleona sambil tersenyum sinis.


"Leona-san..... Ayo menari sampai kita terbakar".


"Heh..... Bocah sepertimu itu..... Sangat menyebalkan".


Mereleona menanggapi perkataan Ritzia dengan penuh senyuman tak kenal takut. Dan mulai memperbaiki sikap bertarung nya. Sama halnya dengan Ritzia yang memperbaiki sikap bertarung nya.


Terjadi keheningan diantara keduanya dalam waktu yang lama. Keduanya juga terus saling menatap kearah lawan mereka masing-masing dengan penuh konsentrasi.

__ADS_1


Lalu dalam membentuk yang sama, keduanya segera melesat mendekat dan hendak mendaratkan sebuah serangan.


(Aku pasti......).


(Aku pasti......).


(..... Yang akan.....).


(...... Yang akan.....).


((.....MENANG!!!!)).


Dan didalam hati, secara kebetulan mereka berteriak bersamaan, menyatakan dan menyakinkan diri sendiri bahwa merekalah yang akan keluar sebagai pemenangnya.


(---------------)


Valkyrie Armor Dress.


Adalah Unique Skill miliki Ritzia.


Skill ini membatu Ritzia bukan hanya sekedar meningkatkan kekuatan nya saja. Tapi, dia akan dilengkapi dengan sebuah Zirah yang terbuat dari sihir elemen api berwarna emas yang dapat meningkatkan daya tahan dan daya serangnya.


[Note : Kalian bayangin aja Zirah emas Valkyrie. Bagi yang main God Of War 4 atau 5 pasti paham].


Namun tentu saja skill ini juga punya kelemahan. Pertama, butuh energi sihir yang sangat besar untuk bisa mengaktifkan skill ini. Kedua, karena pada dasarnya zirah emas itu adalah api. Maka apabila Ritzia menggunakannya terlalu lama, tubuhnya sendiri perlahan-lahan akan terbakar.


Setelah bentrokan antara keduanya terjadi, maka baku hantam diantara Ritzia dan Mereleona tak bisa di hindari.


Setiap kali tinju mereka bertabrakan pasti akan menciptakan tekanan udara yang kuat dan bahkan hembusannya saja bisa meretakkan lantai dan dinding di sekitarnya.


""WOAAAAHHHH.......!!!!"".


Keduanya terus berteriak sekeras-kerasnya sebagai bentuk bahwa mereka tidak ada yang mau mengalah dan menambah semangat pertarungan masing-masing.


Jika di perhatikan keduanya terus-menerus melancarkan baik tinjuan dan tendangan dengan kecepatan melebihi suara. Terkadang tampak Ritzia terus-menerus membombardir Mereleona. Dan terkadang tampak Mereleona terus-menerus membombardir Ritzia.


Lalu, tinjuan Mereleona berhasil mendarat di wajah Ritzia. Tak mau kalah, Ritzia juga berhasil mendaratkan tinjuan ke ulu hati Mereleona.


Sempat tercipta jarak diantara keduanya, namun Mereleona berusaha untuk mendekat dan mendaratkan tinjuan tangan kiri kearah Ritzia.


Menyadari hal itu, Ritzia menghindar dengan membungkukkan badannya kebelakang.


Belum cukup sampai di situ, Ritzia menggunakan tangan kanannya sebagai tumpuan di lantai mengangkat badannya dan berputar sambil mendaratkan tendangan kearah Mereleona.


Tak mau wajahnya terluka, Mereleona mengembangkn otot Badak nya untuk menangkis tendangan itu.


Meski berhasil di blokir, nyatanya tendangan Ritzia berhasil meninggalkan bekas luka bakar pada lengan Mereleona sekaligus mencabik kulit tebalnya.


Di saat itu, Mereleona sadar.


Tidak peduli berapa kali dia menahan setiap serangan Ritzia dengan wujud Chimera nya, tubuhnya tetap akan terbakar hingga hangus.


Semakin lama pertarungan ini berjalan, Mereleona akan kehilangan kulit tebal dan otot kuatnya karena terus-menerus terbakar.


Sementara kerugian juga di alami oleh Ritzia. Selain kelelahan karena energi sihirnya yang terkuras, dan luka yang dia dapat dari serangan Mereleona sebelumnya. Tubuhnya mulai terbakar secara perlahan-lahan akibat dari Unique Skill yang dia miliki.


Dilihat dari sudut pandang penonton, pertarungan antara keduanya secara harfiah ini adalah pertarungan yang menentukan seberapa lama nyawa keduanya bisa bertahan.


Tak mau menyerah begitu saja tanpa perlawanan. Mereleona mencoba untuk mendaratkan cakaran kearah Ritzia.


Walau bisa menghindar, tapi tetap saja serangan Mereleona itu berhasil membuat Ritzia tergores dan mengeluarkan darah.


Ritzia yang jengkel, kembali berlari zig-zag dan membuat Mereleona kebingungan. Memanfaatkan itu, Ritzia segera melompat kebelakang dan mendaratkan tendangan ke punggung Mereleona dengan sangat keras.


Mereleona yang tidak ingin tumbang, segera berbalik dan melakukan kuncian kepada Ritzia. Dan dengan sangat cepat berusaha membantingnya ke lantai.


Ritzia yang tidak mau terjatuh, segera menggunakan tangan kanannya untuk menahan benturan. Memanfaatkan momentum itu, Ritzia kembali memutarkan badannya dan mendaratkan tendangan ke wajah Mereleona dan kali ini berhasil mengenainya.


Meski terkena serangan seperti itu, Mereleona tetap mempertahan senyumannya yang lebar. Di dalam hati kecilnya entah kenapa dia merasa sangat senang. Seolah-olah dia memang sudah lama menunggu saat-saat ini dalam seumur hidupnya.

__ADS_1


(Ah, hangatnya...... Semua ini berkatmu Ritzia-chan.... Aku yang sudah lama tidak merasakan kesenangan seperti ini.... Akhirnya bisa kembali merasakannya setelah bertemu dan melawan mu..... Ku ucapkan terimakasih dari lubuk hatiku yang paling dalam, Ritzia-chan).


Didalam hati kecilnya, Mereleona merasa sangat senang. Karena berkat Ritzia dia bisa kembali merasakan kesenangan dari sebuah pertarungan.


""WOAAAAHHHH.......!!!!"".


Bentrokan dan saling adu serangan kembali terjadi diiringi dengan teriakan keduanya yang menggema di seluruh ruangan itu.


Andai pertarungan keduanya terjadi di Arena. Maka para penonton akan terus berteriak penuh semangat melihat keduanya saling berbalas serangan.


Hal itu terus terjadi dalam waktu yang sangat lama. Bahkan keduanya tidak tahu sudah berapa lama waktu terlewat.


Sampai akhirnya, keduanya mengambil jarak. Dan tampak wajah lelah diantara keduanya. Sambil melihat telapak tangannya, Mereleona kemudian mengepalkan nya dengan sangat keras kemudian dia menatap Ritzia dan mulai berbicara.


"Hanya tersisa satu pukulan terakhir dari ku.... Dan aku...... AKAN MEMPERTARUHKAN SEMUANYA DALAM SATU SERANGAN INI!!!!".


"Coba saja".


Ritzia mendengar hal itu mulai mengambil sikap bertarung. Terlihat jelas wajah tak kenal takutnya, dan bahkan Ritzia juga balik menantangnya.


Keduanya mulai saling bersiap-siap untuk mempersiapkan serangan terakhir mereka. Keheningan kembali terjadi diantara keduanya, sampai akhirnya dalam waktu dan momen yang bersamaan baik Mereleona dan Ritzia segera melesat dan melepaskan serangan pamungkas mereka masing-masing.


"Blade Of Vacuum : Divine Breakthrough Punishment!!!!".


"Valkyrie Magic Technical : The Dance Golden Fire, Of The End!!!".


Mereleona melayangkan tinjuan yang luar biasa cepat dan keras kearah Ritzia. Dan Ritzia sendiri mendaratkan tendangan kaki kiri yang tidak kalah luar biasa cepat, kuat dan kerasnya.


Ketika kedua serangan itu bertabrakan, terjadi ledakan energi sihir yang sangat besar dan luar biasa.


Tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka karena sangking besarnya ledakan itu, sampai membuat gempa kecil yang dapat di rasakan oleh mereka orang-orang yang ada di atas.


Dan hasil dari pertarungan keduanya mulai terlihat.


Saat energi sihir hasil dari kedua serangan mereka bertabrakan mulai mereada, secara mengejutkan tendangan Ritzia berhasil meledakkan tangan kanan Badak Mereleona sampai tak tersisa.


"Ini..... Tidak.... Mungkin...".


Menyadari lengan kanannya meledak karena tendangan Ritzia, Mereleona hanya bisa terpaku diam dan tidak bisa memahami apa yang terjadi.


"SUDAH BERAKHIR!!!!! MERELEONA-SAN!!!".


Tanpa memperdulikan keterkejutan Mereleona, Ritzia segera melompat dan mendaratkan serangan berupa tendangan lokomotif yang sangat cepat dan kuat kearah wajah Mereleona. Dan dia sendiri, tidak punya cukup waktu untuk menghindarinya.


Akibatnya.


Tendangan lokomotif Ritzia yang sangat kuat, cepat dan keras itu berhasil mendarat ke wajah Mereleona. Belum sampai disitu saja, bahkan kepala Mereleona juga itu terpenggal karena sangking kerasnya tendangan itu.


Terpenggalnya kepala Mereleona, dan tubuh besarnya mulai terjatuh ke lantai menandakan selesailah pertarungan di antara keduanya.


Dengan Ritzia keluar sebagai pemenangnya.


Setelah itu, Ritzia menonaktifkan Unique Skill miliknya. Tampak wajah kelelahan terpancar, luka bakar yang dia terima.


Lalu pandangan teralihkan ke kepala Mereleona, di sana dia melihat ekspresi wajah tersenyum Mereleona yang masih terus saja dia pertahanan sampai ajalnya datang.


"Ya ampun..... Kau ini memang orang gila.... Bahkan hingga akhir hidupmu....... Selamat jalan, Mereleona Dom Aldebaran".


Setelah tersenyum sambil memberikan penghormatan terakhir untuk Mereleona, Ritzia perlahan-lahan mulai terduduk dan akhirnya jatuh pingsan karena akumulasi dari seluruh rasa sakit dan lelah yang dia rasakan.


Bersamaan dengan itu, Liontin miliknya keluar dari saku dan terjatuh ke tanah. Karena efek dari benturan itu, liontin itu terbuka dan tampak sebuah foto di dalam kedua sisi.


Dan setelah di perhatikan, rupanya di sisi sebelah kiri liontin terpampang wajah Ibunya, Celestine Sera Ingrid.


Sementara di sisi sebelah kanan terpampang foto seseorang yang tidak akan pernah di duga oleh semua orang.


Dan foto orang itu adalah Dylan yang sedang duduk berdiri dipinggir pagar sambil menikmati hembusan angin. Dan foto itu diambil oleh Ritzia secara diam-diam bahkan Dylan sendiri tidak menyadarinya.


Kedua foto itulah yang menjadi sumber kekuatan Ritzia sehingga dia bisa mengalahkan Mereleona.

__ADS_1


__ADS_2