Reborn As Villain

Reborn As Villain
Chapter 43 : Misi Penyelidikan Yang Berubah Menjadi Misi Penyelamatan.


__ADS_3

"Garis besarnya, kami paham..... Singkatnya, Yang Mulia Conrad dan Rufus-san ingin kita menyelidiki fasilitas ini, yang dicurigai ada di bawah kota Monarch".


Dylan yang mendengar keseluruhan cerita, dengan singkat merangkum semua yang di ceritakan Leon agar lebih mudah untuk dipahami yang lainnya.


"Benar begitu, Dylan..... Kemudian, karena kami khawatir adanya kecurigaan dari pihak lain dan dari orang-orang yang berpotensi menjadi "informan" mereka..... Kami sepakat untuk merahasiakan dari kalian semua".


Setelah meminta maaf dan menjelaskan apa maksud tujuan mereka datang ke Monarch. Leon juga menjelaskan alasan kenapa misi ini harus di rahasiakan dari yang lain.


"Tapi ini tetap saja tidak masuk akal, Sensei..... Lagian, bagaimana bisa Kerajaan Strost memiliki fasilitas penelitian tersembunyi di Kerajaan Ingrid ini...... Lalu apa itu "Chimera" ?".


Pertanyaan Arnold menyita perhatian semuanya, dan selang beberapa saat Frey mulai menjelaskannya.


"Yah, wajar kalau kalian tidak tahu soal "Chimera" atau lebih tepatnya "Chimera's Project" yang sedang mereka kerjakan".


"Chimera's Project?".


"Itu adalah projek atau lebih tepatnya di sebut eksperimen. Dengan menggabungkan DNA Manusia dengan Binatang sihir. Untuk membuat pasukan manusia yang bisa bertransformasi menjadi binatang sihir sekaligus meningkatkan kekuatan fisik dan sihirnya...... Jika eksperimen ini berhasil, ada kemungkinan mereka akan dijadikan sebagai prajurit dan digunakan untuk menginvasi Kerajaan-kerajaan lain terutama Kerajaan Ingrid ini".


Seluruh siswa kelas 1-S hanya bisa terkejut dan terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa. Mereka tidak menyangka bahwa Kerajaan Strost melakukan eksperimen gila yang tidak manusiawi itu.


"Ta-tapi.... Menggabungkan DNA Manusia dengan DNA Binatang Sihir..... Itu mustahil dilakukan, kan? Frey-sensei".


Emilia yang masih sulit percaya dengan apa yang barusan dia dengar menjadi orang kedua yang bertanya lebih detail lagi soal Chimera's Project ini.


"Yah, jika kita berpikir sebagai orang awam..... Maka mustahil untuk melakukan hal itu".


Kemudian, Frey mulai menundukkan kepalanya dan tatapan matanya menjadi sangat tajam.


"Tapi, yang kita bicarakan adalah Kerajaan Strost..... Kerajaan itu terkenal dengan kegiatan eksperimen tak manusiawi nya.... Dan dikenal sebagai "Tempatnya Para Ilmuan Gila".... Jadi, sangat wajar bagi mereka untuk melakukan hal sekejam dan segila ini...... Dan selama 20 tahun ini..... Tanpa ada satupun yang menyadari, mereka melakukannya eksperimen itu di Kerajaan Ingrid".


"Sensei..... Apa eksprimen yang mereka sempat berhasil?".


"Yah, pernah".


Pertanyaan Awin dijawab cepat oleh Leon yang menggantikan Frey.


"20 tahun yang lalu mereka berhasil menciptakan 500 prajurit Chimera dan bersiap untuk melakukan penyerangan ke Ibukota Algrand.... Namun untungnya, kami sadar akan rencana mereka..... Jadi, aku dan Hyoga segera menyergap tempat persembunyian mereka lalu kami berdua membantai semua pasukan Chimera yang ada di sana".


Mereka semua terkejut saat mengetahui bahwa Leon pernah melawan pasukan Chimera ciptaan Kerajaan Strost yang hampir menyerang Ibukota Algrand di bantu oleh ayah Dylan yaitu, Hyoga.


"Begitu ya...... Karena kegagalan rencana mereka 20 tahun lalu...... Sekarang, mereka kembali mencoba kembali untuk menciptakan pasukan Chimera lagi..... Benarkan, Sensei?".


"Tepat sekali, Al...... Tapi kali ini, mereka ingin menciptakan pasukan Chimera yang lebih banyak dan lebih kuat lagi".


"Lebih kuat lagi?".


"Ya...... Kali ini mereka mencoba untuk menciptakan pasukan yang mereka beri nama ICA singkatan dari "Immortal Chimera's Army" dan mengendalikan pasukan itu, untuk menginvasi Kerajaan-kerajaan lain".


"""APA?!!!!""".


Penjelasan Frey untuk kesekian kalinya mengejutkan Ritzia dan yang lainnya. Mereka tidak menyangka bahwa Kerajaan Strost berencana menciptakan pasukan abadi untuk melakukan invasi ke Kerajaan-kerajaan lain di benua Antareksia.


"Jangan terkejut dulu..... Mereka tidak akan bisa menciptakan pasukan abadi itu tanpa adanya "Katalisator" yang bagus".


"Katalisator?".


"Katalisator yang dimaksud ini adalah seseorang yang punya semacam kekuatan magis yang dapat memberikan support sihir berupa penambahan kekuatan fisik dan sihir..... Dan yang paling penting bisa memberikan dukungan regenerasi kepada para pasukan Chimera itu".


"Lalu bagaimana caranya, Sensei?".


"Entahlah...... Tapi yang jelas, mereka akan melakukan sesuatu hal yang mengerikan kepada si Katalisator ini".


Disaat semua terkejut dengan penjelasan situasi saat ini dari Leon dan Frey, Dylan sendiri tenggelam dalam pikirannya dan mencoba mengingat apa yang dia lupakan.


(Semua yang di ceritakan baik Frey-sensei maupun Tuan Leon soal Kerajaan Strost memang sesuai dengan scenario dalam gamenya..... Mereka memang Kerajaan yang gila akan pengetahuan sampai eksprimen tak manusiawi adalah hal yang legal disana...... Dan yang penting Raja mereka yaitu Ritcher Fin Strost adalah orang gila dan brutal yang terobsesi untuk menguasai seluruh benua Antareksia ini..... Lalu mengenai "Chimera's Project" ini memang adalah salah satu wacananya).


Dylan semakin tenggelam ke dalam pikirannya mengabaikan semua keributan yang ada di ruangan itu.


(Aku tahu, bahwa karena tindakan yang aku lakukan selama ini membuat alur cerita aslinya menjadi kacau....... Contohnya seperti sekarang ini...... Event dengan Kerajaan Strost harusnya terjadi pada tahun ke-2...... Namun, itu malah terjadi pada tahun pertama...... Yang menggangguku saat ini adalah...... Kenapa Claudia di targetkan oleh mereka?...... Lalu apa hubungannya dengan projek ICA ini?........ Dan, apa maksud dari Katalisator yang dikatakan Frey-sensei, barusan?).

__ADS_1


Dylan terus mencoba untuk berpikir keras dan kembali mengingat mungkin ada sesuatu yang dia lupakan selama ini mengingat, dia sudah tidak terlalu memikirkan alur ceritanya.


Sampai akhirnya, terlintas sesuatu dalam pikiran Dylan. Hal itu sampai membuatnya membelalakkan mata dan langsung menghantamkan tinjunya ke dinding.


BANG


"Dylan kau kenapa?".


Sylvia menjadi perwakilan mereka yang terkejut karena tiba-tiba Dylan melayangkan tinjunya ke dinding.


Tapi, Dylan tidak menjawabnya dan jika di perhatikan tampak ekspresi panik jelas di wajahnya yang biasanya tampak datar.


(Sialan..... Kenapa aku baru ingat sekarang....... Alasan kenapa mereka menculik Claudia pasti karena "itu"....... Jika memang benar...... Maka semua ini jadi masuk akal).


Kemudian, Dylan kembali tenang dan setelah beberapa kali hembusan nafas. Dylan mengangkat wajahnya dan menatap lurus kearah Frey dan Leon.


"Frey-sensei..... Kita harus selamatkan Claudia sekarang..... Karena jika terlambat sedikit saja..... Kita tidak akan pernah melihatnya lagi".


Perkataan Dylan berhasil membuat semua pandangan beralih kepadanya.


"Memang itulah tujuan kita berkumpul di sini sekarang.... Tapi, masalahnya kita tidak tahu dimana lokasi tepat Fasilitas itu berada..... Monarch adalah kota yang luas dan hampir semua tempat bisa menjadi lokasinya....... Tapi, jika kita kerucutkan..... Maka yang berpotensi menjadi tempat Fasilitas ini berada "mungkin" adalah tempat-tempat yang menjadi destinasi wisata".


"Kenapa tempat wisata?".


"Karena tempat-tempat itu tidak akan menimbulkan kecurigaan bagi khayalak umum.... Dan presentasi ketahuan juga sangat kecil".


Pertanyaan Emilia segera di jawab oleh Ornest.


"Kalau begitu, serahkan saja kepadaku".


Tiba-tiba dari luar ruangan terdengar suara tegas dari seorang wanita dewasa. Ketika pandangan mereka beralih kearah pintu.


Di sana sudah berdiri seorang wanita cantik tapi tegas dengan rambut coklat sebahu mata berwarna kuning. Di balik wajah tegasnya, dia punya lekuk tubuh yang indah dan dadanya yang berisi. Itu semakin menonjol dengan pakaian yang dia kenakan.


Dimana dia menggunakan semacam kaos seperti sport bra berwarna ungu di tutup oleh rompi kecil berwarna merah muda sebatas dadanya. Membiarkan perutnya langsing tampak. Dan menggunakan celana panjang pensil berwarna krem dan sepatu hak tinggi berwarna merah.


Disaat semua keheranan dengan kehadiran wanita itu hanya Garcia yang langsung berbinar-binar dan bahkan matanya berubah menjadi bentuk hati.


Benar.


Wanita itu adalah Elsa Lakes Cylde. Guru Akademi Estonia yang bertanggung jawab sebagai guru BK.


(--------------------)


"Elsa..... Kau ngapain disini?".


"Bukankah sudah jelas...... Aku disini untuk membantu kalian untuk menyelesaikan misi rahasia dari Yang Mulia saja".


Dengan santai menjawab pertanyaan Frey, Elsa masuk kedalam. Tapi, dia tidak memberikan hormat kepada Leon.


"Ahem...... Lalu apa maksud dari perkataanmu barusan?...... Dan bagaimana kau bisa tahu soal misi rahasia ini?".


Mengabaikan sikap kurang ajarnya. Leon segera bertanya apa maksud dari ucapannya barusan.


"Ahem.... Jujur saja...... Waktu itu, aku, Alex dan Alberto tidak sengaja mendengar percakapan antara tuan Leon dan Frey yang membahas misi ini..... Karena itu, kami bertiga memutuskan untuk tetap diam..... Dan berusaha tidak membocorkan ini kepada yang lainnya".


"Hou........".


"Lalu setelah insiden ini terjadi, kami bertiga yakin bahwa penculikan ini ada hubungannya dengan misi yang sedang kalian emban...... Karena itulah, kami memutuskan untuk terlibat dan membantu".


"Begitu ya".


Meski agak menyesal, tapi Leon memutuskan untuk mengabaikan hal itu dan fokus pada kondisi saat ini.


"Dan..... Kebetulan aku sempat melihat salah satu dari orang yang menculik Claudia, dan berhasil meringkusnya.... Jadi, kenapa kita tidak tanya saja pada orang itu?..... Ikutlah dengan ku".


Elsa memberi saran untuk mengintrogasi orang yang baru saja dia tangkap. Dengan instruksi dari Elsa mereka semua segera pergi ke taman belakang Mansion. Dimana orang yang di tangkap itu di jaga oleh Alex dan Alberto.


Melihat Leon datang keduanya segera memberikan hormat.

__ADS_1


"Bagaimana?..... Apa orang ini sudah mau berbicara".


Pertanyaan Leon membuat keduanya saling memandang untuk sesaat, lalu Alberto menjadi perwakilan yang menjawab.


"Maaf, tuan Leon..... Orang ini benar-benar menjaga mulutnya dengan sangat rapat..... Bahkan saat aku ancam dia akan memasukkan pasir ke bokongnya supaya dia tidak bisa buang air lagi..... Dia tetap saja tidak mau buka suara".


"Begitu, ya..... Lebih baik mati daripada membocorkan informasi....... Seperti yang diharapkan dari suruhan Kerajaan Strost...... Mereka sangat hebat dalam mendoktrin orang".


Leon hanya bisa terkesan karena dari kesetiaan orang yang mereka tangkap ini. Saat semua kebingungan, Awin melangkah maju dan berbicara.


"Semuanya..... Kalau kalian tidak keberatan, bisa biarkan aku yang mengintrogasi nya".


"Kau yakin bisa?".


"Akan aku coba".


"Baiklah".


Sempat merasa ragu, Leon mengizinkan Awin untuk mengintrogasi orang tersebut.


"Oh, ya sebelum itu...... Nanti tolong bacakan ini, ya Dylan".


Dylan menerima selembar kertas dari Awin, begitu di buka Dylan mengerti apa maksudnya.


Sementara Awin, tiba-tiba melepas ikatan dari orang itu. Merasa ada kesempatan, orang itu mencoba untuk melarikan diri.


Tapi sayangnya, reaksinya gagal karena dia kalah cepat dengan Awin yang langsung membantingnya ke tanah dan menahan lengan kanannya kebelakang.


"Baiklah, kita per singkat saja..... Mulut mu boleh tetap diam dan bahkan boleh berbohong..... Tapi, jangan lupa..... Otot-otot mu yang tegang dan detak jantung mu yang tidak beraturan tidak bisa berbohong...... Dylan tolong bacakan itu".


Dengan tatapan yang mengerikan disertai aura membunuh yang kuat Awin mencoba mengintrogasi orang itu dengan seksama. Dan sekarang dia menyuruh Dylan membacakan apa yang ada di kertas tadi.


"Ahem, baiklah....... Ini daftar tempat wisata di Monarch yang berpotensi menjadi tempat Fasilitas penelitian kalian berada..... Pantai Monarch, Gereja Dewa Aesir, Bekas Penjara Elcatras, Taman kota, Hotel Mewah Andalas dan yang terakhir...... Museum Lazarus".


Terjadi keheningan setelah Dylan selesai membaca semua tempat yang di catat Awin memiliki potensi sebagai tempat dimana Fasilitas penelitian Strost berada. Kemudian------


CRAK!!.


Suara tulang patah terdengar oleh semua orang yang ada di sana.


"AAAAAAAA......... TANGANKU!!!!!".


Rupanya, suara itu berasal dari orang yang berhasil mereka tanggap. Awin sengaja mematahkan lengan kanan pria itu, lalu dengan tanpa berdosa dia berbalik dan berbicara kepada yang lain.


"Jawabannya sudah ketemu..... Tempat di mana fasilitas itu berada..... Ada dibawah Museum Lazarus".


"Kalau begitu, Frey..... Bawa Dylan, Awin, Arnold, Ritzia dan Filaret pergi ke Museum Lazarus dan selamatkan Claudia..... Sementara yang lainnya, tetap disini supaya tidak menimbulkan kecurigaan bagi yang lain".


"Woi, kalian para bocah dengar itu..... Ayo kita pergi dan bereskan para bedebah ini".


"""""Siap, Sensei"""""".


Mendapat perintah dari Leon. Frey, Dylan, Awin, Arnold, Ritzia dan Filaret segera bergegas menuju Museum Lazarus dan menyelamatkan Claudia. Namun, sebelum itu Leon kembali berbicara.


"Dan satu hal lagi".


Mereka segera menoleh kearah Leon.


"Kalian juga harus kembali dengan selamat".


Perkataan Leon direspon senyuman oleh mereka berenam. Tanpa membuang waktu lagi, mereka langsung pergi secepatnya menuju Museum Lazarus.


(Claudia..... Tunggu kami..... Kami pasti akan menolong mu).


Di dalam hati, Dylan berdoa agar Claudia diberi kesabaran untuk menunggu mereka datang untuk menyelamatkan nya.


Sementara itu dari atas balkon ada seorang gadis yang melihat Frey, Dylan, Awin, Arnold, Ritzia, dan Filaret berlari meninggalkan Mansion dari pintu belakang.


"Itukan..... Frey-sensei, Dylan, Awin, Arnold, Nee-sama, dan Filaret..... Mau kemana mereka?..... Hmmm...... Kurasa aku harus cari tahu".

__ADS_1


Gadis itu adalah Vanessa yang tidak sengaja melihat mereka. Karena penasaran, Vanessa segera membuka perangkat Protas nya hendak menghubungi seseorang.


__ADS_2