Reborn As Villain

Reborn As Villain
Chapter 48 : Arnold vs Hendry part 3.


__ADS_3

"Kalau begitu, Hendry-san...... Bersiaplah..... Karena aku..... Akan mulai menyerang balik".


"Huh?.... Menyerang balik?..... Jangan remehkan aku, Al!!!".


Setelah mengucapkan itu, Arnold menarik nafas dan membuangnya. Lalu dalam momentum yang tepat, dia segera melesat kearah Hendry dengan kecepatan tinggi.


(Tidak mungkin........ Dia bisa berlari secepat itu di tanah yang tidak rata seperti ini?!!!).


Melihat Arnold yang bisa melesat kearahnya padahal mereka sedang berada di tanah yang tidak datar membuat Hendry benar-benar terkejut bukan main.


Saat jarak keduanya mulai berdekatan, tanpa ragu sedikitpun Arnold langsung mengayunkan pedangnya ke arah Hendry.


Untungnya, Hendry merespon cepat dengan melompat untuk mengindari serangan itu. Tapi, yang membuat Hendry terkejut adalah hanya dengan satu ayunan pedang saja.


Arnold bisa menghancurkan dan menciptakan ledakan yang luar biasa.


(Dia pasti melancarkan serangan cepat..... Tapi, kalau lurus, aku masih bisa menghindari nya.... Kalau begitu, maka akan aku serang dengan condong ke depan.... Dia tidak akan bisa menghindar dari serangan atas).


Sayangnya perkiraan Hendry salah, dalam sekejap Arnold yang melirik kearahnya tiba-tiba melakukan sebuah gerakan yang membuat laju tebasan pedangnya berubah kearahnya.


(Dia merubah arah tebasan nya?!!!).


Hendry yang menyadari hal itu, tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga mau tidak mau dia menerima tebasan pada pinggang sebelah kiri nya, dan dari sana darah mulai keluar.


"Ugh".


Tak mau menyerah, sambil menahan rasa sakitnya. Hendry berusaha menyerang Arnold dengan tusukan tombak dari atas dengan sangat cepat dan kuat.


Tapi, sebuah hal tidak masuk akal terjadi.


Tepat sebelum tombak itu mengenai nya, Arnold menangkis serangan itu, dengan menggunakan tangan kiri nya.


(Apa?!! Dia menangkis serangan ku dengan tangan kirinya!!!).


Dengan memanfaatkan momentum itu, Arnold segera melompat lalu berputar dengan menggunakan tangan kirinya sebagai tumpuan.


Bersamaan dengan itu, Arnold kembali melancarkan serangannya berupa ayunan pedang Siden yang sangat kuat dan keras dengan memanfaatkan momentum berat jatuhnya.


"Siden Sword Technique : Absolute Crush Swing".


"Gyaa.!!!!".


Hendry yang tidak bisa menghindar, akhirnya harus menerima tebasan pedang yang sangat kuat dan keras itu pada tubuhnya.


Sangking dalamnya luka yang ditimbulkan akibat tebasan itu, seketika itu juga banyak darah yang langsung tertumpah dari sana. Bukan cuma itu saja, bahkan serangan Arnold mampu menghancurkan tombak Kapak yang dipakai olehnya dengan sangat mudah.


Karena rasa sakit yang dia rasakan, Hendry tidak bisa mempertahankan posisinya dan akhirnya terjatuh tergeletak di tanah. Dan Arnold menghembuskan nafas sebagai tanda dia berhasil memberikan serangan telak.


"Gimana Hendry-san?..... Apa kau masih mau lanjut?".


Arnold bertanya kepada Hendry yang terkapar di tanah dengan tatapan mata yang tajam. Dari sudut pandang Hendry, cara menatap Arnold benar-benar mirip dengan tatapan tajam yang pernah di tunjukkan oleh Luke dan Rufus kepadanya.


Amarahnya kembali meningkat setelah pikirannya mengingat kembali momen itu, bahkan sampai dia mendecitkan gigi belakangnya.


"Sial, sial, sial, SIAAALLLL.....!!!!!....... KENAPA KAU MENGINGATKU KEPADA 2 BRENGSEK ITU!!!! KU BUNUH KAU!!!!!...... AAAAAARRRRRNNNNOOOOOLLLLLDDDDD........ !!!!!!".


Tak bisa menahan amarahnya lagi, Hendry segera berteriak sekeras-kerasnya diikuti dengan ledakan energi sihir yang sangat besar.


Sangking besarnya, Arnold sampai terhempas terbang akibat tekanan udara yang di hasilkan. Melihat kejadian di depan matanya, Arnold hanya bisa menatap dengan penuh keheranan.


Ketika ledakan itu perlahan-lahan mulai mereda, dan tekanan udara yang di hasilkan juga mulai mereda. Muncul sebuah Cristal ungu gelap berukuran raksasa di depannya.


Arnold semakin di buat keheranan dengan apa yang terjadi, otaknya berusaha mencerna semua yang dia lihat.


Di saat pikirannya masih sibuk, Arnold kembali di buat terkejut, karena Kristal Ungu itu perlahan-lahan mulai retak.


Secara mengejutkan, sebuah lengan muncul dari dalam memecahkan Kristal itu. Di susul oleh tangan satunya lagi, dan akhirnya munculnya sosok yang keluar.


Sosok itu sama sekali tidak jelas, mengingat banyaknya darah hitam pekat yang sepertinya menyelimuti hampir seluruh tubuhnya.


Melihat sosok itu, entah mengapa rasa takut dalam diri Arnold mulai muncul, wajahnya menjadi kaku, badannya sedikit gemetar dan wajahnya mulai meneteskan keringat dingin.


Semua itu, sebagai sinyal tanda ada nya bahaya di depan matanya. Ketika sosok itu berdiri tegak, darah hitam itu perlahan-lahan mulai turun dan mulai membasahi tanah tempat mereka berpijak.


Dan sosok aslinya mulai terlihat jelas. Penampilan sosok itu mirip seperti seperti serigala, tapi bukan serigala. Seluruh badannya di tutupi oleh bulu berwarna ungu kehitaman, mata kuning nya sangat tajam seperti bisa menembus kegelapan malam, taring di moncong dan cakar di kedua tangan nya sangat tajam sehingga bisa mengoyak-ngoyak tubuh mangsanya.


Sekarang, sosok itu menatap tajam kearah Arnold yang mencoba tetap berdiri meski sebenarnya dia gemetar ketakutan.


"Si-s-siapa.... Kau?".


Dengan badan yang gemetar, Arnold mencoba untuk memastikan siapa sosok di hadapannya sekarang ini.


Tidaknya menjawab, sosok itu hanya berdiri untuk menatap Arnold untuk sesaat sebelum akhirnya dia tertawa terbahak-bahak.


"Kyahahahahaha......... Kenapa Al?..... Terkejut melihat sosokku ini?.... Inilah kekuatan Chimera yang aku maksud...... Kau pasti berpikir kalau aku adalah Werewolf... Tapi, salah..... Aku adalah sosok yang lebih kuat dari Werewolf itu sendiri..... Aku adalah anjing neraka, Gram".


Hendry memperkenalkan sosok dirinya sebagai anjing neraka yang dia sendiri beri nama Chimera Gram.


*Begitu ya...... Jadi, ini "Chimera's Project" yang di maksud oleh Frey-sensei dan Tuan Leon, ya*.


Dengan suara yang sangat rendah, Arnold mulai memahami, apa yang di maksud dengan Projek Chimera yang di jalankan oleh Kerajaan Strost setelah melihat sosok Hendry yang berubah tepat di depan matanya.


"Nah, sekarang bersiaplah Al..... Karena aku akan mulai serius sekarang...... Jika kau tidak waspada..... Mungkin aku bisa membunuhmu tanpa sengaja".

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Hendry mulai meremas telapak tangan kanannya, lalu muncul sebuah pedang besar dari dalam lengan kanannya. Lalu dia memamerkan kekuatan barunya.


"Lihatlah, Al.... Dengan tubuh ini aku bisa mengeluarkan senjata sebanyak yang aku mau dari salah satu atau bahkan kedua lengan ku sekaligus".


Dan Arnold yang tidak punya pilihan kembali memperbaiki posisi bertarungnya, dan kedua tangannya mencengkram pedang Siden dengan sangat kuat.


(--------------------)


Tak mau membuang waktu lagi, Hendry segera melesat kearah Arnold dan segera mendarat serangan nya.


Arnold sendiri mencoba untuk menahan serangan pedang lengan itu dengan pedangnya dengan sekuat tenaga.


"Kau menangkisnya?..... Aku benar-benar terkejut".


"Heh..... Jangan katakan itu dengan wajar datar".


Hendry memuji Arnold yang berhasil menahan serangan pembuka darinya. Dan Arnold tidak terlalu memperdulikan nya.


Setelah itu bentrokan antar pedang sudah tidak bisa di hindari lagi.


Bentrokan dan saling dorong antara kedua kekuatan itu sampai menghancurkan tanah yang di pijak oleh Arnold.


Hancurnya tanah itu, sebagai bukti bahwa serangan Hendry barusan benar-benar sangat kuat dan sangat berat untuk di tahan olehnya.


Tapi Arnold masih mencoba untuk menahan serangan itu sekuat mungkin dan itu terlihat jelas dari wajahnya yang seperti menahan sesuatu yang sangat kuat.


Setelah bentrokan itu, keduanya segera mundur beberapa langkah sebelum kembali untuk saling beradu pedang dengan kecepatan tinggi.


Sangking dahsyat nya adu pedang itu, menghasilkan tekanan udara yang besar dan dapat memecahkan bebatuan disekitar keduanya, setiap kali pedang mereka saling bersinggungan.


Ditengah konsentrasi Arnold menangkis setiap serangan pedang yang datang, tiba-tiba dia buat terkejut ketika, pedang di lengan Hendry berubah menjadi sebuah sabit dan menyerang kearahnya.


Untungnya, Arnold berhasil menangkisnya dan dia juga memanfaatkan momen itu untuk menendang ulu hati Hendry.


Bukan untuk menyerangnya, tapi Arnold sengaja melakukan itu, sebagai pijakan untuk menciptakan jarak diantara keduanya.


"Dasar monster!!!".


Umpat Arnold setelah berhasil menjaga jarak dari Hendry. Sementara itu, Hendry memegang ulu hatinya dan kembali menatap Arnold.


"Hm.... Walau kau melakukannya tanpa niatan menyerang..... Harus aku akui, tendangan mu itu.... Luar biasa..... Bahkan setelah berwujud Chimera, aku masih bisa merasakan rasa sakitnya".


Setelah itu, Hendry mulai memperbaiki posisi bertarungnya.


"Kalau begitu..... Sudah saatnya, aku memakai kekuatan maksimal".


Sesuatu yang aneh mulai terjadi.


Entah bagaimana tiba-tiba, sabit itu mulai melunak dan mengitari seluruh lengan kanan Hendry, belum cukup sampai disitu saja. Bahkan mata pedang itu juga mulai berputar dengan kecepatan tinggi.


Merasa bahaya datang, Arnold segera bersiap-siap untuk menghadapi serangan itu. Hendry mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang.


Dan dalam momen sekejap mata serangan itu langsung dilancarkan oleh Hendry kearah Arnold tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Gram Thunder Drill : Purple Netherworld Piercing!!!!".


"Takkan aku biarkan!!!..... Siden Sword Technique : Absolute Crush Swing!!!!".


Hendry melancarkan serangan berupa tinjuan bor sihir petir raksasa yang sangat kuat dan tajam. Sementara, Arnold mencoba menahan nya dengan menganyunkan pedang Siden miliknya.


Ketika kedua mata pedang itu bertemu, terjadi ledakan sihir yang luar biasa sampai menghancurkan arena sekitar.


Dan hasilnya.


Karena serangan Hendry terlalu kuat bagi Arnold. Akibatnya, pedang Siden terdorong mundur begitupun dengan terbukanya pertahanan.


Celah itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Hendry, sehingga serangannya berhasil mengenai bagian dada kanan Arnold.


"Ugh!!!!".


Arnold yang terkena serangan itu, memutantah kan dari mulutnya. Badannya ikut terpental dan bukan itu saja, tepat setelah serangan itu mengenainya sesuatu keluar dari dalam tubuh Arnold.


Arnold yang kesakitan hanya bisa duduk sambil memegang lubang luka yang dia dapat dari serangan Hendry barusan.


(Sialan!!!!! Aku salah perkiraan.... Serangan itu, benar-benar gila..... Bahkan tulang rusukku saja, sampai patah dan terdorong keluar).


Ternyata, sesuatu yang melesat keluar dari tubuh Arnold tidak lain adalah tulang rusuknya sendiri yang patah akibat serangan brutal dari Hendry.


Melihat, Arnold yang tersungkur sambil menahan rasa sakit yang luar bisa, Hendry dibalik wajah Chimera nya mulai tersenyum lebar sebagi tanda puas.


"Wah, wah, wah, wah, wah, wah,....... Itu pasti sakit sekali, ya Al".


Dengan nada yang sangat merendahkan, Hendry menertawakan kondisi Arnold yang saat ini benar-benar terpojok dan tersungkur di depannya.


(--------------------)


Mengabaikan rasa sakit yang dirasakannya, Arnold mencoba untuk berdiri sambil terus menahan rasa sakit yang luar biasa.


Melihat Arnold yang masih mencoba untuk melawan balik membuat Hendry benar-benar terkesan.


"Harus aku akui kau terlalu luar biasa untuk ukuran siswa Akademi.... Bahkan terlalu hebat untuk di ungkapkan kata-kata..... Seharusnya, serangan tadi itu akan meninggalkan bekas lubang di badan mu dan langsung membunuhmu di tempat...... Tapi, kau berhasil membelokkan serangan itu, tepat sebelum kau terdorong mundur tadi".


Kemudian momen dimana Arnold berhasil membelokkan serangan Hendry walau itu harus mengenai dada sebelah kanannya.

__ADS_1


"Tapi tetap saja.....".


Kemudian tangan kanan Hendry berubah bentuk menjadi sebuah kapak yang sangat besar. Lalu dia kembali menatap Arnold dengan penuh senyuman yang menakutkan.


"..... Berapa lama kau bisa bertahan.... MARI KITA LIHAT!!!!".


Bersamaan dengan itu, Hendry segera melesat kearah Arnold dan mengayunkan Kapak lengan nya dengan sangat cepat dan kuat.


Dan Arnol tidak punya pilihan lain selain mencoba menangkis setiap serangan yang datang kepadanya sambil terus menahan rasa sakitnya.


Selian menciptakan tekanan udara yang sangat kuat setiap kali bersinggungan. Ayunan kapak itu lambat laun semakin cepat dan semakin cepat bahkan sudah mulai menembus kecepatan suara.


"Menderita lah, Menderita lah, Menderita lah.......".


Sambil terus menganyunkan Kapak lengannya dengan sangat cepat, kuat, dan brutal. Hendry terus mengulangi kata-kata dengan sangat antusias. Melihat Arnold yang kesulitan mengikuti setiap ayunan kapak nya.


Dimata Hendry, bukan hanya sosok Arnold yang dia lihat. Dia bahkan juga membayangkan sosok Luke dan Rufus yang tampak kesusahan mencoba bertahan dari serangannya.


Hal itulah, yang membuatnya semakin gencar melancarkan serangannya tanpa keraguan sedikitpun. Serangan yang dipenuhi amarah dan dendam kesumat yang luar biasa.


Sementara, Arnold yang kesulitan mengikuti setiap serangan Hendry, mulai menerima banyak luka gores hampir di sekujur tubuhnya. Tangannya mulai mati rasa, dan kakinya mulai lemas karena tidak ada tenaga yang tersisa.


Meski begitu, Arnold masih belum mau menyerah dia mencoba bertahan hanya mengandalkan tekad dan andrenalin nya saja.


Disaat Arnold berhasil menangkis serangan vertikal. Hendry dengan sigap langsung menusuk telapak kaki Arnold dan membuatnya melompat mundur.


"Percuma saja melawan balik, Al".


Ejek Hendry karena merasa dirinya sudah berada di atas awan. Tapi, itu sirna ketika melihat Arnold yang masih berdiri tegak.


"Sudahlah Al..... Kau tahu ini sudah terlalu lama, kan?...... Menyerah saja dan terimalah kematian mu"


"Heh..... Apaan itu?..... Kau dari tadi ngoceh "Menderita lah" berkali-kali..... Lagi pula.... Kekalahan mu itu sudah terjadi 20 tahun yang lalu, bahkan aku belum lahir...... Daripada kau mencari cara untuk melampiaskan balas dendam ngak penting mu itu..... Bukankah lebih baik, untuk menikmati kehidupan mu dengan santai dan tenang".


Mendengar perkataan Arnold, membuat Hendry terdiam untuk sesaat, ekspresi wajah tampak gelap. Kemudian secara perlahan badannya mulai gemetar dan bibirnya mulai tersenyum, sampai akhirnya dia tertawa terbahak-bahak yang membuat Arnold terdiam.


"Hahahaha....... Dasar bodoh..... Asal kau tahu saja, aku tidak bisa hidup tenang sampai aku bisa membunuh kedua orang itu dengan kedua tanganku ini...... Makanya, aku putuskan untuk menjadi Chimera untuk mendapatkan kembali kekuatanku yang hilang setelah menjadi tua rentan.... Sekali pun, aku harus mengorbankan 250.000 orang dalam proses.... Buatku itu adalah harga yang setimpal".


"Huh? 250.000 orang? Apa maksudmu?".


Arnold benar-benar dibuat terkejut, bukan karena balas dendam Hendry. Tetapi, ketika dia mendengar jumlah orang yang harus di korban.


"Ah, ini ngak ada hubungannya denganmu yang akan segera mati..... Tapi, aku akan sedikit bercerita sedikit".


Hendry mulai menjelaskan apa maksudnya.


"Seperti yang kau tahu, setelah aku berubah menjadi Chimera.... Aku mengetes kekuatanku dengan membantai satu desa kecil... Lalu aku tersadar, bahwa kekuatan Chimera ku masih belum cukup untuk mengimbangi kekuatan Luke dan Rufus.... Karena itulah, aku bertanya pada Morgan bagaimana cara nya supaya aku bisa memperkuat wujud Chimera ku..... Dan Morgan memberikan solusi bahwa aku harus mengekstrak energi sihir dari orang lain..... Semakin banyak yang di korbankan semakin banyak ekstrak yang di hasilkan...... Setelah melakukan perhitungan dengan teliti...... Aku butuh sekitar 250.000 orang untuk aku ekstrak energi sihir mereka..... Karena itu lah maka aku--------".


"DIAM KAU BANGSAT!!!!!".


Arnold berteriak sangat keras sehingga memotong perkataan Hendry yang belum sepenuhnya selesai. Setelahnya, dia kembali tenang.


"Jadi begitu, kalau begitu sudah aku putuskan".


Dengan nada yang sangat dingin dan ekspresi wajah yang menjadi gelap energi sihir yang di miliki Arnold mulai merekah dan terpancar keluar dari dalam tubuhnya.


Tanpa membuang waktu lagi, Arnold segera melesat maju dan segera menyerang Hendry dengan ayunan pedang Siden yang sudah di perkuat dengan energi sihir yang kuat.


Kejadian itu tentu sempat membuat Hendry terkejut sesaat. Sebelum akhirnya dia kembali tersenyum.


"Akhirnya kau serius juga ya, Al.... Tapi, apa kau pikir bocah biasa sepertimu bisa mengalahkan sosok kuat dan sempurna seperti diriku?.... Baiklah, kalau itu memang mau mu..... Dengan senang hati.... AKAN AKU BUAT KAU MENDERITA!!!".


"MAJU SINI, BAJINGAN!!!".


Keduanya kembali saling beradu pedang dengan kecepatan lebih cepat dari pada suara. Tapi, kali ini keduanya tidak mencoba untuk saling menghindar atau mencoba saling menangkis.


Semua itu ayunan pedang itu hanya difokuskan untuk melukai lawan yang ada di hadapannya. Adu pedang yang sangat intens itu terjadi dalam waktu yang lama.


Sampai Arnold melakukan serangan berupa tebasan horizontal dari sisi sebelah kanan. Namun, Hendry yang menyadarinya berhasil memblokir serangan itu.


"Hehehe..... Percuma saja".


Tapi diluar dugaan, serangan Arnold yang sudah diperkuat dengan sihir berhasil membuat Hendry bergeser. Namun sayangnya, Hendry berhasil menghindar dengan membungkukkan badannya kebelakang.


"MASIH BELUM CUKUP!!!".


Tidak mau membiarkan lawannya melakukan serangan balik, Arnold kembali mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat dan kuat. Melihat serangan itu Hendry terkejut bukan main.


Sampai akhirnya sebuah ledakan yang sangat besar terjadi dan debu-debu berterbangan menutupi kedua.


Ketika debu-debu itu sudah menghilang, hal yang mengejutkan terjadi.


Dimana serangan ayunan pedang Siden yang sudah di perkuat dengan sihir oleh Arnold berhasil ditangkis dengan tangan kanan Hendry. Sementara itu, tangan kirinya yang berubah menjadi pedang berhasil menusuk badan Arnold.


"Ummm...... Ugh"


Arnold mengalami muntah darah seketika setelah badannya berhasil di tembus oleh pedang Hendry.


"Ada kata-kata terakhir?".


Melihat kondisi Arnold yang nampak sekarat, Hendry bertanya apakah Arnold memiliki kata-kata terakhir untuk di ucapkan.


Mendengar itu, Arnold tersenyum tanpa kenal takut dan mulai berbicara.

__ADS_1


"Aku hidup dengan cara memilah-milah apa yang penting bagiku dan membuang apa yang tidak penting...... Jadi aku bisa mencapai tujuanku, tanpa harus kehilangan apa yang berharga bagiku..... Lalu aku sadar akan beberapa hal yang tidak akan pernah bisa aku lepaskan........ Aku hidup hanya demi hal seperti itu..... Tanpa peduli akan resikonya..... Meski begitu...... Walau sedikit saja......... Kau..... Benar-benar....... MEMBUATKU MUAK!!!!!!".


Teriakan Arnold yang sangat keras membuat Hendry terkejut bukan main. Hanya dengan itu, Hendry tahu bahwa Arnold masih belum mau menyerah.


__ADS_2