Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Aku Kapan?


__ADS_3

Setelah liburan di Malang, hari ini Senja ke kantor dengan membawa tentengan oleh-oleh. Rencananya oleh-oleh tersebut akan dia bagikan kepada teman-teman satu ruangannya serta Alya dan Rinta. Untuk Raka dan Ryota tidak dia bawakan oleh-oleh karena merasa tidak cukup dekat dan lagi keduanya atasan tertinggi di kantornya, namun dia membawa cadangan beberapa keripik buah khas kota malang kalaupun tanpa sengaja mereka bertemu, terlebih keduanya sempat melihat poatingan liburan Senja.


Senin yang cerah, secerah suasana hati Senja sehabis pulang kampung. Dia sengaja memesan taksi online karena takut jatuh kardus oleh-olehnya kalau dibawa dengan ojek. Senja turun di lobi terlihat kesusahan dengan barang bawaannya. Dan secara kebetulan Radit baru saja datang, maka diapun berinisiatif membantu Senja.


"Banyak banget ini Senja," mengambil satu kardus berisi keripik rasa aneka buah. Sedangkan satu kardus lagi yang berisi kue strudel, salah satu kue kekinian khas malang dibawanya sendiri.


"Berat gak, atau mau tukeran?" Radit menawarkan diri karena merasa barang bawaan Senja lebih berat.


"Ga berat kok Pak, makasih ya Pak sudah bantuin bawa," ucap Senja senang karena dirinya tak lagi kesusahan membawa makanan oleh-oleh tersebut.


"Santai.. banyak banget bawanya?" Radit Heran karena banyak makanan yang dibawa Senja.


Ting.. belum sempat Senja menjawab, lift pun terbuka. Senja dan Radit pun akhirnya masuk ke dalam lift, tak lama kemudian Raka dan Ryota ikut menyusul.


"Wah, saya kebagian ga nih Mba Senja," sapa Raka saat melihat bawaan Senja.


Senja yang awalnya tidak berniat membagi oleh-olehnya kepada Raka dan Ryota karena takut makanan yang dibawanya tidak mereka sukai, akhirnya akan membagi sebagian makanan dari malang tersebut.


"Kebagian kok Pak, orang tua saya minta saya bawa banyak biar bisa dibagi ke yang lain," jawab Senja sambil tersenyum.

__ADS_1


"Calon mertua baik banget ya," bisik Raka pada Ryota, dan hanya dibalas tonjokan pelan ke bahu Raka oleh Ryota.


Jam istirahat telah tiba, Senja tentu saja akan berkumpul dengan empat sekawan (Alya, Rinta dan Dila) selain karena ingin membawakan oleh-oleh juga mereka telah berencana makan siang bersama di restoran jepang dekat kantor, restoran jepang yang mempunyai manajer bernama Irwan, ahh Senja melupakan itu.


Sejak mendapatkan nomor Senja, Irwan menjadi gencar menghubunginya, dan Senja tidak suka hal ini, menurutnya Irwan terlalu kepo terhadap urusan pribadinya, dan terlalu sering berkirim pesan.


"Senja lagi apa?" "Kok belum makan sih"


" Jangan kebanyakan nonton dorama" "Infoin ya kalau udah di Jakarta" dan banyak lagi pesan lainnya yang hanya dibalas singkat oleh Senja.


"Hai Senja," sapa Irwan saat melihat Senja tengah memilih menu, Senja pun seketika menghentikan aktifitasnya dan melihat ke arah sumber suara. Deg.. pria yang begitu dihindarinya malah dihadapannya.


"Iya nih mas Irwan, lagi makan siang sama temen-temen kantor," jawab Senja, kemudian ketiga temannya ikut tersenyum ke arah Irwan.


"Silakan dilanjutkan ya.. Senja nanti pulang aku jemput ya," Irwan sudah tidak sabar untuk segera melancarkan aksinya mendekati Senja.


"Hah, iya mas, nanti aku kabarin lagi ya, takut lembur," Senja merasa bingung harus menjawab apa, namun juga tak enak jika langsung menolak.


"Okay," Irwan mengacungkan jempol kemudian berlalu ke arah tempat kerjanya.

__ADS_1


Senja mendengus lega, namun tatapan ketiga temannya begitu tajam meminta penjelasan.


"Dia anak temen orang tuaku, harapannya bisa deket tapi ga maksain juga, entahlah," Senja mengerdik bahu dan melanjutkan makan, dia langsung menjelaskan tanpa diminta.


"Ganteng kok," komentar Rinta.


"Eh tapi jangan deh," sergah Dila,


"La kenapa emangnya, sama-sama single kan yang penting," Rinta mengeryitkan dahinya bingung dengan respon Dila.


"Hehe iya juga sih," Dila bingung mau menjawab apa lagi, dia dan Raka tengah berusaha mendekatkan Senja dan Ryota, namun ini hanya rencana mereka berdua, dan Dila merasa bodoh karena hampir keceplosan.


"Ngomong-ngomong ada yang baru jadian loh," Sorot mata Alya sambil menunjuk ke arah Dila.


"Pak Raka?" tebak Senja.


"Wahh pantes senyum senyum mulu, haha ternyata.. congrats Dil.. trus aku kapan?" ucap Rinta sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aku juga kapan?" ucap Alya dan Senja berbarengan kemudian mereka berempat saling tertawa setelahnya.

__ADS_1


Raka dan Dila akhirnya memutuskan berpacaran walau belum lama mengenal di kantor ini. Namun sebenarnya keduanya sudah saling menyimpan rasa sejak kecil, rasa sayang sebagai sahabat yang makin bertambah, setelah dewasa rasa itu berubah ingin lebih dari sahabat. Bak gayung bersambut ungkapan perasaanya pada Dila malam minggu kemarin, langsung diangguki setuju oleh Dila.


__ADS_2