Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Malam Bahagia


__ADS_3

Hari sudah sore, Senja dan Ryota telah puas berkeliling dan berfoto ria di museum MACAN. Mereka berencana untuk keluar dari museum.


Krucuk.... perut Senja berbunyi dan dia langsung reflek menutup mukanya malu, apalagi kini tengah jalan berdua bersama seorang pria


"Maaf," Senja masih menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Ryota pun tersenyum kemudian membuka telapak tangan Senja.


"Ke mall deket sini yuk, aku juga laper," Ryota kemudian mengandeng jemari Senja yang masih terdiam karena malu, Senja terlihat begitu menggemaskan dan dia tersenyum bahagia karena Senja tak menolak digandengnya, barangkali Senja sedang tidak sadar.


"Eh," Saat sudah berjalan agak jauh Senja mulai sadar dan kaget sedang digandeng Ryota.


"Maaf," Ryota tersipu malu dan melepaskan genggamannya.


"Gapapa kok, jadi kemana nih?" Mereka berdua sudah di dekat mobil milik Ryota dan bersiap ke mall terdekat.

__ADS_1


...----------------...


Di belahan bumi lain, berjarak 5.787 km dari Jakarta.


"Ryo kita sepertinya sedang jatuh cinta Pa,"


Di sinilah di kediaman orang tua Ryota. Papa Hiroto dan Mama Dewi saling bercengkarama menikmati kenyamanan berdua.


"Masaka? (masa)" Papa Hiroto merasa putra semata wayangnya ini sangat kaku sehingga akan sulit untuk mengenal cinta setelah pernah mengalami patah hati hebat kala itu.


Papa Hiroto tersenyum senang dengan cerita istrinya. Ryota nya yang sudah bisa kembali cerita dengan mamanya menandakan dirinya telah kembali. Tsubaki gadis yang dia putuskan saat perayaan hari kelulusannya di Jerman, adalah awal dirinya bersikap dingin, kaku dan bahkan sedikit tertutup dengan orang tuanya. Hidup dia hanya untuk belajar dan bekerja dengan baik. Dia juga mengingat jika pada awalnya Ryota menolak keras saat ditunjuk untuk menjadi presiden direktur di Akira Indonesia, sungguh dia begitu malas keluar dari Jepang. Namun kini, sepertinya sudah berbeda, ketika di Jepang seperti saat meeting beberapa waktu lalu, dia sudah ingin cepat kembali ke Indonesia, ternyata ada magnet yang menariknya untuk cepat kembali ke Indonesia.


...----------------...

__ADS_1


Kembali ke Jakarta.


"Makan kesana yuk," tunjuk Senja saat melihat salah satu restoran jepang dengan konsep all you can eat. Ryota hanya mengekori Senja menuju tempat pilihannya.


Mereka berdua lantas bergegas menuju waitress untuk melakukan reservasi, karena kebetulan sedang tidak terlalu ramai, maka mereka bisa segera mendapat tempat duduk.


Restoran yang dipilih Senja ini berkonsep self cooking, sehingga mereka bisa memilih bahan makanan yang mereka inginkan kemudian memasak sendiri di meja. Senja begitu antusias mengambil beberapa menu untuk yakiniku dan shabu-shabu yang dia sukai.


Puas memilih, mereka segera menuju meja untuk memasaknya karena cacing di perut Senja sepertinya sudah menabuh genderang kelaparan.


Mereka memasak sambil mengobrol banyak hal, tentang pekerjaan, hobi, pendidikan dan seputar Jepang, karena bagaimanapun sebagai pecinta dorama, segala hal berbau Jepang adalah hal menarik baginya.


Obrolan keduanya tak luput dari perhatian seseorang, yang berada di restoran berlawanan dengan arahnya. Dia telah selesai dengan menu makan malamnya, kemudian berdiri dan mulai beranjak untuk pergi. Namun tak sengaja sorot matanya melihat seseorang yang begitu dia kenal dan pernah menjadi bagian masa lalunya.

__ADS_1


"I'm back Ryo," dia tersenyum tipis kemudian berlalu keluar dari restoran.


__ADS_2