
Tsubaki tak menyangka jika rencana makan malam berduanya bersama Ryota, akan terganggu karena kedatangannya Ryota yang membawa anak buahnya, bahkan lebih mengejutkan lagi dia dikenalkan sebagai kekasihnya saat ini.
"Maaf, saya permisi ke toilet sebentar ya," Baru tiba di meja, Senja izin untuk ke toilet. Dia sudah tidak tahan sejak sedari tadi di mobil. Karena tadi pagi, Senja mengonsumsi vitamin C, maka setelah nya dia meminum air putih lebih banyak. Sebab, asupan vitamin C dalam dosis tertentu dapat memberatkan kerja ginjal, sehingga untuk mengimbanginya adalah dengan banyak minum air putih. Dan efeknya, dia akan menjadi lebih sering untuk buang air kecil.
"Iya sayang," Ryota mengangguk mengizinkan kekasihnya ke toilet, sedangkan Tsubaki tersenyum merasa punya kesempatan berduaan dengan Ryota.
Pelayan mulai menghidangkan makanan dan minuman sesuai yang telah dipesan Tsubaki sebelumnya. Tentu saja dia memesankan minuman beralkohol untuk Ryota, dengan harapan dia akan mabuk dan bisa dikendalikannya, mengingat Ryota bukan peminum maka walaupun kadar alkohol rendah tentu membuat seseorang seperti Ryota akan tetap mabuk dan kehilangan kendali.
Senja berjalan kembali dari toilet setelah menyelesaikan aktivitas dan hendak kembali ke meja makannya. Tanpa sengaja dia bersisihan dengan manajer restoran yang memerintah seorang pelayan perempuan.
"Tolong, ini nanti bawa ke lelaki itu apabila dia meminta minuman pengganti," perintah manajer restoran.
"Baik Pak," ucap pelayan perempuan.
Senja tak tahu dan tak mau tahu orang yang dimaksud manajer restoran itu siapa, dia hanya mendengar sekilas dan segera berlalu menuju mejanya.
Saat Senja tiba, Ryota dan Tsubaki tengah asyik mengobrol tentang perkembangan bisnis kedua perusahaan. Terlihat minuman dan makanan telah tersaji, mungkin saat dirinya di toilet pelayan sudah mengantarnya.
Senja hendak meminum gelas yang tersedia di hadapannya, namun terhirup aromanya yang aneh, alhasil Senja tak jadi meminumnya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" tanya Ryota melihat Senja tak jadi minum.
Panggilan sayang Ryota kepada Senja membuat Tsubaki makin geram. Dia merasa dirinya yang harus diposisi itu, diperlakukan seperti itu. (Ohya Tsubaki bisa berbahasa Indonesia ya, karena sebelum tiba di Indonesia untuk mengikuti tender, dia mengikuti kursus bahasa Indonesia di Tokyo, agar mudah diterima penduduk Indonesia, saat kerjasama di sini)
"Baunya aneh, boleh ganti kan ya?" tanya Senja.
Seketika Ryota mengambil gelasnya dan mencium aromanya, wajar saja Senja merasa aneh karena dihadapannya ini adalah minuman beralkohol.
"Ini minuman beralkohol, kita minta ganti saja," ucap Ryota kemudian memanggil pelayan untuk memberikan minuman ganti untuk dirinya dan Senja.
"Bingo," batin Tsubaki sambil tersenyum tipis, sebentar lagi Ryota masuk perangkapnya.
"Maaf ya, aku pikir kalian bisa minum alkohol walau kadarnya rendah, nanti biar diganti yang non alkohol saja," ucap Tsubaki merasa sok bersalah padahal senang dalam hatinya.
Tak lama pelayanpun datang untuk menggantikan minuman Ryota dan Senja. Pelayan yang sama yang dilihat Senja saat keluar dari toilet. Senja merasa ada tidak beres dengan kebetulan ini.
"Terima kasih mbak," ucap Ryota ramah kepada pelayan yang menggantikan minumannya juga Senja.
Karena merasa sudah haus Ryota bersiap untuk meminum gelas minuman yang baru datang tersebut.
__ADS_1
"Eh maaf Ta, boleh tukar gak, sepertinya aku ingin minumanmu karena terlihat lebih segar," ucap Senja, sumpah dia merasa malu tiba-tiba meminta ganti minuman seperti ini, apalagi Ryota terlihat sudah buru-buru ingin meminumnya, namun feeling-nya mengatakan dia merasa harus melakukan itu sebagai bagian menjaga Ryota seperti pesan Bu Dewi.
"Ini, silakan," Ryota tak keberatan jika hanya bertukar minuman dengan Senja. Dan setelahnya dia meminum gelas minuman milik Senja.
Saat ini Senja merasa kebingungan, karena dia yakin minuman di depannya pasti ada sesuatu, tapi bagaimana agar dia tidak minum gelas itu. Dia nampak diam berpikir, tak menghirauan obrolan dua orang di sebelah dan depannya. Ahh iya Vitamin C, dengan beralasan minum vitamin C tadi, dia bisa berasalan tidak boleh minum sembarangan, sehingga dia bisa meminta air putih saja. Alasan ini pun diterima dengan baik oleh Ryota, dia yang tahu kekasihnya sempat flu kemarin, tentu tak curiga sama sekali dengan ucapan Senja. At the end, gelas minuman yang awalnya ditujukan untuk Ryota yang telah ditaburi obat perangsang berakhir tak ada yang meminumnya. Tsubaki hanya bisa menatap nanar ke arah gelas itu, rencananya menguap begitu saja.
"Ahh nona, aku akan membalasmu nanti," batin Tsubaki merasa Senja telah satu langkah di depannya. Dia tersenyum licik menatap Senja yang tengah asyik memakan menu di hadapannya.
"Jadi, nanti saat peletakan batu pertama apa kamu akan hadir juga Ryo?" tanya Tsubaki memecah keheningan.
"Ah iya tentu saja aku datang," jawab Ryota sambil memotong beef steaknya.
"Rencana menginap dimana?" tanya Tsubaki.
"Hanabi Hotel yang masih dalam satu lokasi," jawab Ryota. Hanabi hotel adalah satu-satunya hotel yang berada di kawasan industri tempat pabrik baru Akira Indonesia akan dibangun. Hotel tersebut sebelumnya dibangun oleh Sato Construction Indonesia.
Tsubaki mengangguk paham, sambil mulai membayangkan rencana selanjutnya. Dia akan meminta anak buahnya menginap di hotel yang sama pula. Namun dia harus memastikan perempuan di sebelah Ryota ini akan ikut kesana atau tidak.
"Kalau nona Senja, apakah juga datang?" tanya Tsubaki kepada Senja.
__ADS_1
"Saya akan datang pula," jawab Senja sambil tersenyum ke arah Tsubaki.
"Let's start the game, and I'll make sure I'll win this time," batin Tsubaki.