
...Aku kesal dengan jarak...
...Yang sering memisahkan kita...
...Hingga aku hanya bisa...
...Berbincang denganmu di whatsapp...
...Aku kesal dengan waktu...
...Yang tak pernah berhenti bergerak...
...Barang sejenak agar ku bisa...
...Menikmati tawamu...
...Ingin ku berdiri di sebelahmu...
...Menggenggam erat jari-jarimu...
...Mendengarkan lagu sheila on 7...
...Seperti waktu itu saat kau di sisiku...
...Dan tunggulah ku di sana...
__ADS_1
...Memecahkan celengan rinduku...
...Berboncengan denganmu mengelilingi kota...
...Menikmati surya perlahan menghilang...
...Lagu Celengan Rindu oleh Fiersa Besari...
Malam natal di kota London hari ini begitu cerah dengan kelap kelip lampu. Warga kota yang merayakan mulai memadati gereja untuk menjalankan ibadah misa natal. Malam ini Senja akan mengantar Catherine teman sekaligus tetangga apartemennya untuk ke gereja katedral di pusat kota. Senja sendiri berencana menikmati malam natal di London yang di hiasi butiran salju.
"Merry Christmast Catherine," Senja memeluk temannya sebelum akhirnya mereka berpisah. Catherine tentu saja ke gereja, sedangkan Senja akan ke toko makanan Asia apabila ada yang buka.
Senja terpukau melihat jalanan kota yang begitu ramai dengan hiasan natal. Selain di jalan, lampu hias juga dipasang di taman-taman bermain dan pusat perbelanjaan. Saat asyik menikmati jalanan dan sesekali memotret indahnya malam, dirinya tak sengaja melihat sepasang kekasih yang berjalan berdua saling bergenggaman tangan. Salju memang tengah datang malam ini, sehingga wajar pasangan kekasih saling erat berpelukan atau berpegangan karena malam ini memang terasa begitu dingin.
Setelah mendapat makanan yang dia inginkan, Senja bergegas kembali ke unit apartemennya. Dia ingin menikmati makanan populer indonesia yang terkenal dengan tagline "Indomie, seleraku" tersebut.
Indomie goreng dengan tambahan taburan bawang, telur serta potongan sayuran agar tidak merasa berdosa telah siap tersaji. Sebelum makanan dinikmati, hal wajib yang dilakukannya adalan memotret makanan tersebut dan post ke instagram story. Caption untuk postingannya kali ini begitu singkat yaitu hanya "Rindu" serta ditambah musik lagu Celengan Rindu dari Fiersa Besari.
Senja memang tengah rindu, rindu tanah air, rindu keluarganya, rindu teman-temannya dan rindu Ryota nya. Pada saat merantau di Jakarta, dia bisa bebas menelepon kapanpun, namun sekarang perbedaan waktu adalah kendala. Kalau dulu, pulang pergi pun bisa dilakukan segera dan mudah, saat ini butuh tiket pesawat jutaan rupiah dan lebih dengan belasan jam perjalanan untuk tiba di negara asalnya.
"Ryota sedang apa ya?" batin Senja saat pikirannya tak sengaja mengingat pria keturunan Jawa Jepang itu.
Selama seminggu ini komunikasi dengan Ryota tidak berlangsung dengan lancar karena kesibukan keduanya. Senja sibuk ujian karena menjelang libur natal dan tahun baru, sedangkan Ryota sibuk meeting akhir tahun.
Indomie telah habis tak tersisa. Saat Senja hendak mencuci bekas makannya tersebut, seseorang mengetuk pintunya.
__ADS_1
Senja meletakkan kembali mangkuknya, kemudian membilas tangannya yang sempat terkena sabun. Dan segera menuju pintu. Dia pikir mungkin Catherine yang pulang dari gereja atau tetangga apartemen lainnya.
Sesosok manusia yang selama seminggu ini jarang berkomunikasi lancar dengannya kini berdiri di depan kamarnya dengan senyum begitu merekah.
"Hai sayang," sapa Ryota. Selama seminggu ini Ryota memang begitu sibuk untuk membereskan pekerjaannya agar bisa menyusul sang kekasih, dan sepertinya ini menjadi kejutan manis untuk Senjanya.
"Kok bisa?" heran Senja. Dirinya heran bagaimana bisa Ryota memiliki akses untuk masuk ke apartemenya ini, padahal akses seharusnya terbatas untuk penyewa maupun petugas saja.
"Bisa dong, aku sewa unit sebelah hehe, ini gak boleh masuk yang?" tanya Ryota. Entah keberuntungan apa yang tengah diberikan semesta untuk nya, unit di sebelah Senja yang telah kosong sejak sebulan ini masih belum ada penyewa lagi. Biasanya unit apartemen di komplek tersebut akan disewakan untuk masa tahunan, namun Ryota bisa mendapatkan untuk masa hanya satu bulan.
"Yuk masuk," Senja kaget juga senang dengan kehadiran pujaan hatinya.
"Yaampun seneng deh kamu kesini," ucap Senja bahagia kemudian dia mengambilkan Ryota minuman hangat.
"Peluk dong kalau seneng," goda Ryota sambil menaik-naikkan alisnya.
"Ih mulai deh," ketus Senja.
"Aku aja deh yang meluk." Ryota berlari menghampiri Senja dan langsung memeluk gadis itu dengan paksa. Saat dipeluk, Senja pun tak berusaha menolak, ah memang harus dipaksa dulu gak perlu izin
"Kamu tahu gak persamaan kamu dengan indomie yang?" tanya Ryota saat tak sengaja melihat bungkus indomie di tempah sampah. Indomie yang tadi dimasak oleh Senja.
"Hmmm sama-sama keriting?" tebak Senja.
"Bukan yang, tapi sama-sama seleraku," jawab Ryota.
__ADS_1
"Indomie, seleraku," ucap mereka bersamaan dengan tertawa tanpa melepaskan pelukan.