
Semakin hari hubungan Ryota dan Senja semakin dekat. Tak jarang mereka jalan berdua sekedar nonton bioskop atau Senja yang minta diajari bahasa jepang oleh Ryota. Seperti malam minggu ini, keduanya menghabiskan malam ini di gazebo kosan Senja, karena Senja ingin belajar huruf menulis huruf jepang, dan setelah itu akan menonton dorama bersama.
Ryota menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis huruf jepang, yaitu Hiragana, Katakana dan Kanji. Hiragana digunakan untuk mewakili kata-kata Jepang asli, Katakana digunakan untuk saduran kata-kata di luar Jepang dan kata-kata asing atau serapan, terakhir Kanji adalah alfabet utama dalam bahasa Jepang dengan setiap kata yang mengandung konsep atau kata yang berbeda.
"Aduh susah banget ngapalin hiragananya,"
Senja mulai panas otaknya menghafal huruf-huruf hiragana.
Ryota terkekeh melihat tingkah Senja, yang meletakkan pensil di atas daun telinganya, sambil jari telunjuknya digerak-gerakkan tanda sedang mencoba mengingat jenis bentuk huruf hiragana.
"Pelan-pelan aja, ini minum dulu," Ryota menyodorkan kopi kekinian dengan jenis affogato untuk Senja.
"Kok tumben pesen Affogato?" Senja mulai menyesap kopinya dan menutup bukunya. Dia nampak heran karena biasanya keduanya akan membeli kopi jenis Americano bukan jenis yang saat ini dipesan.
"Katamu setelah belajar mau nonton last episodenya Coffee and Vanila, bukankah minuman di dorama itu jenisnya Affogato ya?" Ryota kembali mengingatkan Senja bahwa agenda malam minggu kali ini selain belajar bahasa jepang adalah menonton dorama yang dibintangi oleh Dori Sakurada dan Haruka Fukuhara tersebut.
__ADS_1
"Eh iyaa lupaa," cengir Senja.
Menutup buku dan melanjutkan menonton dorama dari laptop Senja. Begitulah kedekatan mereka, walaupun belum ada yang saling mengungkapkan perasaan, namun orang lain yang melihatnya sudah yakin kalau mereka adalah sepasang kekasih. Taburan bintang malam ini pun semakin menambah syahdunya kisah mereka.
Malam minggu kebersamaan Senja dan Ryota berlalu begitu cepat, tak terasa sudah masuk ke hari Senin lagi. Hari yang sebagian besar orang membencinya. Hari ini agenda Senja adalah meeting dengan Ryota membahas tentang perusahaan konstruksi yang akan menangani pembuatan pabriknya di Jawa Timur.
"Baiklah tolong jelaskan, tiga perusahaan yang akan mengikuti tender ini siapa saja?" Ryota meminta tim project mulai mempresentasikan calon perusahaan konstruksi yang akan join dalam project ini.
Radit berdiri dan mulai menjelaskan bahwa terdapat tiga perusahaan dari tiga negara berbeda yang akan mengikuti tender ini, yaitu
"Hari ini, jam 11 Tim dari Sato Construction akan datang ke sini untuk menjelaskan lebih detail tentang perusahaannya, apakah sachou ada waktu untuk bertemu?" Radit mengakhiri presentasinya dengan menanyakan tentang rencana kunjungan Tim dari Sato Construction ke kantornya.
"Boleh, saya free hari ini, dari mereka siapa saja yang datang?" tanya Ryota.
"Kemungkinan dari tim design beserta CEO nya akan datang" jawab Radit.
__ADS_1
Mereka membahas perkembangan project ini, sembari menunggu kedatangan tim dari Sato Construction. Tak berselang lama, telepon di ruang meeting berbunyi, terlihat resepsionis menghubungi dan menginformasikan jika Tim dari Sato Construction sudah tiba di bawah. Raka yang menerima telepon pun akhirnya memerintahkan resepsionis untuk mengantarnya ke ruang meeting ini.
Tok tok tok
"Permisi," ucap sekretaris saat membuka pintu ruang meeting, kemudian Radit dan Senja berdiri menuju pintu ruang meeting untuk menyambut tamunya.
Beberapa tim telah masuk dan saling berjabat tangan, hingga pertemuan kedua CEO pun terjadi, keduanya saling membungkukkan badan dan menyapa.
"O genki desu ka, Ryota? (bagaimana kabarmu, Ryota) tanya CEO Sato Construction, seorang perempuan cantik berwarganegara Jepang dengan rambut hitam terurainya.
Sesaat Ryota terkaget dan teringat dengan masa lalunya. Perempuan di depannya ini adalah Sato Tsubaki, mantan terindahnya dulu saat di Jerman.
"Genki desu, (aku baik-baik saja)," jawab Ryota tak sengaja melihat leher Tsubaki dan tak menemukan kalung rosarionya.
Keduanya akhirnya kembali duduk di tempat masing-masing. Perwakilan dari Sato Construction mulai mempresentasikan tentang perusahaannya. Ryota tak fokus dengan apa yang dijelaskan, karena saat ini fokusnya adalah Sato Tsubaki. Dan pandangan lembut Ryota pada Tsubaki, tak luput dari pengamatan Senja yang tak sengaja melihatnya. Senja yang tadi melihat kedua CEO ini sudah saling mengenal tetiba ingin melihat langsung wajah Sato Tsubaki, namun tak disangkanya Ryota kini juga tengah menatap CEO cantik tersebut.
__ADS_1
Senja makin penasaran dengan hubungan keduanya.