Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Senja Cemburu


__ADS_3

Meeting dengan Sato Construction telah selesai, kini mereka kembali ke perusahaannya dan Senja pun juga kembali ke ruang kerjanya bersama Radit.


Ryota mengundang secara pribadi CEO dari Sato Construction untuk makan siang berdua. Awalnya Senja merasa biasa saja dengan hal itu, mengingat lunch meeting di antara kedua presiden direktur tentu merupakan hal biasa. Namun perasaannya makin kalut saat Raka memberitahunya jika Sato Tsubaki adalah mantan sekaligus cinta pertama Ryota saat keduanya tengah menempuh pendidikan di Jerman. Senja merasa kesal dan bingung dengan perasaannya. Dia ingin marah tapi dia mengapa harus marah, toh mereka berdua hanya dekat sebatas teman. Terkadang Senja ingin hubungan dan kedekatan yang dibangun dengan Ryota dapat berlanjut ke arah lebih serius, namun mengapa di saat seperti ini mantan terindahnya kembali.


Selesai makan siang, Senja mulai mencari celah keburukan dari Sato Construction, setidaknya dengan poin lemah tersebut dia punya alasan untuk menolak perusahaan tersebut, namun sayangnya informasi tersebut nihil dia dapatkan. Prestasi Sato Construction begitu banyak dan sangat layak untuk dipilih. Apalagi Radit sudah memberi tahunya bahwa dia pun condong untuk memilih Sato Construction karena sepak terjangnya selama ini. Senja makin lemas dengan hal itu.


"Kenapa mbak, manyun aja dari tadi?" Dila menangkap gelagat aneh di diri Senja semenjak selesai meeting tadi.

__ADS_1


"Hehe lagi pusing ini cari data trus laper," Senja mencoba berkilah.


"Ini mbak, biar ga laper kue buatan istri saya dicoba ya, Dila juga coba nih," Adam mulai menawarkan kue donat buatan istri Adam pada rekan kerja dan atasannya tersebut.


"Wahh makasih," Dila dan Senja kompak berterima kasih kepada Adam, dan mulai mengambil kue donat dari tupperware milik Adam. Mereka menikmati kue tersebut sambil memuji enak atas buatan istri Adam.


Hari sudah makin sore, jam kerja sudah berakhir, Senja yang masih merasa kesal sedari siang pun memilih bergegas untuk pulang berharap rebahan di kamar adalah solusi menghilangkan penatnya.

__ADS_1


Tiba di kosan, tak lama kemudian hujan mukai turun. Hari ini langit senja seolah mengerti tentang suasana hati Senja. Dia pun bersyukur tiba di kosan tanpa kehujanan. Selepas bersih-bersih Senja mulai menyantap makanan dan minuman yang tadi dia beli, sambil mukai scroll sosial media milik CEO Sato Construction, dia sungguh masih penasaran seorang Sato Tsubaki. Senja tak sadar rasa keponya ini membuat hatinya makin kesat dan sakit.


Tak sengaja, kekepoannya postingannya 8 tahun lalu. Tsubaki memposting tentang dirinya berdua bersama Ryota tengah berdiri saling memeluk di depan menara eiffel. Raut cinta dan bahagia jelas terpancar di keduanya. Tanpa sadar Senja meneteskan air matanya.


"Aishh kenapa mewek sih, ahh dia siapa coba," Senja mulai menghapus air matanya. Dia pun akhirnya bangun dan mulai mengambil wudhu karena sedari tadi adzan maghrib telah berkumandang, hujan sedikit menyamarkan bunyi adzan.


Selepas magrib, Senja yang merasa sangat lelah akhirnya tertidur dengan layar sosial media Tsubaki yang masih terbuka. Beberapa kali notifikasi panggilan telepon berbunyi namun dia tak sadar.

__ADS_1


Sudah sekitar 10 kali Ryota mencoba menghubungi Senja. Ryota mendadak khawatir akan Senja setelah tadi, Raka memberitahunya soal Senja yang penasaran hubungan Tsubaki dan Ryota sebelumnya. Harusnya dia menjelaskan terlebih dahulu kepada Senja agar dia tak salah paham, dan akibatnya Senja malah mendengar dari orang lain. Ryota merasa frustasi karena Senja urung mengangkat teleponnya.


"Are u okay Senja?" akhirnya dia mengirim pesan kepada Senja setelah panggilan telepon yang terabaikan sedari tadi.


__ADS_2