Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Siapa Lebih Kenal (bagian 2)


__ADS_3

Senja telah selesai dengan ibadah isya nya kemudian merapikan mukenanya dan segera menuju dapur untuk menyiapkan air garam sebagai hukuman nanti. Sedangkan Langit dan Ryota masih di kamar, kedua pria itu sedang khusyuk mendoakan hubungan mereka agar segera halal sepertinya, aamiin paling serius tentu saja untuk ini.


Langit dan Ryota keluar dari kamar, keduanya tampak kompak mengenakan jersey tim bola yang akan bertanding dini hari nanti. Keduanya memang berencana lanjut nobar bola setelah permainan ini usai dan ngobrol panjang nanti.


"Kalian lanjut begadang bola?" tanya Senja melihat keduanya dengan berkaos bola tengah duduk di karpet depan televisi.


"Tentu saja," jawab Ryota. Senja hanya geleng-geleng kepala, apa bagusnya nonton sepak bola, baginya acara sepak bola terbaik hanya di captain tsubasa.


"Mulai yuk, pertanyaan dari aku ya," Senja membuka permainan malam ini.


"Kalau nilai kita berdua sama gimana yang?" tanya Ryota tak ragu mengambil Senja dengan panggilan romantis walaupun ada Langit.


"Senja yang dihukum dong, gimana?" ucap Langit sambil menaik-naikkan kedua alisnya. Senja kemudian menatap tajam ke Ryota agar kekasihnya menolak keinginan sang kakak.


"Aku ikut kalian aja," jawab Ryota netral agar tak kena marah pacarnya dan ataupun calon kakak iparnya.


"Yahh, kamu jangan takut sama Senja dong Ta," goda Langit merasa Ryota sudah bucin dengan adiknya. Ryota hanya memamerkan giginya sambil melirik Senja.


"Baiklah, aku terima for the sake of you, mas Langit," ucap Senja menerima tantangan Langit.


"Semua sudah siap ya dengan kertas dan pulpen masing-masing dan jangan mengintip," perintah Senja sambil menatap ke arah kakak dan kekasihnya.


"Siap," jawab Langit dan Ryota kompak.


"Oke, hajimemashou (mari kita mulai). Lima pertanyaan aja ya. Untuk pertanyaan pertama ini paling gampang dulu. Apa makanan kesukaanku?" tanya Senja.


Senja, Ryota dan Langit kemudian menulis jawabannya di kertas masing-masing. Satu menit kemudian mereka harus membacakan jawabannya.


"Mas langit nulis apa?" tanya Senja menatap Langit


"Rawon dan Pecel," Langit menulis kedua makanan itu karena sedari kecil adiknya memang sangat menyukai dua jenis menu tersebut.


"Ryo kun apa?," Senja beralih menatap Ryota.


"Brownies, jawaban yang benar apa?," tanya Ryota kembali.

__ADS_1


Senja membuka kertasnya dan menjawab "rawon dan brownies."


Kedua lelaki berbeda usia tersebut saling bertepuk tangan dan kemudian bertos ria karena keduanya sama-sama benar. Senja ikut tersenyum.


"Pertanyaan kedua ya. Soal minuman pasti tahu dong favoritku itu kopi dari dulu, jadi jenis kopi favoritku yang gimana?" tanya Senja.


Langit dan Ryota nampak bersemangat untuk segera menulis jawabannya.


"Jawabanku adalah americano," ucap Senja setelah kedua lelaki itu berhenti nulis.


"Yes," Ryota senang jawabanya tepat.


"Americano itu kopi hitam bukan sih, yah aku gatau nama varian kopi," ucap Langit membela diri karena jawaban dia adalah kopi hitam tanpa gula, mengingat seperti itu yang biasanya adiknya minum kalau di rumah.


"Iya jawaban mas Langit juga benar kok, kan mirip juga," ucap Senja melegakan kakaknya.


"Okay, lanjut dek," Langit kembali bersemangat.


"Ketiga ya. Siapa band atau penyanyi favoritku?" tanya Senja.


"Sheila on 7," ucap Senja membuka jawabannya, dan tentu saja Langit tersenyum lebar kembali karena jawabannya kali ini masih benar. Adiknya ini begitu suka lagu-lagu Sheila on 7, hingga sekarang nada deringnya pun juga masih salah satu lagu dari band legendaris tersebut.


Ryota jangan ditanya, dia mulai muram karena jawabannya salah. Dirinya menjawab Kana Nishino, seorang penyanyi jepang yang mempopulerkan lagu berjudul Torisetsu yang liriknya pernah digunakan Senja untuk menjawab perasaan cintanya dulu.


"Baiklah skor sementara 3-2, semangat Ryo kun ada 2 pertanyaan lagi, kalahkan mas Langit," Senja menyemangati kekasihnya, dia masih enggan memanggil sayang di depan kakaknya. Ryota mengepal kedua jemari dan mengangkatnya tanda masih tetap semangat.


"Pertanyaan ke empat, apa zodiak ku, dan tidak boleh buka handphone untuk mengeceknya?" tanya Senja.


Langit nampak mengernyitkan dahinya. Dia tengah berpikir keras menghafalkan urutan nama-nama zodiak. Dia memang hafal tanggal lahir adiknya namun untuk zodiak tidak tak terlalu peduli soal itu.


"Cancer," jawaban Senja. Ryota tentu saja menjawab dengan benar, karena dirinya pernah melihat sang kekasih membaca ramalan bintang dan Senja hanya fokus ke cancer. Langit tentu saja menanggung kalah karena jawabannya adalah Leo, ah begitu nyaris benar karena urutan zodiak setelah cancer adalah leo.


"Ok, last question nih, skor sama-sama kuat. Ini agak susah ya guys. Siapa nama cinta pertamaku?" tanya Senja.


"Emang punya?" heran Langit, karena seingatnya adiknya tak pernah dekat dengan pria manapun sebelum Ryota ini.

__ADS_1


"Hayo siapa?" Senja mulai menggoda kedua lelaki yang tengah berpikir keras tersebut.


Kedua lelaki kesayangan Senja tersebut kompak menjawab Akira Ryota, karena keduanya tahu Senja tidak pernah berpacaran sebelumnya, namun ternyata jawaban keduanya salah. Jawaban Senja adalah Pak Joko yaitu ayahanda tercintanya.


"Cinta pertama setiap anak perempuan kan ayahnya, gimana sih kalian haha," ucap Senja menertawakan keduanya yang salah menerka. Untuk kali ini Senja bisa tertawa senang, sebentar lagi entah.


"Jangan ketawa dulu dek, skor mas dan Ryo sama, berarti sampean yang minum air garamnya hehe," gantian Langit menertawakan Senja. Senja yang baru tersadar hanya bisa mengerucutkan bibirnya dan tanpa komando segera meminum air garam yang tadi dia siapkan sendiri. Langit dan Ryota begitu senang menertawakan Senja yang menerima hukuman.


Selesai minum air garam, Senja segera berlari ke dapur untuk mencari makanan atau minuman lain untuk menetralisir rasa asin di lidahnya.


"Pinjam hape ya dek," ucap Langit saat adiknya menuju dapur. Dia kemudian meraih ponsel adiknya hendak berkirim pesan kepada sang istri karena ponsel dia sendiri sedang di-charge di kamar.


Saat Langit sedang saling berbalas pesan dengan istrinya, tiba-tiba ada pesan masuk dari Tsubaki dan tak sengaja dibuka oleh Langit. Tsubaki mengirimkan informasi beasiswa S2 dari beberapa negara dan kampus terbaik, serta tips dan trik untuk lolos beasiswa tersebut.


Senja kembali dari dapur, membawa satu toples kacang dan buah yang sudah dikupas untuk teman kakak dan kekasihnya nanti nobar bola.


"Tadi mas pinjem hape buat wa mbak Widya, ohya maaf tadi ada pesan dari Tsubaki kebaca," ucap Langit melaporkan aktivitas dirinya saat menggunakan ponsel adiknya. Ryota ikut menengok ke arah Langit saat nama Tsubaki disebutnya.


"Iya gapapa mas, emang Tsubaki wa apa?" tanya Senja, dirinya masih belum melihat ponsel karena masih asyik mengupas beberapa kacang.


"Info beasiswa dan tips-tips biar lolos gitu, dia siapa dek, baik banget nyariin buat sampean?" heran Langit, karena merasa Tsubaki ini begitu perhatian dengan Senja, sudah malam begini masih mengirim data beasiswa yang begitu banyak dan lengkap.


"Dia temannya Ryo, juga CEO dari Sato Construction yang kerja sama sama perusahaan Akira," jawab Senja kemudian meraih ponselnya mengecek pesan yang dikirimkan Tsubaki. Langit hanya mengangguk pelam walau banyak pertanyaan di sana, sedangkan Ryota memilih kembali menatap layar televisi sambil menerka rencana Tsubaki selanjutnya.


Saat ini di Jepang, sudah hampir tengah malam, namun Tsubaki dengan antusias mencarikan informasi beasiswa, untuk siapa lagi kalau bukan Senja. Setelah sempat mendengar dari Kevin jika Senja ingin melanjutkan pendidikannya, tentu ini adalah celah yang positif untuk nya merebut Ryota. Jika dengan cara frontal seperti membuat Ryota tidur dengannya rasanya tidak mungkin karena pernah dicoba dan gagal. Maka kali ini dia harus bisa menjauhkan pelan-pelan Senja dari Ryota. Dengan demikian dirinya bisa kembali menguasai Ryota.


"What are you doing babe?" seorang lelaki mulai berjalan mendekati Tsubaki. Dia mulai merangkul pinggang perempuan jepang ini dan mulai mengendus leher jenjangnya.


"Nothing," jawab Tsubaki menutup laptopnya dan segera berdiri memulai aktivitas lain bersama lelakinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wah Tsubaki ini orang Jepang namun lupa dengan pepatah lama Jepang yaitu Akuin Akka yang artinya Kejahatan akan menuai kejahatan. Semoga dia lekas sadar 😔.


Hai..Hai..Terima kasih sudah berkunjung, jangan lupa like, vote dan commentnya 🤗🥰.

__ADS_1


__ADS_2