Romansa Kala Senja

Romansa Kala Senja
Akhirnya


__ADS_3

"Tsukiatte kudasai?" Senja begitu terharu dengan apa yang telah diungkapkan oleh Ryota. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya seorang pria mengutarakan cinta dengan begitu manis. Dia mulai mengingat-ingat kata balasan yang biasa diucapkan oleh seorang wanita di dorama yang pernah dia tonton.


"Gomen (maaf)," Senja menjeda kalimat untuk mengambil nafas. Satu kaata yang sudah membuat Ryota berkecil hati, merasa jika cintanya tak mungkin terbalas.


"Kono tabi wa Konna watashi wo erande kurete Doumo arigatou (Pada kesempatan ini, Terima kasih banyak karena telah memilih orang sepertiku),


Zutto taisetsu ni shite ne (tolong, jagalah aku selalu, okay)," kemudian Senja membungkukkan badannya di depan Ryota. Ryota yang begitu senang bahwa ungkapan cintanya diterimapun langsung reflek memeluk senja.


"Arigatou, Shiawase ni suru yo (Terima kasih, akan ku bahagiakan dirimu)," Ryota makin kencang memeluknya, hingga Senja kesulitan bernafas dan melepas pelukan Ryota.


"Bentar-bentar, barusan kamu ngomong apa?" Senja tidak paham kalimat bahasa jepang yang barusan diucapkan oleh Ryota, dia hanya paham kata Arigatou saja"


"Yang mana?" Ryota bingung karena merasa tidak mengucapkan kata apapun lagi.


"Hishhh setelah Arigatou, aku ga tahu artinya," Senja merasa malu hingga menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Hahahahha," Ryota berdiri mengacak rambut Senja dan berlalu menuju ke toilet untuk bersiap salat maghrib.


Senja masih kesal, ikut berdiri untuk menyiapkan alas salat untuk Ryota, dan selesai Ryota akan ditanyakan kembali arti kalimat itu.


"Apaan artinya, Ryo Kun?" Senja masih gemas kembali bertanya tentang arti kalimat setelah arigatou tadi.


"Arti apa Sen Chan?" Ryota merasa gemas dengan panggilan Ryo Kun yang diberikan Senja, akhirnya memberikan panggilan Sen Chan kepada Senja.


*Sebenarnya di Jepang, tidak ada panggilan khusus untuk pasangan kekasih. Mereka biasanya memanggil dengan nama kecil pasangan tersebut. Akhiran Kun, sebenarnya untuk panggilan anak-anak laki-laki sedangkan Chan untuk anak-anak perempuan*

__ADS_1


Karena Ryota masih berkilah tidak segera memberikan jawaban atas pertanyaanya, akhirnya Senja dalam mode ngambek, mulai mengelembungkan pipinya. Ryota hanya tertawa melihat Senja yang begitu lucu.


"Tadi kamu ngomong bahasa jepangnya lancar, masak kalimat yang tadi aja gak tahu artinya?" heran Ryota padahal kalimat yang diucapkannya lebih sederhana daripada yang diucapkan Senja sebelumnya.


"Hahaahha," Senja makin ikut tertawa, dan akhirnya dia mengakui kalau kalimat yang diucapkan sebelumnya itu berasal dari lirik lagunya Kana Nishino yang berjudul Torisetsu lagu tersebut juga merupakan original soundtrack dari film jepang yang berjudul Heroine Shikkaku yang dibintangi oleh Mirei Kiritani dan Yamazaki Kenzo. Tentu saja Ryota ikut tertawa mendengar ini, agar mood Senja tidak kembali buruk akhirnya dia menjelaskan arti dari kalimat yang dia ucapkan tadi.


"Di saat yang lain akan membawa bunga untuk menyatakan perasaannya kenapa kamu malah bawa brownies dan susu almond?" tanya Senja setelahnya meneguk susu almond yang dibawa oleh Ryota.


"Enak gak susunya?" tanya balik Ryota dan hanya dibalas anggukan oleh Senja karena dirinya masih menikmati susu almond tersebut.


"Kepikiran untuk membawa brownies itupun juga tadi saat di parkiran mau kesini, aku inget kamu pernah cerita kalau suka brownies, dan karena tadi kamu sempet nyeri haid juga, aku pikir makanan manis akan enak buat perutmu,"


jawab Ryota sambil mengambil irisan brownies yang telah dipotong-potong oleh Senja


"Kalau susu almond? ini aku baru pertama kali nyoba loh?" tanya Senja kembali.


"Brownies ini berwarna gelap kan, mewakili hitam, susu ini berwarna putih. Seperti cinta, yang punya sisi hitam dan putih jika hanya dilihat, namun jika sudah dinikmati dan dijalani seperti ini," Ryota tiba-tiba mengambil kembali irisan brownies, mengunyahnya dan meminum sedikit susu almond Senja.


"Kita akan tahu bahwa rasanya begitu berwarna, ada manis yang bercampur pahit, kemudian gurih karena kacang almond dan segar karena susu sapi, begitu nona Senja," Ryota mengakhiri kalimatnya sembari mencubit gemas pipi Senja.


"Haiss.. puitis sekali, pacarku ini hehehe," Senjapun ikut membalas mencubit lengan Ryota. Keduanya kemudian terdiam sejenak karena adzan Isya sudah berkumandang.


"Ta, aku harap hubungan ini ga usah banyak orang yang tahu dulu ya, untuk sementara biar Raka dan Dila aja gapapa, aku gamau jadi bahan pergunjingan orang lain, kalaupun nanti kita berlanjut ke jenjang yang serius agar menjadi kejutan untuk yang lain, kalaupun tidak agar tidak jadi cemoohan, gimana menurutmu?" sejujurnya Senja merasa tidak percaya diri dengan statusnya yang menjadi kekasih seorang Ryota, belum lagi dia yang harus melakukan pendekatan kepada orang tuanya, maka lebih baik sedikit orang yang tahu.


"Senyaman kamu saja, aku gak ingin kamu terbebani, yang penting komunikasi kita harus tetap baik ya, jangan lupa untuk saling cerita dan jujur," Ryota paham dengan status mereka berdua, diapun memberi waktu Senja dengan perubahan status ini.

__ADS_1


"Makasih ya Ta," Senja tersenyum dengan manis karena Ryota memahami perasaannya.


"Sama-sama baby, aku sekalian Isya dulu ya, setelah itu mau pulang, gapapa kan?" tanya Ryota.


"Okay, baby," Senja berucap sambil tangannya membentuk kode OK.


Meninggalkan Senja dan Ryota yang tengah kasmaran, di sisi lain kota Jakarta juga terdapat dua insan yang tengah menikmati romantisme berdua, sedang ngobrol di salah satu kafe yang pernah menjadi judul film "Filosofi Kopi" di Jakarta Selatan.


"Barusan, Ryota wa yang," ucap Raka kepada kekasihnya Dila tentu saja.


"Gimana gimana, acara nembaknya berhasil?" Dila begitu antusias dengan hubungan atasannya.


"Senja nerima Ryota, namun Senja masih ingin mereka gak mengumbar hubungannya, untuk sementara gapapa kita berdua yang tahu, dia sambil menyiapkan diri juga, makin dikit yang tahu lebih baik, ya kalau ada yang tanya hubungan mereka baiknya kita minta tanya langsung ke yang bersangkutan, kita hormati keputusan Senja dan Ryota," ucap Raka.


"Iya paham sih, daripada nanti malah jadi bahan pergunjingan yang merugikan, mungkin kalau aku jadi mbak Senja juga gitu, secara pacarnya adalah CEO dan pewaris tunggal gitu," ucap Dila dan dibalas anggukan oleh Raka.


Keduanya lantas meneruskan obrolan-obrolan lainnya sambil menikmati menu makan malamnya.


Di sudut lain ibu kota tepatnya di salah satu diskotik ternama di daerah Jakarta Selatan pula, seorang perempuan cantik tengah menyesap segelas wine di tangan kirinya dan rokok di tangan kanannya. Dia tengah menunggu teman kencan bule nya yang baru saja mengabari bahwa masih berada di parkiran karena baru saja tiba.


Meletakkan gelas winenya, kemudian mengambil telepon genggamnya untuk menatap galeri ponsel yang menampilkan foto seorang Akira Ryota.


"Aku kembali Ta, dan kali ini aku akan mendapatkanmu" gumam perempuan tersebut. Walaupun kata tersebut diucapkan secara langsung tidak akan ada manusia lain di tempat tersebut yang mendengarkan karena mereka begitu sibuk berdansa apalagi DJ malam ini begitu spesial.


"Hi honey, let's start the party," teman bulenya datang dan segera mencium pipi kanan kiri perempuan yang menunggu tersebut.

__ADS_1


"Let's go," mereka berduapun turun ke lantai dansa.


__ADS_2