
Keesokan harinya, Ryota tak membiarkan Senja berangkat ke kantor dengan ojek lagi. Kali ini dia memaksa untuk mengantar jemput sang kekasih karena kakinya yang sakit akibat jatuh di Badui kemarin. Senja tentu saja awalnya menolak, namun Ryota memberi pilihan untuknya cuti atau tetap masuk dengan diantar jemput. Senja yang ingin membereskan pekerjaannya karena sikap tidak profesionalnya minggu lalu membuatnya memilih tetap kerja dengan diantar jemput sang kekasih.
"Tadi pagi aku udah minum madunya sebelum sarapan loh," lapor Ryota. Semalam sebelum pulang Senja menghadiahinya madu khas Badui untuk nya dan hari ini dia sengaja meminumnya.
"Good job," ucap Senja mengacungkan kedua jempol ke arah Ryota yang saat ini tengah mengemudikan mobil menuju kantor.
Tiba di kantor, Senja dibantu Ryota membawa oleh-oleh untuk teman-temannya. Tak lupa dia juga membawakan oleh-oleh madu tersebut untuk para office boy dan office girl yang biasa bertugas di lantai 18 tempat divisinya.
"Kamu kenapa sih baik banget sama orang, tiap pergi pasti beli sesuatu kayak gini?" heran Ryota. Dia mengingat setiap kali Senja habis berpergian selalu membawa oleh-oleh sekedar makanan atau minuman ringan kepada teman dekatnya dan juga para office boy dan office girl. Terkadang Ryota merasa kasihan kepada Senja yang terlihat keberatan dengan barang-barang yang dibawanya.
"Hanya sedikit berbagi kebahagiaan Ta," ucap Senja. Sejak kecil dirinya memang selalu melihat kedua orang tuanya yang suka memberi hadiah kecil untuk tetangganya jika mereka baru saja berpergian dari luar kota seperti mengantar anak muridnya lomba atau karya wisata.
"Calon nyonya Ryota ini baik banget sih," ucap Ryota dan langsung mengacak rambut Senja.
__ADS_1
"Mulai lagi kan hihh," gerutu Senja. Dan tentu saja lelaki keturunan Jawa Jepang di sebelahnya ini hanya tertawa menanggapi gerutuan sang kekasih.
"Yang, aku weekend ini mudik ya," izin Senja.
"Yahh aku ditinggal lagi kan," sedih Ryota. Weekend lalu kekasihnya ke Badui, kalau weekend ini dia pulang kampung, kapan waktu mereka untuk berkencannya begitu pikiran sempit Ryota.
"Ada beberapa dokumen yang perlu aku ambil untuk persiapan nanti apabila beasiswanya lolos. Dan pula kalau bukan weekend ini kapan lagi, weekend depan juga akhir bulan pasti kerjaan banyak, gak papa ya?" tanya Senja. Dirinya sebenarnya merasa tak enak karena harus meninggalkan Ryota, namun dia tak punya pilihan lain lagi.
"Hmmm baiklah, hati-hati ya, mau naik apa rencananya?" tanya Ryota. Dia sudah berjanji akan menjadi support system untuk sang kekasih dalam mengejar mimpinya, maka kali ini dia harus rela dan mengizinkannya untuk pulang.
Hari-hari berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah tiba di hari jumat lagi, dan sore ini Senja akan meninggalkan sejenak hiruk pikuk ibu kota. Bima, kereta api yang akan ditumpanginya untuk membawanya ke kota asal. Kereta api eksekutif ini akan berangkat pukul 17.00 dan kemungkinan tiba pukul 03.00 di kota Senja.
"Entah mengapa aku merasa takut jika berpisah denganmu yang." Ryota tiba-tiba berucap sendu siang ini. Keduanya kini tengah menikmati makan siang siang bersama di ruang kerja Ryota.
__ADS_1
Senja menghentikan makannya dan menatap dalam sang kekasih. "Kenapa berpikir kayak gitu?" tanya Senja. Dan Ryota hanya membalas dengan mengerdikkan bahunya.
"Aku kan pulangnya cuma sebentar Ta, minggu udah di sini lagi," Senja mencoba menenangkan sang kekasih.
"Yasudah yuk dilanjut lagi makannya, kamu nanti ke stasiun jam berapa?" tanya Ryota mengalihkan pembicaraan.
"Jam 15.30 aja kayaknya biar gak buru-buru, aku gak balik ke kosan kok, kamu anter ya?" pinta Senja.
"Pastinya." Ryota mencoba tersenyum walaupun sebenarnya hatinya begitu sedih melepas kepulangan Senja kali ini. Dia menatap dalam kekasihnya yang saat ini nampak sangat menikmati menu makan siangnya. Dia membayangkan apa jadinya jika Senja tak lagi di sisinya seperti potongan film yang ditontonnya semalam. Dia segera menggelengkan kepalanya pelan sebelum Senja menyadari tingkahnya.
"I love you." Tanpa ada angin dan hujan Ryota tiba-tiba menyatakan perasaannya pada sang pujaan hati.
Senja mendongakkan kepalanya kemudian menatap Ryota sambil mengernyitkan dahinya. Dia merasa bingung dengan tingkah Ryotanya siang ini. Setelah tadi merasa takut, sekarang menyatakan cintanya.
__ADS_1
"Can i hug you, please! (Dapatkan aku memelukmu, tolong)," pinta Ryota dengan mata kucingnya yang tidak dapat ditolak oleh Senja. Senja segera melepaskan sendok dan ada di tangannya dan berjalan mendekat ke arah Ryota yang saat ini sudah melebarkan tangannya.
"I love you too, honey," ucap Senja mulai memeluk pelan Ryota.